DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
149. Petapa Suci Azura Rayman.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Carissa terdiam akan jawaban dari pria paruh baya yang menjadi pengawal pribadi sang kaisar Hayden Pris. Dia bertanya akan kebenaran tentang kecerdasan yang di miliki oleh permaisuri Princella Odella, bukan tanpa alasan. Dia hanya ingin memperjelas saja.


"Bagiamana putri?" Tanya pengawal tersebut masih menatap intens Carissa.


Carissa menatapnya kembali.


"Apa yang menjadi jawaban anda, putri?" Tanyanya lagi.


Semua memandang ke arah Carissa, mereka benar-benar merasa penasaran akan jawaban Carissa saat ini. Termasuk kaisar, permaisuri dan selir agung yang juga ikut melihat ke arahnya.


"Aku setuju dengan pertarungan kali ini." Jawabnya tanpa keraguan.


Sontak membuat selir agung geram dan mengepalkan tangannya kuat, selir agung tidak menyangka jika Carissa setuju untuk pertarungan kali ini. Itu artinya pertarungan untuk menguji tingkat kecerdasan dan ilmu pengetahuan para peserta tidak akan di ganti.


Sang pengawal mengerti, dia pun membalik tubuhnya menghadap ke arah sang kaisar. Kaisar hanya menganggukkan kepalanya sebagai perintah. Pengawal tersebut mengerti, dia pun melangkah ke tengah-tengah area pertarungan.


"Dengan ini pertarungan untuk menguji kecerdasan dan ilmu pengetahuan para peserta akan segera di mulai." Ucapnya lantang.


Tidak ada alasan lagi untuk mereka bertiga menolak dan merasa keberatan akan pertarungan kali ini. Dengan terpaksa dan harus menjalaninya, apapun hasilnya nanti?


"Bagi ketiga peserta, silahkan untuk berdiri di tengah-tengah area pertarungan." Ucapnya kembali meminta ketiga peserta yang merupakan tiga wanita terkuat saat ini di mata para penonton.


Tidak ada yang tahu siapa di antara ketiganya yang akan menang? Itu akan terbukti setelah pertarungan di mulai dan terselesaikan.


Selir agung yang pertama kalinya berdiri dan langsung terbang menggunakan peringan tubuhnya, dia yang pertama kalinya berdiri di tengah-tengah area pertarungan. Permaisuri menggunakan jurus teleportasinya untuk datang dan berdiri di tengah-tengah area pertarungan.


Sedangkan Carissa, dia hanya melangkah seperti biasanya. Mengakibatkan mereka harus menunggu Carissa cukup lama untuk sampai pada tempat pertarungan. Suara riuh dari penonton pun mengiringi langkah Carissa, banyak penonton yang meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh Carissa akan sikap lamban dan santainya tersebut.


Tidak seperti selir agung dan permaisuri yang datang ke tengah area pertarungan dengan sangat cepat. Carissa sangat berbanding terbalik dari keduanya. Namun Carissa tidak peduli akan teriakan riuh dari para penonton yang hanya bisa melihat saja.


"Mengapa putri tidak memakai jurus teleportasinya? putri lebih memilih berjalan kaki dengan santainya." Ungkap bisik Saira tidak mengerti akan maksud Carissa, yang memilih berjalan kaki ke tengah area pertarungan. Daripada dia harus menggunakan kekuatan teleportasinya dengan mudah.


Bisikan Saira dapat di dengar oleh semua teman yang menjadi pasukkan kesatria Carissa. Mereka juga membenarkan ucapan Saira, karena mereka tidak suka mendengar suara riuh teriakkan dari para penonton yang terlihat meremehkan Carissa.

__ADS_1


"Putri hanya mengulur waktu saja." Jawab Shopie dengan sikap santainya, melihat lurus ke arah Carissa yang masih dengan santai melangkahkan kakinya. Carissa tidak peduli akan suara teriakkan dari para penonton yang terdengar meremehkannya.


Semua memandang ke arah Shopie yang terlihat tenang, namun tidak dengan Kiza yang masih siaga tidak melepaskan pandangan matanya dari Carissa, dia tidak ingin kecolongan. Bisa saja ada beberapa orang yang ingin berbuat curang dan mencelakai Carissa. Jadi Kizalah satu-satunya yang tetap siaga dan tetap fokus pada pengamatannya.


"Mengapa putri harus mengulur waktu?" Tanya Saira ingin tahu.


Shopie tidak menjawab, dia hanya tersenyum tipis melihat lurus pada Carissa yang masih berjalan dengan santainya. Membuat semua orang menunggu dirinya.


"Putri mengulur waktu, karena memiliki alasannya sendiri. Intinya dia hanya sedang waspada dan memperhatikan situasi di sekitarnya. Jika dia memakai jurus teleportasinya, putri tidak akan bisa mengamati situasi yang ada di sekitarnya." Balas Shopie tanpa melepaskan pandangan matanya pada Carissa.


"Kau harus ingat Saira, putri bisa merasakan semua aura kekuatan dan perasaan seseorang yang ada di sekitarnya. Jadi itu yang sedang putri lakukan saat ini, sehingga dia lebih memilih untuk berjalan kaki dari pada harus menggunakan jurus teleportasinya." Jelas Shopie dengan raut wajah tenang dan senyum tipisnya.


Dia bisa dengan mudah menebak apa maksud dari Carissa? Carissa melangkahkan kakinya perlahan bukan tanpa alasan, banyak keuntungan yang ia dapatkan saat ini. Beberapa aura kuat, unik dan special dapat dia rasakan. Semua perasaan beberapa orang yang memiliki hati baik dan jahat dapat juga Carissa rasakan. Itulah tujuannya berjalan kaki.


Semua teman-teman Carissa kini mengerti, dengan penjelasan dari Shopie sudah memperjelas semuanya. Mereka tidak lagi bersuara dan kembali fokus pada pemandangan yang ada di hadapan mereka, di mana Carissa baru saja tiba di tengah-tengah area pertarungan dan segera bergabung dengan yang lainnya.


"Kau sungguh lambat." Ucap ketus selir agung, melihat remeh sekaligus geram ke arah Carissa yang baru saja tiba di dekat mereka.


Permaisuri hanya tersenyum tipis ke arah Carissa, melihat tingkah laku dan sikap tenang Carissa. Permaisuri pun hanya dapat bergumam di dalam hatinya.


'Dia cukup tenang, dalam pertarungan kali ini.' Gumam permaisuri di dalam hatinya.


Mereka berempat kini telah berdiri di tengah-tengah area. Sang pengawal yang untuk pertama kalinya berada dekat dengan Carissa, tidak mengerti akan aura berbeda yang dia rasakan pada tubuh Carissa. Semakin dekat mereka, dia tidak merasakan aura kuat atau besar yang di miliki oleh Carissa sang pengendali. Namun aura Carissa berbeda dan terbilang unik serta special.


Entah itu perasaannya saja!! atau itulah kebenarannya. Sang pengawal hanya melirik sejenak ke arah sang pengendali yang menjadi musuh meresahkan bagi kaisar Hayden Pris. Apakah auranya yang berbeda itu? yang meresahkan bagi sang kaisar, tidak ada yang tahu selain kaisar sendiri.


"Apakah pertarungan ini, sudah bisa kita mulai?" Tanya pengawal tersebut, dengan memandang ke arah Carissa, selir agung dan permaisuri secara bergantian.


Permaisuri dan Carissa hanya mengangguk sebagai jawaban mereka. Sedangkan selir agung sudah tidak bisa menunggu lama lagi.


" Cepatlah, kau lambat sekali." Ucap selir agung tidak sabaran.


Semua melihat sejenak ke arah selir agung, yang masih bersikap angkuh dan tidak ada kesabaran sama sekali pada sikapnya.


"Baik yang mulia." Balas sang pengawal dengan menundukkan kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


"Kami di sini memiliki dua orang yang akan menjadi pengamat kalian. Beliau adalah orang yang sangat netral dan pantas menjadi pengamat di dalam pertarungan kali ini, tentunya yang mulia permaisuri dan selir agung tahu siapa beliau?" Ungkap pengawal tersebut.


Permaisuri dan selir agung tidak menjawab, seketika ada perubahan dari raut wajah mereka terlihat tidak suka. Carissa dapat melihat perubahan mimik wajah dari keduanya.


'Ada apa? bahkan raut wajah permaisuri, terlihat sama tidak sukanya. Siapa yang mereka maksud akan menjadi pengamat kami?' Gumam Carissa di dalam hatinya, melihat ke arah permaisuri dan selir agung secara bergantian.


Perkataan dari sang pengawal dapat terdengar jelas oleh para penonton yang ada di dalam area pertarungan tersebut. Banyak yang mengerti dan banyak pula yang tidak tahu maksud dari sang pengawal.


Beberapa detik kemudian, entah dari arah mana? Datang seseorang dengan cahaya yang menyilaukan mata mereka secepat kilat. Carissa , permaisuri serta selir agung cukup terkejut dan segera melompat untuk menghindar, karena benturan dan angin dari kedatangannya cukup kencang.


Kiza dan semua pasukkan kesatria Carissa bangkit dari duduknya, mereka juga cukup terkejut akan apa yang terjadi di tengah-tengah area pertarungan dengan begitu cepat? Semua orang siaga, karena tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya? Namun begitu angin dan juga debu menghilang, terlihatlah seorang pria dewasa yang bekisaran umur 40 tahunan tersenyum dengan berdiri di tengah-tengah mereka.


Pria dewasa yang cukup tampan dengan rambut panjangnya yang terikat setengah bagian berwarna hitam gelap. Rahangnya yang tegas dengan warna mata hijau kecoklatan, hidung yang mancung mempertegas ketampanan wajannya yang di sertai dengan senyum menawan di bibirnya yang tipis semerah buah cherry. Tubuhnya tinggi atletis berisi, dengan kulit bersih seputih porselin.


'Siapa pria ini?' Gumam semua orang yang baru pertama kalinya melihat sosoknya. Begitu juga Carissa dan semua pasukkan kesatrianya.


Carissa menatap intens wajah tampan pria yang baru saja datang, pria yang tersenyum ramah di hadapan mereka. Pria yang membuat Carissa seketika diam terpaku melihatnya.


"Apa kau tidak bisa datang dengan cara baik-baik?" Tegur keras selir agung yang tidak suka cara kedatangan pria tersebut.


Pria itu hanya tersenyum saja, bahkan melebarkan senyum menawannya yang mampu membuat semua kaum hawa bertekuk lutut di hadapannya. Pria yang sangat tampan, mungkin pria itu adalah pria yang paling tampan yang pernah Carissa lihat dan jumpai di dunia keduanya ini. Carissa menatap datar pria itu tanpa berkedip sama sekali.


Entah Carissa tengah terpesona akan aura kuat dan ketampanan dari pria tersebut? ataukah ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Hanya Carissa yang tahu.


Dia adalah pria tampan bak Dewa Yunani, dengan kecerdasan dan otak yang jenius dapat menandingi kejeniusan dari permaisuri Princella Odella. Pria yang di ketahui berasal dari sebuah lembah yang tidak kasat mata, lembah yang ada di perbatasan antara kerajaan Darkness World dan kerajaan Kegelapan Dasar Neraka.


Sering di sebut dengan Lembah Abu Hitam, pria yang tidak berada di pihak manapun. Dia hanya mengikuti dan berjalan di ajaran dan aturan yang di buatnya sendiri, bahkan kaisar Hayden Pris ataupun kaisar Yuma Gruffin tidak ingin berurusan dengannya. Meminta bantuannya pun mereka enggan, sudah di pastikan akan di tolak oleh pria tersebut


Melawan pria itu sungguh menguras energi dan kekuatan dari kedua kaisar kegelapan tersebut. Pria itu akan memiliki banyak cara dan trik yang terbilang licik untuk menghindari sebuah pertikaian atau perang. Untuk menjadikannya seorang teman juga akan sulit, karena dia tidak suka untuk di paksa. Dengan kata lain, pria itu hanyalah peseimbang dunia. Tidak tersentuh tetapi nyata. Pria yang terkenal dengan panggilan Petapa Suci Azura Rayman.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2