DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
59. Pilihan Posisi Carissa.


__ADS_3

***Aula Pertemuan Istana Holmes***


Carissa kembali ke dalam tubuhnya di alam nyata, tubuh Carissa luruh jatuh bersimpuh pada lantai aula. Dengan sigap Sophie menopang tubuh Carissa yang jatuh bersimpuh agar tidak tergeletak di lantai.


Semua orang terkejut akan tubuh Carissa yang telah luruh ke lantai. Leonard, Damian dan Verdian dengan sigap ingin mendekati Carissa, tetapi di cegah oleh ke 4 wanita suci yang menjadi anak buah sang peramal suci. Ke 4 wanita tersebut berbaris di hadapan Carissa dan Sophie, menghalangi jalannya Leonard, Damian dan Verdian untuk mendekat.


"tetap di tempat kalian masing-masing…" ucap perintah sang peramal suci, kepada semua yang ingin mendekat.


Semua langsung terdiam di tempatnya masing-masing, saat mendengarkan perintah dari sang peramal suci.


"nona Carissa…apa kau baik-baik saja…?" tanya khawatir Sophie melihat keadaan Carissa.


Carissa perlahan membuka matanya, Carissa lega bisa melihat Sophie kembali, yang artinya dia sudah berada di alam nyata.


"aku baik-baik saja…hanya saja tubuhku sakit semua…"balasnya Carissa dengan nada formalnya pada Sophie.


"apa anda masih kuat melanjutkan acara ini…?" tanya Sophie, yang menyadarkan Carissa bahwa mereka ada di dalam aula pertemuan istana Holmes.


Carissa melihat ke sekelilingnya, dan dia melenguh karena dia masih berada di dalam aula pertemuan istana Holmes, untuk acara pemberkatan calon istri dan selir, putra mahkota dan para pangeran.


"tentu." jawabnya lalu berusaha bangun dari simpuhnya, Carissa benar-benar merasa sakit di sekujur tubuhnya.


Bagaimana tidak sakit? banyak serangan pria itu yang terkena pada tubuhnya, serangan yang sangat kuat dan cepat.Hingga untuk menghindar pun Carissa mengalami kesulitan.


Kini semua dapat melihat Carissa berdiri dengan tertatih, Carissa membuka penutup wajahnya. Dimana semua orang dapat melihat beberapa memar dan bercak darah pada sudut bibir Carissa?


"apa yang terjadi nona Carissa…?" tanya Leonard melihat terkejut wajah yang tadi cantik kini penuh lebam di pipi dan pelipis Carissa, serta ada bercak darah pada sudut bibirnya.


"terjadi pertarungan yang sangat sengit, dengan seorang pria dari kerajaan Darkness World." jawab Carissa yang membuat semua yang mendengarnya terkejut.


Begitu pun sang kaisar, yang pernah memiliki pengalaman bertarung dengan seseorang dari kerajaan Darkness World. Semua orang yang berasal dari kerajaan Darkness World, sangat kuat dan tangguh. Kaisar tidak percaya Carissa melawan salah satu pria yang berasal dari kerajaan itu


"apa kau baik-baik saja…?" tanya Damian dengan wajah khawatirnya.


"bersyukur hamba masih bisa hidup yang mulia, dan bisa kembali ke sini lagi." ucap Carissa menatap datar Damian, seraya mengelap bercak darah dari sudut bibirnya.


Dalam hati Carissa, tidak akan melupakan pria yang dia tidak tahu sama sekali bagaimana wajah dan namanya? Carissa akan membalasnya. Carissa masih tidak terima, karena pria arogan itu telah mengejek impian dan keinginannya.


"apa anda masih kuat melanjutkan acara ini? nona Carissa ." tanya Sophie sang peramal suci, yang sebenarnya juga khawatir pada Carissa.


"Callysta…apa kau masih kuat melanjutkan acara ini? aku bisa menundanya jika kau mau?" tanya Sophie yang benar-benar khawatir melalui telepatinya.


"tidak…aku baik-baik saja, lanjutkan acaranya dan cepat selesaikan. Aku ingin cepat keluar dari kerajaan ini, dan kau harus membantuku" balasnya Carissa melalui telepatinya.


Sophie diam-diam menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, karena melihat Carissa yang kuat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


"tolong lanjutkan acaranya…Dewi peramal suci." ucap Carissa melihat pada sang peramal suci.


"baiklah… putra mahkota dan pangeran kedua. Kalian sudah bisa melihat tanda apa yang kalian dapatkan…!!" ungkap sekaligus perintah sang peramal suci pada Leonard dan Damian.


Leonard dan Damian membuka perlahan telapak tangan kanannya yang mengepal kuat, mereka kini dapat melihat tanda apa yang mereka dapatkan? dan tahu pilihan takdir Carissa saat ini.


Leonard dan Damian saling memandang, sedangkan Verdian yang kebetulan ada di dekat mereka, juga dapat melihat tanda tersebut. Mereka bertiga melihat langsung pada Carissa.


Semua orang penasaran akan apa yang terjadi di hadapan mereka? mereka sangat ingin tahu siapa pilihan Carissa? yang menjadi pasangannya saat ini.


"hamba ucapkan terima kasih yang mulia…sejak pertama hamba masuk ke dalam istana ini, di saat tidak ada yang menerima hamba, dan di saat hamba dalam kesulitan dan di saat hamba butuh pertolongan anda selalu ada untuk hamba, karena sejak awal anda yang telah memilih hamba walau dengan rasa kasihan, hamba akan tetap bersama anda yang mulia pangeran kedua." ungkap Carissa apa yang menjadi alasannya? memilih Damian menjadi takdir pasangan hidupnya saat ini.


Carissa menatap lembut pada Damian yang juga melihatnya, Carissa memilih Damian karena Carissa lebih nyaman bersamanya dan berkomunikasi dengan Damian. Di bandingkan dengan Leonard sang putra mahkota, yang terkesan sedikit angkuh dan sering meremehkan Carissa.


Leonard berusaha menekan semua perasaan yang ia rasakan saat ini, hati Leonard kecewa dan cemburu melihat tatapan lembut Carissa pada Damian, cara tatapan Carissa yang tidak pernah mengarah padanya. Leonard sungguh merasa penolakkan Carissa semakin membuatnya ingin mendapatkan Carissa menjadi miliknya.


"terima kasih juga kau masih tetap bersama ku." balas Damian yang merasa bahagia dan lega di dalam hatinya, karena Carissa masih setia padanya. Carissa masih mau menjadi pasangannya yang ia pilih dari awal, dan tidak tergiur akan posisi putra mahkota yang menjadi pesaing terberatnya.


"terima kasih juga untuk anda yang mulia putra mahkota, terikat hubungan takdir bersama anda, adalah suatu kehormatan bagi hamba." ungkap Carissa seraya memberikan hormat anggunnya pada Leonard.


"tetapi hamba ingin belajar untuk setia, karena pangeran kedua yang telah memilih hamba sejak awal, jadi saat hamba juga boleh memilih, hamba akan tetap memilih bersamanya." ungkap Carissa mencoba tersenyum pada Leonard.


Hati Carissa tersentak melihat tatapan sedih Leonard, yang seketika mengingatkannya pada tatapan mata Antoni. Carissa masih menatap sorot mata Leonard yang menatapnya, seperti Antoni menatap sedih pada dirinya.


"baiklah…sudah diputuskan nona Carissa memilih pangeran kedua menjadi takdirnya saat ini. Jadi apa anda setuju nona Carissa menjadi istri sah anda yang mulia pangeran kedua?" tanya sang peramal suci melihat pada Damian.


Saat keputusan sang peramal suci menjadikan Carissa istri sah dari Damian, ada 4 wanita yang tidak setuju akan keputusan tersebut. Yang tidak lain adalah calon istri dan selir Damian. Mereka tidak rela posisi mereka yang sejak awal sudah ditetapkan, menjadi tersingkir karena takdir dari Carissa. Ke 4 wanita yang ada di belakang peramal suci mengepalkan tangan mereka kuat, menahan rasa kesal dan marahnya pada Carissa.


"tidak…hamba akan tetap pada posisi hamba menjadi selir ke 4 pangeran kedua. Karena takdir pilihan itu tidak akan merubah posisi hamba." ungkap Carissa yang membuat senang ke 4 wanita yang tadinya sudah kesal dan marah, karena posisi mereka yang terancam.


"bagaimana mungkin nona Carissa? takdir anda menjadi istri bukan selir." ungkap sang peramal suci tidak setuju.


"biarkan berjalan pada posisinya masing-masing, hamba mohon Dewi peramal suci." ungkap Carissa menekan panggilan pada Sophie.


"tolong jangan di perpanjang lagi Sophie…!! kalau aku menjadi istri sah pangeran kedua, bagaimana bisa aku di izinkan keluar dari kerajaan ini?" ungkap Carissa melalui telepatinya.


"baiklah…aku tahu kau mulai untuk merubah takdir mu ini." balas Sophie melalui telepatinya.


"tidak bisa…aku ingin Carissa Hubert menjadi istri sahku." ungkap Damian memberi keputusan.


Kali ini kedua wanita yang sedang berdebat melalui telepatinya, di buat terkejut akan keputusan Damian yang tidak di inginkan oleh Carissa. Sophie dan Carissa menatap pada Damian.


"tapi pangeran…tolong jangan merubah posisi hamba, menjadi selir sudah cukup bagi hamba." ucap Carissa berusaha mencegah keputusan Damian.


"wanita terkuat dari pesaingnyalah yang berhak mendapatkan posisi paling tertinggi, itu sudah aturan. Bila kau menentangnya, kau menentang titah kaisar." ucap Damian tidak ingin di bantah oleh Carissa.

__ADS_1


Damian melihat pada kaisar yang duduk memperhatikan mereka di atas singgasananya.


"maaf yang mulia kaisar…apa ucapan hamba benar atau salah?" ungkap Damian bertanya pada sang kaisar.


"itu benar…wanita terkuat yang lebih berhak menempati posisi tertinggi." balas Kaisar dengan terseyum, sang kaisar tahu bila sang putra keduanya meminta dukungan darinya.


"kalau begitu Carissa harus menjadi putri mahkota, karena posisi hamba yang paling tinggi, wanita terkuat akan menempati posisinya yang paling tinggi, yaitu posisi putri mahkota Holmes." ungkap Leonard menatap Damian dan kaisar secara bergantian.


Carissa dan semua yang ada di sana terkejut akan ucapan Leonard, terlihat jelas Leonard mulai lepas kendali dari gejolak perasaan yang dia rasakan.


"apa hamba salah yang mulia kaisar ?" tanya Leonard menatap pada sang Kaisar.


Kaisar dapat melihat Leonard juga menginginkan Carissa dan dukungan darinya. Kaisar terdiam sejenak, dia harus hati-hati menentukan keputusannya karena menyangkut kedua putranya. Kaisar menatap sejenak pada permaisuri, sekiranya permaisuri memiliki saran.


"tidak putra mahkota…kau sangat benar sekali, wanita terkuat berhak menempati posisi putri mahkota, tetapi pilihan kembali ada pada nona Carissa, agar semuanya tidak salah paham. Bagaimana nona Carissa…?" tanya permaisuri tersenyum penuh arti ke arah Carissa.


"tentu saja yang mulia permaisuri, hamba akan tetap pada posisi menjadi selir ke 4, anda setujukan yang mulia pangeran kedua?" tanya Carissa melangkah mendekati Damian.


Dengan diam-diam dan perlahan, Carissa menggenggam erat tangan Damian yang ada di sampingnya berdiri, yang membuat Damian melihat pada Carissa.


"tolong setujui dan jangan memperkeruh Keadaan." bisik Carissa pada Damian.


"apa hadiah buat ku bila aku setuju?" ungkap Damian terseyum pada Carissa yang merengutkan alisnya melihat Damian.


"tidak ada hadiah…tetapi hamba akan setuju menjadi putri mahkota, bagaimana…?" ancam Carissa terseyum pada Damian dan mengeratkan genggaman tangannya.


"silahkan bila kau menginginkannya." bisik Damian membalas yang tidak ingin kalah dari ancaman Carissa.


"baiklah…kalau anda sudah mengizinkannya." ucap Carissa dengan melepaskan genggamannya.


Semua curiga melihat Damian dan Carissa berbisik-bisik, ada yang suka dan ada yang tidak suka. Sedangkan Leonard menatap tidak suka pada genggaman tangan yang Carissa dan Damian lakukan. Lain halnya permaisuri yang tersenyum, karena memang curiga pada hubungan dekat Damian dan Carissa.


Damian sangat suka saat Carissa memegang tangannya, ada rasa nyaman yang dia rasakan. Damian lebih suka bila sedang menggoda Carissa, karena Damian sudah terbiasa akan pergerakan Carissa yang tiba-tiba, Damian nyaman dan suka akan semua hal yang di lakukan oleh Carissa padanya.


Damian tidak akan rela melepaskan Carissa saat ini, karena hatinya merasakan sesuatu saat tangan mereka saling menyentuh.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2