DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
10. Status Sosial.


__ADS_3

Episode sebelumnya…


"Setelah kamu memegang kunci ajaib itu, kita berdua akan menanda tangani berkas parjanjian bahwa kamu adalah pemilik sah dari kunci ajaib itu. Kunci ajaib itu tidak akan berlaku lagi dan harus kamu kembalikan, jika kamu yang mengingkari janji dan pergi meninggalkan aku lebih dulu." Ungkap antoni lagi yang membuat Callysta heran.


'Kok kayak perjanjian kontrak kerjasama bisnis pra nikah sih...' Gumam Callysta heran melihat Antoni.


Callysta hanya diam dan berpikir sejenak apa yang akan dia katakan pada Antoni? Sedangkan Antoni memandang Callysta dan berharap Callysta setuju pada perjanjian mereka, agar Antoni bisa mendapatkan Callysta seutuhnya karena Antoni ingin secepatnya menjadikan Callysta sebagai nyonya Yuandara selanjutnya.


...----------------...


Callysta mengingat siapa dirinya dan siapa Antoni Yuandara? Tidak seharusnya Antoni suka kepadanya dan meminta mereka melakukan perjanjian. Hingga membuat Antoni untuk menyerahkan kunci ajaib milik keluarga Yuandara kepadanya.


Callysta tersadar. Walaupun mereka saling menyukai mereka tidak mungkin bisa bersatu, karena Callysta sadar kalau dirinya adalah putri angkat dari salah satu ketua mafia kejam. Sedangkan Antoni Yuandara adalah putra semata wayang keturunan keluarga Yuandara. Keluarga terkaya, terpandang dan sangat di hormati oleh semua warga di kota A.


Status sosial mereka sangatlah berbeda jauh dan tidak mungkin bisa bersatu. Callysta harus menjelaskannya dengan hati-hati karena ini menyangkut hati dan perasaan seorang putra dari keluarga Yuandara. Dia tidak ingin mendapatkan masalah dan membuat semua yang dia sembunyikan selama ini akan terungkap, kalau dia adalah putri angkat dari ketua mafia terkejam di kota A.


Callysta menarik dan menghembuskan nafasnya yang berat. Sudah ia putuskan kalau dia tidak bisa memberikan Antoni kesempatan, dan Callysta akan mengaku siapa dirinya yang sebenarnya bila itu di perlukan.


"Tuan Antoni…maaf, saya tidak bisa menerima kunci ajaib keluarga anda, itu tidak perlu." Ucap Callysta menatap mata Antoni.


"Apa maksudmu?" Tanya bingung Antoni menatap Callysta.


"Tuan, anda tidak seharusnya menyukai saya apalagi mencintai orang seperti saya. Itu salah dan sangat mustahil untuk saya."


"Apa maksudmu? Jangan berbelat Belit, katakan terus terang." Perintah Antoni yang menangkap keraguan Callysta, dan ingin menolak semua yang di harapkan hatinya.


"Maaf tuan Antoni....semua perasaan anda, tidak bisa saya terima." Ucapnya melihat ke arah Antoni.


"Apa alasanmu? Apa karena kau tidak menyukai dan mencintai ku?" Tanyanya melihat kejujuran Callysta.


"Iya, dan ada alasan yang membuat saya tidak bisa dan tidak boleh menyukai anda." Balasnya, Callysta akan jujur agar semua masalah terkait bersama tuan muda Antoni selesai sampai di sini.


Biarlah tuan muda Yuandara adalah orang pertama dan terakhir yang mengetahui identitas aslinya di kota A ini. Dia akan pindah ke kota lain dan memulai semuanya dari awal lagi. Inilah resiko yang harus Callysta hadapi, karena menjadi seorang putri angkat ketua mafia kejam. Gadis itu tidak ingin ada yang terluka lagi karena dirinya.

__ADS_1


"Katakan alasannya! Aku akan tetap menerimanya, yang terpenting kamu mau bersama denganku. Kita ulangi dari awal lagi untuk saling mengenal." Ungkap Antoni memegang kedua tangan Callysta, dia tidak sanggup jika Callysta menolaknya.


Callysta melihat sorot mata Antoni yang tidak ada keraguan sama sekali. Ini juga berat untuk Callysta, untuk pertama kalinya ada seorang pria yang berani menyatakan perasaan suka dan cintanya kepada Callysta.


Jauh di relung hatinya, Callysta sebenarnya sudah tersentuh akan sikap Antoni yang mulai baik dan lembut serta perhatian kepadanya. Di tambah lagi sorot mata Antoni yang tidak pernah berbohong sama sekali, saat memandang lembut penuh kasih sayang yang tidak pernah Callysta lihat pada pria manapun.


Mengingat kembali status sosialnya, Callysta selalu menutup diri kepada setiap pria yang ingin mendekatinya. Dia akan terus menghindari mereka, agar tidak ada yang mendapatkan masalah dan terluka lagi hanya karena dirinya.


Sebenernya hati Callysta lelah hidup seperti ini. Lelah harus terus menyembunyikan identitas aslinya, lelah terus berbuat jahat atas perintah sang ayah angkat, seakan dirinya memiliki kepribadian ganda yang tidak dia inginkan.


Dia harus membunuh orang-orang jahat, sedangkan dia adalah seorang dokter yang harus menyelamatkan nyawa manusia. Callysta lelah akan hatinya yang bertolak belakang dengan keinginan sang ayah.


Walaupun Callysta hanya anak angkat sang ketua mafia, papanya lah yang sudah memberikan sebuah kehidupan dan membesarkan Callysta hingga menjadi seperti sekarang ini. Callysta memiliki hati yang baik, dan tidak bisa menolak keinginan sang ayah angkat.


Terkadang saat dia menyelesaikan misi membunuh seorang penjahat. Dia akan tetap merasakan pada hatinya, bahwa ini tidak benar karena dia adalah seorang dokter.


Callysta berada pada dua pilihan hati yaitu menjadi baik dan menjadi jahat. Dua pilihan sikap membunuh atau menolong. Callysta benar-benar lelah hidup seperti itu, dia ingin hidup normal seperti wanita-wanita lainnya.


"Hatiku tidak bisa bersama wanita lain lagi." Balasnya sendu.


"Kita baru saja mengenal beberapa hari, mungkin rasa suka anda adalah rasa sesaat yang ada di hati anda. Coba anda pikirkan dan rasakan dengan tenang, lakukanlah saat kita tidak bersama dan berada jauh. Anda pasti kan mendapatkan jawaban di hati anda yang sebenarnya."


"Kamu mencoba membuat jarak di antara kita?"


"Iya, saya ingin anda pikirkan kembali perasaan hati anda, perasaan yang anda rasakan sekarang untuk saya. Apa yang anda rasakan, jika kita berada dalam jarak dan waktu yang cukup lama tidak bertemu?"


"Apa hanya itu alasanmu?" Tanya curiga Antoni yang di jawab anggukkan kepala oleh Callysta.


Callysta berpikir. Jika mereka berada dalam jarak dan waktu yang lama tidak bertemu, mungkin saja perasaan hati Antoni akan berubah seperti semula lagi.


"Apa tidak ada alasan yang membuatmu ingin menghindar dariku, dan menolak perasaan ku dengan alasan ini? Memintaku merenungi bagaimana perasaan ku yang sebenarnya kepadamu?" Tanya Antoni masih memandang curiga kepada Callysta.


Callysta melepaskan genggaman tangan Antoni pada tangannya, tetapi masih tetap memandang ke arah pria itu.

__ADS_1


"Tidak ada… saya ingin tahu apa perasaan anda? Apakah masih tetap sama jika kita tidak bertemu dan bersama dalam waktu yang lama? Apa itu salah?"


"Apa kamu memiliki pria lain?" Tanya Antoni yang membuat Callysta mengerutkan keningnya.


"Tidak…saya tidak mempunyai pria manapun yang di sukai." Balas Callysta jujur dan itu yang sebenarnya.


"Apa kamu yakin? Bagaimana jika aku sudah melakukan apa yang kamu sarankan, dan perasaanku padamu masih tetap sama seperti sekarang ini?"


"Itu tidak akan mungkin tuan muda, anda pasti akan melupakan saya." Jawab Callysta tersenyum pada Antoni.


"Jadi memang kamu yang ingin menghindari aku. Alasan jarak, waktu dan perenungan itu cuma tameng untukmu menutupi alasan yang sebenarnya. Iyakan… coba katakan, kalau aku memang salah dalam menebaknya?" Ucap Antoni mengenai sasaran.


Callysta menarik dan menghembuskan nafasnya, memang benar tuan muda Antoni Yuandara sangat pandai dan jeli dalam menilai seseorang. Dia tahu Callysta menutupi sesuatu.


"Mengapa kamu tidak jujur saja…Kamu tidak bisa menerima aku dengan satu alasan. Kamu tidak ingin, setelah aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya? Aku akan menghindar darimu dan tidak ingin lagi menyukaimu. Mengapa kau tidak jujur saja padaku, kalau kau takut aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya…?" ungkap Antoni yang membuat Callysta bingung, apa yang di maksudkan oleh Antoni?


"Apa maksud anda?" Tanya curiga Callysta.


"Aku tahu siapa dirimu? Aku tetap akan menerimanya karena aku memang tulus suka dan mencintai kamu apa adanya dirimu saat ini." Ucap Antoni yang membuat jantung Callysta berdebar.


'Apa maksud tuan muda…apa jangan-jangan dia tahu siapa aku…?' Gumam Callysta di dalam hatinya memandang intens Antoni.


Antoni dan Callysta saling memandang dengan pikiran mereka masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2