
***Area Latihan Istana Holmes***
Semua sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat? sebuah bayangan hitam yang berubah menjadi penyihir golongan hitam keluar dari dalam tubuh raja Diaro, dengan gerakan cepat melihat Carissa melumpuhkan dan memusnahkan penyihir tersebut menjadi serbihan debu.
Carissa membuka segel di tangannya kembali, dan bertelepati pada Damian untuk meminta bantuan darinya.
"yang mulia pangeran kedua, mohon bantu hamba untuk mengangkat melayang tubuh putri Debora, karena hamba harus mengeluarkan bayangan hitam yang ada di dalam tubunya." ucap Carissa bertelepati pada Damian, dan Damian pun mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Carissa.
"baiklah." balas Damian singkat pada telepatinya.
Damian segera mendekati putri Debora dengan semua mata melihat padanya, mereka tidak tahu Damian akan berbuat apa? karena tiba-tiba mendekati tubuh putri Debora yang tergeletak tidak sadarkan diri.
Damian segera mengangkat melayang tubuh putri Debora dengan magic Activatornya setinggi pinggang orang dewasa, agar memudahkan Carissa melakukan apa yang ingin di lakukannya?
"yang mulia, setelah bayangan hitam keluar dari tubuh putri Debora, pindahkan sedikit menjauh tubuh putri Debora dari hamba, hamba akan melakukan dengan cepat." ucap telepati Carissa melihat pada Damian yang ada di hadapannya.
"aku mengerti." balas telepati Damian.
Segel di tangan Carissa yang sudah terbuka di jadikan satu dengan kunci ajaibnya, Carissa menempelkan kunci ajaib tersebut di atas perut putri Debora seraya merapalkan mantra dari mulutnya yang tidak bisa di dengarkan oleh orang lain. Sedangkan tangan kirinya sudah menggenggam salah satu pedang kembar keramat.
Carissa bisa merasakan aura kuat penyihir golongan hitam yang merasuki tubuh putri Debora, sehingga dia harus melumpuhkannya secara perlahan, itu juga alasan Carissa sengaja mengalungkan kunci ajaibnya pada leher putri Debora, agar penyihir golongan hitam tersebut perlahan bisa di lumpuhkan. Dan Carissa berhasil, dengan resiko tubuh putri Debora yang menjadi tameng dari sang penyihir golongan hitam.
Dengan sekuat tenaga Carissa menekan tangan kanannya dan kekuatan dari kunci ajaibnya, semua orang yang ada disana penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Carissa? Saat Carissa tahu jenis penyihir golongan hitam apa yang merasuki tubuh putri Debora, Carissa terkejut dan membulatkan matanya melihat pada Damian.
'sial…!!' umpat Carissa dalam hatinya.
"ada apa…?" tanya Damian seketika karena melihat perubahan mimik wajah Carissa.
"yang mulia…ini penyihir yang kemarin menyerang hamba, penyihir yang memiliki racun lendir hitam." jawab Carissa melihat tajam pada Damian.
Putra mahkota yang mendengar dan tahu penyihir tersebut pun mendekati Carissa dan Damian.
"jangan menyentuhnya Carissa, seluruh tubuhnya terdapat racun." ungkap Leonard yang membuat semua orang terkejut.
"hamba harus tetap mengeluarkannya dari tubuh putri Debora yang mulia, karena akan berbahaya bagi tubuh putri Debora." jawab Carissa apa adanya.
Putri Debora akan terkena racun lebih banyak lagi, bila penyihir tersebut tidak dikeluarkan dari tubuh putri Debora.
__ADS_1
"tetapi akan berbahaya bagimu bila menyentuh tubuh penyihir itu, kau sudah pernah terkena racun darinya dan belum pulih sepenuhnya." balas Leonard masih tidak setuju bila Carissa menyentuhnya dan terkena racun lagi.
Semuanya terkejut sekali lagi, terlebih lagi Duke Emris yang sedang membantu memapah berdiri raja Diaro yang sudah siuman. Duke Emris tidak pernah menyangka bila putrinya pernah terkena racun lendir hitam.
Raja Diaro yang mendengarkannya pun terkejut, bagaimana bisa itu terjadi pada putrinya? penyihir golongan hitam yang memiliki racun lendir hitam yang mematikan, serta seluruh tubuh penyihir tersebut terdapat racun yang mematikan. Kalau penyihir itu tidak di keluarkan dari tubuh putrinya, dipastikan putrinya pasti akan tewas karena terkena racun.
"tolong…tolong lah putriku sang pengendali…!" ucap raja Diaro tiba-tiba.
Semua memandang pada raja Diaro yang tiba-tiba bersuara.
"Duke Emris…bujuklah putrimu agar membantu putri ku…" mohon raja Diaro sembari mencakupkan kedua telapak tangannya di depan dada, yang membuat Duke Emris terkejut, seorang raja memohon padanya.
Duke Emris berada di dalam dilema, dua pilihan yang sangat berat bagi Duke Emris. Satu pilihan adalah nyawa putri raja, satu pilihan lagi nyawa putrinya. Yang mana harus dia pilih?
"Duke Emris…aku mohon tolong bujuk putri mu agar menyelamatkan nyawa putriku." mohon raja Diaro dengan air mata yang sudah menetes pada pipinya, raja Diaro sangat menyayangi putri Debora, karena dialah putri satu-satunya yang raja Diaro miliki.
Duke Emris melihat pada Carissa yang berdiri membelakanginya tepat di depannya, dan melihat pada putri Debora yang masih melayang secara bergantian. Duke Emris tidak bisa memilih di antara dua gadis dihadapannya.
Kadua nyawa gadis tersebut sangat penting bagi Duke Emris. Carissa pun bisa merasakan perasaan Duke Emris yang bimbang dan tidak mampu untuk memilih.
Raja Diaro sadar akan apa yang di ucapkan oleh Duke Emris? raja Diaro tidak bisa berucap apapun lagi? di dalam hatinya, dia tidak boleh egois. Bagaimana juga Carissa adalah rakyatnya yang ada dalam perlindungannya? raja Diaro tidak ingin mempertaruhkan satu nyawa untuk menyelamatkan nyawa putrinya.
Carissa juga dapat merasakan, apa yang ada dalam benak raja Diaro saat ini? Carissa senang raja Diaro sudah sadar dan masih bisa berpikir jernih. Saat ini raja Diaro juga ada dalam dilema yang sama dengan Duke Emris.
"maafkan aku Duke Emris, kau benar…! aku tidak bisa mempertaruhkan nyawa putri mu, untuk menyelamatkan nyawa putriku. Nona Carissa lakukan lah apa yang menurut mu baik bagi banyak orang? " balas raja Diaro dengan suara paraunya, melihat Duke Emris lalu beralih pada punggung Carissa.
Carissa nampak diam sejenak, dia harus berpikir cepat. Dia tidak bisa membiarkan nyawa putri Debora melayang begitu saja, naluri kedokterannya yang saat ini dia rasakan, menolong semua orang adalah kewajibannya, sekalipun orang itu tidak suka padanya. Kecuali orang tersebut iblis atau musuh yang pantas untuk mati.
'bagaimana ini? tidak mungkin aku biarkan penyihir ini terus berada di dalam tubuh putri Debora, dia akan kehilangan nyawanya karena racun dari penyihir ini.' gumam Carissa dalam hatinya berpikir dan tentu saja bisa di dengar oleh Damian karena Carissa tidak menutup segel mereka.
Damian mengerti perasaan Carissa saat ini, sebenarnya semarah apapun Carissa pada putri Debora? Carissa tidak akan tega membiarkan putri Debora tewas begitu saja.
"Carissa…kau bisa mengeluarkan penyihir itu saja, tetapi jangan kau sentuh penyihir itu sama sekali." ucap Damian yang memberikan Carissa sebuah ide.
"baiklah…mari kita coba." balas Carissa melihat pada Damian dan Leonard secara bergantian.
"apa maksudmu?" tanya Leonard dan Damian secara bersamaan.
__ADS_1
Carissa membuka segel Leonard, agar dia mudah melakukan telepati pada Leonard dan Damian secara bersamaan. Carissa tidak ingin idenya diketahui atau di dengar oleh para penyihir golongan hitam yang ada di sana.
Apa yang di jelaskan oleh Carissa? dapat dengan mudah di mengerti oleh Damian dan Leonard. Mereka berdua pun dengan senang hati membantu Carissa dengan ide yang Carissa katakan pada telepatinya.
Carissa dengan cepat menyimpan pedang kembar keramatnya, ke dalam ruang dimensi hampanya. Tangan kanan Carissa masih menyentuh perut putri Debora, sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan kanan Damian. Tangan kiri Damian menggenggam tangan kanan Leonard.
Carissa mencoba membawa mereka berempat untuk berteportasi ke ujung lapangan, untuk menghindari banyak orang. Karena untuk memusnahkan penyihir dengan racun lendir hitam, sama artinya akan ada ledakan yang sangat kuat akan terjadi.
Carissa berhasil membawa mereka berteleportasi ke ujung lapangan, Carissa berusaha menekan kuat perut putri Debora, sampai sebuah bayangan keluar dari tubuh putri Debora. Damian dengan cepat mengambil alih tubuh putri Debora ke dalam dekapannya. Penyihir lendir hitam tersebut berdiri tertatih, karena sudah lemah akibat efek dari sentuhan kunci ajaib Carissa.
Carissa dengan cepat mengeluarkan salah satu pedang kembar keramat dari dalam ruang dimensi hampanya, dengan gerakan cepat Carissa menancapkan pedangnya ke arah perut sang penyihir, di sisa-sisa kekuatannya penyihir tersebut berusaha merubah dirinya menjadi lendir hitam dan berusaha menggapai tangan Carissa untuk memberikan racunnya pada Carissa.
Dengan cepat Carissa berteportasi ke belakang sang penyihir, Carissa menusuk kuat dan dalam punggung penyihir tersebut, perlahan gerakan lendir hitamnya melambat dengan segera Carissa mencabut pedangnya, bersama dengan datangnya semburan api yang kuat dari Leonard membakar tubuh dan lendir hitam penyihir tersebut.
Carissa merasakan aura dari penyihir tersebut hilang yang artinya sudah tewas, dengan segera Carissa membawa mereka berteleportasi kembali ke dalam aula lapangan. Carissa terengah-engah akibat tenaganya yang habis terkuras, karena berteportasi dengan membawa beberapa orang sangatlah menguras tenaga dan energi dalam tubuhnya.
Ledakan yang sangat kuat terdengar dari ujung lapangan, membuat semua yang ada di sana repleks untuk membungkukan tubuh dan menutup telinga mereka, agar dapat meredam suara keras ledakannya. Leonard juga repleks mendekap tubuh Carissa yang ada di sampingnya, mencoba melindungi Carissa yang sudah terlihat letih.
Semua terjadi begitu cepat, ledakan yang mulai mereda menyadarkan semua orang untuk kembali pada posisi tubuh mereka, begitu juga dengan Carissa yang sangat sadar akan dekapan Leonard pada tubuhnya. Tatapan mata Carissa dan Leonard bertemu saat mereka akan melepaskan diri.
Carissa tahu dekapan Leonard hanyalah gerakkan repleksnya. Carissa dengan segera mendekati tubuh putri Debora yang sudah di letakkan perlahan ke atas lantai oleh Damian, Carissa segera memeriksa denyut nadi, pernapasan, serta mata putri Debora. Keadaan putri Debora kritis akibat terkena sedikit racun di tambah lagi sakit benturan pada tubuhnya, dan juga sengatan listrik pada dadanya yang ia dapatkan dari sentuhan kunci ajaib.
"ambilkan air." perintah Carissa yang langsung di lakukan cepat oleh salah satu yang ada di dekat meja jamuan, di mana ada segelas air di atas meja.
Carissa memasukkan 4 butir obat racikan ke dalam mulut putri Debora, yang selalu Carissa bawa di dalam ruang dimensi hampanya, dua butir penawar racun, satu butir obat ajaibnya, dan satu butir lagi vitamin yang Carissa buat dan racik sendiri. Carissa meminumkan air pada putri Debora bersama dengan magic Activator Damian untuk membantu putri Debora menelan obatnya.
Carissa juga melakukan hal yang sama, menelan sebutir penawar racun dan sebutir vitamin. Saat Carissa menyentuh tubuh putri Debora untuk mengeluarkan penyihir yang bersembunyi, Carissa dapat merasakan tubuhnya juga di aliri racun oleh penyihir tersebut.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1