DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
118. Pembuktian Calavera Negra.


__ADS_3

***Medan Perang***


Tatapan tajam dan dingin Calavera Negra masih melihat siluman ular yang ada di bawah kakinya, tatapan membunuh dan terlihat ngeri bagi yang melihatnya. Calavera menatap sejenak ke arah kaisar Wakiza Orscid yang juga melihatnya sekilas, karena sang kaisar sedang sibuk melawan beberapa manusia iblis yang ada di sekitarnya.


Pergerakan yang sangat kuat di lakukan oleh siluman ular pada kepalanya, siluman ular yang berukuran sebesar rumah dua tingkat. Dengan gerakan kuat siluman ular itu meleparkan tubuh Calavera ke arah mulutnya yang menganga. Tubuh Calavera jatuh masuk ke dalam mulut siluman ular tersebut. Semua pergerakan para kesatria dan kaisar Wakiza Orscid terdiam, melihat siluman ular dengan mudahnya menelan Calavera, mereka tidak menyangka dan tidak percaya jika siluman tengkorak hitam bisa kalah begitu saja.


Kaisar Wakiza Orscid diam berdiri di tempatnya, melihat siluman ular yang terlihat senang dan puas telah mengalahkan siluman tengkorak hitam. Mimik wajah sang kaisar datar.


"hanya begitu saja pembuktian yang kau berikan padaku ! padahal aku akan sangat percaya bila kau bisa membawakan kepala siluman ular itu kepadaku." ucap kaisar Wakiza Orscid menyayangkan kematian siluman tengkorak hitam yang bisa kalah oleh siluman ular.


Kaisar Wakiza Orscid pun ingin membalik tubuhnya untuk pergi menuju ke tempat musuh lainnya berada. Dengan bersamaan terdengarnya suara teriakan histeris dari siluman ular yang menelan tubuh Calavera. Kaisar Wakiza Orscid membalik tubuhnya kembali, dia melihat ada cahaya emas muncul dari balik robekkan pada leher siluman ular.


Begitu sangat cepat pergerakan yang di lakukan oleh Calavera di dalam rongga leher siluman ular tersebut. Kini terlihat sebuah kepala siluman ular terbang ke arah kaisar Wakiza Orscid. Semua dapat melihat bagaimana kejamnya Calavera? memotong leher siluman ular hingga terputus dengan menggunakan sebuah pedang tulang yang mengeluarkan cahaya emas.


Kepala siluman ular yang di minta oleh kaisar Wakiza Orscid tepat berada di hadapannya. Sang kaisar melihat dengan seksama kepala tersebut, lalu beralih lagi ke arah tubuh siluman ular yang sudah jatuh terkapar. Dimana Calavera berdiri tegak di atas tubuh siluman ular itu? dengan nafas yang sedikit terengah-engah sembari tersenyum manis menatap sang kaisar.


'dia berhasil.' gumam kaisar Wakiza Orscid di dalam hatinya, menatap Calavera dari kejauhan.


Para kesatria yang menyaksikan kejadian tersebut, menjadi heran ! Mengapa sesama siluman saling menyerang? ada apa dengan siluman yang satu ini? siluman yang berwujud wanita cantik dan seksi. Siluman ini ada di pihak yang mana? itulah pertanyaan yang ada di dalam benak mereka masing-masing.


Calavera menghilang dari atas tubuh siluman ular tersebut, berpindah ke atas kepala siluman ular yang ada tepat di hadapan sang kaisar.


"apakah pembuktian ku sudah cukup untuk membuatmu percaya, kalau aku sudah menjadi milikmu, kini aku ada di pihakmu." ungkap Calavera dengan senyum manisnya menatap sang kaisar dengan penuh cinta.


"hanya sedikit kepercayaan dariku, perang ini masih berlangsung. Aku akan percaya sepenuhnya kepadamu, jika kau masih membantu ku sampai perang ini selesai." ungkap kaisar Wakiza Orscid, yang belum bisa percaya penuh kepada Calavera.


Calavera menghela nafasnya perlahan, sembari menggelengkan kepalanya.


"apa begitu sulitnya kau untuk percaya kepada ku?" ucap Calavera sedikit kecewa dalam hatinya. Ternyata membuat sang pujaan hati untuk percaya penuh padanya, sangatlah sulit.


"apa kau pikir, untuk percaya pada orang yang baru saja kita kenal, itu tindakan yang mudah di lakukan?"

__ADS_1


"hahaha…tidak mudah untuk mendapatkan mu sayangku…tapi aku suka, itu sangat menantang bagiku." jawab Calavera dengan cepat berteleportasi ke hadapan sang kaisar.


"lambat laun kau akan tahu kalau aku sangat tulus padamu, di saat itulah aku pastikan, jika kau akan menjadi milik ku seutuhnya, karena kau adalah cinta pertamaku." jawab Calavera dengan senyum tulusnya.


Tatapan mata yang penuh akan binar cinta untuk sang kaisar kerajaan Colina Santa itupun, masih terpancar jelas di mata Calavera Negra. Cinta pertama seorang siluman tengkorak hitam, Calavera Negra yang akan sangat sulit untuk di raih, karena dunia dan jenis mereka berbeda. Apakah mungkin mereka bisa untuk bersatu menjadi sepasang kekasih?


Takdir cinta dan kehidupan mereka berdua tidak akan ada yang tahu, semua akan di buktikan oleh sang waktu yang akan menjawabnya.


"silahkan buktikan itu, jika memang kau benar-benar ada di pihakku." tantang kaisar Wakiza Orscid. Sang kaisar tidak ingin membahas tentang perasaan cinta yang baru saja di utarakan oleh Calavera Negra.


"tentu saja sayang…apapun yang bisa aku berikan padamu? akan aku berikan. Bahkan nyawaku sekalipun." jawab santai Calavera sembari tersenyum yang menambah aura kecantikannya.


Siapa yang tidak akan tertarik dengan wanita cantik dan seksi seperti Calavera Negra? Wanita berpostur tubuh tinggi langsing berisi, dengan rambut panjang putihnya yang lurus, sangat selaras dengan kulit putihnya yang seputih porselin. Wajahnya yang cantik dengan hidung mancung, bibir berbentuk hati semerah buah cherry, dan warna mata silver keemasan menambah kesan tajam sekaligus teduh pada pandangan matanya jika berbinar cinta.


"lakukan itu jika memang benar." jawab singkat sang kaisar dengan gerakan pedangnya ke arah manusia iblis yang sedang menyerangnya.


"tentu saja sayang." jawab Calavera Negra sembari ikut menyerang manusia iblis yang ada di sekitarnya. Dengan menggunakan pedang tulang yang dia cabut dari tongkat yang berbentuk tulang, tongkat kecil tulang yang tidak dapat di patahkan oleh pedang kaisar Wakiza Orscid.


Tidak banyak yang tahu, peraturan yang ada di Lembah Kematian. Semua yang berasal dari Lembah Kematian, bisa menentukan tujuan hidupnya masing-masing, selama itu ada pada jalan hati yang menurutnya benar, dan tidak ada kebohongan yang terucap ataupun yang dilakukan. Semua akan berjalan pada jalan yang seharusnya mereka lalui.


Semua akan terkejut sekaligus tidak percaya bila mengetahui seperti apa Lembah Kematian yang sebenarnya? wilayah yang sangat kecil dan berada di dalam dasar bumi, Lembah Kematian yang sangat gelap di awal dan akan terang di dalamnya. Wilayah yang di kuasai oleh seorang sosok yang bisa berada di setiap wilayah kerajaan. Kerajaan Kegelapan ataupun kerajaan yang ada di dunia, sosok yang akan sangat di hormati di beberapa wilayah kerajaan.


Sedangkan di waktu yang sama, Carissa dan Damian telah berhasil mengalahkan banyak manusia iblis, kini mereka sedang menghadapi siluman laba-laba besar yang sudah berhasil menangkap beberapa dari pasukkan kesatria kerajaan Holmes. Mereka di kurung dalam bentuk kepompong benang laba-laba putih, untuk di serap aura energi manusianya agar kekuatan siluman laba-laba itu semakin kuat.


Carissa sang pengendali dapat melihat ada sebuah cahaya terang dari balik perut bawah siluman laba-laba itu, dan Carissa yakin pasti di sanalah titik inti sarinya. Tetapi siluman laba-laba ini memiliki kekuatan yang sangat kuat, karena dia ada pada level 5 yaitu level berwarna putih.


kekuatan utamanya adalah semburan benang laba-labanya, yang dengan mudah dan cepat menggulung seseorang yang tersentuh oleh benangnya tersebut. Selain itu benang laba-labanya juga bisa di gunakan sebagai senjata, bisa di gunakan untuk membelah tubuh menjadi beberapa bagian. Benangnya setajam mata silet dan pedang.


Para kesatria sudah banyak menjadi korbannya, banyak tubuh dari para kesatria terpotong menjadi beberapa bagian. Banyak darah yang mengalir di sekitar bawah tubuh siluman laba-laba itu. Potongan tubuh para kesatria itupun sekaligus di jadikan sebuah makanan untuk siluman laba-laba tersebut.


Sungguh siluman yang kejam dan tidak memiliki hati. Di dalam otaknya hanyalah membunuh dan memakan mangsanya, tidak ada rasa kasihan sama sekali. Untuk sekedar mendekati tubuh dari laba-laba itupun mereka tidak mampu, mereka harus memutar otak untuk mencari strategi agar bisa mengalahkan siluman yang satu ini, siluman yang berada pada level 5.

__ADS_1


"yang mulia, titik inti sari siluman laba-laba itu ada pada perut bagian bawahnya." ucap Carissa memberitahukan.


"itu sangat sulit." jawab Damian melihat letak perut siluman laba-laba yang berada di bawah pada permukaan tanah.


"anda benar yang mulia, mengalahkannya akan sangat sulit. Apakah anda memiliki ide untuk ini yang mulia?" tanya Carissa setelah menusukkan salah satu pedang kembar keramatnya, pada seorang manusia iblis yang datang mendekat.


Carissa dan Damian terus saling membantu dan saling melindungi. Semua ilmu beladiri dan berpedang yang dulu di kuasai oleh Callysta dia kerahkan. Tidak satupun manusia iblis yang lolos dari tangannya. Damian juga begitu, dirinya tidak ingin kalah dari Carissa sang pengendali.


Carissa masih terus berpikir, bagaimana caranya mengalahkan siluman laba-laba? yang menggunakan benang laba-labanya sebagai senjata. Benang laba-laba itu tidak bisa Carissa serap dengan segel kunci ajaib di tangannya. Hanya kekuatan elemen dan magic saja yang dapat di serap oleh segel kunci ajaib tersebut.


"Callysta, gunakan gelang Naga Emas ! kamu pasti tahu cara memakai dan kegunaannya? kalau bisa, kamu juga harus menutup mulut siluman laba-laba itu, agar tidak mengeluarkan benangnya lebih banyak lagi." ucap putri Alarice melalui telepatinya.


Putri Alarice selalu memantau apa yang terjadi pada Carissa atau Callysta di medan perang? dia akan terus membantu serta memberikan sebuah saran ataupun solusi untuk Carissa sang pengendali.


"apakah anda yakin putri? apakah Gelang Naga Emas tidak akan terpotong oleh benang laba-labanya?" jawab serta tanya balik Carissa melalui telepatinya.


"Gelang Naga Emas adalah benda keramat yang tidak bisa di sentuh oleh semua yang berasal dari kerajaan Darkness World atau kerajaan Kegelapan Dasar Neraka. Kamu juga bisa meminta bantuan dari pangeran Damian, untuk memotong benangnya dengan menggunakan pedang yang sudah di salurkan oleh kekuatan The Hot magicnya. Benang itu akan mudah terpotong, karena kekuatan Damian ada pada level 5. Pengaruh dari Gelang Naga Emas, bisa membantu melemahkan kekuatan dari benangnya. " jawab putri Alarice.


"baiklah akan saya coba lakukan." jawab Carissa melalui telepatinya.


Carissa segera melihat dan membaca situasi yang ada. Dia masih mencari celah untuk menutup mulut siluman laba-laba tersebut, tanpa harus terkena semburan benang laba-labanya. Dia akan mencoba satu cara yang sedikit ekstrim, dan semoga apa yang di rencanakan akan berhasil?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2