Dinikahi Ceo Kejam

Dinikahi Ceo Kejam
Nonton film


__ADS_3

Malam telah tiba, Albert masuk ke kamar dengan baju tidurnya sesudah menyelesaikan pekerjaan di ruang kerja. Ia mengunci pintu rapat-rapat, lalu melangkah menuju ranjang dan berbaring di samping tubuh sang istri.


Albert menoleh menatap wajah Nadira yang berada di sampingnya itu, ia tersenyum sembari mengelus lembut wajah mulus istrinya dengan jari telunjuk karena tak ingin membuatnya bangun, walau jujur Albert merindukan belaian dari Nadira yang sudah lama tak ia rasakan.


Pria itu mendekat dan mengurung Nadira ke dalam pelukannya, ia jadikan wanita itu sebagai pengganti guling karena memang cukup enak untuk dipeluk bahkan lebih daripada guling miliknya, namun tentu saja hal itu membuat pusaka nya di bawah sana menegang dan ingin dipuaskan.


"Duh, dasar lemah banget si kamu! Masa cuma kesentuh gini aja langsung bangun?" batin Albert.


Merasakan adanya gesekan di **** ***** miliknya, Nadira pun membuka mata dan sadar kalau saat ini ia sedang dipeluk oleh Albert cukup erat bahkan sampai dadanya terasa sesak.


"Tuan...." lirih Nadira pelan.


Menyadari istrinya terbangun, Albert pun merasa tidak enak karena sudah mengganggu tidur dari istrinya itu, ia melepas pelukan lalu menghadap ke arah lain dengan wajah malu-malu nya khawatir jika Nadira akan marah padanya.


"Tuan, kok dilepas? Kalau tuan mau peluk aku, ya gapapa peluk aja. Cuma jangan erat-erat, soalnya bikin sesak nafas!" ucap Nadira tersenyum.


"Kamu kenapa bangun sih? Saya kan niatnya cuma pengen peluk kamu doang sambil tidur, eh malah kebangun! Jadinya saya gak ada mood lagi nih buat peluk kamu!" ujar Albert.


"Masa sih tuan?" tanya Nadira menggoda suaminya.


Wanita itu menggeser posisi tubuhnya lebih dekat ke arah sang suami, ia juga merubah posisinya menjadi terlentang dan menempelkan wajahnya di bahu Albert seraya menaruh telapak tangan pada dada bidang pria tersebut.


"Yakin tuan gak mau peluk aku lagi? Tadi aja aku ngerasa kok milik tuan keras gara-gara sentuh tubuh aku, jangan ditahan-tahan tuan gak baik loh! Kalau tuan mau, aku siap kok puasin tuan sampai pagi! Asalkan tuan gak marah lagi sama aku soal aku pergi ke rumah ayah tadi!" bujuk Nadira.


"Kamu gausah khawatir, saya kan udah gak marah soal itu! Lagian kamu kan perginya sama mama, seenggaknya ada yang jagain kamu!" ucap Albert.


"Bagus deh! Jadi, tuan gak mau nih menikmati malam yang indah sama aku?" goda Nadira.


Albert melirik ke arah istrinya, ia tatap wajah menggemaskan sang istri yang sedang menggodanya itu, entah mengapa Albert jadi semakin tegang dan tak tahan lagi ingin segera melumatt tubuh indah Nadira saat ini juga.


"Kamu bisa berhenti gak tatap saya begitu? Saya ini laki-laki normal, saya bisa aja hajar kamu sekarang! Tapi, saya takut terjadi sesuatu sama kandungan kamu!" ucap Albert.


"Gapapa tuan, kan dokter juga bilang gapapa. Asalkan tuan mainnya pelan-pelan, dinikmati aja jangan terlalu menggebu-gebu!" ucap Nadira sambil menggigit bibir bawahnya.


"Ya justru itu, kalau sudah main sama kamu tuh saya jadi lupa diri! Mana bisa saya kontrol diri saya sendiri sewaktu menikmati tubuh kamu? Yang ada saya malah bikin calon anak saya kenapa-napa nanti, saya gak mau! Udah deh, mending kamu lanjut tidur aja jangan macam-macam apalagi goda saya kayak gitu!" ujar Albert.


"Yah oke deh..." ucap Nadira dengan suara yang dibuat-buat bermaksud menggoda Albert.


Wanita itu juga melepas kancing bajunya satu persatu dan memperlihatkan dua gundukan sintal miliknya yang menyembul keluar.


Albert yang menyaksikan momen itu dari samping tampak tak berdaya, miliknya semakin menegang ditambah godaan Nadira yang semakin menjadi-jadi membuatnya sulit menahan diri.


"Aaarrgghh saya gak tahan lagi!"


Akhirnya Albert bergerak dan menindih tubuh Nadira, ia mencengkram dua tangan Nadira dengan erat kemudian menatap wanita itu penuh gairah.


"Cukup ya Nadira! Saya akan beri kamu pelajaran, karena kamu sudah berani menggoda saya!" geram Albert.


"Ahh aku mau dong dikasih pelajaran sama tuan..." bukannya takut, Nadira justru semakin menggoda Albert sehingga pria itu langsung saja melancarkan aksinya pada Nadira.


Ya Nadira pun dibuat mengeluarkan suara kencang oleh Albert, pria itu tak memberi kesempatan bagi Nadira untuk bernafas dan terus menggempurnya.




Disisi lain, Keenan datang ke depan kamar adiknya membawakan segelas susu hangat serta biskuit untuk sang adik tercinta itu, ya Keenan memang setiap malam selalu melakukan itu karena ia ingin Celine tahu betapa dirinya sangat menyayangi wanita itu.


TOK TOK TOK...


"Cel, Celine... ini gue dek, buka dong pintunya!" teriak Keenan sembari mengetuk pintu.


"Iya kak!"


Setelah terdengar jawaban dari Celine, Keenan pun berhenti mengetuk pintu dan menunggu gadis itu membukakan pintu untuknya.


Ceklek...

__ADS_1


Pintu terbuka memperlihatkan sosok gadis cantik yang hanya mengenakan kaos putih disertai hot pants tengah menatap ke arah Keenan, sontak Keenan tersenyum memandang adiknya itu.


"Kak, ada apa sih? Tumben pake ketuk pintu segala, biasanya juga langsung masuk aja gak pake permisi dulu main nyelonong gitu aja!" tanya Celine terheran-heran.


"Yeh gue langsung masuk salah, gue ketuk dulu juga salah! Mau lu itu apa sih sebenarnya?" geram Keenan bingung.


"Hehe, maaf kak bercanda kok! Yaudah, yuk masuk kak! Bawa aja susu sama biskuitnya ke dalam, sekalian lu juga ikut nonton film bareng gue di dalam!" ucap Celine sambil tersenyum dan meraih dua tangan abangnya itu.


"Lu lagi nonton film? Film apa emangnya? Seru gak?" tanya Keenan.


"Seru dong pastinya! Kalau enggak, ngapain juga gue tonton kan? Udah yuk masuk aja dan lihat sendiri, gausah banyak tanya!" jawab Celine.


"Iye iye..." ujar Keenan menurut.


Gadis itu langsung menarik lengan Keenan dan membawanya masuk ke dalam kamarnya, tak lupa ia menutup pintu menggunakan kaki lalu meminta Keenan duduk di ranjang untuk menonton film bersamanya.


Keenan hanya menurut melakukan apa yang diminta oleh adiknya itu, ia menaruh sejenak nampan berisi segelas susu dan biskuit itu di atas nakas, lalu naik ke atas ranjang bersama Celine untuk menyaksikan film yang sedang ditonton oleh adiknya itu.


"Lu mau ngajak gue nonton film apaan sih, Cel? Jangan bilang genre romance!" tanya Keenan.


"Eee emang iya kak, gue mau ajak lu nonton film romantis. Tapi, yang ini beda kok romantis nya kak! Lu pasti suka deh, soalnya tuh ceritanya tentang putri kerajaan sama mafia gitu!" jawab Celine.


"Hadeh, apapun itu kalau genre romance gue gak suka! Mending lu nonton sendiri aja ya, gue mau keluar banyak urusan!" ujar Keenan.


"Eits, kakak gak boleh keluar! Kak Keenan harus temenin aku disini, sekali aja kok kak! Soalnya aku bete kalo nonton sendiri, ya kak mau ya!" bujuk Celine menahan abangnya untuk tetap disana.


"Haish, lu emang paling bisa ya bikin gue susah nolak!" ujar Keenan geleng-geleng kepala.


"Hehe..."


Akhirnya Keenan terpaksa mau menemani Celine menonton film di kamarnya, biarpun ia sangat tidak menyukai film tentang romantis.


Selama menonton, semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja. Sampai tibalah saatnya adegan si tokoh wanita berciuman dengan tokok pria di dalam film itu, membuat Celine terbelalak menyaksikan adegan tersebut.


Keenan yang ada di sampingnya pun melirik ke arah Celine dengan lirikan tajam, gadis itu reflek menutup matanya agar tak dicurigai oleh Keenan, sungguh sebuah momen yang amat memalukan baginya dan akan sulit dilupakan.


"Eee enggak kok kak, gue juga gak tahu kalau disini ada ciumannya. Beneran kak, selama ini gue selalu nonton film yang aman kok gak ada adegan kayak gitu nya!" jawab Celine.


"Masa? Yaudah sekarang stop filmnya, jangan diterusin karena gue tau ini arahnya kemana! Anak gadis kayak lu belum pantas buat nonton film beginian, awas lu kalo masih nekat dan maksa buat nonton!" ujar Keenan.


"Tapi kak, nanggung loh ini udah ditengah jalan. Gue skip aja ya adegannya, tapi kita tetap nonton filmnya?" ucap Celine.


"Gak ada kata nanggung, kalo gue bilang stop ya stop! Lu masih muda juga udah nonton yang kayak gini, dasar gak bener!" ujar Keenan.


"Iya iya, maaf kak!" ucap Celine menunduk dan menyetop film tersebut.


Keenan pun menghela nafas, kemudian geleng-geleng kepala tanpa mengalihkan pandangan dari sang adik.




Keesokan harinya, Albert telah bersiap untuk pergi ke kantor karena hari ini ia ada pertemuan penting dengan calon klien barunya. Pria itu baru selesai memakai kemeja miliknya dengan bantuan Nadira, kini Nadira juga memakaikan dasi di leher sang suami dengan perlahan.


"Sini tuan aku bantuin pasang dasinya!" ucap Nadira berinisiatif membantu Albert.


"Udah gausah, kamu pasti masih lelah kan semalaman abis puasin saya? Mending kamu lanjut tidur lagi deh, saya bisa kok pakai dasi sendiri!" ucap Albert menolak bantuan Nadira.


"Gapapa tuan, udah tugas seorang istri buat melayani dan membantu suaminya. Kamu gak perlu cemas gitu!" ucap Nadira tersenyum.


"Haish, yasudah suka-suka kamu aja!" ujar Albert.


Nadira pun kembali tersenyum, kemudian meraih dasi dari tangan Albert dan mulai memasangkan dasi merah tersebut di leher sang suami, mata keduanya saling bertemu membuat Albert mengingat lagi kejadian semalam.


"Duh, saya masih belum lupa gimana dahsyatnya goyangan kamu semalam!" goda Albert.


"Apaan sih tuan? Jangan bandel deh, nanti aku jadi malu tuan! Apalagi kalau sampai dedek bayi kita dengar, tambah malu aku!" ujar Nadira.

__ADS_1


"Hahaha gemesin banget sih kamu!" ujar Albert.


Pria itu mencubit pipi Nadira yang menggemaskan dengan dua jarinya, membuat Nadira makin tersipu.


"Udah nih tuan, sekarang tuan boleh keluar deh dari kamar!" ucap Nadira tersenyum.


"Ohh kamu gak mau anterin saya sampai ke depan nih?" ujar Albert.


"Eee emangnya tuan mau saya antar? Nanti tuan malah marah-marah lagi sama saya, bilang saya sok perhatian lah ini lah itu lah jadi serba salah deh saya!" ujar Nadira.


"Hahaha, buat apa saya marah? Udah yuk ikut saya ke depan sekalian kamu juga ketemu sama mama, siapa tahu kamu mau ngapain gitu nanti setelah saya berangkat ke kantor!" ucap Albert merangkul istrinya mengajak sang istri ke depan.


"Iya tuan, apapun demi suami aku!" ujar Nadira.


Cupp!


Pria itu tersenyum dan mengecup kening istrinya dengan lembut, membuat Nadira makin merasa nyaman dan terus mengusap bekas kecupan itu.


"Kok diusap usap gitu sih? Kamu gak suka ya saya kasih ciuman?" tanya Albert bingung.


"Bukan gitu tuan, aku senang banget dicium sama tuan! Makanya aku usap-usap deh bekasnya, supaya tuan mau cium aku lagi!" jawab Nadira sambil tersenyum manis.


"Aduh, bisa aja kamu!" ujar Albert terkekeh.


Albert yang mengerti kode dari Nadira, kembali memberikan cukup banyak kecupan di area wajah wanita itu bahkan sampai Nadira sulit bergerak karena Albert tak henti-henti menciumi wajah hingga lehernya.


❤️


"Gimana? Kamu udah puas kan dapat banyak kecupan dari saya?" tanya Albert yang masih merangkul Nadira di depan rumah itu.


"Iya tuan, aku puas kok! Malahan ini terlalu banyak deh sampai muka sama leher aku basah semua kena air liur kamu, tapi gapapa intinya aku senang karena dicium kamu tuan!" jawab Nadira.


"Bagus deh! Nanti pulang kerja saya tambah lagi ciumannya yang banyak!" ucap Albert.


"Aku selalu tunggu itu, tuan!" ucap Nadira.


Cupp!


Albert mengecup bibir Nadira sekilas, di hadapan para penjaga yang ada di rumahnya itu. Nadira pun sedikit malu dengan itu, namun ia menutupinya agar Albert tak merasa kecewa.


"Kamu berangkat sama pak Keenan, tuan?" tanya Nadira menatap wajah suaminya.


"Tidak, saya diantar supir. Kemarin Keenan lapor ke saya kalau adiknya diculik, makanya sekarang saya kasih izin libur buat dia supaya bisa cari adiknya sampai ketemu. Saya tahu betul bagaimana perasaan dia karena adiknya diculik, itu pasti berat banget!" jawab Albert.


"Kasihan ya pak Keenan! Semoga aja deh adiknya pak Keenan bisa segera ditemukan!" ucap Nadira bersedih.


"Aamiin! Yaudah ya, saya berangkat sekarang? Jaga diri kamu baik-baik, ingat kalau mau kemana-mana harus selalu lapor sama saya walaupun bareng mama!" tegas Albert.


"Iya tuan, aku ngerti kok!" ucap Nadira tersenyum.


Setelahnya, Albert melepaskan tangannya dari pinggang Nadira dan bersiap untuk berangkat ke kantor bersama sang supir. Nadira juga sudah mencium tangan suaminya, lalu melambai ke arah Albert yang sudah berjalan itu.


"Hati-hati tuan!" ucap Nadira.


Albert membalas dengan senyuman, perlahan masuk ke dalam mobilnya. Akan tetapi, muncul sebuah mobil yang berhenti di dekatnya dan membunyikan klakson cukup panjang.


Tiiinnnn....


Hal itu membuat Albert mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil, ia penasaran siapa yang datang itu karena tak sembarang orang bisa masuk ke halaman rumahnya.


Nadira yang masih ada di depan sana juga ikut penasaran mengenai mobil yang baru datang itu, matanya menangkap sosok lelaki berjas merah turun dari mobil dan menghampiri Albert.


"Selamat pagi tuan!" sapa lelaki yang tak lain ialah Keenan, asisten Albert.


"Loh Keenan?" Albert terkejut bukan main.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2