DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
78. Peringatan Sang Pengendali.


__ADS_3

***Area Latihan Istana Holmes***


Carissa bangkit dari simpuhnya, dia menatap tajam semua orang yang tidak menyukainya, apalagi putri Debora yang memasang wajah sombongnya karena bangga pada dirinya sendiri.


"kalian terlalu sombong dan angkuh pada orang yang lemah dan tidak bisa apapun? seharusnya kalian yang memiliki jabatan tinggi, bisa melindungi orang-orang yang lemah dan bukan menindasnya." ucap Carissa dengan tatapan tajam dan dinginnya.


"lancang sekali kau berani berucap kasar di hadapan raja." tunjuk perdana menteri menunjuk Carissa.


"cukup Carissa…!" cegah Duke Emris yang menarik tangan Carissa.


"ayah kita tidak bersalah. Jadi bangunlah…ayah terlalu berharga kalau harus memohon pada mereka." balas Carissa memadang sang ayah.


"kau terlalu lancang melawan setiap ucapan kami, kau pantas untuk di hukum dan di berikan sedikit pelajaran sopan santun." ucap raja Diaro Liberata melihat tajam dan tidak suka pada Carissa.


"seharusnya anda ajari dulu putri anda yang mulia, agar dia bisa bersikap sopan santun dan bertingkah selayaknya seorang putri raja, bukan bersikap seenak dan semaunya dia saja karena menjadi seorang putri raja." ungkap Carissa ingin mengungkap sikap putri Debora yang selama ini selalu suka menindas, sombong dan tidak pernah menghargai orang lain, sebab dia adalah seorang putri raja.


"lancang kau sudah berani merendahkan dan menghina putri raja. Pengawal tangkap dia…"ucap perdana menteri memberikan perintah.


Beberapa orang langsung menyingkir dari sana, dan beberapa pengawal datang ingin menahan Carissa, tetapi di cegah oleh kaisar Louis Theodore.


"cukup…semuanya harap tenang." ungkap kaisar Louis mencegah para pengawal.


Kaisar Louis, putra mahkota dan para pangeran mendekati mereka. Sedangkan Carissa masih menatap tajam putri Debora dan raja Diaro Liberata.


"maafkan hamba yang mulia, nona Carissa terlalu bersikap kasar dan dia seakan tidak terima atas kekalahannya." balas raja Diaro Liberata.


"benar begitu nona Carissa…apa benar kau tidak terima kekalahan mu?" tanya sang kaisar ingin tahu pendapat Carissa.


"maaf yang mulia, anda pasti lebih bijak menyikapi dan melihat ini semua, anda lebih tahu siapa yang kalah dan siapa yang menang di sini? hamba hanya minta keadilan yang seadil-adilnya, dan bukan keadilan yang hanya di lihat dengan mata semata." balas Carissa melihat dan menunduk di hadapan sang kaisar.


"tentu…nona Carissa akan mendapatkan keadilannya, tetapi nona juga harus membuktikan kalau keadilan itu memang pantas nona Carissa dapatkan bukan? aku yakin pada tekad anda sang pengendali." balas sang kaisar tersenyum pada Carissa.


'cara bicara yang bijak dan mudah menjebak seseorang bila tidak bisa mengartikannya.' gumam sang kaisar takjub pada Carissa yang sudah mulai menunjukkan siapa sang pengendali?


"tentu saja yang mulia, hamba pasti membuktikan keadilan itu memang harus ada, dan hamba juga menginginkannya." balas Carissa cukup puas akan ucapan sang kaisar yang mengerti dirinya.


"silahkan…!" ungkap kaisar Louis mempersilahkan Carissa membuktikan ucapannya.


"sebelumnya, bisakah yang mulia memerintahkan ayah hamba untuk bangun dari sujudnya? karena ayah tidak salah apapun?" pinta Carissa yang sangat tidak suka sang ayah bersujud dan memohon pada apa yang bukan menjadi kesalahannya?


"tentu…Duke Emris Hubert, aku perintahkan kau untuk berdiri, dan ini titah dari ku sebagai kaisar tiga kerajaan." perintah tegas kaisar Louis yang membuat Duke Emris terpaksa berdiri.

__ADS_1


"maaf yang mulia, ini tidak adil dan penghinaan untuk kami." ungkap raja Diaro merasa tidak puas.


"raja Diaro, kau seharusnya bisa tetap bersikap tenang dan adil pada rakyat mu, jangan terlalu bersikap gegabah dan mementingkan urusan pribadimu." balas kaisar Louis memandang tidak suka akan sikap arogan dari raja Diaro Liberata.


"maaf yang mulia, tetapi ini sudah sangat jelas. Putri hamba lah pemenangnya karena bisa menggenggam kunci ajaib itu." bela raja Diaro yang tidak terima di salahkan, apalagi sebabnya karena seseorang yang ada di bawahnya.


"berikan nona Carissa kesempatan untuk membuktikan apa yang ingin dia buktikan." balas tegas kaisar Louis yang mulai tidak suka pada sikap raja Diaro, yang masih tidak bisa jelas melihat apa yang sudah terjadi? dan itu karena membela putrinya sendiri.


Sangat tidak mencerminkan sikap dari seorang raja, seorang raja yang memimpin suatu kerajaan, dimana banyak rakyat lemah yang harus di lindungi? bukan hanya melindungi keluarganya saja.


"tapi yang mulia…!!!" ucap raja Diaro terputus karena isyarat tangan dari kaisar Louis.


"silahkan nona Carissa…" ucap kaisar melihat pada Carissa.


"terima kasih yang mulia." balas Carissa dengan menundukkan kepalanya tanda hormat.


Carissa mengangkat tangan kanannya ke depan, dia merapalkan sebuah mantra yang tidak bisa di dengar oleh siapapun? segel kunci ajaib pada telapak tangan Carissa terbuka dan bercahaya.


Putri Debora Liberata seketika berteriak karena merasa sakit yang teramat pada dadanya, dimana kunci ajaib keramat berada. Carissa terus merapalkan mantra dan terlihat jelas ada kilatan dari sengatan listrik keluar dari kunci ajaib tersebut.


"aaaaaa…panas…panas aaaaaa…………" teriak putri Debora berusaha menyentuh kunci ajaib itu, tetapi malah kedua tangannya ikut tersengat.


Semua orang terkejut melihatnya, dan raja Diaro Liberata berusaha membantu putrinya, malah dia ikut tersengat sampai terpental dan membentur beberapa orang yang ada di dekatnya.


Putri Debora bersimpuh karena tidak kuat menahan kakinya yang sudah melemah, dia terus berteriak dan meminta bantuan. Tetapi tidak seorangpun yang mau mendekatinya dan membantunya. Sang raja yang sudah bangkit kembali ingin membantu sang putri untuk melepaskan diri dari kunci ajaib tersebut, lagi-lagi tubuh raja Diaro tersengat dan terpental.


Semua ngeri melihat apa yang terjadi saat ini pada putri Debora? Carissa menggenggam erat tangan kanannya, Carissa membuat tubuh putri Debora melayang dan tanpa aba-aba, Carissa menghempaskan dengan cepat dan keras tubuh putri Debora ke arah di mana perdana menteri Jericho berdiri.


Tubuh putri Debora membentur keras beberapa orang yang tadi bersikap kejam dan tidak menyukai Carissa. Lagi-lagi Carissa melayangkan tubuh putri Debora Liberata dengan cepat dan keras ke arah bangsawan yang tadi membentak dan menuduh Carissa adalah seorang penipu.


Carissa yang sudah cukup menahan amarahnya, melampiaskan semuanya tanpa ampun lagi, Carissa terus membuat tubuh putri Debora membentur semua orang yang ada di sana, yang memandang rendah dan suka meremehkan orang-orang lemah.


Carissa ingin membalas semuanya, semua tidak ada yang terlewat. Hanya yang tidak menentangnya saja yang aman dari amukkan Carissa, seluruh aula di buat porak poranda.


"semua kekuatan magic kalian tidak akan bisa menyelamatkan putri Debora." ucap tegas Carissa yang meninggikan sedikit volume suaranya.


Carissa tahu ada beberapa orang yang berusaha memakai magic Activatornya untuk menghentikan pergerakan tubuh putri Debora, tetapi itu tidaklah berhasil, karena akan di netralisir oleh kunci ajaib yang ada di tubuh putri Debora.


"kalian lihat baik-baik, bagaimana akhir dari hidup seorang yang suka semena-mena pada orang yang lemah, dan orang yang suka memanfaatkan jabatannya untuk membuat orang lemah selalu menjadi salah." ungkap Carissa dengan tatapan tajamnya pada semua orang yang sudah terkapar akibat ulahnya.


Sedangkan putri Debora yang masih melayang sudah tidak sadarkan diri, Carissa pun mendekatkan tubuh putri Debora padanya. Carissa menyentuhkan telapak tangannya pada kening putri Debora, yang membuat putri Debora sadar kembali.

__ADS_1


Dengan bersamaan datangnya serangan dari raja Diaro Liberata ingin memberikan tinjunya, tetapi itu hanyalah sia-sia karena bukan tubuh Carissa yang terkena tinju dari sang raja, tetapi perut putri Debora. Carissa melakukan teleportasinya ke arah belakang tubuh sang raja.


Dengan keras Carissa menendang punggung sang raja, hingga tubuh raja Diaro Liberata tersungkur dan membentur tubuh putrinya sendiri. Mereka berdua jatuh dengan tubuh yang bertumpuk jadi satu.


"pakai sedikit strategi bila ingin menyerang hamba yang mulia." ucap Carissa dengan tatapan tajam dan dinginnya memandang sang raja yang juga melihatnya.


Semua orang memandang ngeri melihat tatapan tajam devil Carissa. Lagi-lagi Carissa membuat tubuh putri Debora tersengat listrik dan juga tubuh sang raja, terapi itu hanya sebentar saja. Carissa ingin tahu bagaimana pendapat mereka berdua?


"bagaimana yang mulia, apa hamba kalah dalam pertarungan ini?" tanya Carissa pada sang raja yang mulai bangkit.


"kau hanya bisa berbuat curang, kau tidak mencerminkan sikap dari seorang sang pengendali." bentak tunjuk sang raja yang masih tidak mau kalah dari Carissa.


"bagaimana seharusnya sikap sang pengendali yang mulia?" tanya Carissa ingin tahu.


"melindungi sesama dan tidak bertindak sesuka hatimu dengan berbuat curang seperti yang kau lakukan." balas sengit raja Diaro.


"lalu bagaimana seharusnya sikap seorang raja dan putri kerajaan yang mulia?" tanya Carissa talak dan ingin tahu pendapat dari raja Diaro.


Raja Diaro Liberata nampak jelas terdiam.


"yang mulia, tidak ada asap bila tidak ada api, dan tidak ada akibat bila tidak ada sebabnya, hamba yakin anda lebih bisa mengerti itu daripada hamba yang masih muda ini." ungkap Carissa ingin mencoba membuat raja Diaro sadar, kalau dia adalah seorang raja yang memimpin sebuah kerajaan.


"hamba harap anda bisa bijak menyikapi kejadian ini, dan jadilah raja selayaknya raja sebuah kerajaan, hamba tahu anda adalah raja yang baik dan kuat yang selalu melindungi rakyat anda yang mulia." ungkap Carissa meraih kembali kunci ajaib yang terkalung pada leher putri Debora tanpa harus mendekati tubuh putri Debora yang berada jauh di hadapannya.


Carissa mengeluarkan salah satu pedang kembar keramat yang ada di dalam ruang dimensi hampanya, dengan gerakan cepat Carissa berteportasi kehadapan raja Diaro, dengan kuat Carissa memukul perut sang raja dengan membuka segel di tangan kanannya.


Dengan gerakan cepat Carissa menusuk sebuah bayangan hitam yang keluar dari tubuh sang raja. Dengan pedang kembar keramat semua yang berasal dari golongan hitam tidak akan ada yang bisa lolos.


Semua terkejut melihat tindakan yang dilakukan oleh Carissa dengan cepat. Penyihir golongan hitam tersebut nampak melototkan matanya melihat ke arah Carissa.


"kau pikir bisa bersembunyi dariku." ucap Carissa menekan pedangnya lebih dalam lagi.


Penyihir golongan hitam tersebut mati dan musnah menghilang menjadi debu. Ini hanya peringatan kecil dari Carissa untuk para penyihir golongan hitam, yang mencoba membayangi setiap orang. Carissa tidak akan bertindak kejam bila mereka tidak menggangu. Inilah peringatan dari sang pengendali.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2