
***Istana Kerajaan Holmes***
…Dunia Ruang Dimensi Langit…
Shopie Asteria sang peramal suci, masih betah berada di dalam dunia ruang dimensi langit milik Alarice Jovandra. Dia masih sabar mendengarkan apa penjelasan dari Alarice Jovandra? putri pertama kerajaan Eternity World yang sudah ratusan tahun menghilang dari dunia ini, tanpa kabar dan jejak sama sekali. Kini sang putri berada tepat di hadapannya.
"Wakiza Orscid adalah titisan dari Dewa Perang khayangan langit, Dios De La Guerra. Salah satu pengikut setiaku atas perintah dari Dewa Perang. Dia sudah tahu siapa Callysta sang pengendali, seseorang yang selama ini kami tunggu-tunggu kedatangannya, kini Wakiza dan pasukan terkuatnya sudah berada di depan benteng barat kerajaan Holmes. Dia hanya menunggu perintah dari Callysta atau Carissa sang pengendali untuk menyerang, karena hanya perintah sang pengendali yang akan dia dengarkan olehnya." ucap Alarice Jovandra menjelaskan.
"kalau itu yang putri inginkan, hamba akan mendukung dan ikut dalam perang ini."
"tentu saja…kamu bisa ikut dalam perang ini, untuk menjaga segel pelindung yang akan aku berikan. Lindungilah kerajaan Holmes dari perang ini, karena aku tidak akan mengizinkan para rakyatku menjadi korban dari kerajaan Darkness World." ungkap Alarice Jovandra dengan tatapan yang begitu sendu.
Masih jelas dalam ingatannya, bagaimana kerajaan Eternity World dan rakyatnya hancur? karena ulah dari kerajaan Darkness World dan kerajaan Dasar Neraka. Dalam hati Alarice tidak akan memaafkan dua kaisar yang sudah sangat kejam tanpa rasa belas kasihan terhadap yang lemah. Semua pembalasan hanya menunggu sang waktu untuk bergerak dan menyelesaikan semuanya.
"baik putri, akan hamba lakukan."
"perjalanan kita masih sangat panjang untuk mencapai kedamaian, dan itu akan segera di mulai. Semua kejahatan yang sudah di lakukan oleh kerajaan Darkness World dan kerajaan Dasar Neraka, akan kita balas satu persatu."
"tentu putri, hamba siap untuk membantu." ucap Shopie sembari menundukkan kepalanya tanda hormat.
"baiklah, sekarang segeralah temui sang pengendali, dan katakan semuanya pada Callysta. Di dalam Kotak Kehidupan itu ada Cincin Pelepas, satu Mutiara Kehidupan dan Mutiara Mata milikku. Berikan kepada Callysta, aku dan Callysta akan terhubung. Aku bisa membimbingnya saat perang nanti dan bila sesuatu yang berbahaya datang padanya, aku akan berganti posisi dengannya." ungkap Alarice memberikan informasi yang sungguh membuat Shopie tercengang.
Bukan karena Mutiara Kehidupan yang di sebutkan, karena dia juga memilikinya yang Shopie dapatkan dari wanita dalam mimpinya. Tetapi Cincin Pelepas dan Mutiara Mata yang akan di berikan kepada Callysta. Cincin Pelepas adalah cincin pasangan dari Cincin Pengikat, Cincin Pelepas bisa mengeluarkan semua kekuatan yang telah di serap oleh Kunci Ajaib.
Sedangkan Mutiara Mata adalah mutiara yang bisa membuka kekuatan mata ketiga yang akan muncul di atas kening. Kekuatan mata ketiga bisa melihat apa yang terjadi di masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Mata ketiga juga bisa melihat musuh tersembunyi yang memiliki kekuatan tingkat tinggi, serta mata ketiga bisa menghancurkan sebuah gunung besar.
Untuk mengaktifkan mata ketiga, harus memiliki dan menggunakan kekuatan spiritual dan energi Qi yang ada di dalam tubuh pemiliknya, mengaktifkan dan menggunakan mata ketiga dari Mutiara Mata memerlukan energi kekuatan yang cukup besar. Apakah mampu Carissa atau Callysta yang hanya manusia biasa tanpa memiliki kekuatan apapun? menggunakan dan mengaktifkan Kekuatan Mutiara Mata?
Mutiara Mata adalah mutiara dari khayangan langit, seharusnya Mutiara Mata hanya bisa di miliki oleh keturunan dari kaisar langit. Mengapa putri Alarice Jovandra bisa memilikinya?
"apa Callysta akan bisa mengaktifkan Mutiara Mata, bukankah Mutiara Mata adalah mutiara yang berasal dari khayangan langit, dan di miliki oleh keturunan dari kaisar langit?" tanya Shopie masih tidak percaya.
"iya Mutiara Mata adalah mutiara dari khayangan langit milik ayahku kaisar Zayvius Jovandra, karena dia adalah titisan anugerah langsung dari para Dewa, Dewi, permaisuri dan kaisar langit. Jadi saat ini Mutiara Mata itu lebih di perlukan oleh sang pengendali, karena kaisar Hayden Pris dan Kaisar Yuma Gruffin juga memilikinya. Jadi berikan itu pada Callysta, setengah dari kekuatan ku ada di dalam Mutiara Mata itu." ungkap Alarice dengan senyum yang mengembang pada bibirnya.
"berarti kini Callysta memegang 5 benda ajaib keramat, dan juga bisa menggunakan kekuatan magic, elemen, spritual dan energi Qi dalam tubuhnya? begitu maksud putri?"
"iya Callysta sudah memiliki 5 benda ajaib keramat, tetapi Callysta masih butuh waktu untuk menyesuaikan Kekuatan yang aku berikan pada tubuhnya. Entahlah Callysta bisa dengan cepat beradaptasi atau tidak dengan setengah kekuatan yang aku berikan. Hanya dia yang akan tahu…!!!"
__ADS_1
"baik putri, akan hamba berikan." jawab Shopie dan di balas anggukkan kepala oleh Alarice.
"hamba sudah cukup lama di sini, hamba harus cepat kembali ke dunia luar."
"silahkan…waktu di dunia ruang dimensi langit ini sama dengan waktu di ruang dimensi hampamu."
"hamba mengerti putri." angguk Shopie mengerti maksud dari ucapan Alarice.
"terima kasih atas bantuan dan pengorbanan mu selama ini." ucap Alarice sembari menggenggam lembut tangan kiri Shopie.
"sama-sama putri, sudah kewajiban hamba membantu."
Tiba-tiba muncul cahaya dari tangan kiri Shopie, Alarice memberikan tanda segel pelindung di atas telapak tangan kiri Shopie sang peramal suci. Agar Shopie bisa memasang pelindung pada kerajaan Holmes, pelindung yang sama dengan yang di miliki oleh kerajaan Colina Santa.
"baiklah…aku sudah memberikanmu sebuah segel pelindung, lindungilah para rakyat ku dari perang ini." ucap Alarice memandang mata Shopie sembari memundurkan langkahnya.
"kembalilah, aku akan selalu berada bersama kalian. Kita akan berjuang bersama." ungkap tulus Alarice dengan senyum yang penuh arti.
"baik putri, mari kita berjuang bersama." balas Shopie, yang hanya di jawab anggukkan kepala oleh Alarice.
"hamba mohon undur diri, yang mulia putri Alarice Jovandra." ungkap Shopie dengan memberikan hormat anggunnya pada Alarice.
Shopie Asteria sang peramal suci, kembali lagi pada tubuhnya yang ada di dunia luar dengan bersamaan munculnya cahaya terang di seluruh tubuh Shopie sang peramal suci. Semua mata yang hadir pada ruang kerja istana, seketika menutup matanya akibat silau cahaya terang yang muncul pada seluruh tubuh Shopie sang peramal suci.
Cahaya terang pada tubuh sang peramal suci perlahan meredup, semua yang ada di sana bisa membuka mata mereka masing-masing. Mereka memandang sang peramal suci, begitu juga Carissa atau Callysta. Peramal suci tersenyum pada Carissa, yang malah membuat orang tidak mengerti akan arti senyum Shopie Asteria sang peramal suci.
"saya sudah melihat semuanya dari dalam diri anda, ceritanya sangat panjang. Saya tidak bisa menceritakan semuanya, apa yang saya lihat pada kalian saat ini? karena perang akan segera di mulai. Setelah perang selesai dan bila kita menang, saya akan menceritakan apa yang sudah saya tahu dan lihat saat ini." ucap Shopie memandang pada semua orang yang ada di dalam ruang kerja istana tersebut.
"nona Carissa, ini untuk anda…anda sudah tahukan kegunaan Kotak Kehidupan ini." ucap Shopie sembari menyerahkan Kotak Kehidupan yang ada di tangannya pada Carissa.
Yang tentu saja membuat semua orang yang hadir di sana terkejut, mereka tidak menyangka dan tidak percaya bisa melihat Kotak Kehidupan yang melenggenda. Salah satu dari 9 benda ajaib keramat yang menjadi incaran semua kesatria dan kerajaan kegelapan.
Carissa diam dan memandang wajah Shopie dengan intens, dia melihat Shopie dan Kotak Kehidupan yang ada di tangan Shopie secara bergantian. Carissa juga heran dengan nada bicara Shopie yang sangat sopan padanya.
"dari mana anda mendapatkan Kotak Kehidupan ini?" tanya Carissa bertanya, dia tidak langsung mengambil Kotak Kehidupan tersebut.
"ini dari seseorang yang sudah terikat takdir dengan anda, anda dan dia adalah satu. Anda bisa membuktikannya dalam perang nanti." ucap Shopie masih dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"maksud anda…saya boleh ikut dalam perang ini?" tanya Carissa ingin memperjelas maksud Shopie.
"tentu saja boleh, karena anda adalah Sang Pengendali. Sang Pengendali yang kami tunggu-tunggu dan harapkan kehadirannya. Sang Pengendali yang akan menghapus semua aura kegelapan yang sudah menyebar di dunia ini." ucap Shopie yang membuat Carissa masih tidak percaya, bila Shopie mengizinkan dirinya ikut dalam perang ini.
"apa anda yakin? bukannya tadi anda berkata, saya tidak cukup kuat untuk ikut dalam perang ini? lalu mengapa sekarang berubah?"
Shopie tertawa ringan mendengar kata rajukkan Carissa.
"tentu itulah keyakinan saya yang salah, dan saya minta maaf untuk itu pada anda." ungkap Shopie dengan menundukkan kepalanya di hadapan Carissa.
Membuat semua yang hadir terkejut dengan sikap sang peramal suci, untuk pertama kalinya mereka melihat sang peramal suci menunduk hormat pada seseorang. Carissa pun sama terkejutnya dan semakin heran tidak mengerti.
"apa maksudmu Shopie?" tanya telepati Carissa pada Sophie.
"hamba hanya melakukan apa yang seharusnya hamba lakukan." balas telepati Shopie pada Carissa, dengan nada yang masih terdengar sopan di telinga Carissa.
"apa maksudmu?" ucap telepati Carissa.
"nanti anda juga akan tahu sendiri, untuk saat ini persiapkan diri anda untuk ikut perang."
"terserah padamu sajalah Shopie." balas telepati Carissa.
Yang membuat seseorang tersenyum mendengar perdebatan telepati Carissa dan Shopie. Dialah Alarice Jovandra yang kini sudah bisa terhubung dengan Shopie dan juga Carissa, hanya Carissa yang belum bisa melihat, mendengar dan terhubung dengan Alarice Jovandra, karena dia belum menggunakan Mutiara Mata pada keningnya.
"silahkan ambil Kotak Kehidupan ini, dan ambillah Cincin Pelepas, Mutiara Kehidupan dan Mutiara Mata yang ada di dalamnya." ungkap Shopie yang lagi-lagi membuat semua yang hadir terkejut untuk kedua kalinya.
Mereka benar-benar terkejut dan tidak percaya, Carissa mendapatkan Cincin Pelepas, Mutiara Kehidupan dan Mutiara Mata yang tidak semua orang atau kesatria bisa mendapatkannya. Mereka sangat tahu ketiga benda yang di sebutkan oleh Shopie sang peramal suci.
Bila Carissa menelan Mutiara Kehidupan, hidupnya akan kekal abadi dan tidak bisa mati dengan mudah. Bila Carissa memakai Mutiara Mata pada keningnya, itu artinya Carissa setara dengan para keturunan Kaisar Langit yang ada di khayangan langit. karena Mutiara Mata hanya di miliki oleh keturunan dari kaisar langit, yang bisa menghancurkan sebuah gunung, melihat apa yang terjadi di masa lalu, masa sekarang dan masa depan.
Bila semua itu benar, Carissa Hubert bukan saja sang pengendali. Dia adalah titisan dari Kaisar Langit, dan itu akan membuat posisi kedudukan Carissa berada di atas Shopie sang peramal suci. Semua kekuatan dari para Dewa dan Dewi khayangan langit akan Carissa miliki.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.