DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
89. Keputusan Devano Liberata.


__ADS_3

***Aula Pertemuan Istana Holmes***


Semua orang yang ada di dalam aula pertemuan sangat terkejut, mendengar apa yang menjadi permintaan dari Carissa Hubert sang pengendali? Beberapa pejabat tinggi istana ada yang tidak setuju akan permintaan tersebut? tetapi ada juga yang setuju agar masalah menjadi cepat selesai. Mereka tidak bisa membantah karena kaisar Louis belum memberikan persetujuannya.


Lain halnya dengan kaisar Louis yang sudah mendapatkan petunjuk dari sang peramal suci, dapat mengerti apa yang menjadi permintaan dari sang pengendali? adalah jawaban dari semua permasalahan yang ada.


"apa alasan nona Carissa ingin membawa putra mahkota Devano Liberata ikut bersama nona? apakah tidak akan menjadi beban bagi nona Carissa ke depannya?" tanya kaisar Louis mewakili seluruh orang yang ada di dalam aula pertemuan tersebut.


"tentu saja tidak, saat ini putra mahkota Devano akan menjadi tangan kanan saya secara pribadi, kami akan saling mendukung dan membantu, saya yakin putra mahkota Devano Liberata bisa dan yakin untuk itu?" balas Carissa memandang kaisar Louis lalu bergantian ke arah putra mahkota Devano.


Tatapan teduh Carissa menghipnotis putra mahkota Devano Liberata yang segera menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"maafkan hamba yang mulia, apa tidak terlalu beresiko seorang putra mahkota kerajaan Jericho berada di luar istana?" ungkap perdana menteri kerajaan Jericho.


"apa maksud anda perdana menteri, Duke Edward Lison?" tanya kaisar Louis.


"maafkan hamba yang mulia, bila benar hukuman pengasingan untuk raja Diaro Liberata dan seluruh keluarganya di hapus, itu artinya putra mahkota Devano Liberata masihlah seorang putra mahkota kerajaan Jericho. Jadi sangat beresiko bila putra mahkota kerajaan Jericho berada di luar istana, tanpa pengawasan dan pengawalan ketat dari pihak kerajaan Jericho." ungkap perdana menteri , Duke Edward Lison.


"itu benar yang mulia, mohon yang mulia pertimbangkan kembali keputusan anda yang mulia. Keselamatan putra mahkota kerajaan Jericho adalah segalanya, karena dia satu-satunya calon raja kerajaan Jericho saat ini." ungkap menteri pertahanan kerajaan Jericho.


Carissa tersenyum tipis mendengar pernyataan mereka. Dalam hatinya Carissa tertawa geli, di saat hukuman sudah ingin di tetapkan dan memberatkan putra mahkota Devano Liberata karena ulah dari sang kakak, satupun dari mereka tidak ada yang berusaha membela, dan mepertahankan posisi sang putra mahkota.


Kini di saat hukuman akan di hapuskan, beberapa dari mereka malah menghalangi perkembangan putra mahkota Devano Liberata, dengan alasan keselamatan seorang pewaris tahta kerajaan Jericho, bila berada di luar istana kerajaan Jericho. Itu lucu bagi Carissa, sangat lucu, dan inilah permainan mereka di dalam istana kerajaan. Untuk mempertahankan kedudukan mereka masing-masing.


"yang mulia kaisar Louis Theodore, hamba yakin anda lebih tahu jelas apa yang terbaik bagi putra mahkota Devano Liberata? apa yang terbaik untuk kesejahteraan rakyat kerajaan Jericho? yang mulia adalah kaisar dari 3 kerajaan di bawah perlindungan sang peramal suci. Dan tentunya hamba sang pengendali akan siap selalu ada untuk membantu anda yang mulia?!!" ungkap Carissa mempertajam setiap kata-katanya.


"maaf yang mulia, apakah yang mulia masih meragukan hamba adalah sang pengendali?" tanya talak Carissa menatap sedikit tajam kaisar Louis.


Carissa tidak peduli lagi tentang dirinya yang seakan menyombongkan diri, dengan menggunakan nama sang pengendali. Satu yang Carissa yakini yaitu, untuk menyelamatkan putra mahkota Devano Liberata yang berada pada bayang-bayang hitam akan kematian. Perasaan yang kuat membuat Carissa merasakan sesuatu yang sangat besar menariknya, agar putra mahkota Devano Liberata berada di sisinya untuk saat ini.

__ADS_1


Entah itu apa? Carissa pun belum tahu jelas? Carissa hanya ingin mengikuti instingnya.


Kaisar Louis Theodore sangat peka akan tatapan tajam Carissa, dia tidak ingin mengambil keputusan yang salah kali ini. Di satu sisi dukungan dari sang peramal suci sudah dia dapatkan, sekarang satu dukungan dari sang pengendali, jangan sampai kehilangan satu kesempatan ini. Itu yang di yakini oleh kaisar.


"tentu saja tidak nona Carissa, aku sangat percaya akan kemampuan anda sang pengendali, berada di dalam dukungan anda sebuah kehormatan bagi kami 3 kerajaan, untuk melawan kerajaan Darkness World. Setidaknya nona Carissa juga bisa memberikan sebuah keyakinan bagi mereka yang masih ragu akan anda sang pengendali, agar mereka benar-benar yakin siapa anda sebenarnya?" balas sang kaisar Louis dengan senyum tipisnya, sarat akan banyak tujuan.


Carissa tahu akan maksud dari perkataan kaisar Louis, dengan senang hati Carissa akan melawan semua yang menghalangi jalan dan tujuannya saat ini. Apapun jalan yang Carissa inginkan saat ini? harus berjalan sesuai dengan keinginannya.


"tentu saja yang mulia." balas Carissa.


Perlahan Carissa melihat ke arah putra mahkota Devano Liberata. Begitu juga putra mahkota Devano Liberata melihat ke arah Carissa.


"yang mulia, apakah anda terpaksa ikut bersama hamba? bila anda tidak ingin ikut, hamba tidak akan memaksa, dan yang mulia bisa menjadi seorang raja saat ini juga untuk menggantikan posisi raja Diaro Liberata, ayah anda yang akan segera di lengserkan. Bagaimana yang mulia pilihan ada pada anda? dan saya yakin kaisar juga akan mendukung apapun pilihan anda? " tanya Carissa ingin tahu perasaan dan keinginan putra mahkota Devano Liberata saat ini.


Carissa tidak ingin ada keterpaksaan di dalam hati putra mahkota Devano. Apapun keputusan dari Devano? Carissa akan terima. Setidaknya dia sudah membantu melepaskan hukuman pengasingan untuk Devano dan seluruh keluarganya.


Devano Liberata merasa Carissa tulus padanya.


'perasaan hangat ini, baru kali ini aku rasakan, perasaan kasih sayangnya sama seperti yang selalu paman Emris berikan padaku, dapat aku rasakan. Ketulusan dari sorot matanya tidak ada kebohongan sama sekali. Jalan yang mana harus aku pilih? kebebasan yang selalu aku inginkan selama ini? ataukah tahta yang memang seharusnya aku miliki?' gumam Devano dalam hatinya, yang tentunya dapat di dengar oleh Carissa dan juga Shopie. Yang memang bisa mendengarkan suara hati dari seseorang.


Kedua gadis yang dapat mendengarkan kebimbangan seorang Devano tersenyum tipis. Devano yang berumur 12 tahun, tentu akan merasa bimbang bila ada di antara dua pilihan untuk menentukan masa depannya. Devano yang masih terbilang sangat muda belumlah banyak pengalaman dalam menghadapi lawan, kawan, serta semua urusan dalam lingkup istana kerajaan Jericho, dia masih harus banyak belajar tentang kehidupan tentang memimpin sebuah kerajaan.


"yang mulia putra mahkota, pikirkanlah kerajaan dan rakyat Jericho, anda adalah satu-satunya harapan dari kerajaan Jericho. Anda adalah calon raja selanjutnya, jadi tidak aman untuk anda berada di luar istana, karena musuh akan menyerang anda dengan mudah." ungkap perdana menteri Duke Edward Lison. Dia masih berusaha mencegah keputusan Devano untuk ikut bersama Carissa.


"benar yang mulia, mempertahankan dan melanjutkan tahta kerajaan Jericho lebih penting saat ini untuk anda lakukan." sambung menteri pertahanan kerajaan Jericho.


Devano memandang ke arah perdana menteri dan menteri pertahanan kerajaan Jericho, yang sangat dia kenal selalu dekat dengan sang ayah, yaitu raja Diaro Liberata. Devano memandang kembali ke arah Duke Emris Hubert dan Carissa yang ada di dekatnya secara bergantian. Lalu beralih memandang ke arah kaisar Louis Theodore dan sang peramal suci.


Hati Devano masih berpikir ingin menentukan pilihannya. Di dalam hatinya juga tidak ingin salah pilih jalan, seketika terlintas ingatan beberapa saat yang lalu saat dirinya dan seluruh keluarganya berada di dalam hukuman pengasingan. Tidak ada satu pejabat pun yang membantunya, hanya Duke Emris Hubert yang terang-terangan untuk membela dan mempertahankan tahta kerajaan Jericho untuknya, dan saat hukuman pengasingan akan di hapuskan beberapa pejabat malah mulai mendukungnya untuk tetap diam dan bertahan pada tahtanya.

__ADS_1


Tahta yang belum mampu dia pukul, tahta yang masih banyak ia harus pelajari agar tidak jatuh pada tahta yang salah dan arah yang salah.


Terlintas ungkapan tulus Carissa yang ingin membawanya untuk membatu banyak orang di luar kerajaan Jericho, sesuatu kebebasan dan perbuatan mulia yang sangat membuat hatinya tertarik dan menjadi ingin melakukan perjalanan mulia tersebut. Devano menatap Carissa sejenak, tatapan teduh Carissa selalu bisa menenangkan hatinya.


Devano menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, lalu menatap ke arah kaisar Louis Theodore.


"maafkan hamba yang mulia, maafkan hamba bila hamba lancang. Apakah benar hukuman pengasingan hamba dan seluruh keluarga hamba akan di hapuskan?" tanya Devano menatap serius pada kaisar Louis.


Kaisar Louis Theodore menatap balik Devano Liberata, dia tahu bila sang putra mahkota ingin kepastian. Kaisar tahu sang putra mahkota ada pada dua pilihan untuk menentukan masa depannya. Kaisar tersenyum tipis karena sedikit kagum pada putra mahkota yang masih muda, mampu dengan cepat membaca situasinya yang terjadi saat ini.


"tentu saja, itu adalah permintaan dari sang pengendali, karena dia adalah korban di sini atas tindakan dari putri Debora Liberata. Atas permintaannya yang juga memberikan dukungan pada kerajaan Holmes, serta menjamin kalau putri Debora tidak akan berbuat jahat lagi, jadi hukuman dari pengasingan untuk anda dan seluruh keluarga anda akan di hapuskan." jawab kaisar Louis dengan tegas.


Wajah Devano nampak berpikir sejenak, wajah seriusnya sangat berkharisma sang pemimpin. Devano menghembuskan nafasnya perlahan lalu menunduk hormat kepada kaisar Louis.


"terima kasih atas kebaikan hati anda yang mulia, hamba akan memutuskan untuk ikut dengan nona Carissa sang pengendali, keputusan hamba ini murni dari hati hamba sendiri, tanpa adanya paksaan apapun dan dari siapapun?" balas Devano Liberata dengan tunduk hormatnya pada sang kaisar Louis.


Yang tentunya tidak membuat senang perdana menteri Duke Edward Lison dan menteri pertahanan kerajaan Jericho. Keputusan Devano Liberata di luar perkiraan mereka, yang artinya tahta raja kerajaan Jericho akan di ambil alih oleh salah satu pangeran kerajaan Holmes. Itu tidaklah menguntungkan bagi mereka, pasalnya putra mahkota Leonard Theodore, pangeran Damian Theodore dan pangeran Verdian Theodore. Tidak mudah untuk di tangani, jadi tidak baik untuk posisi mereka saat ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya ya.


Maafkan author ya…beberapa hari ini tidak bisa rajin up, karena kondisi author yang sedang tidak enak badan lagi, tapi semoga bisa up Double untuk menggantikan hari-hari sebelumnya. Terima kasih masih tetap setia pada cerita Dunia Kedua ini🙏🙏🙏.

__ADS_1


__ADS_2