
***Kerajaan Darkness World***
Carissa bergerak cepat dan mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk proses persalinan. Sebelumnya Carissa telah memberikan sebutir vitamin buatannya kepada ibu yang akan ia bantu dalam proses persalinannya.
Carissa memasangkan selang dan cairan infus melalui punggung tangan sang ibu. Beberapa suntikkan obat dan anti biotik di berikan untuk mencegah bayinya keracunan air ketuban serta terinfeksi.
Semua persiapan telah siap, Carissa mengatur nafasnya sejenak sebelum mengambil tindakan.
"Kamu pasti bisa Carissa." Ucap Shopie memberikan sebuah dukungan pada sahabatnya itu.
Sedangkan seorang anak yang berada di pojok ruangan, hanya duduk diam sembari menyantap roti yang ada di tangannya dan melihat semua yang tengah di lakukan oleh Carissa.
Hati anak itu tenang dengan sesekali tersenyum tipis, melihat Shopie dan Carissa sedang berjuang bersama untuk membantu ibu dan adiknya. Anak itu bersyukur, akhirnya dia, ibu, dan adiknya mendapatkan bantuan dari orang yang benar-benar tulus kepada mereka.
Tanpa banyak bertanya dan curiga kepada mereka sama sekali. Khususnya Carissa yang yang dengan cepat mengambil keputusan dan tindakan tanpa banyak berpikir untuk membantu ibunya.
"Baiklah…ayo kita mulai." Ucapnya setelah selesai mengatur nafasnya.
"Nyonya, maaf…saya akan mulai memeriksa bagian bawah anda, untuk melihat sudah bukaan berapa?" Ucap Carissa meminta izin terlebih dahulu.
Ibu itu hanya mengangguk di sela sela menahan rasa sakitnya yang tidak dapat dia tahan lagi.
Carissa mulai melakukan periksaan, dan ternyata bukaannya sudah lengkap. Dapat ia rasakan sesuatu yang lunak di dalam sana, dan ia rasa itu adalah kepala bayinya.
"Nyonya, bukaan anda sudah lengkap. Jika sakit yang tidak dapat di tahan datang. Bantu bayinya untuk turun dan keluar. Dorong dan mengedanlah sekuat anda bisa, apa nyonya mengerti?" Tanya Carissa melihat ke arah mata ibu itu yang melihatnya juga, dan mengangguk tanda mengerti.
Begitu rasa sakit yang teramat datang menyerang, ibu itupun merasakan jika dirinya di ajak untuk mendorong dan mengedan kuat. Carissa tahu saat melihat kontraksi pada perut sang ibu.
"aaakkkkkk…eemmmmm…!!" Suara sang ibu berusaha mendorong bayinya untuk segera keluar. Namun sepertinya ibu ini kesulitan, itulah yang ada dalam pikiran Carissa sebab posisi bayinya tidak banyak bergerak.
"Terus nyonya, yang kuat dan lebih kuat lagi." Ucap semangat Carissa pada sang ibu.
Ibu itupun terengah-engah akibat lelah mengedan. Sang ibu segera mengatur nafasnya, agar stabil kembali. Carissa dan Shopie saling melihat, Shopie tahu dari tatapan mata Carissa jika ada sebuah masalah.
Namun Shopie hanya bisa diam tanpa komentar, karena Carissa lebih tahu dan mengerti apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
"Nyonya, anda harus kuat demi bayi anda yang ingin segera lahir." Ucap Carissa memberikan semangat pada sang ibu.
"Iya. Terima kasih, semuanya akan berjalan dan terjadi seperti seharusnya terjadi. Mengikuti takdir yang sudah di takdirkan pada kita semua. Terima kasih telah datang." Ucap ibu itu dengan senyum tulus serta hangat pada wajah pucatnya yang penuh akan peluh.
Shopie dan Carissa terdiam, ini untuk pertama kalinya mereka mendengar suara dan perkataan panjang lebar dari ibu tersebut. Setelah sekian lama hanya diam dan menjawab dengan singkat.
__ADS_1
Mereka berdua tahu, ada maksud di balik perkataan sang ibu. Apakah harus mereka tanyakan?
"Kelahiran anak ini akan sangat berguna dan berharga untukmu, putri…" Ucap sang ibu.
Sukses membuat Shopie dan Carissa terkejut, bagaimana ibu itu tahu jika Carissa adalah seorang putri. Padahal wajahnya sudah di tutupi, dan mereka sudah menyamar dengan menggunakan pakaian pria. Apakah suara mereka yang tidak di rubah masih dapat di kenali sebagai seorang perempuan?
"Begitu ia lahir, kami akan resmi menjadi pengikut setia mu, putri…Terima kasih." Ucap sang ibu lagi.
"Apakah nyonya tahu siapa kami?" Tanya Shopie mewakili mereka.
"Tentu saja. Ini sudah takdir seperti yang kalian berdua lihat beberapa saat yang lalu. Penglihatan itu adalah nyata, semuanya sudah di takdirkan akan terjadi seperti seharusnya." Balas sang ibu.
"Putri…Lihatlah, apakah bayiku akan segera keluar atau belum saatnya?" Ucap sang ibu seakan memberikan sebuah perintah atau permintaan.
Tanpa menjawab ataupun mengatakan sesuatu, Carissa melihat di balik paha sang ibu. Terlihat ujung kepala bayi dengan warna rambut pirang seperti sang ibu dan kakaknya.
"Bayinya sudah ada di bawah, dan akan segera keluar. Jika rasa sakitnya datang, doronglah dengan kuat, nyonya…!!" Perintah Carissa melihat ke arah mata sang ibu.
Ibu itu berusaha tersenyum, sorot mata sang ibu terlihat tulus dan hangat.
"Tolong sentuhlah kepala bayiku, agar aku dapat merasakan kehadirannya." Pinta sang ibu kepada Carissa.
Carissa mengangguk mengerti, lalu melakukan permintaan tersebut. Saat ujung jari Carissa menyentuh ujung kepala bayi, ada sebuah kehangatan dan kilatan cahaya dari ujung kepala sang bayi. Carissa melihat dengan intens, lalu beralih sejenak melihat ke arah ibu tersebut.
"Pejamkan matamu sejenak." Pinta sang ibu pada Carissa.
Carissa melakukannya. Ia memejamkan matanya sejenak, dan membukanya setelah ada suara yang mengatakan untuk membuka matanya.
"Bukalah matamu, putriku…!!" Ucap suara seorang pria yang Carissa dengarkan.
Carissa membuka matanya, kini di hadapannya adalah tempat yang berbeda. Bukan lagi di dalam gubuk reot yang kapan saja bisa roboh. Carissa melihat ke sekitarnya, tempat yang cukup aneh.
Sebelah kirinya ada gunung dengan sungai lahar panas yang terlihat meletup-letup. Sebelah kanannya ada gunung indah penuh tanaman dengan sungai yang sangat jernih. Di Belakangnya ada wilayah gersang, gelap dan terlihat angker. Sedangkan di hadapannya ada sebuah lembah gunung yang indah, di penuhi oleh beberapa awan serta pelangi. Seperti dunia langit yang sangat bersih dengan air terjun yang terlihat berkilau, jernih dan indah.
Di atas Kepalanya terlihat langit dengan 5 warna yaitu putih, hitam, merah, abu, dan emas. Sedangkan di bawah kakinya ada tanah yang terasa lunah seperti menginjak rerumputan yang berwarna hijau dan putih.
Sedangkan di hadapannya telah berdiri 5 orang yang tidak ia kenali. '**si**apa mereka?' Itulah pertanyaan yang ada di dalam benak Carissa.
"Kami semua adalah keluargamu, putriku…!!" Jawab pria yang memiliki kharisma dan usia yang sama seperti kaisar Hayden Pris.
Carissa dapat merasakan jika ke 5 orang di hadapannya adalah orang-orang baik yang tidak memiliki kekuatan jahat.
__ADS_1
Carissa tidak menjawab pria tersebut, karena matanya melihat intens pada dua orang yang membuat jantungnya berdetak cepat.
Seorang wanita cantik yang memiliki kemiripan dengannya, bentuk tubuh, warna rambut dan matanya sama persis seperti Carissa, dan satu pria paruh baya yang memiliki warna rambut dan mata sama seperti dirinya juga.
Seketika ada perasaan yang aneh di rasakan oleh Carissa saat ini. Wanita yang di tatap oleh Carissa seakan tahu apa yang sedang di pikiran olehnya.
"Putriku…Kamu begitu cantik, putri kecilku…sayangku…!!" Ucap wanita itu sembari melangkah maju mendekatinya.
"Ibu…" Terlontar begitu saja dari mulut Carissa saat melihat ke arah dalam mata wanita tersebut.
"Iya sayang, ini ibu putriku…!" Balas wanita itu tersenyum haru.
Ke 5 orang yang ada di hadapan Carissa adalah seluruh keluarga putri Alarice Jovandra.
Pria yang memiliki usia sekitar 40 tahunan, terlihat tampan berkharisma dengan tubuhnya yang tinggi atletis, rambut panjangnya lurus berwarna coklat kelam, dengan mata hijaunya yang begitu indah pada wajah tampan dengan rahang tegas, hidung mancung dan bibir berwarna semerah buah cerry. Pria itu adalah Kaisar Zayvius Jovandra. Kaisar dari kerajaan Eternity World, yang sudah lama menghilang ratusan tahun silam.
Wanita berkharisma yang memiliki wajah cantik dan manis dengan hidung mancung kecil, bibir mungil semerah cherry, dengan warna rambut pirang dan mata berwarna silver kebiruan yang berkilau. Tubuhnya yang tinggi semampai, langsing berisi, dan kulit seputih porselin. Dia adalah permaisuri Pricelia Luvena, ibu kandung dari putri Alarice Jovandra yang juga sudah lama menghilang ratusan tahun silam.
Seorang pria paruh baya yang cukup terlihat kuat dan berkharisma dengan tubuhnya yang tinggi berisi dan tegap. Wajah tuanya tidak sedikitpun merubah ketampanannya, warna rambut pirang dan warna matanya yang silver kebiruan sangat cocok dengan wajah tampan dan kulit putih bersihnya. Pria itu adalah Petapa Suci, yang merupakan kakek kandung dari putri Alarice Jovandra.
Seorang wanita paruh baya yang cukup cantik dan berkharisma di usianya yang tidak lagi muda. Wanita yang terlihat sangat mirip dengan permaisuri Pricella. Wanita yang terlihat hangat, penuh kasih sayang, dan kuat. Wajahnya yang tua tidak memudarkan sedikitpun kecantikan yang di milikinya. Wanita itu adalah Petapa Suci yang merupakan nenek kandung dari putri Alarice Jovandra.
Dan satu lagi Pria paruh baya yang memiliki tubuh sedikit gempal, memiliki wajah yang cukup tampan di usianya yang tidak lagi muda. Namun aura dari dalam tubuhnya penuh akan aura kehidupan, dan sangat murni. Terlihat sangat kuat dan bersahaja. Pria itu adalah Dewa Bumi (Dios De La Tierra). Dewa yang kabarnya telah di tangkap dan di tahan oleh Kaisar Neraka Yuma Griffin, di suatu tempat yang hanya di ketahuan oleh sang kaisar.
Bagaimana bisa Carissa bersama dengan 5 orang yang sudah lama menghilang, bahkan sudah dikatakan telah meninggal dunia. Apakah Carissa masuk ke dalam dunia lain, dunia surga atau dunia neraka? Itulah Dunia lain yang dapat di sebut dengan, Dunia yang berada di dalam Kendi Mundo (Kendi Dunia). Salah satu dari 9 benda Langit yang menghilang. Di tempat itulah mereka di amankan dan terkurung tanpa bisa lepas atau keluar, jika tidak ada sentuhan tangan langsung dari salah satu keturunan Dewa Agung.
Permaisuri Pricelia Luvena melangkah mendekati Carissa, lalu segera memeluk tubuh Carissa dengan erat dan terasa hangat. Carissa tersentuh dan dapat merasakan kehangatan itu masuk hingga ke relung hatinya.
"Putriku…!" Panggilnya, sembari membelai lembut rambut panjang Carissa yang di ikat setengah bagian.
"Ibu…!" Balas Carissa begitu saja, kehangatan sang permaisuri menjalar kepada Carissa hingga diapun membalas pelukkan dari wanita yang kini tengah memeluknya.
"Iya sayang, ini ibu." Balas sang permaisuri membenarkan ucapan Carissa.
Air mata keduanya mengalir begitu saja ke atas pipi mereka masing-masing. Meresapi pelukkan yang begitu penuh akan kasih sayang dan rasa rindu di dalamnya. Sungguh hangat bagi Carissa dan juga bagi permaisuri Pricelia Luvena.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.