DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
144. Kedatangan Tidak Terduga.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Dua hari telah berlalu sejak kejadian si kembar terkena racun lendir hitam dari penyihir golongan hitam. Keadaan si kembar berangsur membaik dan sudah mulai bisa melakukan pergerakan pada tubuhnya, walaupun hanya beberapa gerakkan saja.


Berita penyembuhan yang di lakukan oleh Carissa Hubert sang pengendali, telah tersebar luas di seluruh kerajaan Darkness World. Hingga terdengar oleh mata mata dari kerajaan Kegelapan Dasar Neraka.


Pertarungan yang seharusnya terjadi pada hari ini pun di tunda, atas permintaan dari Carissa, jika dirinya dapat menyelamatkan si kembar dari kematian. Titah dari kaisar tidak ada satupun yang berani untuk melawannya.


Carissa memiliki kondisi yang terus membaik, kondisi tubuhnya membaik lebih cepat seperti yang di katakan oleh putri Alarice Jovandra, dengan kekuatan spiritual dan energi Qi di dalam tubuhnya, Carissa pulih dengan cepat.


Dirinya yang mendapat sebuah anugerah dari Ratu kerajaan Luz Hermosa, yaitu Ratu Anora Klarybel. Berita tersebut juga telah menyebar, nama Carissa terkenal selama dua hari ini. Siapa yang tidak ingin berada di posisi Carissa Hubert? yang mendapatkan sebuah anugerah posisi putri ketiga dari kerajaan Luz Hermosa.


Kerajaan yang cukup besar dengan wilayahnya yang berada melayang pada bagian selatan kerajaan Darkness World. Kerajaan yang menjadi salah satu kerajaan yang mendapatkan anugerah langsung dari dunia Langit Khayangan, setelah kerajaan Eternity World bagian Barat Utara. Kini Carissa Hubert sang pengendali sudah sah menjadi putri ketiga dari kerajaan Luz Hermosa, putri angkat dari Ratu Anora Klarybel.


Banyak yang suka dan banyak juga yang tidak suka akan hal tersebut. Carissa saat ini hanya mengikuti arus dari perjalanan hidupnya, percuma untuk melawan arus yang sedang berjalan deras. Hanya akan membuatnya tenggelam dan kehilangan arah untuk mencapai tujuannya.


Carissa sedang duduk di tepi ranjang di dalam kamarnya, lamunannya buyar karena sebuah panggilan dari balik pintu depan paviliunnya.


"putri, hamba datang menyampaikan sebuah pesan dari yang mulia permaisuri." ucap salah satu pengawal yang di miliki oleh sang permaisuri.


Carissa bangkit dan melangkah mendekati pintu paviliunnya, dia membuka dan mendapati salah satu pengawal permaisuri Princella Odella ada di hadapannya membungkukkan sedikit tubuhnya tanda hormat pada Carissa.


Sebutan seorang putri sudah resmi untuk Carissa, sejak dirinya di angkat sebagai putri ketiga dari kerajaan Luz Hermosa.


"pesan apa?" tanya Carissa dengan dinginnya.


"maafkan hamba putri, pesan dari yang mulia permaisuri. Anda di minta untuk datang berkunjung ke istananya sekarang juga." ungkap tujuan sang pengawal.


"untuk apa?"


"maafkan hamba putri, hamba tidak terlalu paham. Hamba hanya membawa pesan untuk anda dari yang mulia permaisuri." jawab sang pengawal yang masih tertunduk karena tidak berani menatap langsung wajah Carissa.


Itu tidak lah sopan untuk seorang penjaga, pengawal dan pelayan menatap langsung seseorang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi atau yang menjadi junjungan mereka.


Carissa mengerti keadaan dari sang pengawal. Tanpa banyak bertanya lagi, Carissa setuju untuk pergi ke istana sang permaisuri.


"tunjukkan jalan." ucap Carissa singkat.


"baik putri, silahkan ikuti hamba putri." balas sang pengawal.


Carissa lalu mengikuti sang pengawal dari arah belakangnya. Letak istana permaisuri Princella cukup jauh dari paviliun yang di tempati oleh Carissa Hubert.


Saat di perjalanan, Carissa berpapasan dengan selir agung dan pasukan yang selalu mendampinginya. Selir agung Villy Cambio Gruffin akan melakukan latihan, terlihat dari pakaian yang ia gunakan untuk latihan. Carissa tidak perlu untuk menghindar ataupun takut padanya.


Selir agung dengan sengaja menghalangi sang pengawal yang membimbing Carissa di depannya. Dengan terpaksa Carissa ikut menghentikan langkahnya, kini tatapan datar dan dingin mereka berdua bertemu saling menatap tajam.


"lihatlah siapa yang kita jumpai ini?" ucap selir agung melihat sinis ke arah Carissa.

__ADS_1


Carissa masih diam dengan tatapan datar dan dinginnya melihat sang selir agung.


"putri ketiga dari kerajaan Luz Hermosa, sang pengendali yang menjadi putri angkat dari Ratu atau putri mahkota Anora Klarybel." ucapnya dengan senyum remeh melihat Carissa dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.


Carissa masih diam tidak menjawab apapun?


"aku tidak mengerti, apa yang ada di dalam pikiran putri mahkota Anora Klarybel saat memberikan anugerahnya padamu? hanya karena menyelamatkan nyawa si kembar, dia rela berbuat seperti itu. Dasar seorang ratu yang bodoh." ungkap selir agung meremehkan Carissa.


"bukan ratu Anora Klarybel yang bodoh. Hanya saja anda merasa kesal dan kecewa akan hal baik yang saya dapatkan." ucap Carissa pada akhirnya menjawab ucapan selir agung.


Selir Agung masih dapat tenang menyikapi ucapan Carissa.


"tidak ada gunanya aku harus merasa kesal dan kecewa akan hal baik yang kau dapatkan. Tidak ada untungnya untukku." balas selir agung dengan senyum meremehkan ke arah Carissa.


"bagus jika seperti itu." jawab singkat Carissa.


"maaf yang mulia, tidak seharusnya anda membuang waktu berharga anda." ucap pelan Naranja Oscuro yang dapat di dengar oleh Carissa.


Tatapan Naranja Oscuro dan Carissa sama-sama tajam serta dingin. Perang dingin di antara mereka berdua masih berlanjut, Naranja merasa jika Carissa belum mendapatkan balasan yang setimpal darinya, saat kejadian pertemuan pertama mereka di aula kekaisaran. Naranja Oscuro masih menaruh dendam terhadap Carissa Hubert sang pengendali, yang menggagalkan usaha penyerangannya terhadap permaisuri Princella Odella.


"kau benar Naranja." balas selir agung membenarkan ucapan Naranja Oscuro.


"sebaiknya kita cepat pergi dari sini, aku juga muak melihatnya. Aku tidak sabar lagi melihat wajah kekalahannya. Itu akan menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan di dalam hidupku." ucapnya dengan pandangan yang masih remeh melihat ke arah Carissa.


Tanpa panjang lebar, salah satu anak buah selir agung yang mencekal kuat pengawal dari sang permaisuri, mendorong keras sang pengawal hingga terjatuh ke atas lantai lorong istana. Mereka berlalu dengan begitu saja dari hadapan Carissa Hubert.


Carissa segera membantu sang pengawal untuk bangkit dari jatuhnya.


"iya putri, hamba baik baik saja." jawab sang pengawal.


Carissa membantunya untuk bangkit, beberapa pandang mata penjaga, pelayan dan pengawal yang kebetulan ada di sekitar tempat itu, melihat takjub dan terharu atas perlakuan Carissa yang sudi membantu seorang pengawal rendahan seperti mereka.


"terima kasih putri." ucap sang pengawal yang berdiri sedikit jauh di depan Carissa, dia segera membungkukkan tubuhnya untuk mengucapkan rasa hormat dan terima kasih atas perhatian Carissa padanya.


Carissa menghela nafasnya. "cepat tunjukkan jalan." ucapnya dengan segera.


"baik putri, silahkan ikuti hamba." ucapnya segera melangkah menuju ke istana sang permaisuri yang ada tidak jauh di depan mereka.


...--------------------------------...


…Istana Permaisuri…


Carissa berdiri dengan raut wajah yang tidak dapat di tebak oleh siapapun? melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Carissa mengenali semua orang yang kini dia tatap dengan raut wajah yang tidak biasa.


Carissa lalu melihat ke arah permaisuri, tatapan yang seakan meminta penjelasan tentang apa yang kini ada di hadapannya?


"apa kamu tidak senang melihat mereka semua putri?" alih alih menjelaskan, permaisuri Princella malah balik bertanya.

__ADS_1


Carissa berdiri dengan memijit pelipisnya karena hal yang dia lihat. Bagaimana bisa mereka semua ada di kerajaan Darkness World? Carissa kini tengah menatap 8 orang yang sangat dia kenal baik. 8 orang yang baru saja tiba di kerajaan Darkness World tersebut.


"bagaimana bisa kalian datang ke kerajaan ini?" tanya Carissa menatap datar 8 orang yang ada di hadapannya secara bergantian.


Mereka menatap heran balik ke arah Carissa, mereka tidak pernah mengira jika jawaban Carissa seperti itu, melihat kedatangan mereka.


Kedatangan yang tidak terduga dari 8 orang yang ada di hadapan Carissa adalah kaisar wakiza Orchid, sang peramal suci, pangeran Tristan Theodore, putra mahkota Leonard Theodore, putri saira Dimitri, pangeran Damian Theodore, Duke Emris Hubert, dan Feyrin pelayan pribadinya.


Mereka kini menatap intens Carissa yang terlihat bingung dan tidak senang melihat kehadiran mereka semua.


"apa putri tidak suka melihat kedatangan mereka?" tanya permaisuri kembali, karena melihat raut wajah Carissa yang terlihat bingung dan tidak senang.


"maaf yang mulia. Apa maksud anda dengan semua ini? Apakah yang mulia yang melakukan ini semua?" tanya Carissa kini menatap dingin sang permaisuri.


Dia masih belum bisa mempercayai siapapun di dalam istana dan kerajaan Darkness World ini? Permaisuri memang selalu bersikap baik dan lembut kepadanya. Tetapi Carissa tidak bisa percaya begitu saja, karena permaisuri adalah bagian dari kerajaan Darkness World.


"tidak putri, aku mendapatkan bantuan dari seseorang yang sangat kuat dan tidak dapat di pandang sebelah mata pada kerajaan ini. Seseorang yang dapat menyembunyikan dirinya dengan baik, dan kami ada di pihakmu. Kami mendukungmu untuk melawan semua kegelapan." ungkapnya menjelaskan.


Carissa menatap intens sang permaisuri, dia tidak menemukan suatu kebohongan dari sorot mata permaisuri Princella. Ketulusan dan kejujuranlah yang Carissa lihat.


"Yang mulia, apakah anda sadar akan tindakan dan keputusan anda ini?" tanya Carissa sekaligus mewakili semua yang berasal dari pihak musuh kerajaan Darkness World.


"sangat sadar putri. Kami sudah lama menantikan kedatanganmu sang pengendali. Kami mendukung, menantikan dan akan selalu ada di pihakmu apapun yang akan terjadi." balasnya dengan sikap tulus.


"jika kita bersatu, aku harap bisa mengalahkan semua kegelapan yang ada di dunia ini, dan mengembalikan dunia pada kedamaian kembali." ucapnya.


"yang mulia ini artinya anda menentang kaisar Hayden Pris, suami anda sendiri." ucap Carissa ingin tahu apa pendapatnya.


"aku tahu dan sadar akan hal itu. Sejak awal aku sudah menentangnya, dan kami berdua sudah lama perang dingin karena aku tidak setuju dia ada di pihak kerajaan Kegelapan Dasar Neraka." ucapnya sembari menatap nanar ke arah Carissa.


Semua ingatan masa lalu berputar kembali di dalam kepala sang permaisuri, ingatan yang ingin dia lupakan dan ubah untuk selamanya.


"kamu harus tahu satu hal putri. Kaisar Hayden Pris mempunyai ikatan yang tidak bisa ia putus dan tentang terhadap kaisar Yuma Gruffin sang Dewa Neraka. Ikatan yang menjeratnya antara dua pilihan di dalam hidup dan hatinya selama ini." ungkap sang permaisuri.


Tersirat kesedihan dari nada bicaranya. Tatapan mata permaisuri nanar dan terlihat sedih memandang lurus ke depan. Seakan ingatan lama yang kini dia ingat kembali sangat menyiksa hatinya.


"aku menentang kaisar untuk menyelamatkannya dari ikatan yang tidak dapat dia putuskan sendiri. Aku ingin menyelamatkan dan membawanya pulang kembali ke jalan yang seharusnya dia berada." ungkap sang permaisuri menatap sedih ke arah mata Carissa.


"untuk itulah aku akan selalu mendukungmu karena kita ada di jalan yang sama. Untuk itulah aku meminta padamu putri, bantu aku membawa pulang kembali suamiku yang sedang tersesat." ungkap permaisuri Princella dengan tulus meminta bantuan dari Carissa Hubert sang pengendali.


Semua dapat melihat ketulusan dan kejujuran dari permaisuri Princella Odella. Sikap seorang istri yang ingin membantu dan membawa kembali suaminya, sikap seorang istri yang sebenarnya peduli dan menyanyangi suaminya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2