DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
141. Kerjasama Carissa Dan Permaisuri Princella (bagian II).


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Permaisuri Princella mulai menyalurkan Cold Light Magicnya ke seluruh tubuh pangeran Hayden Adelio. Setelah seluruh tubuh pangeran terselimuti oleh cahaya dingin, permaisuri menyalurkan kekuatan Healing Power Magicnya ke atas perut pangeran.


Hawa dingin dapat di rasakan di dalam ruangan tersebut, semua melihat apa yang di lakukan oleh permaisuri? Sedangkan Carissa mulai mengeluarkan bola cahaya inti sari biru, milik siluman ular yang pernah dia bunuh dari ruang dimensi hampanya.


Semua yang hadir di sana kini dapat melihat bola cahaya inti sari biru yang bisa menyerap segala racun, terlebih lagi jenis racun yang berasal dari golongan hitam kerajaan Dasar Neraka.


Carissa berdiri di samping tubuh putri Hayden Adelia, yang terbaring lemah tidak sadarkan diri. Carissa melihat wajah sang putri dan bola cahaya inti sari biru di tangannya secara bergantian. Lalu beralih melihat ke arah semua orang secara bergantian.


"apapun yang terjadi, jangan ada yang mendekati hamba sampai pengobatannya selesai." ucap peringatan Carissa pada semua yang ada di ruangan tersebut.


Semuanya hanya diam dengan tatapan mereka melihat ke arah Carissa.


Carissa mengarahkan bola cahaya inti sari biru di atas perut putri Hayden Adelia, dengan kedua telapak tangan bertumpu di atas bola cahaya inti sarinya. Bola cahaya tersebut mulai bereaksi mengeluarkan sebuah cahaya biru yang terang, mulai menyerap racun yang ada di dalam tubuh sang putri.


Racun yang sudah terserap oleh bola cahaya inti sari tersebut, di alirkan lagi ke tubuh Carissa. Sekujur tubuh Carissa mengeluarkan cahaya biru yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Tubuh Carissa mulai menyerap racunnya, Carissa merasakan sakit yang luar biasa.


Terlihat wajah Carissa yang pucat dan meringis menahan rasa sakitnya, sakit yang teramat sakit. Rasa sakit di gigit ribuan semut api, di iris ribuan silet dan tulang terasa teremas kuat. Seluruh tubuh Carissa benar-benar sakit, perih dan panas yang saat ini Carissa rasakan.


'bertahanlah Carissa…bertahan sedikit lagi, kuat Carissa, kau pasti bisa melakukan ini.' gumam Carissa di dalam hatinya memberikan semangat pada dirinya sendiri.


Semua tahu akan rasa sakit yang saat ini Carissa rasakan, semua yang ada di sana bisa melihat penderita Carissa saat ini, tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk membantu Carissa?


Darah mulai keluar dari setiap pori-pori kulit Carissa, mengalir dengan perlahan dan lama kelamaan memenuhi seluruh kulit Carissa. Baju yang di kenakan oleh Carissa penuh akan bercak darah yang keluar dari pori-pori kulitnya.


Wajah Carissa terlihat penuh akan darah, semua terkejut melihat apa yang terjadi padanya? Ini untuk pertama kalinya mereka melihat hal yang seperti ini. Carissa masih bertahan pada posisinya berdiri di samping tubuh putri Hayden Adelia, dengan kedua tangan menahan bola cahaya inti sari di atas perut sang putri.


Devano, Grande, Rey, permaisuri Princella dan putri mahkota Anora terlihat sangat cemas serta khawatir akan keadaan Carissa saat ini. Mereka tahu saat ini Carissa sedang merasakan dan menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.


Pangeran Hayden Key terlihat khawatir melihat kondisi tubuh Carissa yang penuh dan terus mengeluarkan darah. Dia ingin mendekati Carissa dan mencoba untuk membantu.


"jangan ada yang berani mendekati sang pengendali dan putri Hayden Adelia saat ini, jangan sampai kalian yang malah terkena racun dan menambah masalah baru untuk sang pengendali." ucap peringatan dari Grande yang masih setia berdiri di samping Devano.


Grande melihat pergerakan pangeran Hayden Key yang ingin mendekati Carissa. Dia masih ingat saat Carissa mengobati putri Debora Liberata, sang peramal suci melarang siapapun untuk mendekatinya? Peringatan Carissa yang baru saja di ucapkan, sudah sangat jelas jika tidak ada yang boleh mendekatinya.


Pangeran Hayden Key diam di tempat, tidak berani untuk bergerak sedikitpun dari posisinya. Semua hanya bisa melihat Carissa tanpa bisa membantunya sama sekali.


Rasa sakit yang di rasakan oleh Carissa bertambah sakit. Ada sesuatu yang Carissa rasakan mengaduk-aduk dan bergerak keras di dalam perutnya.


"aaaaaaaaa……" teriak histeris Carissa yang sudah tidak bisa tahan akan rasa sakitnya.

__ADS_1


Semua ikut meringis kesakitan, saat mendengar teriakkan dan mimik wajah Carissa yang sangat kesakitan. Semua terlihat dan seakan ikut merasakan rasa sakit Carissa saat ini.


Carissa hanya harus bertahan sedikit saja, masih ada pangeran Hayden Adelio yang harus dia obati setelah ini. Carissa berusaha mempertahankan kesadarannya.


"aaaaaaaa………aaaaaaa………" ringis Carissa menekan kepalanya hingga menunduk, berharap rasa sakitnya berkurang. Tapi itu hanyalah sia-sia, rasa sakitnya terasa sangat luar biasa.


Darah semakin deras mengalir dari seluruh pori-pori kulit Carissa, hingga menutupi seluruh kulit Carissa seperti bermandikan darah. Pemandangan yang sangat mengerikan, di tambah kini kedua sudut mata dan kedua lubang telinga Carissa mengeluarkan darah.


"nona Carissa hentikan…sudah cukup…" teriak permaisuri Princella tidak jauh dari posisi Carissa saat ini. Permaisuri tidak kuasa menahan air matanya melihat penderitaan yang saat ini Carissa alami.


Dalam kesakitannya Carissa dapat mendengar jelas suara teriakan dari permaisuri Princella, kekhawatiran permaisuri dapat Carissa rasakan. Rasa khawatir permaisuri Princella yang bisa merasakan penderitaan Carissa, seakan menambah kekuatan untuk Carissa bertahan dan melawan rasa sakitnya.


"aaaaaaaa……" teriak kembali Carissa. Tiba-tiba Carissa merasakan ada sesuatu yang mengalir ingin keluar dari rongga mulutnya.


Carissa memuntahkan banyak darah dan sebuah gumpalan darah hitam keluar dari dalam mulut Carissa, dengan bersamaannya rasa sakit di tubuh Carissa yang berangsur-angsur berkurang. Cahaya biru yang menyelimuti seluruh tubuh Carissa perlahan meredup.


Bola cahaya inti sari tersebut sudah selesai menyerap racun yang ada di dalam tubuh putri Hayden Adelia. Carissa membuka matanya perlahan, nafasnya terengah-engah karena lelah akan rasa sakit. Carissa tahu ini sudah selesai, bola cahaya inti sari biru milik siluman ular, di masukkan kembali oleh Carissa ke dalam ruang dimensi hampanya.


Tubuh Carissa terasa lelah dan lemah, dia terhuyung ke arah belakang karena kedua kakinya tidak dapat menopang tubuh Carissa. Permaisuri dengan cepat berteleportasi dan memeluk tubuh basah Carissa yang penuh dengan darah. Permaisuri tidak peduli akan gaunnya yang ikut terkena darah dari Carissa.


Saat ini Carissa butuh tempat untuk menyandarkan tubuh lemahnya. Carissa sudah berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan cucunya dari racun yang ada di dalam tubuh putri Hayden Adelia.


"apa kau baik-baik saja nona Carissa?" tanya permaisuri yang memeluk tubuh Carissa, perlahan permaisuri membantu Carissa untuk duduk di atas lantai, karena Carissa tidak dapat menopang tubuhnya lagi.


"apakah kau masih kuat?" tanya khawatir permaisuri melihat kondisi Carissa saat ini.


Carissa terlihat mengerikan, tubuh basah akan darah yang terus keluar mengalir melalui pori-pori kulit Carissa. Memang itulah proses yang harus Carissa lalui, tidak ada yang mudah di dunia ini.


"hamba masih kuat yang mulia." ucap Carissa membalas.


"aku akan membantumu." ucap permaisuri, lalu segera berpindah duduk ke arah belakang Carissa. Semua tahu apa yang ingin di lakukan oleh permaisuri saat ini?


Permaisuri dengan segera menyalurkan kekuatan Healing Power Magic nya ke arah punggung Carissa. Permaisuri ingin membuat tubuh Carissa merasa lebih baik dan mengurangi rasa sakit yang Carissa rasakan saat ini. Permaisuri ingin mengembalikan kondisi Carissa agar menjadi lebih kuat lagi.


"terima kasih yang mulia." ucap Carissa pelan.


"seharusnya aku yang berterima kasih, apa yang aku lakukan ini? tidak ada apa-apanya, jika di bandingkan dengan apa yang sudah kau lakukan nona Carissa?" balas permaisuri tulus, sembari masih menyalurkan Kekuatan Healing Power Magicnya ke arah punggung Carissa.


Semua dapat melihat dua wanita yang sama-sama kuat, mereka saling mengisi dan membantu untuk tujuan yang sama. Untuk menyelamatkan si kembar pangeran Hayden Adelio dan putri Hayden Adelia.


Berkat kekuatan Healing Power Magic yang di salurkan oleh permaisuri Princella, Carissa merasakan tubuhnya menjadi lebih baik dan sedikit kuat. Carissa bisa membantu pangeran Hayden Adelio untuk mengeluarkan racun yang masih ada di dalam tubuh sang pangeran.

__ADS_1


"sudah cukup yang mulia. Tubuh hamba sudah merasa lebih baik. Kita tidak bisa membuang waktu lebih lama lagi. Kita harus cepat mengeluarkan racun lendir hitam dari tubuh pangeran." ucap Carissa, ingin cepat menyelesaikan urusannya di ruangan itu.


Permaisuri menghentikan aktivitasnya. Perlahan Carissa bangkit dengan bantuan dari permaisuri, Carissa melangkah dan berdiri di samping sang pangeran yang masih ada pada kesadarannya. Pangeran dapat melihat semua perjuangan Carissa kepada sang adik kembarannya.


"terima kasih." ucap pangeran Hayden Adelio dengan suara pelannya tetapi masih bisa Carissa dengar.


"anda harus kuat pangeran, karena anda masih sadar. Jadi ada rasa sakit yang akan anda rasakan. Mari kita berjuang bersama." ucap Carissa memberikan semangat kepada pangeran Hayden Adelio dan juga kepada dirinya sendiri.


"apa anda sudah siap pangeran?" tanya Carissa menatap intens sang pangeran.


"iya." balas pangeran pelan dengan susah payah mengeluarkan suaranya.


"hamba akan segera mulai." ucap Carissa. Dia lalu mengeluarkan bola inti sari biru dari ruang dimensi hampanya.


Carissa melakukan hal yang sama kepada pangeran, seperti yang dia lakukan terhadap putri Hayden Adelia. Carissa mengarahkan bola cahaya inti sari biru di atas perut pangeran Hayden Adelio, dengan kedua telapak tangan bertumpu di atas bola cahaya inti sarinya. Bola cahaya tersebut mulai bereaksi mengeluarkan sebuah cahaya biru yang terang, mulai menyerap racun yang ada di dalam tubuh sang pangeran.


Pangeran mengerang kuat karena rasa sakit yang luar biasa pada tubuhnya, semua terlihat khawatir pada pangeran dan Carissa.


Racun yang sudah terserap oleh bola cahaya inti sari tersebut, di alirkan lagi ke tubuh Carissa. Sekujur tubuh Carissa mengeluarkan cahaya biru yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Tubuh Carissa mulai menyerap racunnya, Carissa merasakan lagi rasa sakit yang luar biasa.


Terlihat wajah Carissa yang pucat dan meringis menahan rasa sakitnya, sakit yang teramat sakit. Seluruh tubuh Carissa benar-benar sakit, perih dan panas yang saat ini Carissa rasakan.


Darah mulai keluar dari setiap pori-pori kulit Carissa, mengalir dengan perlahan dan lama kelamaan memenuhi seluruh kulit Carissa. Baju yang di kenakan oleh Carissa yang awalnya sudah penuh akan bercak darah, kini bertambah basah akan darah yang keluar dari pori-pori kulitnya.


Wajah dan tubuh Carissa terlihat penuh dan basah akan darah, Carissa masih bertahan pada posisinya berdiri di samping tubuh pangeran Hayden Adelio, dengan kedua tangan menahan bola cahaya inti sari di atas perut sang pangeran.


Darah semakin deras mengalir dari seluruh pori-pori kulit Carissa, hingga menutupi seluruh kulit Carissa seperti bermandikan darah. Pemandangan yang sangat mengerikan, di tambah kini kedua sudut mata dan kedua lubang telinga Carissa penuh mengeluarkan darah segar.


"aaaaaaaa……" teriak kembali Carissa dan pangeran Hayden Adelio secara bersamaan. Carissa merasakan ada sesuatu yang mengalir kembali ingin keluar dari rongga mulutnya.


Carissa memuntahkan banyak darah dan sebuah gumpalan darah hitam kembali keluar dari dalam mulut Carissa, dengan bersamaannya rasa sakit di tubuh Carissa yang berangsur-angsur berkurang. Cahaya biru yang menyelimuti seluruh tubuh Carissa kini perlahan meredup.


Nafasnya terengah-engah karena lelah, lemas karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang luar biasa. Tubuh Carissa tumbang ke arah belakang, namun dengan cepat Grande berteleportasi untuk menangkap tubuh lemah Carissa.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2