
***Kerajaan Holmes***
…Area Latihan Istana…
Carissa memasang wajah dinginnya melihat kedua pria yang datang mencarinya. Carissa tidak tertarik sama sekali, dengan pembahasan yang di minta oleh kedua raja. Mereka pasti tahu betul ini sudah masuk dalam permainan politik mereka, apa ketiga kerajaan tidak akan saling memperebutkan sang pengendali? dengan alasan atas nama perlindungan rakyat.
Carissa memiliki pirasat tidak enak akan hal ini, terutama antara kerajaan Holmes dan kerajaan Jericho. Kerajaan Holmes adalah kerajaan yang berkuasa di atas kerajaan Jericho dan kerajaan Themes, sedangkan kerajaan Jericho adalah kerajaan dimana Carissa Hubert berasal.
"maaf yang mulia, hamba tidak tertarik akan hal yang berbau politik." ungkap Carissa dengan wajah dinginnya yang melihat kedua pria tersebut.
"berbau politik, apa maksudmu?" tanya Leonard heran dengan alis yang mengerut.
"apa anda tidak sadar yang mulia? apa yang akan terjadi antara kerajaan Holmes dan kerajaan Jericho? bila tahu sosok dari sang pengendali adalah Carissa Hubert, salah satu putri Keluarga bangsawan yang berasal dari kerajaan Jericho." ungkap Carissa mengingatkan kalau sang pengendali asli berasal dari kerajaan Jericho, dan bukan dari kerajaan Holmes.
Leonard dan Damian nampak saling memandang, dan sadar akan apa yang bisa saja terjadi?
"tidak akan terjadi apapun? karena kau sudah menjadi calon selirku." jawab Damian.
"apa anda yakin yang mulia?" tanya Carissa lagi.
"sangat yakin sekali, kerajaan Jericho dan kerajaan Themes sudah ada di bawah kekuasaan kerajaan Holmes." jawab yakin Leonard menatap Carissa.
"kerajaan Holmes bisa berkuasa atas dua kerajaan, karena memiliki dua orang jenius yang bisa mengerti bahasa asing dan menjadi pilihan langsung dari Peramal Suci, sedangkan dua kerajaan yang tunduk tidak memilikinya sama sekali." ucap Carissa dengan senyum tipisnya.
"apa maksudmu?" tanya Leonard mulai curiga akan maksud dari Carissa.
"anda bisa menebak situasi yang akan terjadi, lebih baik dari hamba yang mulia." balas Carissa berbalik, dan mulai membidik sasarannya.
Carissa berusaha menembak papan sasaran dan tepat terkena di tengah sasaran. Sekali lagi Carissa menembak nya, tetapi kali ini dia sengaja tidak membidik dengan tepat, sehingga tembakkannya tidak mengenai papan sasaran.
"dua tembakkan dengan dua hasil sasaran, satu tembakan tepat sasaran dan satu tembakan yang meleset dari sasarannya." ucap Carissa berbalik badan, melihat pada Leonard dan Damian secara bergantian.
"itu bisa terjadi tergantung si penembaknya." ungkap Carissa kembali.
"apa kau yang tidak menginginkan ini?" tanya Damian yang mulai mengerti.
"hidup hamba adalah milik hamba sendiri, tidak ada yang bisa mengaturnya, sekalipun kalian berdua…!" ungkap Carissa dengan nada tegasnya, dengan cepat Carissa mengokang Laras panjang dan menodong senjata Laras panjang nya ke hadapan Leonard.
Leonard dan Damian terkejut akan todongan senjata Carissa, yang membuat dua penjaga dan dua pengawal pribadi mereka, langsung siap siaga menodongkan senjata mereka ke hadapan Carissa, untuk melindungi Leonard dan Damian.
"apa yang kau lakukan?" tanya Damian memasang badan di depan Leonard.
"hamba melakukan yang seharusnya hamba lakukan." jawab Carissa dengan membidik ke arah Damian yang memasang badan di depan Leonard.
Dengan cepat Carissa menembakkan senjatanya ke arah samping Leonard dan Damian, dengan cepat pula para penjaga dan pengawal pribadi mereka menembak ke arah Carissa. Mereka terkejut melihat Carissa menghilang dan sudah berada di belakang mereka dengan menahan salah satu penjaga.
"lepaskan senjata mu, dan siapa yang memerintahkan kalian?" tanya serta perintah Carissa pada salah satu penjaga yang sudah di todong dengan Desert Eagle yang Carissa miliki.
__ADS_1
Leonard, Damian dan dua pengawal pribadi mereka terkejut, akan salah satu penjaga yang tadi berjaga sudah berubah menjadi seorang penyihir golongan hitam, dan sudah tergelak tidak bernyawa karena tembakkan Carissa.
"katakan siapa yang memerintahkan kalian?" bentak Carissa tegas, pada penjaga yang dia todong.
Leonard, Damian dan dua pengawal pribadi mereka hanya diam melihat apa yang sedang Carissa lakukan.
"maaf nona, apa maksud anda?" tanya takut sang penjaga yang di todong oleh Carissa.
"kau pikir bisa membohongiku? lepaskan senjatamu !!" perintah Carissa tegas dengan mendorong pelipis sang penjaga, yang sudah dia cekik dengan lingkaran lengannya.
"Pangeran kedua tarik senjatanya segera, sebelum kalian yang di tembak olehnya." ucap Carissa yang sudah bisa membuka ruang Pikirannya dan bertelepati kepada pangeran kedua, dengan membuka segel tanda di telapak tangannya dan tangan Damian.
Tanpa pikir panjang dan banyak tanya, Damian menarik cepat senjata yang di pegang oleh penjaga yang di todong oleh Carissa. Leonard pun melihat ke arah Damian yang kini telah memegang senjata rebutannya, dan menodongkan senjata tersebut ke arah penjaga yang di todong oleh Carissa.
Leonard tidak tahu dan tidak mengerti maksud dari Carissa dan Damian, karena Carissa hanya membuka segel dan bertelepati dengan Damian saja, tidak dengan Leonard.
Penjaga tersebut yang sudah merasa terjebak, dan tidak bisa berkutik lagi, hanya pasrah.
"aku tahu siapa kau penyihir? kau bisa mengelabui semua orang di istana, tetapi kau tidak bisa mengelabuiku." ungkap Carissa dengan mengeratkan cekikan lengannya.
"siapa yang memerintahkan mu?" tanya Carissa lagi, dia sudah sangat geram saat ini.
"hahahaha…ternyata kau sang pengendali…" jawab penjaga tersebut, yang langsung berubah menjadi cairan lendir hitam dan lepas dari cekikan lengan Carissa. Dengan cepat Carissa menghindar dari lendir hitam tersebut.
Semua dengan cepat siaga, menghadapi penyihir yang sudah berubah menjadi cairan lendir hitam, Carissa hanya diam melihat cairan lendir hitam tersebut yang dengan cepat mengalir, Damian dan kedua pengawal pribadi yang ada di sana, menembak lendir hitam tersebut yang lama kelamaan menghilang.
Damian, Leonard dan dua pengawal pribadi mereka melihat Carissa yang masih berdiri di tempatnya tanpa bergerak sama sekali, Carissa hanya melihat pada lendir hitam yang menempel pada bajunya.
"sialan…?" gumam pelan Carissa melihat lendir hitam yang ada menempel di bajunya. Carissa dengan cepat membuka kancing bajunya.
Carissa ingin melepaskan bajunya yang terkena lendir hitam dari penyihir tersebut, karena lendir hitam itu akan meledak sebentar lagi dan sangat beracun bila di sentuh. Carissa tidak peduli akan keberadaan semua pria yang melihatnya heran dan terkejut.
"Carissa apa yang kau lakukan?" tanya Damian heran dan mendekat pada Carissa.
"jangan mendekat, menjauhlah dari sini, karena lendir ini sangat beracun dan akan meledak sebentar lagi." ucap Carissa merentangkan satu tangannya ke depan, untuk menghentikan gerakkan Damian mendekatinya.
Damian hanya bisa diam dan melihat apa yang di lakukan oleh Carissa, yang sedang melepaskan bajunya. Tiba-tiba Carissa menghilang dari tempatnya, bersama dengan terdengarnya suara ledakkan yang keras dari balik semak-semak hutan, yang ada jauh dari area latihan istana.
Leonard, Damian dan dua pengawal mereka repleks merendahkan tubuh karena terkejut akan suara ledakkan tersebut, dan menutup kedua telingan mereka, untuk meredam suara ledakan yang mereka dengar.
Terlihat dari jauh api besar yang berkobar, berasal dari ledakan tersebut. Damian segera sadar dengan keadaan Carissa.
"Carissa…!!!" teriak histeris Damian ingin berlari, tetapi tiba-tiba Carissa muncul dan memeluk tubuh Damian.
"tolong tutupi tubuh hamba yang mulia." ungkap Carissa menyembunyikan tubunya yang terbuka bagian atasnya.
Carissa saat ini hanya memakai dalaman bra saja, sedangkan baju luar dan baju ********** yang basah karena lendir hitam tersebut sudah di buka dan di buang ke semak-semak hutan, dengan berteleportasi oleh Carissa.
__ADS_1
Damian dengan cepat memeluk tubuh Carissa yang terbuka bagian atasnya, dan menyembunyikan tubuh Carissa di dalam pelukannya, Damian segera menoleh ke arah pengawal pribadinya yang ada di belakangnya.
"lepaskan pakaian luarmu." perintah Damian pada pengawal pribadinya.
pengawal pribadi Damian ingin cepat melepaskan pakaian luarnya, tetapi di halangi oleh Leonard. Leonard tanpa aba-aba melepaskan pakaian luar yang ia pakai, dan menyerahkannya pada Damian.
Damian langsung menerima pakaian luar Leonard, dan menutupi segera tubuh Carissa yang terbuka, Carissa yang merasakan punggungnya tertutup kain pun dengan segera mengangkat wajahnya yang bersembunyi di balik dada bidang Damian.
Carissa melihat pada Damian, yang juga melihatnya. Tatapan mereka bertemu dan wajah mereka sangat dekat, yang membuat Carissa malu dua kali, tetapi Carissa menahannya dengan terpaksa.
"ayo gunakan pakaian ini." ucap Damian pelan dan Carissa hanya mengangguk pasrah.
"bisakah anda menutup mata anda." balas Carissa pelan, dan Damian langsung menutup rapat matanya.
Carissa dengan pelan memasukkan satu persatu kedua tangannya, ke dalam lengan baju luaran milik Leonard, dengan cepat Carissa menarik kedua belah kain baju untuk merapatkan bajunya dan menutupi tubuh Carissa. Dan berjalan mundur dari tubuh Damian, lalu Carissa berbalik badan.
Dengan cepat Carissa mengancingkan semua kancing baju yang dia pakai. Carissa sebenarnya bisa saja langsung berteleportasi ke dalam kamarnya tetapi entah mengapa? saat mendengar suara teriakkan Damian memanggil namanya, tubuh Carissa langsung berteleportasi ke dalam pelukan Damian. Carissa hanya bisa diam terpaku saat sudah berada dalam pelukkan tubuh Damian.
Saat sudah selesai, Carissa berbalik badan. Saat ini Carissa sangat malu sekali, tetapi apalah daya dirinya saat ini? semua terjadi begitu saja dan dengan cepat.
"terima kasih yang mulia." ungkap Carissa melihat pada Damian dan Leonard secara bergantian.
Carissa tahu saat ini pakaian luar Leonard lah, yang dia gunakan untuk menutupi tubuhnya saat ini, karena Leonard hanya memakai pakaian kemeja putih sebagai pakaian **********.
"apa kau baik-baik saja?" tanya Leonard, sedangkan Damian hanya diam memandangnya.
"hamba baik-baik saja yang mulia." balas Carissa melihat pada Leonard yang sudah berdiri sejajar dengan Damian.
"bagaimana kau tahu mereka berdua adalah penyihir golongan hitam?" tanya Leonard yang juga mewakili pertanyaan dari Damian.
"dari aura mereka yang hamba rasakan."
"kau bisa merasakan aura mereka?" tanya Leonard, dan Damian hanya bisa diam saja.
"iya yang mulia." jawab Carissa apa adanya.
Semenjak Carissa bisa menggunakan kekuatan Cincin Pengikat, untuk melihat dan mengenali wajah dari ayah kandung Carissa. Carissa juga bisa berteleportasi, serta bisa merasakan aura energi dan kekuatan seseorang yang ada di sekitarnya, baik itu kekuatan dari seseorang yang jahat dan seseorang yang baik.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1