
***Medan Perang***
Tatapan penuh akan cinta dari sorot mata Calavera Negra, masih melihat pria tampan sang pujaan hatinya. Sedangkan tatapan tajam penuh amarah kaisar Wakiza Orscid, menatap dingin wanita yang dengan lancang telah mencuri ciuman darinya.
Darah yang terus mengalir dari tusukkan pedang sang kaisar pada perut Calavera Negra, tidak membuatnya sekarat ataupun tewas. Dengan santai dia melihat dan menutup perutnya yang terluka dengan telapak tangan kanannya, pendarahan yang terjadi kini sudah dia hentikan.
Dengan begitu ajaib, luka dan darah yang tadi terlihat jelas kini sudah tidak ada. Senyum manis Calavera Negra masih mengembang di bibirnya, menatap sang kaisar yang terlihat tidak puas dengan apa yang dia lihat saat ini?
"pedangmu tidak akan bisa melukai ataupun membunuh ku, sayang. Sekarang aku adalah milikmu, apakah kau juga bisa menjadi milik ku?" tanya Calavera Negra menatap kaisar Wakiza Orscid dengan penuh binar cinta.
"jangan berharap apa yang kau inginkan? akan terwujud." jawab tegas kaisar Wakiza Orscid.
"kau menolak ku ! kau kejam sekali padaku." ucapnya sedikit merajuk, dengan mimik yang terlihat sedih.
Kaisar Wakiza Orscid, sudah tidak tahan lagi dengan permainan yang di lakukan oleh siluman tengkorak hitam yang ada di hadapannya itu.
"apakah kau yakin tidak menyukaiku setelah ciuman kita tadi?" ucap Calavera Negra dengan sikap manjanya.
Kaisar Wakiza Orscid bukannya luluh, tetapi bertambah muak akan sikap yang di tunjukkan oleh siluman wanita yang ada di hadapannya tersebut. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia menghadapi seorang musuh yang seperti siluman wanita itu, sangat centil, cerewet dan tidak tahu malu.
Tanpa di sadari oleh sang kaisar, jika rasa cinta yang di tunjukkan oleh Calavera Negra adalah benar dan tulus. Dirinya benar-benar telah jatuh cinta kepada kaisar Wakiza Orscid, sang penguasa kerajaan Colina Santa. Siluman tengkorak hitam Calavera Negra, kini telah memutuskan untuk menyerahkan seluruh cinta dan hidupnya hanya untuk kaisar Wakiza Orscid.
Kaisar Wakiza Orscid masih tidak percaya, kalau siluman tengkorak hitam tersebut berasal dari Lembah Kematian, dia masih menganggap jika sang siluman adalah salah satu pasukkan dari kerajaan Darkness World. Tuduhan dan kecurigaan sang kaisar adalah salah, karena siluman tengkorak hitam Calavera Negra benar-benar berasal dari Lembah Kematian.
"jangan banyak bicara kau, kau akan mati di tangan ku." ucap kaisar Wakiza Orscid yang sudah merasa sangat muak dengan sikap siluman tengkorak hitam.
Kaisar Wakiza Orscid menyerang Calavera dengan semburan elemen api dan elemen petirnya secara bersamaan. Calavera bisa menghindar dengan berteleportasi ke arah belakang tubuh kaisar Wakiza Orscid.
Dengan santai dan lembut Calavera menepuk bahu belakang sang kaisar. Dengan cepat kaisar Wakiza Orscid mengayun pedangnya memutar ke arah belakang, dengan cepat pula Calavera menghindar menggunakan peringan tubuhnya. Dia berdiri melayang di atas ujung pedang sang kaisar, dengan senyum manisnya masih menatap sang kaisar yang terlihat marah dan garang ke arahnya.
Kaisar Wakiza Orscid menyerang dengan semburan elemen apinya sembari menarik pedangnya. Calavera dapat menghindar dengan salto berkali-kali ke arah belakang, gerakkan lincah Calavera terus menghindar dari semua serangan yang di lakukan oleh sang kaisar. Dengan sesekali Calavera berpindah tempat dan menghilang dengan kekuatan teleportasinya.
Kaisar Wakiza Orscid menyadari itu, dia tahu siluman wanita tengkorak hitam bisa berteleportasi. Itu adalah kekuatan yang sangat menyebalkan bagi kaisar, karena tidak akan tahu kemana pergerakan lawan.
'dia bisa berteleportasi, sangat merepotkan sekali.' gumam kaisar Wakiza Orscid di dalam hatinya.
"apa kau tidak lelah untuk menghindari semua serangan ku? tanpa melawan untuk menyerang ku?" ucap tanya kaisar Wakiza Orscid terengah karena sedikit lelah menghadapi Calavera yang sangat lincah dalam bergerak.
__ADS_1
"sudah aku katakan, aku tidak akan menyerang dan melukai dirimu. Aku sudah memilihmu untuk memiliki diriku. Jadi untuk apa aku menyerang dan melukai dirimu." jawab Calavera dengan pandangan jauh di belakang sang kaisar. Calavera dengan cepat melakukan teleportasi ke arah kaisar Wakiza Orscid.
Sebuah serangan dari kaki raksasa mengarah pada sang kaisar dari arah belakang. Bertepatan dengan bergulingnya dua tubuh yang jatuh ke atas tanah. Calavera melakukan teleportasi dan segera memeluk tubuh sang kaisar untuk menghindari injakan kaki raksasa yang menyerangnya dari arah belakang.
Tubuh Calavera kini berada tepat di atas tubuh kaisar Wakiza Orscid, mereka berdua dapat menghindari injakan kaki raksasa dengan tepat waktu. Calavera menatap wajah yang tepat ada di bawahnya.
"apa kau baik-baik saja?" tanya Calavera dengan wajah khawatirnya menatap sang kaisar.
"apa yang kau lakukan?" tanya balik sang kaisar.
"apa kau tidak lihat serangan kaki raksasa itu." tunjuk Calavera ke arah raksasa yang ada di samping mereka.
Kaisar Wakiza Orscid sebenarnya tahu itu, tetapi yang menjadi masalah dari sang kaisar adalah, untuk apa Calavera membantunya menghindari serangan dari raksasa tersebut?
"aku tahu, tetapi tindakkan mu itu sangat bodoh." ucap sang kaisar sembari menyerang Calavera dengan sebuah belati, yang bisa di tahan oleh Calavera tetapi ujung belati sudah menusuk lehernya.
"apa yang kau lakukan?" tanya tertahan Calavera.
"tentu saja untuk membunuh mu."
Calavera mengerutkan alisnya melihat ke arah kaisar Wakiza Orscid, dia masih berusaha menahan belati yang dia yakini sudah di lumuri dengan sebuah racun. Calavera sebenarnya tidak akan bisa terluka apalagi mati hanya dengan senjata biasa, kecuali pedang kembar keramat milik sang pengendali dan senjata yang sudah di lumuri oleh sebuah racun.
Calavera dengan cepat berteleportasi untuk menghindari belati racun sang kaisar, agar tidak tertancap lebih dalam lagi. Calavera berdiri tidak jauh dari kaisar Wakiza Orscid sembari memegangi lehernya yang terluka, Calavera menatap sedih ke arah kaisar Wakiza Orscid yang sedang berdiri dari tempatnya jatuh.
"begitu inginnya kau membunuhku yang telah menyelamatkan mu?" tanya Calavera dengan tatapan sedihnya.
"aku tidak pernah meminta padamu untuk menyelamatkan aku." jawab sang kaisar dengan senyum liciknya. Senyum yang membuat Calavera semakin tertarik dan senang melihatnya. Ini untuk pertama kalinya dia melihat senyum dari sang kaisar, walaupun hanya senyum licik yang ia tampilkan, tetapi bisa membuat sedikit kesedihannya terobati.
"baiklah…asal kau bisa senang, silahkan kau lakukan. Tetapi setelah kau mengalahkan raksasa itu." tunjuk Calavera ke arah raksasa yang mulai bergerak ingin menginjakkan kakinya di atas kepala kaisar Wakiza Orscid.
Calavera hanya diam saja melihat raksasa dan sang kaisar saling menyerang. Kaisar Wakiza Orscid menggunakan kedua kekuatan elemennya untuk menyerang secara bertubi-tubi, berusaha menumbangkan raksasa tersebut. Dengan pedang yang ia salurkan kekuatan elemen petir dan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya, sang kaisar berhasil menebas kedua kaki raksasa, yang langsung jatuh mengenai beberapa manusia iblis di belakangnya.
Dengan gabungan kekuatan dua elemen dan kekuatan spiritual dalam tubuhnya, kaisar Wakiza Orscid membakar tubuh raksasa yang ada di hadapannya, sampai akhirnya tewas. Kekuatan kaisar Wakiza Orscid memang tidak dapat di pandang sebelah mata. Calavera Negra tersenyum puas melihat pria pujaan hatinya dapat mengalahkan raksasa tersebut.
"kau cukup kuat sayang…aku terkesan." ucap Calavera dengan senyum puasnya.
"kini giliran mu yang akan aku musnahkan." tunjuk sang kaisar dengan pedangnya ke arah Calavera.
__ADS_1
"ternyata kau masih menganggap aku musuh, harus dengan apa aku membuktikan kalau aku bukanlah musuhmu?" ungkap Calavera.
Kaisar Wakiza Orscid melihat kejujuran dari sorot mata Calavera, diapun ingin menguji dan membuktikan apa yang di katakan oleh Calavera?
"bila kau benar ada di pihakku, buktikan dengan cara menyerahkan kepala siluman ular yang ada di sana." tunjuk kaisar Wakiza Orscid ke arah siluman ular yang ada tidak jauh dari tempat mereka.
Siluman ular yang sedang melawan salah satu pengawal pribadi sang kaisar dan beberapa pasukkan kesatria. Calavera melihat sejenak ke arah siluman ular tersebut, lalu beralih kembali melihat ke arah kaisar Wakiza Orscid.
"baik, kalau itu yang kau inginkan." jawab Calavera setuju.
Calavera dan kaisar Wakiza Orscid saling memandang, dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Dia menghilang berteleportasi ke tempat siluman ular yang sedang saling menyerang dengan para kesatria.
Apa yang di minta oleh kaisar Wakiza Orscid? adalah ujian bagi Calavera untuk membuktikan semua ucapan yang ia katakan. Dengan senang hati Calavera melakukannya, walaupun kekuatannya sedikit berkurang karena pengaruh dari racun yang dia dapat dari tusukkan belati kaisar Wakiza Orscid.
Calavera kini sudah berdiri tepat di atas kepala siluman ular, yang membuat pergerakan siluman ular dan para kesatria terhenti tiba-tiba.
"apa yang sedang kau lakukan siluman tengkorak hitam, turun dari atas kepalaku." ucap siluman ular marah karena tingkah laku Calavera.
"maafkan aku siluman ular, kita bukanlah teman yang saling mengenal." jawab santai Calavera, sembari mengimbangi tubuhnya dari gerakkan kepala siluman ular tersebut.
Semua mata para kesatria dan juga kaisar Wakiza Orscid, dapat melihat dan mendengar percakapan antara siluman ular dan Calavera. Para kesatria yang ada di sana melihat Calavera adalah wanita yang super cantik dan seksi, bukanlah seorang siluman tengkorak hitam seperti yang di tuduhkan oleh siluman ular.
"apa maksudmu siluman tengkorak hitam, kita adalah sama-sama siluman walaupun kita bukanlah teman. Jadi sebagai sesama siluman, kita harus saling membantu dalam perang ini." jawab siluman ular dengan terus bergerak untuk menjatuhkan Calavera.
Semua gerakan yang di lakukan oleh siluman ular tersebut hanyalah sia-sia saja. Calavera berdiri tegak tanpa bergerak sedikitpun dari atas kepala siluman ular tersebut.
"cepat turun dari atas kepalaku sebelum aku marah padamu !" perintah siluman ular kepada Calavera.
"jangan pernah memerintah ku siluman rendahan !" bentak Calavera dengan tegas.
Mimik wajah Calavera kini telah berubah menjadi datar dan dingin, melihat ke arah kepala siluman ular tersebut. Dia paling tidak suka di perintah oleh sembarang orang apalagi siluman rendahan? yang kekuatannya tidak sebanding dengan dirinya. Siluman tengkorak hitam yang berasal dari Lembah Kematian, yang berada pada level tertinggi yaitu level 7 berwarna gold.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.