DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
181. Pertarungan Bagian I.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Pertarungan yang di tunggu-tunggu oleh semua orang akan segera di mulai. Seorang pria dengan kekuatan spesialnya berdiri di tengah-tengah area pertarungan. Pria paruh baya yang mampu mengeluarkan suaranya hingga terdengar oleh mereka semua yang ada di area pertarungan itu.


"Pertarungan hari ini akan saya mulai. Atas perintah dari yang mulia kaisar Hayden Pris. Pertarungan resmi di buka." Ucap lantang pria itu.


"Sebelumnya saya akan mengumumkan sebuah pemberitahuan. Yang mulia permaisuri Princella Odella tidak akan mengikuti pertarungan hari ini." Ungkapnya mengumumkan keputusan yang di ucapkan oleh permaisuri dan di setujui juga oleh kaisar.


Terdengar seriuh semua orang yang hadir di sana, tetapi keributan itu tidak berlangsung lama.


"Permaisuri akan menerima siapa pun sebagai pemenangnya hari ini. Yang mulia permaisuri mengatakan jika akan siap menjadi pengikut dari pemenang hari ini." Ungkap pria itu.


Ada senyum kepuasan dari wajah Selir Agung yang senang mendengar keputusan itu. Ini adalah kesempatan baik baginya untuk menguasai dua orang yang cukup memiliki pengaruhnya masing-masing di kerajaan itu. Akan sangat bagus jika dialah yang akan menjadi pemenangnya hari ini. Itu sudah kepastian yang di tanamkan oleh sang selir di dalam hatinya saat ini.


Selir Agung yang duduk bersama dengan sang ayah kaisar Yuma Gruffin Dewa Neraka, melihat senyum putrinya tersebut. Lalu dia pun berkata.


"Sebaiknya kau pastikan jika hari ini tidak akan lengah sedikit pun dari serangan wanita itu. Senyum mu sekarang tidak akan ada artinya, jika kamu kalah melawan manusia yang terlihat lemah jika di bandingkan dengan dirimu." Ungkap Dewa Neraka dengan raut wajahnya yang kurang bersahabat dan terlihat kesal.


Selir Agung melihat sang ayah yang sudah lama tidak ia temui.


"Apa maksud ayah?" Tanyanya tidak mengerti akan perkataan sang ayah.


"Senyum mu seolah mengatakan jika kau akan memenangkan pertarungan hari ini, sedangkan hasil dari pertarungan ini belum terlihat. Ingat satu hal Putri Rubah...!" Ucapnya melihat sang putri dengan serius.


"Jangan pernah mempermalukan diri sendiri, ibu mu dan juga aku. Jadi lakukan semuanya untuk menjadi pemenang hari ini. Sekali pun itu harus mengorbankan nyawamu sendiri, itu akan lebih baik dari pada kau mempermalukan kami." Ungkap sang Dewa Neraka.


Perkataan sang ayah cukup di mengerti oleh Selir Agung. Itu sebagai peringatan jelas dari pemimpin kerajaan Kegelapan Dasar Neraka. 'Lebih baik mati dari pada malu karena sebuah kekalahan.'


"Apa kau mengerti Putri Rubah?" Tanya sang ayah dengan raut wajah yang terlihat dingin, dan juga menyeramkan dengan tatapan mata merah kehitaman yang sangat tajam menusuk bagi mereka yang melihatnya.


Selir Agung menelan salivanya, ia cukup takut hingga tubuhnya sedikit bergetar akan aura yang di perlihatkan oleh sang ayah. Aura membunuh yang terlihat kejam serta bengis.


"Tentu ayah, aku akan memenangkan pertarungan hari ini. Bagaimanapun caranya? Aku harus menang. Jika tidak, lebih baik mati dari pada harus membuat malu kerajaan, ayah dan ibu." Balas Selir Agung berusaha menahan rasa takutnya agar tidak terlihat oleh sang Dewa Neraka.


"Bagus. Kau memang Putri Rubahku yang selalu dapat di andalkan." Balasnya. Terlihat jelas senyum licik itu terpatri sejenak di wajah sang kaisar bengis. Hingga kembali memperlihatkan kebengisan wajahnya yang dingin.


Selir Agung tidak dapat mengucapkan apa pun, dia terdiam dengan perasaan dan pikirannya yang di tanamkan oleh amarah untuk membunuh Carissa Sang Pengendali hari ini. Sebagai bukti dia adalah salah satu putri dari kerajaan Kegelapan Dasar Neraka yang terkenal kuat. Dia akan membuktikan jika ia adalah putri terkuat di kerajaan itu. Putri Rubah Api dengan kekuatan special yang dia miliki.


Kembali lagi kepada pria paruh baya yang ada di tengah-tengah area pertarungan.

__ADS_1


"Silahkan untuk dua petarung kita datang ke dalam area pertarungan sekarang. Yang mulia Selir Agung dan Putri Carissa Sang Pengendali." Panggilnya dengan lantang yang langsung di sertai oleh riuh tepuk tangan dari para penonton yang hadir di sana.


Selir Agung yang tidak tahan terlalu lama bersama sang ayah yang memiliki aura begitu mencekam, lebih dahulu datang ke tengah-tengah area pertarungan. Wanita dengan pakaian pertarungnya terlihat cantik dan juga seksi terbang dengan kekuatan peringan tubuhnya, tentu di sambut oleh riuhnya tepuk tangan dari semua pengikutnya yang hadir. Semua dapat melihatnya terlihat penuh akan kepercayaan dirinya yang tinggi.


Sedangkan Carissa Sang Pengendali masih setia duduk pada tempatnya, sehingga beberapa pengikutnya melihat ke arahnya.


Beberapa kali dia harus menghela nafas dan mengatur detak jantungnya untuk membuatnya yakin semua akan berlalu dan baik-baik saja. Semua ini adalah takdir yang harus ia lalui dan terima dengan ketulusan. Apa pun hasil dari pertarungan ini sudah menjadi takdir dari garis hidupnya yang harus ia terima.


"Carissa, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Shopie yang duduk tepat di sampingnya.


Carissa yang di panggil melihat ke arah Shopie, tentu saja dia baik-baik saja. Dia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk menetralkan hati dan pikirannya.


"Aku baik-baik saja." Balas Carissa tersenyum meyakinkan Shopie.


Semua pengikutnya dapat melihat senyuman itu dengan sangat jelas. Gadis cantik dengan penampilan pakaian pertarungnya itu bangkit dari duduknya, dan bersiap untuk pergi ke tengah-tengah area pertarungan.


Namun langkahnya terhenti sejenak akan perkataan dari Callysta yang ada di belakangnya. Callysta tiba-tiba berubah kembali ke mode Khayangan. Tubuhnya bercahaya, rambut hitamnya menjadi putih silver, dan mata coklatnya berubah menjadi silver kebiruan.


"Dia yang mampu menghancurkan semuanya adalah Sang pengendali yang sebenarnya." Ucap Callysta mampu mengalihkan pandangan mata semua yang hadir di sana untuk melihat ke arahnya.


"Yakinlah kepada ketulusan hatimu yang ingin melindungi dunia ini. Semua kekuatan yang ada di sekitarmu akan membantumu tanpa kamu sadari. Semua akan kembali kepada takdir mereka yang sebenarnya. Semua kegelapan akan berakhir jika tiga cahaya muncul secara bersamaan. Matahari, bulan dan bintang adalah tiga cahaya yang akan muncul secara bersamaan di saat hilangnya sebuah kegelapan yang selama ini menutupi cahaya mereka." Ungkap Callysta begitu terlihat tenang melihat ke arah Carissa yang tengah berdiri di hadapannya.


"Yang hilang akan muncul. Yang pergi akan datang. Yang tersembunyi akan terlihat. Yang seharusnya tidak hadir akan kembali. Yang datang akan pergi. Keseimbangan hidup akan terus berjalan seperti seharusnya." Ucap Callysta lagi.


Semua yang terjadi dan apa yang ia katakan saat berada pada mode Khayangan, terjadi begitu saja tanpa dapat Callysta cegah sama sekali. Setelah itu ia akan merasakan kondisi tubuhnya akan melemah, seakan energi di dalam tubuhnya terkuras saat berada dalam mode tersebut.


Sebenarnya kekuatan macam apa mode Khayangan itu? Tidak ada yang tahu, kecuali mereka yang berasal dari dunia Langit Khayangan.


"Apa kamu baik-baiak saja, Callysta?" Tanya khawatir Carissa tahu jika Callysta akan melemah setelah berada pada mode Khayangan itu.


"Aku baik." Balas cepat Callysta dengan mencoba tersenyum di balik masker penutup mulutnya.


Dia tahu Carissa khawatir kepadanya, tapi dia tidak ingin menunjukkan kelemahannya pada gadis yang sangat mirip dan mengenal baik dirinya.


"Bertarunglah dan jadilah pemenang hari ini." Ungkap sebuah semangat untuk Carissa.


Sang Pengendali tahu dan mengerti maksud Callysta.


"Baik. Semua akan berada pada takdir yang seharusnya, seperti yang kamu katakan." Balas Carissa sebagai pengalihan.

__ADS_1


Callysta hanya diam dengan pandangan teduhnya melihat ke arah Carissa. Tanpa mereka sadari jika saat Callysta berada pada mode Khayangan, beberapa orang yang memiliki kekuatan cukup tinggi dapat merasakan kekuatan Khayangan itu begitu terasa kuat dan murni.


Mampu membuat beberapa dari mereka geram akan kekuatan yang tidak biasa dan seharusnya kekuatan itu tidak pernah ada atau pun muncul di dunia tengah. Namun pada kenyataannya Callysta memiliki dan membawa kekuatan itu begitu saja.


Beberapa orang juga cukup tenang dan senang jika ada seseorang dari dunia tengah memiliki kekuatan yang tidak biasa tersebut. Mereka cukup tercengang tidak percaya sekaligus merasa bersyukur dapat merasakan secara langsung kekuatan yang berasal dari dunia Langit Khayangan.


"Pergilah Carissa. Selamat bertarung dan semoga berhasil." Ucap Callysta mencoba membuka masker penutup mulutnya sejenak, ia memberikan sebuah senyuman semangat untuk Carissa.


Carissa tersenyum sebagai balasan dari senyuman yang di berikan oleh Callysta untuknya. Walaupun hanya sejenak Callysta membuka masker penutup mulutnya, itu lebih dari cukup sebagai dukungan dan energi positif bagi tubuh dan pikirannya saat ini.


Carissa segera pergi berlalu dari tempat itu. Dia dengan cepat berlari kemudian menggunakan kekuatan teleportasinya untuk berada cepat di tengah-tengah area pertarungan.


Hanya yang memiliki kekuatan teleportasi atau kekuatan special pada mata mereka yang dapat melihat pergerakan cepat Carissa. Selain itu hanya akan melihatnya menghilang dan muncul begitu saja.


Kini di sinilah Carissa berada, di hadapan Selir Agung yang tersenyum meremehkan ke arahnya. Selir Agung memandang remeh dan rendah Carissa, seakan gadis di hadapannya itu bukanlah tandingannya. Bukanlah ancaman besar untuknya yang terlahir kuat dan sempurna dengan kekuatan specialnya.


Selir Agung begitu percaya diri untuk dapat mengalahkan Carissa dengan mudah.


"Apa kau sudah siap untuk mati hari ini, Sang Pengendali?" Tanya remeh Selir Agung dengan senyum sombongnya dan kepercayaan dirinya yang begitu tinggi.


Carissa hanya diam tanpa mau menanggapi perkataan tersebut.


"Sepertinya kau terlalu gugup atau takut, sehingga tidak dapat berkata apa pun...!!" Ungkap Selir Agung kembali.


Carissa berusaha tetap tenang dalam menghadapi wanita Rubah licik itu.


"Apa pun yang kau pikirkan tentangku. Aku tidak peduli. Pemenang dari pertarungan ini akan membuktikan semua ucapan dan pikiranmu tentangku." Balas Carissa menekan beberapa kata-katanya.


"Sepertinya kau harus cepat untuk aku bungkam, agar tidak banyak bicara omong kosong lagi."


"Silahkan jika kau memang mampu."


Selir Agung cukup geram di dalam hatinya akan tantang dan sikap tenang Carissa kali ini. Wajah marahnya terlihat jelas terpatri, dia pun menatap tajam membunuh ke arah Carissa.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2