
***Kerajaan Darkness World***
…Area Pertarungan…
Cahaya terang dan angin kencang dari semburan Api Petir sang selir agung, perlahan meredup. Kini semuanya aman terkendali, suasana pada area pertarungan sedikit kacau akibat angin kencang yang di timbulkan.
Nafas sang selir agung terengah-engah karena kehabisan cukup tenaga, akibat semburan Api Petir yang ia keluarkan. Namun Batu Kehidupan nampak tidak tergores sedikitpun, masih tetap berdiri kokoh pada tempatnya.
Terdengar keriuhan dari semua orang yang hadir di area pertarungan tersebut, mereka semua dapat menghindari kekuatan angin yang menerpa mereka. Kini mereka dapat melihat jelas dan hanya tanah pada area pertarungan yang terlihat hancur akibat semburan Api Petir. Sedangkan Batu Kehidupan masih tetap kokoh pada tempatnya, tanpa goresan sedikitpun.
Mereka semua saling melihat, mereka kini dapat menyaksikan bagaimana kekuatan dari sebuah Batu Kehidupan yang terkenal akan ke sakralannya? Kini mereka juga percaya jika Batu Kehidupan adalah benda langit yang tidak tersentuh oleh kekuatan apapun.
Pasukan dari Carissa Hubert sang pengendali tersadar jika junjungan mereka tidak terlihat di sekitar area pertarungan. Mereka saling memandang satu dengan yang lainnya, mereka tetap tidak dapat melihat Carissa sang pengendali.
Begitu juga pangeran Hayden Key terlihat khawatir pada Carissa. Namun di saat ada pergerakan dari sebuah jubah, mereka kini dapat melihat dua orang yang ada di dalam jubah hitam besar milik raja Azura Rayman. Terlihat jelas sang raja tengah memeluk seseorang, dan itu adalah Carissa.
Tatapan mata Carissa dan Azura kini bertemu begitu jubah besar Azura menyingkir dari mereka. Carissa hanya diam tanpa bicara.
"Apa kamu baik baik saja?" Tanya Azura pada Carissa yang hanya diam memandang padanya.
"Iya." Angguknya.
Mereka semua yang hadir kini tertuju pada Carissa yang masih ada di dalam pelukan raja Azura. Begitu hangat dan terlihat sangat melindungi, terlihat selayaknya seperti seorang pria melindungi wanita yang sangat ia cintai.
Pangeran Hayden Key, pangeran Damian dan putra mahkota Leonard mengepalkan tangannya kuat, karena menahan rasa cemburu ketika melihat wanita yang mereka sayangi dan inginkan berada di dalam pelukan raja Azura Rayman. Seorang pria berkuasa yang cukup pantas menjadi saingan mereka bertiga dalam mendapatkan cinta Carissa.
Sedangkan yang terjadi pada Carissa dan Azura Rayman, cukup membuat risih Carissa. Pasalnya kedua lengan Azura tidak lepas saat memeluk tubuhnya. Namun Azura tidak nampak melakukan gerakan apapun untuk melepaskan pelukannya dari Carissa.
"Apa bisa lepaskan pelukkan mu?" Tanya Carissa sedikit menekan kata katanya.
Azura tersenyum memandang wajah cantik yang ada di hadapannya itu.
"Kenapa? Bukankah pelukan ku sangat nyaman?" Tanya balik Azura dengan senyum yang menggoda.
Carissa mengerutkan keningnya melihat heran ke arah Azura, bisa bisanya di saat seperti ini dia mengatakan hal yang tidak penting bagi Carissa.
"Kau lepaskan sendiri, atau aku akan memaksa mu." Ucap Carissa memberikan pilihan pada Azura. Namun bukan Azura Rayman yang akan melepaskan Carissa begitu saja, dia sungguh merasa senang dan nyaman menggoda Carissa yang terlihat kesal padanya.
"Setidaknya kau harus berterima kasih padaku, karena aku sudah melindungi mu." Ucap Azura masih dengan senyum menggodanya.
Semua dapat melihat senyuman itu, dan pelukkan Azura yang tidak ingin lepas sama sekali. Membuat tiga pria pada bangku penonton semakin geram di buatnya, ingin rasanya mereka bertiga mendekati Carissa dan Azura untuk melerai mereka berdua.
"Aku tidak pernah meminta padamu untuk kau lindungi." Balas Carissa.
"Aku pikir kau orang yang tahu rasa terima kasih, ternyata tidak sama sekali. Ayolah sayangku, setidaknya katakan terima kasih. Maka akan aku lepaskan dirimu." Balasnya dengan senyum yang terlihat menggoda. Azura Rayman sangat senang menggoda Carissa saat ini.
__ADS_1
Carissa sangat tahu siapa Azura Rayman? sangat mengenal darinya. Perlahan dia menghela nafasnya untuk menetralkan perasaannya, dia tidak ingin memperpanjang masalah tersebut. Lebih baik mengalah dan mengikuti keinginan raja Azura agar dirinya cepat terlepas dari pelukannya. Itu lebih baik, dari pada lebih lama lagi menjadi tontonan banyak orang yang hadir di sana.
"Terima kasih." Balas Carissa pada akhirnya.
Bukannya menjawab, Azura nampak mengerutkan keningnya melihat heran Carissa.
"Tersenyum dan bersikap ramahlah sedikit. Kau mengatakan rasa terima kasih, seperti tidak memiliki keikhlasan sedikitpun." Balasnya, yang sukses membuat Carissa terheran-heran sekaligus sedikit kesal.
"Terima kasih." Balas Carissa dengan berusaha tersenyum ramah dan seikhlas mungkin.
"Nah ini baru senyum yang begitu manis dan nyaman untuk di pandang mata." Ucapnya, lalu dengan cepat melepaskan pelukannya dari tubuh Carissa.
Azura tahu senyuman itu bukanlah senyum yang cukup ramah dari bibir Carissa, senyum itu adalah senyuman dengan sedikit ancaman untuknya. Jika dia bertahan pada akan pelukkan tersebut, sudah di pastikan tindakankan tegas akan di lakukan oleh Carissa dengan secepat mungkin.
Begitu pelukan keduanya terlepas, Carissa sedikit merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. Sedangkan Azura membalikkan tubuhnya menghadap ke arah selir agung yang terlihat masih terengah-engah karena kelelahan.
"Apa kau sudah puas?" Tanya Azura dengan pandangan yang cukup tajam dan dingin mengarah kepada selir agung yang menatapnya tajam membunuh.
"Kau berani melawan dan menentang kaisar Neraka. Tidak akan aku maafkan." Balas selir agung dengan wajah yang penuh akan amarahnya.
Gerakkan cepat selir agung dengan pedangnya ingin menebas raja Azura Rayman. Namun pedangnya tertahan oleh sebuah kekuatan yang menghentikan gerakannya. Mereka tahu siapa yang telah berbuat seperti itu? Kekuatan dari kaisar Hayden Pris.
Sontak selir agung membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah kaisar Hayden Pris, tatapan datar kaisar menatap sang selir agung.
"Ini penghinaan untuk kaisar Yuma Gruffin. Apakah aku harus diam saja?" Tanyanya balik dengan raut wajah yang kesal.
"Apa kau masih tidak mengerti, Apa itu Batu Kehidupan? Apakah Batu Kehidupan itu sengaja menghina kaisar Yuma Gruffin? Kau tentu tahu jika kaisar Yuma Gruffin juga mengakui kekuasaan dan kekuatan Batu Kehidupan itu." Ucap kaisar terlihat tenang.
Selir agung terlihat kesal dan semakin marah, namun kaisar Hayden Pris tahu harus berbuat seperti apa?
"Jika kau melanggar aturan dari pertandingan ini, itu artinya kau mengaku kalah." Tunjuk kaisar dengan tatapan yang cukup tajam. Dia harus bersikap tegas pada selir agung yang selalu bertindak semaunya.
Selir agung mengepalkan kuat tangannya, dia kesal dan marah pada sikap kaisar yang tidak mendukungnya sama sekali. Namun apa yang di katakan oleh kaisar mengenai Batu Kehidupan dan kaisar Yuma Gruffin yang mengakui Batu itu? adalah benar. Tidak ada alasan lagi untuk selir agung bersikap menentangnya.
Selir agung menyimpan kembali pedangnya dengan kesal dan amarah yang ia tahan.
Semua diam tanpa suara, namun pertandingan harus segera di lanjutkan. Carissa sendiri yang belum menyampaikan jawabannya untuk pertanyaan ketiga.
"Lanjutkan pertandingannya." Perintah tegas kaisar Hayden Pris.
"Baik yang mulia." Balas pengawal bayangannya dengan sikap hormat.
"Silahkan putri Carissa, berikan jawaban anda saat ini." Ucap sang pengawal bayangan kaisar.
Carissa yang mengerti, melangkah mendekati Batu Kehidupan dengan di ikuti oleh tatapan tajam dari selir agung. Namun Carissa hanya bersikap biasa dan cuek saja, dia terus melangkah mendekati Batu Kehidupan itu.
__ADS_1
Carissa menyentuh Batu Kehidupan sembari mengucapkan jawabannya.
"Kemenangan. Menurutku, kemenangan adalah simbol dari kekuatan. Sekuat apapun seseorang? Jika dia kalah, dia bukanlah orang yang terkuat. Sebaliknya selemah apapun seseorang? Jika dia menang, dia adalah orang yang terkuat." Jawaban yang Carissa ucapkan.
Begitu Carissa melepaskan tangannya dari Batu Kehidupan tersebut, cahaya terang kembali memenuhi seluruh Batu itu yang artinya Carissa mendapatkan nilai 100%.
Semua orang tercengang, Carissa Hubert sang pengendali mendapatkan nilai mutlak 100% berturut-turut. Kecerdasan dan kejeniusan sang pengendali dapat mengalahkan kejeniusan dari permaisuri Princella Odella.
Selir agung semakin marah dan membenci Carissa sang pengendali, yang dapat dengan mudah mengalahkannya dari segi ilmu pengetahuan. Namun dia tidak boleh kalah dalam pertarungan fisik dan kekuatan nanti. Itulah yang ada di dalam pikiran sang selir agung, dia ingin menghancurkan Carissa.
"Baiklah, dengan ini. Putri Carissa sang pengendali adalah pemenangnya." Ucap sang pengawal bayangan kaisar Hayden Pris.
"Pertandingan hari ini sudah selesai. Pertarungan fisik dan kekuatan akan di lakukan besok. Silahkan kepada ketiga petarung untuk mempersiapkan diri." Ucapnya menutup pertandingan hari ini.
Selir agung yang masih terlihat marah kembali kepada pasukkannya, dan segera berlalu pergi dari area pertarungan tersebut. Permaisuri mendekati Carissa dengan senyum di bibirnya. Dia terkesan akan kecerdasan dan kejeniusan Carissa yang dapat mengalahkan dirinya.
"Selamat putri, atas kemenangan anda." Ucap permaisuri dengan senyum tulus pada wajahnya.
"Terima kasih, yang mulia." Balas Carissa dengan senyum tipis namun tulus.
Dia belum percaya sepenuhnya, jika dirinya lah yang menjadi pemenang di dalam pertandingan hari ini. Semua jawaban yang ia katakan, semua adalah pemikiran biasa saja baginya. Siapapun pasti dapat memberikan jawaban seperti yang ia lakukan? Namun mengapa keduanya mempersulit jawaban mereka berdua?
Itu yang Carissa pikirkan saat ini. Ada apa dengan dunia ini?
Setelah memberikan ucapan selamat, permaisuri berlalu pergi dari tempat itu bersama pasukkannya, karena sang kaisar juga sudah pergi dari tempatnya. Beberapa orang juga membubarkan dirinya, tidak ada yang bisa mereka lihat lagi.
"Putri, ayo kita kembali!!" Ajak Wakiza Orchid yang menyamar dengan wajah lainnya. Dia datang untuk menjemput Carissa.
Carissa hanya diam melihat ke arah Wakiza Orchid yang ada di sampingnya.
"Kau memang wanita jenius yang aku kenal sejak dulu. Aku yakin kau dengan mudah memenangkan pertandingan hari ini." Ucap raja Azura Rayman datang mendekat.
Wakiza Orchid segera berdiri di hadapan Carissa. Dia segera waspada untuk melindungi Carissa, karena dia tidak mengetahui Azura ada di pihak yang mana?
Raja Azura tersenyum akan tindakan Wakiza Orchid yang terlihat sigap dan cepat dalam bergerak. Raja Azura Rayman dapat merasakan aura kuat dan sedikit berbeda pada kekuatan tubuh Wakiza Orchid. Azura tersenyum melihat mata Wakiza, dia tahu jika Wakiza sama seperti dirinya dan Carissa. Seseorang yang bukan berasal dari dunia ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1