DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
38. Petunjuk Tentang Kunci Ajaib.


__ADS_3

***Paviliun Pangeran Kedua***


Leonard masih menatap tajam tidak percaya pada Carissa yang bisa membaca tulisan angka yang ada di buku asing tersebut, sedangkan dirinya dan Damian tidak bisa dan tidak tahu sama sekali, mereka hanya bisa membaca dan mengerti beberapa kata dengan sedikit petunjuk ajaran dasar dari sang Peramal Suci.


Peramal Suci lah yang mengajarkan Leonard dan Damian tentang sedikit arti bahasa dan membaca huruf latin abjad bahasa asing tersebut, tetapi anehnya sang Peramal Suci tidak memberikan informasi apapun dan cara membaca angka dalam bentuk tulisan angkanya, hanya tahu cara baca angka dalam tulisan huruf saja, sang peramal suci tahu siapa saja orang-orang jenius yang pantas dan mampu cepat untuk mempelajari bahasa asing tersebut.


Jadi Leonard masih tidak percaya akan apa yang di katakan oleh Carissa sebelum ada bukti yang jelas.


"apa kau yakin itu benar bentuk angka dengan sebutannya?" tanya tidak percaya Leonard melihat ke arah Carissa.


Carissa tahu kalau Leonard tidak akan mudah percaya pada ucapannya, dan dia harus berusaha membujuk sang putra mahkota untuk memperlihatkan buku yang dia punya.


"siapa dirimu sebenarnya?" tanya tiba-tiba Leonard yang membuat Carissa terdiam melihat Leonard, pertanyaan yang sangat Carissa hindari selama beberapa hari hidup di zaman ini.


Carissa masih tetap diam, tetapi otaknya berpikir cepat mencari alasan dan jawaban untuk pertanyaan sang putra mahkota.


"kenapa kau diam?" tanya Leonard seraya mengerutkan keningnya melihat ke arah Carissa yang hanya diam.


"harus berapa kali hamba katakan yang mulia? hamba Carissa Hubert, memangnya siapa hamba sebenarnya?" jawab sekaligus tanya balik Carissa dengan mimik wajah seriusnya, dia harus berakting untuk berbohong sementara ini.


Agar penyamarannya saat ini tidak di ketahui oleh siapapun, karena Carissa belum tahu zaman apa yang dia datangi dan tinggali saat ini? apakah dia masih bisa kembali pada zamannya yang dulu ataukah dia harus tinggal di zaman ini untuk selamanya?


Jadi Carissa harus hati-hati pada semua orang yang baru saja dia kenal, dan tidak mudah percaya pada semua orang yang dia temui, kecuali orang tersebut telah membuktikan padanya bila dapat di percaya oleh Carissa.


"siapa kau sebenarnya?" tanya kembali Leonard dengan tatapan tajam membunuh ke arah Carissa, dan Carissa tahu akan tatapan yang ada pada sorot mata Leonard saat ini, sorot mata yang siap membunuh siapa saja?


"hamba Carissa Hubert yang mulia?" jawab tegas Carissa yang tidak ingin kalah dengan Leonard, karena dia tidak sepenuhnya berbohong.


Tubuhnya adalah Carissa Hubert, hanya saja jiwanya adalah Callysta Angelina dari zaman lain, jadi bisa di bilang dia tidak sepenuhnya berbohong, hanya setengah berbohong demi keselamatan dirinya.


Leonard langsung berdiri dengan kepalan tangannya yang kuat dan tatapan devilnya ke arah Carissa, sedangkan Carissa hanya diam tetap duduk tetapi siaga dengan apa yang akan dilakukan sang putra mahkota.


"bila kau tidak ingin jujur siapa dirimu sebenarnya? aku akan menahanmu dan menyiksamu di dalam penjara dengan tuduhan penghianatan terhadap kerajaan Holmes." ancam Leonard dengan menunjuk ke arah Carissa yang masih duduk manis.


"silahkan lakukan yang mulia, apa hamba ada pilihan? walaupun bagaimana hamba membela diri? bila anda tidak percaya? tetap saja hamba bersalah di mata anda." balas Carissa dengan banyak pertanyaan dan memasang mimik wajah dinginnya, karena percuma melawan seoarang putra mahkota, perintah nya adalah titah mutlak bagi semua orang yang mendengarkannya.


"kau menantangku?" tunjuknya masih dengan nada dan tatapan mata membunuhnya.


"tidak…hamba hanya menjawab sekaligus membela diri saja." jawab santai Carissa dengan duduk santai bersandar di sofa dengan duduk anggunnya.

__ADS_1


Verdian dan Damian yang melihat sikap dari Carissa, yang tidak takut sama sekali dengan ancaman dari putra mahkota dan berani melawan dengan masih bersikap tenang menghadapi putra mahkota.


"jangan pikir kau bisa bela diri serta pandai memanah dan menembak bisa mudah mengalahkanku?" ucap kesal Leonard melihat sikap santai Carissa menghadapinya.


"silahkan lakukan apapun yang anda suka putra mahkota." tantang Carissa balik, tetapi di dalam hatinya dia sudah sangat susah bernafas, karena detak jantungnya yang cepat akibat ancaman dari putra mahkota.


'tenangkan dirimu Callysta, bersikaplah seperti biasanya sewaktu menjadi si pembunuh bayaran Callysta Angelina, si jenius Angel, berpikirlah apa yang selanjutnya harus kau lakukan?' gumamnya dalam hati untuk menenangkan hatinya dan jantungnya yang berdetak kencang.


"kau benar-benar berani menantangku?" bentak keras putra mahkota yang sudah sangat geram melihat sikap santai Carissa.


"pangeran kedua, dalam buku ini halaman berapa yang sulit kau pelajari?" tanya tiba-tiba Carissa melihat ke arah Damian dan tidak memperdulikan sang putra mahkota yang sudah mulai murka, tetapi sudah di tahan oleh Verdian agar Leonard tidak mendekati Carissa.


Damian yang terkejut akibat bentakkan Leonard pada Carissa, lebih terheran lagi akan pertanyaan dari Carissa, Damian melihat Leonard dan Carissa secara bergantian, Leonard dengan amarah yang sudah memuncak, sedangkan Carissa dengan mimik wajah memohon dan memelasnya.


"halaman ke 250 sampai halaman 260." jawab cepat Damian akhirnya memilih menjawab Carissa karena tidak tega melihat mimik wajah memelas Carissa, Damian juga tidak tahu apa maksud dari pertanyaan Carissa?


Carissa dengan cepat membuka halaman yang di maksudkan, dia dengan cepat membaca tulisan dari halaman yang tidak di mengerti oleh Damian, Carissa mencurigai sesuatu dan ini ada kaitannya dengan mimpinya beberapa saat lalu.


"ah ini dia…?" ungkap Carissa menunjuk kata petunjuk yang benar-benar ada kaitannya dengan mimpinya.


Damian, Leonard dan Verdian melihat dan mendengar ucapan Carissa yang menunjukkan sebuah tulisan di dalam buku asing itu.


"bagaimana kau tahu masalah kunci ajaib itu?" tanya Damian di sela keterkejutannya.


"ada di dalam tulisan di buku ini." jawab Carissa seraya menunjukkan tulisan yang mengatakan kalau buku asing ini mamiliki petunjuk cara menggunakan dan manfaat kunci ajaib tersebut.


Damian seketika melihat ke arah Leonard yang masih berdiri mematung melihat ke arah Carissa.


"apa hamba salah tebak yang mulia?" tanya hati-hati Carissa, tetapi dia yakin itu bacaan tulisan yang dia lihat.


"tidak kau benar." jawab singkat Damian yang membuat lega Carissa, tetapi mimik wajahnya masih datar dan dingin.


"bila kau bisa membaca dan tahu tentang kunci ajaib itu dari bacaan tulisan di buku asing ini, berarti kau tahu bagaimana cara menggunakan dan manfaat kunci ajaib tersebut?" tanya Damian menyelidiki karena dia dan Leonard sampai sekarang tidak bisa memecahkan petunjuk tersebut, karena tidak bisa membaca tulisan yang sulit bagi mereka mengerti dan pelajari selama ini.


"tentu saja, karena semua tertulis di sini." ungkap Carissa seraya menunjuk tulisan di dalam buku asing tersebut.


"apa kau bisa membacakannya untuk kami?" tanya Damian antusias karena dia sudah sangat penasaran sekali akan kunci ajaib tersebut.


Carissa hanya diam melihat selidik pada mereka bertiga, mereka bertiga orang yang sangat berkuasa di kerajaan ini dan di takuti banyak orang, Carissa harus pintar dan pandai membaca situasi, seperti saat sekarang ini Carissa bisa memanfaatkan situasi mereka bertiga yang sangat penasaran tersebut, agar Carissa juga bisa lolos dari mereka dan bertahan hidup.

__ADS_1


"bisa saja, tetapi tidak semudah itu yang mulia, jujur saja bila hamba bisa membantu membaca tulisan petunjuk ini, apa yang hamba bisa dapatkan?" tanya Carissa secara hati-hati, dia ingin lihat reaksi dari Damian terlebih lagi Leonard yang sempat murka padanya.


"hahahaha…kau pandai memanfaatkan situasi nona Carissa." balas Leonard tertawa dan melihat horor pada Carissa.


"hidup itu tidak mudah yang mulia? semua harus hidup pada porsinya masing-masing, sama seperti hamba saat ini, anda mengancam dan hamba hanya bisa membela dan mempertahankan diri saja." balas santai Carissa dengan wajah dinginnya.


Damian dan Verdian tersenyum tipis karena mendengar kata-kata jawaban dari Carissa untuk Leonard, karena tidak ada orang lain yang berani menjawab pertanyaan sang putra mahkota terus-menerus dengan bersikap santai, seperti yang di lakukan oleh Carissa saat ini.


"lalu apa maumu?" tanya Leonard menatap Carissa tajam.


'kena kau…ternyata kau juga penasaran bukan tentang petunjuk kunci ajaib ini? tetapi kenapa mereka tidak bisa mengerti dengan bacaan dari tulisan ini ya?' gumam Carissa dalam hatinya melihat ke arah Leonard, Damian dan Verdian secara bergantian.


"mudah yang mulia, hamba hanya ingin melihat buku anda dan pastinya kunci ajaib yang di maksudkan."


"tidak semudah itu nona Carissa." balas Verdian cepat karena masih terkejut, mungkin Carissa tidak tahu segalanya tentang kunci ajaib tersebut.


"kenapa begitu?" tanya heran Carissa melihat mimik cemas Verdian yang tiba-tiba, karena dari tadi Verdian hanya diam melihat secara tenang saja, sekarang tiba-tiba terlihat cemas.


"apa nona Carissa tidak tahu? atau di buku itu tidak tertulis apapun mengenai kunci ajaib itu?" tanya Verdian sekaligus pertanyaan yang mewakili Damian dan Leonard.


Carissa dengan cepat membaca kelanjutan bacaannya dari buku tersebut, dan dia terkejut membaca semua tentang kunci ajaib yang cukup mengerikan dan keramat, bagi mereka yang tidak di takdirkan untuk melihatnya?


Carissa melihat ketiga pria tampan yang ada di hadapannya secara bergantian, seraya menelan salivanya secara perlahan, mereka bertiga melihat intens Carissa.


"apa segitu mengerikannya kunci ajaib itu?" tanya tidak percaya Carissa melihat ketiga pria yang ada di hadapannya.


"tentu saja dan itu sudah terbukti." balas Verdian.


Carissa sekali lagi melihat tulisan dan membaca tentang kunci ajaib tersebut, bila orang yang melihat atau ingin menyentuh kunci ajaib tersebut tidak memiliki takdir bagus, atau berpegangan tangan dari pemilik buku asing ini, bisa mengalami kebutaan pada matanya, tubuh terbakar seketika, terkena kutukan, menjadi incaran para iblis golongan hitam, dan masih banyak lagi bencana kesialan dan kecelakaan yang bisa merenggut nyawa mereka yang nekat.


Nekat melihat atau menyentuh kunci ajaib tersebut tanpa takdir yang bagus walaupun sudah perpegangan tangan dengan si pemilik buku asing, masih bisa mengalami kesialan dan kecelakaan, terkecuali kunci ajaib tersebut sudah memiliki pengendalinya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2