
***Aula Pertemuan Istana Holmes***
Carissa dengan sabar menunggu, di depan pintu aula pertemuan istana yang di tutup rapat dan di jaga ketat. Carissa berdiri dengan santai dan anggun dengan gaun panjang polosnya, terlihat cantik dan berwibawa. Tetapi tidak dengan Saira yang merasa cemas dan takut, karena saat ini dirinya akan di bawa masuk ke dalam aula pertemuan istana.
Menunggu membuat Saira bertambah tegang.
'untuk apa aku di bawa ke sini? tidak mungkin kan aku akan ikut masuk ke dalam aula ini? di sini kan sedang ada pertemuan penting para petinggi kerajaan dari 3 kerajaan.' gumam Saira dengan kecemasan di dalam hatinya.
Yang tentu saja dapat di dengar oleh Carissa, karena saat ini Carissa memusatkan pikirannya pada Saira yang berdiri tepat di belakangnya. Tapi dia hanya akan diam saja.
'aduh apa aku tanyakan saja ya…tidak mungkin kan aku ikut masuk ke dalam, setahuku pertemuan ini di adakan untuk membahas tentang raja Diaro dan putri Debora Liberata. Aduuhh…jangan-jangan, nona Carissa ingin aku juga ikut bertanggung jawab karena selama ini ikut menjahilinya bersama putri Debora…bagaimana ini…!!??' gumam Saira dalam hatinya.
Saira menelan salivanya dengan susah payah, tubuhnya mulai bergetar karena rasa takut akan apa yang terjadi selanjutnya? Carissa tahu apa yang di gumamkan oleh Saira? dia hanya diam dan membiarkan Saira dengan pikirannya sendiri.
Carissa beranggapan hanya akan menghukum Saira sedikit, agar lebih berani mempertahankan dirinya sendiri agar tidak selalu mengikuti keinginan yang bukan kehendaknya sendiri.
Carissa tahu bagaimana Saira? dia yang hanya ikut-ikutan mengganggu Carissa di masa lalu, karena takut akan ancaman putri Debora padanya. Saira yang baik hati merasa tersiksa dan bersalah pada dirinya sendiri dan juga kepada Carissa yang dulu, setiap dia terpaksa mengikuti apa yang di perintahkan oleh putri Debora?
Carissa membalikkan tubuhnya, dia melihat Saira yang sedikit gemetar, terlihat dari kedua tangannya yang memainkan jari-jarinya yang gemetar. "ada apa?" itu pertanyaan Carissa dengan mimik wajah datarnya.
Saira menegang mendengar pertanyaan Carissa, dia melihat sekilas wajah datar Carissa lalu segera menundukkan kepalanya.
"ti…tidak a…ada no…nona…" jawab Saira terbata-bata karena menahan rasa gugup, cemas sekaligus takut dalam hatinya.
"lalu kenapa anda gemetar nona Saira?"
"ti…tidak…!" balas Saira mencoba melihat Carissa. "ham…mmm…saya tidak gemetar." kilah Saira dengan rasa gugup dan segera meremas kain gaun sampingnya, mencoba meredam rasa gugup dan takutnya.
Carissa masih memandang Saira, 'tidak gemetar katanya, tapi lihat kedua tangannya meremas kuat kain gaunnya.' gumam Carissa dalam hatinya, melihat Saira dari bawah sampai ke atas dengan masih setia pada mimik wajah datarnya.
Membuat Saira tambah salah tingkah. 'ya Tuhan tolong hamba…!' gumam doa Saira dalam hatinya.
Carissa tersenyum tipis mendengar gumaman doa Saira, dia pun berbalik badan. Dengan bersamaan datangnya salah satu penjaga tadi dan pengawal pribadi putra mahkota Leonard, yaitu Regio.
"maaf nona anda lama menunggu…mari silahkan masuk." ucap Regio memberikan hormatnya serta menunjukkan jalan.
"aku pikir kau datang untuk melarang ku masuk." ucapnya melihat tajam pada Regio, yang tidak pernah tersenyum padanya. Selalu bersikap tegas dan membuat orang tegang bila melihatnya, apa dia tidak bisa tersenyum sedikit? itu pertanyaan yang selalu ada dalam benak Carissa.
"tentu saja tidak nona." balas Regio sembari melihat Saira yang ada di belakang Carissa.
"maaf nona Saira, sedang apa anda di sini? anda di larang ada di depan aula, apa anda sudah lupa peraturan dan larangan istana?" tanya Regio menatap tajam Saira.
__ADS_1
Saira yang tahu betul aturan dan larangan yang di ucapkan oleh Regio adalah benar. Dia semakin gugup dan takut, hingga tidak bisa menjawab dan hanya bisa menundukkan kepalanya.
"aku yang bawa nona Saira ke sini, dan aku yang akan bertanggung jawab." balas Carissa yang membuat Regio melihat pada Carissa.
Regio terdiam melihat tatapan tajam Carissa padanya, walaupun banyak pertanyaan dalam benaknya dan ingin melarang, dia tidak berani melawan Carissa sang Pengendali. Seseorang yang sedang di tunggu di dalam aula oleh kaisar dan juga sang peramal suci.
Regio tidak banyak tanya, Regio segera menuntun Carissa dan Saira untuk memasuki pintu aula pertemuan istana yang sudah di buka oleh dua penjaga yang ada di sana.
Carissa melangkah mengikuti Regio, sedangkan Saira yang ingin menolak dan bertanya, tidak ada keberanian sama sekali, di dalam benaknya dia sudah putus asa dan pasrah. Saira berpikir bahwa dia juga akan ikut di hukum karena pernah mengikuti putri Debora, untuk berbuat jahat pada Carissa. Itupun karena terpaksa, dia mau membela diripun percuma, lebih baik pasrah.
Carissa dan Saira memasuki aula pertemuan istana, dengan tatapan mata dari para petinggi tiga kerajaan. Carissa masih dengan tatapan dingin serta mimik datarnya, melangkah dengan anggun dan langkah tegasnya tanpa keraguan sama sekali.
Lain halnya Saira dengan mimik wajah takut, cemas dan tubuhnya yang sedikit gemetar karena susah payah di tahan oleh Saira, langkahnya yang penuh akan keraguan tetapi tidak bisa menolak dan menghindar.
Menteri pertahanan kerajaan Themes Saimon Dimitri, adalah ayah dari Saira Dimitri. Dia begitu terkejut melihat sang putri ikut melngkah di belakang Carissa Hubert, sang pengendali. Dia tidak percaya akan apa yang dia lihat?
'Saira apa yang telah kamu lakukan? mengapa kamu ikut masuk ke pertemuan ini?' gumam Saimon Dimitri dalam hatinya, terlihat kecemasan dari raut wajahnya.
Carissa bisa mendengar apa yang di gumamkan oleh semua orang di dalam aula pertemuan istana tersebut. Semua bertanya dalam hati mereka masing-masing. Sebagian dari pejabat tinggi istana yang hadir, banyak yang belum tahu siapa Carissa saat ini? dan semua bertanya untuk apa Carissa di izinkan masuk? dan ada juga yang bertanya di antara dua gadis yang masuk, yang mana sang pengendali?
"Salam hamba yang mulia, semoga yang mulia kaisar selalu sehat dan panjang umur." ucap Carissa dan Saira memberikan salam hormatnya di hadapan sang kaisar.
"senang melihat anda sudah sehat kembali nona Carissa Hubert. Selamat datang dan terima kasih sudah bisa hadir di dalam pertemuan ini." sambut kaisar dengan senyum di bibirnya, kaisar terlihat lega, karena selama Carissa tidak sadarkan diri, kaisar ikut merasa cemas.
Kaisar melihat ke arah Saira sejenak, dia hanya diam tidak komentar apapun?
"silahkan duduk nona Carissa." ucap perintah kaisar.
"terima kasih yang mulia." balas Carissa sembari memberikan hormat anggunnya pada sang kaisar.
Carissa hanya diam melangkah sampai ke tempat duduk yang sudah di sediakan di samping pangeran kedua. Sedangkan Saira hanya mengikuti kemana Carissa melangkah, dengan cepat Regio menyediakan tempat duduk tepat di samping Carissa.
Semua heran melihat kehadiran Saira Dimitri, apalagi Regio langsung melaksanakan perintah yang di bisikan oleh Carissa. Membawakan satu kursi untuk Saira agar bisa duduk di samping Carissa. Begitu juga dengan sang peramal suci? diapun tidak tahu maksud dari Carissa yang datang bersama dengan Saira Dimitri.
Duke Emris Hubert terlihat lega dan bahagia melihat kondisi Carissa, yang baik-baik saja setelah tidak sadarkan diri selama 3 hari.
"apa kau yang membawa nona Saira Dimitri kesini Callysta?" tanya Shopie lewat telepatinya.
Shopie duduk tepat di samping kaisar dan putra mahkota Leonard Theodore.
Carissa hanya diam saja melihat sekilas pada Shopie, lalu melihat ke arah semua orang yang hadir di dalam aula pertemuan istana tersebut.
__ADS_1
"iya, ada apa?" balas Carissa dengan telepatinya.
"apa maksudmu Callysta?"
"tidak ada !!!"
"tidak mungkin tidak ada…aku tidak percaya!!??" balas Shopie tidak puas akan jawaban Carissa.
Carissa terdiam sejenak, pandangan matanya lurus ke depan. Melihat teliti semua yang hadir di sana, banyak wajah asing bagi Carissa.
"Callysta…jawab pertanyaan ku !! apa maksudmu membawa nona Saira Dimitri ke pertemuan ini?" tanya telepati Shopie kembali, karena Carissa hanya diam saja.
Carissa menghela nafasnya perlahan.
"tidak ada maksud jahat, dia hanya pendampingku saat ini. Ada sesuatu dalam diri nona Saira yang menarik kuat hatiku, agar membawanya ikut ke sini." balas telepati Carissa.
Nampak Shopie mengerutkan alisnya, lalu tersenyum tipis dan itu hanya sebentar saja.
"baiklah." balas singkat Shopie.
"baiklah, nona Carissa Hubert sang pengendali sudah hadir di sini, jadi kita bisa melanjutkan pembicaraan yang kita bahas hari ini." ucap kaisar membuka pertemuan tersebut.
"silahkan di lanjutkan penasehat istana." ucap kaisar memberikan perintahnya pada penasehat istana.
"baik yang mulia." balas penasehat istana dengan membungkukkan sedikit tubuhnya.
"pertemuan hari ini akan membahas mengenai tindakan selanjutnya untuk Raja Diaro Liberata dan seluruh keluarganya. Yang sudah melanggar aturan dan larangan dari 3 kerajaan. Putri Debora Liberata bekerja sama dengan pihak penyihir golongan hitam dan mendapatkan dukungan penuh dari raja Diaro Liberata, yang merupakan raja dari kerajaan Jericho." ucap penasehat istana, Carissa diam ikut menyimak.
"tindakan raja Diaro Liberata dan putri Debora Liberata sudah tidak bisa di maafkan, di tambah lagi berbagai kesalahan yang banyak di lakukan oleh raja Diaro Liberata di masa lalu, membuktikan bahwa raja Diaro Liberata tidak ada niat untuk bertobat dan berubah menjadi lebih baik lagi. Dari ini kaisar dari ke 3 kerajaan Louis Theodore berkeinginan menjatuhkan hukuman pelengseran bagi raja Diaro Liberata, dan pengasingan bagi seluruh keluarganya. Jadi bila ada yang keberatan dan memiliki pendapat tentang ini, silahkan utarakan…yang mulia kaisar, sang peramal suci dan juga sang pengendali akan siap mendengarkan." ucap penasehat istana.
Semua yang hadir di dalam aula pertemuan istana, nampak saling berbisik dengan teman di sampingnya. Carissa yang sudah mendapat kabar hukuman tersebut, hanya diam dengan pandangannya ke depan. Pandangannya tajam ke arah semua orang dengan argumen mereka masing-masing. Carissa dapat mendengarkan semuanya dengan jelas.
Apa yang akan terjadi? keputusan apa yang akan di ambil oleh para petinggi kerajaan untuk hukuman raja Diaro Liberata dan seluruh keluarganya? Hanya menunggu sang waktu yang akan menjawabnya !!!
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.