DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
84. Perubahan Sikap Yang Mengejutkan.


__ADS_3

***Kerajaan Holmes***


Di dalam perjalanan ke arah aula pertemuan istana Holmes, sepanjang lorong menuju ke aula pertemuan istana, Carissa hanya jalan seorang diri, Feyrin yang di tugaskan melayani Carissa saat ini sedang berada di dapur istana, untuk menghangatkan obat herbal yang harus Carissa minum. Yang tentunya Feyrin tidak tahu kalau Carissa sudah siuman saat ini.


Dari kejauhan Carissa melihat 3 orang selir dari pangeran ketiga dan Leonard yang sedang melangkah, entah mau ke mana? Carissa tidak ambil pusing, dia hanya tetap melangkah.


Carissa yang sekarang tidak akan takut pada siapapun? apalagi pada 3 selir yang dulu hanya ikut-ikutan karena terpaksa mengganggu dan merendahkannya. Carissa dengan mimik datar dan dinginnya tetap melangkah ke depan, tatapan mata mereka bertemu, Carissa dengan tatapan dingin dan tajamnya melihat ke 3 selir yang ada di hadapannya.


Carissa tidak akan takut lagi pada mereka, bila mereka berani macam-macam mengganggu Carissa, dia tidak akan segan-segan menghajar ke 3 wanita yang dulu terpaksa ikut-ikutan sok berkuasa, kuat dan sok lebih cantik darinya.


Saat Carissa ingat akan cerita Feyrin, tentang Carissa yang dulu lemah dan sering menjadi bahan bully mereka para selir, Carissa kesal dan marah.Tapi tidak untuknya saat ini, siapa saja yang berani mengganggunya terlebih dulu, akan Carissa hajar dua kali lipat.Tapi kalau mereka bisa bersikap manis, Carissa pun bisa. Karena Carissa tidak suka mencari masalah.


Untuk menghindar pun tidak ada jalan, jadi suka tidak suka mereka akan berpapasan. Carissa saat ini enggan untuk menyapa mereka, kalaupun itu mereka akan menjadi marah. Carissa tidak peduli karena dia sedang terburu-buru kali ini.


Dengan langkah anggunnya, bak seorang model profesional yang melangkat di atas catwalk Carissa melangkah dengan pasti. Ujung bawah gaun panjang polosnya menari-nari mengikuti langkah anggun kaki Carissa. Saat mereka sudah mendekat dan saling berhadapan, Carissa cukup di kejutkan oleh sikap mereka.


"salam hamba nona Carissa!!" sapa ramah ke 3 selir, dengan membungkukkan badan memberikan hormat anggun mereka pada Carissa.


Carissa yang awalnya hanya akan cuek dan melangkah terus, seketika terdiam menatap heran serta dingin ke 3 selir yang biasanya tidak pernah ramah sekalipun padanya selama ini. Mendadak menjadi ramah padanya, sikap yang sangat mengejutkan bagi Carissa.


Carissa masih diam dan setia akan tatapan mata dingin serta tajamnya pada ke 3 selir yang ada di hadapannya. Ke 3 selir yang mendapatkan tatapan tajam serta dingin dari Carissa merasa sedikit ngeri, karena mereka masih ingat siapa Carissa sekarang? masih sangat jelas pada ingatan mereka, bagaimana kuatnya Carissa saat ini?


Mereka yang tidak mendapatkan balasan dari Carissa, saling memandang sekilas, mereka takut membuat masalah pada Carissa Hubert sang pengendali karena sudah lancang dan berani menyapanya.


"maafkan kami nona Carissa, karena sudah lancang menyapa anda." ucap mereka dengan nada yang benar-benar sopan.


'woow…kata-kata mereka sopan sekali padaku !! ada apa dengan mereka? kemana perginya sikap angkuh dan sok sombong mereka?' gumam Carissa heran dan sedikit terkejut pada mereka ber 3 yang tidak seperti biasanya.


"maaf nona…kami permisi." ucap salah satu selir dari putra mahkota. Putri ke 2 dari Menteri pertahanan kerajaan Themes.


Carissa tahu nona ini tidak terlalu banyak tingkah, dia hanya mengikuti apa yang di perintahkan oleh putri Debora? bila tidak di ikuti dia yang akan kena hukuman dari putri Debora. Selir yang bernama nona Saira Dimitri, sebenarnya nona yang baik hati dari kerajaan Themes. Dia ikut-ikutan seperti putri Debora karena terpaksa.


Carissa tahu itu dari cerita Feyrin, Feyrin bisa melihat dan tahu siapa saja yang terlalu kejam pada Carissa dulu? dan siapa saja yang hanya ikut-ikutan kejam demi kebaikan mereka? dan itupun tidak banyak tindakan yang mereka perbuat, karena memang sifat mereka yang aslinya baik hati.


"selamat siang." balas Carissa yang tidak ingin di anggap angkuh, tidak baik kalau harus mengabaikan tegur sapa orang lain.

__ADS_1


Mereka yang tadinya sudah tegang, terlihat lega dan tersenyum pada Carissa. Mereka senang Carissa membalas sapaan mereka.


Carissa memandang nona Saira Dimitri, Carissa merasakan sesuatu yang kuat dari dalam diri nona Saira Dimitri, tapi itu bukanlah kegelapan. Itu sesuatu hal yang positif dan sangat kuat dari dalam tubuhnya. Entah apa itu? Carissa pun tidak tahu. Carissa merasakan sesuatu yang menarik hatinya untuk mendekat pada nona Saira Dimitri dan mengenalnya lebih dekat.


"anda mau kemana nona Saira?" tanya ramah Carissa tetapi masih dengan mimik datarnya, dan tidak sedingin tadi.


"hamba ingin kembali ke kamar nona." balas Saira dengan tenang. Carissa merasa risih dengan kata-kata yang di ucapan mereka terlalu sopan padanya.


"apa anda bisa berbicara seperti biasanya nona Saira? saya tidak biasa dengan kata-kata anda yang terlalu sopan. Saya bukanlah raja, pangeran ataupun putri yang harus di hormati seperti itu." ungkap Carissa yang memang risih akan kata-kata sopan nona Saira. Karena mereka setara saat ini sama-sama nona dari keluarga bangsawan.


Lain ceritanya bila mereka sudah resmi menjadi selir, dengan otomatis posisi nona Saira yang menjadi selir dari putra mahkota lebih tinggi dari posisi Carissa, yang hanya menjadi selir ke 4 pangeran kedua.


Lain Carissa yang hanya niat menegur Saira dengan baik-baik, malah Saira beranggapan kalau Carissa tidak suka dan marah.


"maafkan saya nona, bila saya salah…" jawabnya dengan segera, terdengar jelas suaranya yang bergetar karena takut, dan Carissa tahu jelas itu.


Ke 3 wanita yang ada di hadapannya memasang wajah takut padanya.


"anda tidak salah nona Saira, saya hanya tidak suka anda terlalu sopan berbicara pada saya, seperti berbicara pada keluarga kerajaan, kedudukan kita sama. Kita sama-sama putri dari keluarga bangsawan, jadi anda tidak perlu memakai kata 'hamba'." ungkap Carissa menjelaskan, dan menekan kata 'hamba'.


Carissa dapat merasakan aura ketakutan dari ketiga wanita yang ada di hadapannya. Ketiga wanita tersebut malah tambah ketakutan kembali, dengan sikap kaku mereka. Carissa mengerutkan alisnya dan menghela nafasnya.


"ti…tidak nona…anda tidak pernah berbuat kejam pada kami, hanya kami ti…tidak ing…ingin membuat ma…masalah pada anda." jawab gugup Saira, terlihat jelas Saira takut padanya saat ini, dan juga kedua temannya.


Carissa menghela nafasnya, percuma mengatakan kalau dirinya sedang tidak marah.


"terserah kalian…oya nona Saira, apa anda sedang sibuk saat ini?" tanya Carissa ingin langsung pada intinya, ada yang dia ingin lakukan bersama Saira, sekaligus ingin mengenal lebih dekat Saira, dan juga ingin tahu apa yang membuat hati Carissa merasa tertarik pada Saira?


"ti…tidak nona."


"baiklah…kalau anda tidak sibuk, apa anda bisa ikut saya sebentar?" tanya Carissa dengan mimik wajah yang sedatar mungkin.


Saira nampak sedikit shock begitu juga kedua temannya. Mereka saling memandang sejenak, dan kembali menatap Carissa.


"saya tidak akan melakukan apapun pada anda nona Saira? saya bukanlah seorang penjahat, mengapa kalian takut sekali pada saya?" tanya Carissa yang sudah tidak tahan pada mimik ketakutan di wajah mereka.

__ADS_1


"maafkan saya, bukan niat saya seperti itu dan saya tidak ada berpikir seperti itu tentang nona Carissa." jawab Saira masih dengan gugup.


Carissa lagi-lagi menghela nafasnya. "baguslah kalau memang begitu, apa anda bisa ikut saya sebentar saja nona Saira, saya sedang terburu-buru."


"tentu nona." jawab cepat Saira setuju.


Tanpa berpikir panjang lagi Carissa melangkahkan kakinya, nampak jelas ada keraguan pada mimik wajah Saira. Kedua temannya memberi semangat pada Saira untuk kuat dan pasrah. Carissa tahu itu.


'mereka benar-benar takut padaku seperti aku ini seorang penjahat yang di takuti, ini pasti gara-gara diriku yang sudah di kenal sebagai sang pengendali, jadi sikap mereka berubah 180' padaku.' gumam Carissa dalam hatinya.


Carissa yang tahu Saira mengikutinya dengan terpaksa, hanya diam saja. Saira melangkah tepat di belakangnya. Carissa hanya diam terus melangkah menuju ke aula pertemuan istana.


Saira yang tahu kemana arah mereka hanya diam saja, walaupun dalam hatinya ingin bertanya pada Carissa. Rasa takutnya pada Carissa lebih dominan dari pada rasa penasarannya.


Carissa sangat tahu apa yang di pikirkan dan di rasakan Saira saat ini? Carissa bisa merasakan semua perasaan dan tahu pikiran Saira berkat bantuan dari cincin Pengikat. Carissa bisa membaca pikiran seseorang dengan memusatkan pikirannya pada orang tersebut.


Mereka sudah tiba di depan pintu aula pertemuan yang sudah tertutup rapat, di sana ada 4 penjaga yang siap siaga menjaga pintu aula. Saat ini ada pertemuan penting para petinggi dan keluarga kerajaan dari 3 kerajaan yang saling terikat. Tidak sembarangan orang di izinkan masuk, kecuali ada perintah dari kaisar Louis. Carissa melihat pada ke 4 penjaga pintu tersebut.


"buka pintunya, saya ingin masuk." ucap Carissa memberikan perintah.


Semua penjaga yang ada di sana tahu siapa Carissa? sebenarnya mereka takut untuk menolak perintah dari Carissa. Tetapi karena sudah ada titah dari kaisar, untuk tidak mengizinkan siapapun yang tidak berkepentingan masuk? mereka pun hanya menjalankan perintah kaisar dan mencari jalan atau cara yang aman.


"maaf nona…kami mendapatkan titah dari yang mulia kaisar untuk tidak mengizinkan siapapun masuk? karena di dalam sedang ada pertemuan penting. Mohon maaf nona kami akan tanyakan dulu, apa nona di izinkan masuk atau tidak? mohon nona bisa mengerti posisi kami." ucap salah satu pengawal yang menjadi ketua dari ke 4 penjaga tersebut.


"baiklah, cepat tanyakan." balas Carissa, dia sangat tahu bagaimana perasaan orang yang hanya mengikuti perintah sang atasan?


Jadi itu tidak masalah bagi Carissa. Yang malah membuat lega semua penjaga, karena tidak mendapatkan masalah dari dua orang terkuat dan berkuasa di kerajaan mereka.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2