DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
45. Dua Pengikut Setia Sang Pengendali.


__ADS_3

***Istana Kerajaan Holmes***


Saat aku dan Damian masih bertarung melawan siluman wanita tersebut, terdengar teriakkan dari salah satu penyihir yang berada di atas mahkluk raksasa yang berwarna hitam, yang sedang di lawan oleh putra mahkota dengan Electrik Flow Magic nya, magic yang bisa mengalirkan listrik dari telapak tangannya.


Tapi serangan dari putra mahkota tidak berdampak sama sekali, raksasa tersebut masih terlihat kuat dan tidak terluka sama sekali, sedangkan putra mahkota sudah terlihat terengah-engah karena tenaganya banyak terkuras, sebab menggunakan kekuatan magic memerlukan energi tubuh yang sangat banyak dan harus kuat agar serangannya tidak sia-sia.


Kekuatan magic dari putra mahkota dan para pangeran masih di level 3, dan energi tubuh yang mereka miliki tidak lah kuat dan besar karena tidak pernah mendapatkan bantuan dari kekuatan inti sari apapun.


"Dia sang pengendali…!!! tangkap perempuan itu sebelum terlambat…" teriak dan tunjuk salah satu dari penyihir yang memakai jubah ke arahku.


semua mata iblis dan siluman melihat padaku dengan tatapan tajam mereka, semua para iblis, siluman dan penyihir berdiri menjadi satu kelompok, sedangkan para kesatria, putra mahkota dan para pangeran berdiri bersamaku, kini kami berdiri saling berhadapan.


"Dia sang pengendali, musuh yang seharusnya tidak ada di dunia ini, musuh yang seharusnya tidak terlahir kembali setelah di musnahkan oleh kaisar kerajaan Darkness World." ungkapnya menunjuk ke arahku yang membuat semua tatap mata melihat padaku.


"apa maksudmu…?" tanya putra mahkota yang melihat penyihir tersebut dan aku secara bergantian.


"jangan berpura-pura tidak tahu Leonard…perempuan itu adalah sang pengendali, selama ini tidak ada yang bisa menggunakan pedang kembar itu dan bisa melihat posisi titik inti sari dari para iblis dan siluman." balasnya yang membuat semua orang terkejut dan melihat kembali padaku.


"Rapel…cepat bunuh wanita itu sebelum dia yang membunuh dan memusnahkanmu…!!! jangan sampai dia membangkitkan kedua pengikut setianya." ucap penyihir tersebut memberi perintah pada wanita siluman yang di sebut Rapel.


Rapel melihat tajam dan devil padaku, dan aku sudah mulai siaga dengan kedua pedangku.


"Callysta… kau tidak akan bisa melawan siluman itu karena tidak memiliki magic sama sekali, kau akan terbunuh dan mati sia-sia, cepatlah panggil pengikut setia mu untuk membantu dan memusnahkan semua iblis dan siluman ini, dan akhiri perangnya kalau tidak banyak yang akan menjadi korban." ucap Sophie sang peramal suci melalui telepatinya.


"bagaimana caranya…?" tanyaku singkat yang membuat semua orang heran melihatku tiba-tiba bertanya dengan tatapan masih melihat Rapel.


"apa maksudmu…?" tanya putra mahkota melihat heran padaku, sedangkan aku hanya diam tidak menjawab dan melihat Leonard sekilas.


"Satukan kedua pedangmu menyilang dan panggil kedua nama pengikut setia mu dengan lantang, Dragon White dan Phoenix Gold perintahkan mereka keluar, dan mereka hanya akan mendengarkan apa perintah darimu, dan satu lagi perintahkan semua yang ada di dekatmu untuk menjauh darimu karena mereka berdua memerlukan ruang yang sangat luas."


"apa maksudmu…?" tanyaku lagi yang membuat semua orang melihat kembali padaku heran, karena aku terus bertanya dan berbicara sendiri.


"kau akan tahu nanti…lakukan saja apa yang aku ucapkan." ungkap Sophie.

__ADS_1


"baiklah…tolong semuanya menjauhlah dari sini." perintah ku tanpa melihat pada mereka.


"apa maksudmu…?" tanya heran putra mahkota mendengar perintah dariku.


"tolong yang mulia…kali ini percaya dan dengarkan perkataan hamba, sudah tidak ada waktu lagi." balasku sedikit meninggikan suaraku.


"jangan banyak bicara kau…!!!" ungkap Rapel memanjangkan rambutnya dan berusaha menyerang ku.


Dengan cepat aku ayunkan pedangku dan memotong rambut panjang yang ingin menjerat lenganku. "cepat…menghindarlah dari sini…" teriakku melihat pada mereka semua dengan tatapan tajam ku, bersamaan dengan datangnya serangan rambut dan semburan api dari Rapel ke arahku.


Repleks aku menyilangkan kedua pedangku menjadi tameng untuk menahan semburan api dan cambukkan rambut dari Rapel, dan itu berhasil.


"cepat pergi dari sini…" teriakku melihat ke arah belakang dan bertemu dengan tatapan mata Damian, yang langsung mengerti apa maksud dariku. Damian segera memerintahkan semua untuk menghindar dan pergi menjauh dari sana.


Saat aku melihat mereka berlari untuk memberikan aku ruang yang cukup luas, dengan segera aku menyebut dan memanggil nama pengikut setiaku.


"Dragon White dan Phoenix Gold keluarlah kalian berdua…" teriakku lantang memanggil nama kedua pengikut setiaku, yang di katakan oleh Sophie sang peramal suci.


Seketika cahaya dan udara yang sangat besar keluar dari dalam kedua pedang kembar keramat yang aku pegang menyilang, kaki dan tubuhku menahan dorongan yang sangat kuat dari kedua pedang yang ada di tanganku, sedangkan Rapel terhempas jauh dari tempatnya tadi menyerang ku.


Mataku takjub melihat apa yang keluar dari kedua pedang kembar yang aku pegang, mulutku terbuka karena tidak percaya dengan apa yang aku lihat di hadapanku, begitu juga dengan semua orang yang ada disana, yang melihat apa yang aku keluarkan dari dalam pedang kembar keramat, dan ini penomenal yang untuk pertama kalinya mereka lihat langsung, karena mereka hanya mendengarkan cerita itu saja dan tidak pernah melihat langsung seperti sekarang ini.


"salam kami My Lord… !!" ucap salam sang Dragon White dan Phoenix Gold tunduk padaku, dan aku hanya diam melihat mereka nyata, sedangkan yang lainnya masih terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di hadapan mereka?


"apa yang bisa kami lakukan My Lord…?" tanya sang naga.


"tolong bantu aku memusnahkan para iblis dan siluman itu…" tunjukku ke arah para siluman dan iblis yang juga terkejut melihat sang naga dan burung Phoenix tersebut.


Dragon White dan Phoenix Gold melihat kepada para iblis dan siluman yang ada di belakang mereka.


"tentu My Lord, naiklah ke leher hamba…" ungkapnya dan dengan segera Phoenix Gold mengangkat tubuhku dengan jari-jari kakinya dan membawaku terbang ke atas leher Dragon White, aku mendarat dengan nyaman di sana.


"Berpeganganlah My Lord…" perintah Dragon White padaku dan dengan patuh aku lakukan .

__ADS_1


Salah satu pedang aku masukkan ke dalam sarungnya dan pedang yang satunya lagi masih aku genggam untuk menusuk titik inti sari dari para iblis dan siluman yang bisa aku lihat.


Dragon White dan Phoenix Gold mulai terbang menyerang para iblis dan siluman yang mulai bergerak melawan kami, Phoenix Gold melawan Rapel dan siluman ular hitam berkepala manusia, sedangkan Dragon White melawan kedua raksasa yang berwarna hitam dan merah, serta beberapa penyihir ikut menyerang ku.


Kami masih saling bertarung, aku yang hanya memiliki ilmu pedang dan beladiri saja mulai kewalahan melawan dua penyihir yang berhasil mendarat di punggung sang naga, dua penyihir tersebut menggunakan avigator magic dan beberapa sihir yang membuatnya bisa menghilang saat pedangku akan menusuknya.


Aku benar-benar geram karena aku tidak bisa mengenai dua penyihir itu sama sekali, tetapi aku terus menyerang dan mempertahankan diriku agar tidak mati sia-sia karena tidak bisa melawan magic dan sihir mereka.


"My Lord…gunakan kunci ajaib anda untuk menyerap sihir mereka." ucap Dragon White karena tahu aku kewalahan melawan para penyihir, karena tidak memiliki kekuatan magic apapun.


Tanpa menunggu lama aku keluarkan kunci ajaib yang ada di saku celana ku, dan langsung aku arahkan ke hadapan magic api yang keluar dari salah satu penyihir, dan benar sihir apinya terserap ke dalam kunci ajaib tersebut, dan lagi-lagi salah satu penyihir tersebut mengeluarkan sihir hawa dinginnya yang juga aku halangi dan di serap oleh kunci ajaib ku.


Dengan cepat aku ayunkan pedangku ke arah penyihir yang mengeluarkan apinya, dan sekali tebas kepala dari penyihir tersebut terputus dan tewas, begitu juga dengan penyihir yang satunya lagi, saat dia akan meyerangku dengan sihir dinginnya segera aku serap dengan kunci ajaib yang aku pegang dengan tangan kiri, dan ku tendang keras dadanya hingga dia terpental cukup jauh.


Aku berlari kencang dan melompat ke atas tubuh penyihir yang masih jatuh kesakitan, dengan sekali tusukkan pedangku di perutnya, penyihir itu terkejut sampai melototkan matanya melihatku yang ada di atas tubuhnya, sembari dia memegang pedang yang tertancap di perutnya, terlihat mulutnya mengeluarkan darah hitam saat aku menekan pedangku lebih dalam lagi, dan akhirnya penyihir dengan sihir dinginnya tewas dengan tusukkan pedangku.


Nafasku terengah-engah karena kelelahan bertarung yang cukup menguras tenagaku, tetapi aku harus bertahan karena masih ada 4 iblis dan siluman yang belum di habisi.


"Dragon White…belit dan tahan kedua tubuh raksasa itu, aku akan menusuk titik inti sari mereka yang terletak di leher mereka." ungkapku melihat kedua leher raksasa tersebut yang berkilau.


Ekor Dragon White membelit tubuh raksasa berwarna hitam dan kaki naga dengan tekanan tubuhnya yang besar menindih raksasa yang sudah tumbang ke tanah akibat menahan tubuh sang naga, dengan cepat aku berlari ke arah leher naga yang merendah dan aku melompat tepat di mana leher raksasa yang terdapat titik berkilau yang sudah terkunci akibat tekanan sang kaki naga, dengan sekali tusukkan pedangku sang raksasa merah tidak bergerak lagi dan langsung melebur menjadi serpihan debu tertiup angin.


Dengan cepat aku bergelantungan di kumis sang naga yang membantuku untuk terlempar terbang ke arah raksasa hitam, yang masih terbelit tidak bergerak oleh ekor sang naga, dengan kedua tanganku aku mengarahkan pedangku ke arah titik bersinar yang ada di leher raksasa hitam tersebut, aku mendarat dengan tepat dan tusukkan pedangku sangat dalam pada leher raksasa hitam yang seketika langsung tewas serta melebur menjadi serpihan debu tertiup angin.


Nafasku terengah-engah karena tenaga yang cukup terkuras banyak, tubuhku mulai melemas sembari melihat pada burung Phoenix Gold dan dua siluman yang masih saling menyerang.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2