
***Benteng Pertahanan Bagian Barat Kerajaan Holmes***
Carissa masih terdiam, tatapan matanya tajam jauh melihat suatu pemandangan yang ada di depannya. Damian yang ada tepat di sampingnya, dapat merasakan perubahan sikap Carissa. Damian melihat ke arah telapak tangan kiri Carissa, dia dapat melihat segel lingkaran hitam putih terbuka di sana.
Damian mengerti dan tahu jelas, siapa yang sedang membuka segel tersebut dan kini sedang terhubung dengan Carissa? Satu pria lain lagi yang terikat takdir bersama Carissa. Pria yang berasal dari kerajaan Darkness World.
Damian melangkahkan kudanya mendekati Carissa.
"apa pria itu menyapamu?" tanya Damian membuat pandangan Carissa teralihkan ke arah sampingnya.
Carissa menatap mata teduh Damian, mata yang selalu bisa membuat rasa tenang dan damai di dalam hati Carissa selama ini. Carissa melihat tatapan mata Damian melihat ke arah telapak kirinya, diapun tahu maksud dari pertanyaan Damian padanya.
"iya." jawab singkat Carissa seraya menganggukkan kepalanya.
"apa kamu merasa terganggu?" tanya Damian dengan nada pelan dan lembut.
"tidak…tidak sama sekali." jawab Carissa sembari mengalihkan kembali pandangan matanya, ke arah pria yang masih setia menatapnya dari kejauhan.
Damian tahu pria itu pasti sangat kuat. Entah siapa pria itu? yang pasti, Damian akan semampunya melindungi dan membantu Carissa untuk menghadapi siapapun pria tersebut?
"jangan pernah menyembunyikan semua kesulitan yang kamu alami, aku akan selalu ada untuk mu, ingat itu…!" ucap Damian dengan tatapan yang masih melihat Carissa dari arah sampingnya.
Carissa melihat Damian sejenak, dia dapat melihat ketulusan dari sorot mata Damian, Carissa tahu itu ! Damian dapat di andalkan dan dia percaya. Selama dirinya datang di dunia keduanya ini, Damian lah satu-satunya orang yang selalu baik, perhatian, membantu dan percaya padanya, serta selalu mendukung dengan apapun yang dia ingin lakukan?
"terima kasih." jawab Carissa tersenyum tipis, tetapi terlihat manis di mata Damian.
"apa kamu memiliki rencana pada pria itu?"
"tidak, hamba hanya akan mengikuti arus pertarungan dalam perang ini." jawab Carissa dengan sejenak tertawa ringan.
Damian mengerutkan alisnya tidak mengerti, mengapa Carissa tertawa? Apakah ada yang lucu saat ini? Sedangkan Carissa masih merasa tidak percaya, kalau perang ini adalah perang pertama di dalam hidupnya.
"kenapa kamu tertawa?"
Carissa melihat ke arah Damian. "ini perang pertama hamba yang mulia." jawab Carissa apa adanya? dengan melihat ke arah Damian sejenak dan beralih melihat ke depan lagi.
__ADS_1
"apa kamu takut?" tanya Damian ingin tahu perasaan Carissa saat ini.
"siapa yang tidak takut melawan musuh seperti mereka?" tunjuk Carissa ke arah pasukkan kerajaan Darkness World, dengan isyarat dari mata dan dagunya.
Damian pun melihat ke arah depan, benar sekali apa yang di ucapkan oleh Carissa? Siapa yang tidak takut bila melawan musuh seperti para siluman, iblis, monster, penyihir dan raksasa? tetapi semua sudah ada di depan mata mereka, untuk menghindarpun percuma.
Di dalam hati Callysta saat ini, ada rasa takut saat melihat lawan yang ada di hadapannya. Bagaimana mungkin manusia biasa bisa melawan para monster, siluman, iblis dan penyihir? Di pastikan kalau mereka ada di masa depan, semua pasti akan kabur dan bersembunyi.
"tetapi bagi hamba, rasa takut itu harus hamba lawan, untuk melindungi orang-orang yang tidak bersalah, mereka berhak untuk hidup damai." ucap Carissa dengan tatapan nanar melihat ke arah kepala kudanya.
Carissa teringat kembali akan kilasan atau ingatan yang di perlihatkan oleh Dewi Bulan Diosa De La Luna, saat dirinya berada di dalam dunia ruang dimensi langit. Dimana ingatan tentang putri Alarice Jovandra yang sejak kecil telah mengalami beberapa peristiwa yang menyakitkan? terutama saat putri Alarice Jovandra kehilangan kedua orang tuanya, dan juga kerajaan Eternity World.
Putri kecil yang kehilangan segalanya. Sama seperti Callysta kecil, yang kehilangan segalanya di usia Callysta baru 10 tahun. Hidup Callysta yang dulu dan putri Alarice Jovandra, sama-sama menyakitkan. Jadi dia tentu mengerti bagaimana perasaan putri Alarice Jovandra saat ini? dengan apa yang sudah di alami oleh putri Alarice Jovandra?
Damian melihat teduh Carissa, 'wanita ini, selalu menutupi ketakutannya demi orang lain, dia menerima rasa sakit demi melindungi dan menyelamatkan orang lain.' gumam Damian dalam benaknya.
"kamu benar nona Carissa. Semua orang yang tidak bersalah harus di lindungi." jawab Damian menyetujui perkataan Carissa.
"apa kau takut sayangku…kalau kau takut ikutlah bersama ku dan menjadi istriku, aku akan memperlakukan mu dengan baik, tentunya bila kau bisa bersikap manis padaku." ucap pria yang terikat takdir bersama dengannya, melalui telepatinya.
"bila kau mampu berusahalah, untuk rasa takutku, kau tentu hanya harus menikmatinya saja. Menghadapi lawan sepertimu, aku hanya butuh satu kekuatan." jawab Carissa melalui telepatinya untuk pertama kalinya pada pria tersebut.
"tentu saja aku terima tantangan darimu sayangku…!! apa lagi ini adalah perang pertama mu, akan sangat menyenangkan melawan wanita cantik seperti mu…! kekuatan apa yang kau miliki untuk bisa mengalahkan ku…?" jawab pria itu dengan tersenyum penuh arti.
"aku ingin tahu, seberapa kuatnya wanita yang akan menjadi calon istri ku ini." ucap pria itu.
Carissa hanya diam dengan tatapan tajamnya, mimik wajahnya datar dan dingin. Carissa benar-benar muak dengan pria ini, terlihat percaya diri akan kekuatan yang dia miliki.
"ingat satu hal, kau adalah milikku." ucap pria itu menekan setiap kata-katanya.
"ingat satu hal, aku adalah sang pengendali, dan aku bukan milik siapapun? aku adalah milik diriku sendiri." jawab Carissa tidak mau kalah, dengan menekan setiap kata-katanya juga.
"mari kita buktikan, milik siapa dirimu itu?" ucapnya dengan senyum yang penuh arti dan terlihat licik.
Carissa sangat tidak suka melihat senyum pria itu, senyum yang sangat menyebalkan baginya. Ingin rasanya Carissa melenyapkan senyum itu dari wajah yang setengahnya juga di tutupi. Carissa dengan cepat menutup kembali segel lingkaran hitam putih yang ada di telapak tangan kirinya. Carissa bisa mengendalikan semua segel yang terhubung padanya.
__ADS_1
Aba-aba untuk menyerang terdengar dari kaisar Wakiza Orscid dan juga putra mahkota Leonard Theodore. Kedua pemimpin pasukkan terdepan itu terlihat melajukan lari kudanya dengan sangat cepat. Begitu juga dengan pihak lawan, mereka juga mulai bergerak untuk balik menyerang. Kedua kubu kini sudah saling meyerang di tengah medan perang.
Dua kubu saling melawan musuh mereka masing-masing. Ledakkan demi ledakkan juga terdengar sangat jelas, saat bola boom terlempar dan mengenai beberapa kelompok manusi iblis. Tembakkan dari beberapa kesatria dengan menggunakan senjata api yang Carissa berikan juga terdengar, beberapa dari manusia iblis terkena tembakkan dan mati seketika.
Manusia iblis banyak yang sudah tewas terbunuh, oleh senjata api dan bola boom. Kedua benda yang Carissa keluarkan dari Kotak Kehidupan itu sangat berguna untuk mengurangi jumlah manusia iblis dari pihak lawan.
Carissa yang selalu di dampingi oleh Damian dan pangeran Tristan tetap setia berada di dekat Carissa sang pengendali. Itu adalah perintah langsung dari kaisar Louis Theodore, untuk melindungi keselamatan Carissa. Mereka tidak ingin Carissa jatuh ke tangan musuh dengan mudah.
Carissa yang sudah turun dari kudanya, terus mengayunkan salah satu pedang kembar keramat yang ia miliki. Semua manusia iblis yang terkena tusukkan dan sabetan dari pedang itu, langsung lenyap menjadi abu yang tertiup angin tanpa bekas sedikitpun.
Semua mata manusia iblis yang ada di sekitar Carissa, dapat melihat secara dekat cara bertarung Carissa dan juga pedang kembar keramat, yang dengan mudah melenyapkan kawan mereka. Tetapi itu tidak membuat para manusia iblis gentar apalagi takut, mereka dengan brutal menyerang Carissa.
Dengan setengah kekuatan yang telah di berikan oleh putri Alarice Jovandra, tubuh Carissa terasa lebih kuat, ringan dan bugar. Pergerakan tubuhnya semakin lincah dan cepat serta kuat saat menyerang. Carissa suka akan kondisi tubuhnya saat ini, dan tidak akan menyia-nyiakan anugerah yang di berikan oleh putri Alarice Jovandra padanya.
Tanpa Carissa sadari dari jarak yang tidak terlalu jauh, pria yang terikat takdir dengan Carissa, dapat melihat bagaimana cara bertarung Carissa yang sangat lihai dan cepat saat mengayunkan pedangnya? gerakkan bela diri Carissa sangat lincah serta kuat untuk ukuran seorang kesatria wanita biasa.
Carissa bekerjasama dengan Damian, saling melindungi karena memang mereka berdua selalu bekerjasama dalam setiap pertarungan mereka selama ini. Damian sesekali akan menggunakan magic Activator kepada Carissa, agar Carissa terhindar dari serangan manusia iblis yang menyerangnya dari arah belakang Carissa. Saat ini mereka berdua terkepung oleh beberapa manusia iblis.
Carissa dan Damian berdiri saling membelakangi dan menempelkan punggung mereka, karena saat ini mereka berdua sudah terkepung dan di kelilingi oleh beberapa manusia iblis. Ukuran tubuh manusia iblis yang besarnya dua kali lipat dari ukuran manusia biasa, bila di bandingkan dengan tubuh Carissa dan Damian yang terlihat lebih kecil, terlihat seperti mereka di kelilingi oleh para bayi raksasa.
Carissa yang merasa dirinya tersudut, dengan cepat memejamkan matanya, untuk mengeluarkan satu lagi pedang kembar keramatnya yang tersimpan di dalam ruang dimensi hampanya. Kini Carissa sudah memegang kedua pedang kembarnya, dengan posisi kuda-kuda kaki siap menyerang lawannya.
Carissa siap menyerang dengan menggunakan kedua pedang keramat ajaibnya. Damian dan Carissa sejenak saling melihat ke arah belakang mereka. Mereka menganggukkan kepala tanda sudah siap dan langsung menyerang manusia iblis yang mengelilingi mereka.
Damian menyerang dengan menggunakan pedang yang sudah di aliri oleh The Hot magic yang kini sudah berada di kekuatan level 5, berkat bola inti sari dari Siluman ular dan serigala berkepala dua yang Damian telan. Kekuatan magic Damian kuat dan sangat panas, sehingga sekali tebasan pedang yang di lakukan oleh Damian, dapat menewaskan tiga manusia iblis sekali tebas.
Manusia iblis yang terkena tebasan pedang Damian, seketika terbakar hawa panas dari pedang Damian, lalu tewas dengan tubuh yang langsung gosong seperti terbakar api.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.