DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
132. Benda Ajaib Feyrin.


__ADS_3

***Kerajaan Holmes***


Syarat yang di ajukan oleh Calavera Negra untuk mereka yang akan ikut masuk ke dalam kerajaan Darkness World, mungkin saja sangat sulit untuk mereka lakukan. Bagaimana bisa mereka hanya akan diam saja? jika melihat sang pengendali dan putra mahkota Devano Liberata dalam bahaya. Tidak akan mudah bagi mereka menahan diri untuk tidak membantu Carissa dan putra mahkota Devano.


Namun hanya menyetujui syarat itulah satu-satunya cara agar bisa berada dekat di sekitar Carissa dan Devano. Mereka tidak ada pilihan lain lagi, kesempatan bagus untuk dapat masuk dengan mudah ke dalam kerajaan Darkness World tidak akan mereka sia-siakan.


Jika mereka masuk ke kerajaan itu dengan hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, itu sangat mustahil bagi mereka lakukan. Konon rumor yang mereka dengar mengenai kerajaan Darkness World, wilayah kerajaan tersebut selain berbahaya untuk mereka juga sangat unik.


Wilayah kerajaan Darkness World memiliki sebuah kekuatan segel pelindung yang telah di pasang oleh kaisar Hayden Pris, selain aura penduduk asli dari kerajaan Darkness World, kerajaan itu tidak dapat menerima aura lainnya. Segel pelindung yang telah di pasangkan akan bekerja mendeteksi cepat aura lain, dengan kata lain mereka akan langsung mengetahui aura seseorang dari luar kerajaan.


Jadi kesempatan langka ini harus mereka manfaatkan sebaik mungkin, tidak akan datang dua kali. Setidaknya mereka berada dekat dengan Carissa dan putra mahkota Devano adalah kesempatan yang bagus bagi mereka, walaupun mereka tidak boleh untuk mendekat ataupun membantu Carissa dan Devano.


Setidaknya mereka dapat berkomunikasi secara rahasia, apalagi sang peramal suci akan ikut bersama mereka. Shopie sang peramal suci seketika teringat, jika panggilan telepati yang di lakukannya terhadap Carissa tidak ada balasan darinya sama sekali. Dalam pikiran Shopie, mungkin saja segel pelindung kerajaan itu yang menyebabkan Carissa tidak mendengar atau tidak bisa membalas panggilan telepati darinya.


"baiklah aku setuju ikut denganmu dengan syarat tersebut." ungkap tiba-tiba Shopie yang telah beranjak dari duduknya dan mendekati siluman tengkorak hitam Calavera Negra.


Semua mata memandang ke arah dua wanita yang sangat berbeda dalam penampilannya. Satu wanita berpakaian dengan gaun panjang yang sedikit terbuka dan terlihat seksi. Satu wanita lagi berpakaian dengan gaun panjang putih yang cukup sopan dan anggun. Namun, aura dari dua wanita cantik itu sama sama terlihat kuat dan anggun dengan pesonanya masing-masing.


"keputusan yang sangat bagus, karena kau tahu harus bertindak seperti apa nantinya? Kau wanita yang cerdas dan kuat sang peramal suci." balas Calavera Negra memandang serius ke arah wajah sang peramal suci yang menutupi bagian matanya dengan kain putih panjang menjuntai menyentuh lantai.


Calavera Negra cukup mengenal siapa sebenarnya sang peramal suci yang ada di hadapannya, informasi itu dia dapatkan dari seseorang yang telah mengutusnya datang ke sana. Seseorang yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup luas dan banyak.


Semua orang yang akan dia jemput dari kerajaan Holmes, identitas dan jati diri mereka sudah dia kantongi dan tahu siapa mereka masing-masing, bahkan semua Kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki. Calavera juga percaya semua informasi yang dia dapatkan mengenai orang-orang yang akan dia jemput pasti semuanya benar.


"Jadi berapa orang yang bisa ikut dengan mu? khususnya selain aku dan yang mulia kaisar wakiza Orchid?" tanya Shopie masih menatap Calavera dari balik kain putih penutup matanya.


"untuk sementara ini, yang ada pada daftar jemputan ku hari ini, ada 7 orang saja." jawab Calavera melihat ke arah semua orang yang sudah dia kantongi nama dan jati diri mereka.


"Tujuh orang termasuk diriku dan yang mulia wakiza Orchid?" tanya sang peramal suci.


"iya betul sekali."


"apakah kami bisa menentukannya sendiri?"


"tidak." jawabnya tegas melihat ke arah Shopie.


Semua orang terdiam.


"nama yang akan ikut sudah di tentukan oleh tuanku. Jadi selain nama yang aku sebutkan, tidak akan ada yang bisa ikut masuk ke dalam kerajaan Darkness World." jawab Calavera Negra dengan sikap tegas.


Sebaiknya kalian cepat untuk bersiap-siap, selain senjata yang kalian biasa gunakan. Tidak boleh membawa sesuatu yang akan membuat kalian di curigai. Mengerti." ucapnya dengar sangat jelas.


"Yang akan ikut hari ini adalah yang mulia kaisar wakiza Orchid, sang peramal suci, pangeran Tristan Theodore, putra mahkota Leonard Theodore, putri saira Dimitri, pangeran Damian Theodore, dan Duke Emris Hubert." ungkapnya satu persatu.

__ADS_1


"ada satu lagi yang harus ikut di sini, karena akan sangat di butuhkan terutama oleh sang pengendali yaitu nona Feyrin. Pelayan pribadinya." ungkap Calavera Negra yang sontak membuat Feyrin yang ada di samping Duke Emris Hubert terkejut.


"nona Feyrin…!" panggil Calavera melihat ke arah Feyrin yang bertambah terkejut karena Calavera tahu dirinya.


"i…iya no…nona." jawab Feyrin gugup.


"kau takut…?" tanya Calavera. Sontak semua melihat ke arah Feyrin.


"ma…maaf, tidak…say…saya tidak takut." balasnya masih gugup.


Semua mata memandang ke arah Feyrin, mungkin mereka akan bertanya untuk apa Feyrin ikut ke tempat yang berbahaya itu. Bukannya akan menambah beban mereka nantinya. Pikiran itu dapat di dengar dan di rasakan oleh Calavera. Dia saat ini di bekali sebuah benda ajaib dari tuannya, benda yang memiliki ilmu yang sangat special, yaitu bisa membaca pikiran orang di sekitarnya.


"nona Feyrin…kau tentu tahu apa saja yang di butuhkan oleh sang pengendali? Tentunya hanya kau yang tahu segalanya tentang sang pengendali. Kesukaan ataupun pesan yang pernah dia ucapkan." tanya Calavera memandang serius Feyrin.


Feyrin nampak diam untuk berpikir, dia berusaha mengingat apa saja yang sangat di sukai oleh nonanya itu? Rahasia apa yang di miliki oleh nonanya itu? dan pesan apa yang pernah di katakan oleh nona padanya? Dia mengingatnya semua.


"iya ada. Nona Carissa pernah berpesan pada saya, jika saja dirinya tidak bersama saya dan saya membutuhkan bantuan darinya. Dia akan segera datang jika saya menggunakan benda ini untuk memanggilnya." ucap Feyrin dengan menunjukkan sebuah benda berbentuk gelang yang di tengahnya ada sesuatu berbentuk bundaran memiliki tombol di sampingnya.


"benda apa itu?" tanya Calavera melihat benda aneh seperti gelang kecil.


"benda ini bisa saya gunakan untuk berkomunikasi dan memanggil nona Carissa, jika saya membutuhkan bantuan darinya. Dia akan segera datang." jelas Feyrin dengan melihat ke arah Calavera.


"pernah kau coba memakainya?"


"apa itu berhasil?"


"iya." jawab Feyrin menganggukkan kepalanya.


"apa bisa kau mencobanya?"


Feyrin terdiam, dia melihat ke arah Duke Emris Hubert yang menganggukkan kepalanya tanda setuju. Namun Feyrin masih ragu, apakah dirinya bisa?


"ada apa nona Feyrin?" tanya Calavera melihat Feyrin hanya diam saja.


"saya tidak yakin saya bisa dengan sempurna, karena saat kami latihan, jarak kami tidak jauh. Sedangkan nona saat ini berada sangat jauh dari sini." ucap Feyrin terlihat ragu.


"tidak ada salahnya kamu untuk mencobanya, berusaha lebih baik dari pada hanya diam saja." ungkap sang peramal suci mendekati Feyrin.


Feyrin melihat sang peramal suci lalu beralih kembali melihat ke arah Duke Emris Hubert yang menganggukkan kepalanya lagi.


"baiklah." jawab Feyrin setuju.


Feyrin menekan sebuah tombol kecil di sana dan mengucapkan sebuah mantra yang dapat mereka dengar, mulutnya ia dekatkan dengan benda bundar yang ada di gelang.

__ADS_1


"dragon come i need your help." itulah bahasa yang di ajarkan oleh Carissa pada Feyrin.


Tidak ada terjadi apapun. Mereka semua masih memandang Feyrin.


"coba sekali lagi." perintah sang peramal suci.


"dragon come i need your help." ucap Feyrin lagi. Dan hasilnya sama benda itu tidak bekerja sama sekali.


Feyrin terlihat sedih dan kecewa serta malu karena di lihat oleh banyak orang. Tentunya dia takut di katakan hanya membual saja. Air matanya pun menetes tanpa bisa dia hentikan karena rasa sedih dan malu di hatinya.


"jangan menangis, mungkin panggilan itu tidak bekerja karena terhalang segel yang ada di kerajaan Darkness World." ucap sang peramal suci membesarkan hati Feyrin agar dia tidak putus asa. Feyrin melihat haru ke arah sang peramal suci, sembari menghapus air mata yang ada di pipinya dengan punggung telapak tangannya.


Tiba-tiba ada cahaya dari benda yang ada di tangan Feyrin. Sebuah suara terdengar dari arah benda itu, dan mereka tahu suara siapa yang mereka dengar?


"Feyrin…apa kau mendengar ku…?" tanya suara dari benda di tangan Feyrin.


Feyrin segera melihat dekat benda tersebut, semua orangpun terkejut akan hal itu. Carissa ternyata merespon panggilan dari Feyrin.


"iya nona…apakah ini anda…?" tanya Feyrin mendekatkan wajahnya pada benda yang mengeluarkan cahaya putih.


"Feyrin ada apa denganmu? kau baik-baik saja?" tanya Carissa khawatir karena merasakan panggilan dari Feyrin dan juga perasaan sedih Feyrin tadi ikut terhubung.


"iya nona saya baik, nona sendiri apakah baik baik saja."


"aku baik Feyrin. Katakan kamu sedang di mana sekarang, aku tidak bisa lama untuk melakukan panggilan ini. Banyak pengawasan di sini. Feyrin pusatkan pikiranmu sembari menyentuh gelang itu, supaya aku bisa melihatmu, cepat Feyrin." perintah Carissa.


Feyrin segera memusatkan pikirannya dan membayangkan wajah dari Carissa, sembari dirinya menyentuh gelang yang ada di tangannya. Muncullah sebuah cahaya besar dari gelang tersebut, yang membuat tangan Feyrin menyingkir dari gelang itu.


"Feyrin." panggil Carissa muncul dari bayangan cahaya pada gelang tersebut.


"nona…!" "Carissa…!" ucap semua orang yang melihat bayangan Carissa pada cahaya itu nyata. Semua orang terkejut akan hal yang aneh dan ajaib bagi mereka.


Carissa yang ada di dalam cahaya itupun cukup terkejut, pasalnya dia melihat semua orang yang berasal dari kerajaan Holmes sedang berkumpul. Carissa berpikir panggilan Feyrin pasti karena desakkan dari mereka semua. Carissa pun sadar semuanya pasti ingin tahu keadaannya saat ini. Carissa hanya bisa melihat mereka satu persatu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2