
***Balai Pengobatan Istana Holmes***
Carissa masuk ke dalam balai pengobatan istana Holmes, di mana banyak pasien dari para kesatria yang terluka akibat peperangan melawan para iblis dan siluman yang menyerang istana Holmes.
Saat Carissa melangkahkan kaki masuk ke ruangan lebih dalam lagi, semua mata memandang padanya dengan berbagai macam tatapan mata padanya, ada yang heran, ada yang terkejut tidak percaya, dan ada juga yang sedikit takut melihat Carissa ada di hadapan mereka.
Mereka bisa melihat secara dekat Sang Pengendali yang telah memusnahkan para iblis dan siluman, dan juga Sang Pengendali yang memiliki dua pengikut setia seekor naga putih besar dan seekor burung legendaris Phoenix gold, yang mereka lihat sendiri dengan mata kepala mereka saat peperangan terjadi.
Carissa hanya memasang wajah datar dan dinginnya melihat mereka yang memandangnya dengan berbagai pandangan mata padanya, keriuhan yang terjadi seketika terhenti saat kepala tabib di sana datang menyapanya, dan kepala tabib tersebut lah yang merawatnya selama ini.
"ada yang bisa hamba bantu nona…?" tanya sapa kepala tabib menyambut kedatangan Carissa.
"bolehkah aku melihat semua bahan obat-obatan yang kau pakai tabib?" tanya Carissa berterus terang.
"anda mencari obat apa nona…?"
"aku ingin meracik obat untuk diriku sendiri." ucap Carissa yang membuat kepala tabib mengerutkan keningnya manatap heran Carissa.
"apa anda tahu cara membuat obat?"
"apa aku harus menjelaskan semuanya? baru kau izinkan aku masuk melihat?" balas Carissa dengan tatapan tajamnya karena dia yang ingin cepat malah mendapatkan banyak pertanyaan.
"tentu saja tidak nona…mari…!" balas gugup kepala tabib merasa ngeri melihat tatapan tajam serta dingin Carissa.
Tanpa banyak bertanya lagi, kepala tabib mempersilahkan Carissa masuk ke sebuah ruangan, di mana banyak bahan-bahan obat yang sudah di keringkan, dan alat-alat medis yang masih terlihat kuno menurutnya, tidak seperti pada dunianya yang serba modern.
Carissa melangkah melihat lebih dekat semua alat-alat medis yang ada di sana, yang biasanya dia gunakan saat menjadi dokter si Jenius Angel, walaupun bentuknya masih model kuno tetapi Carissa bisa dengan mudah menggunakannya, Carissa tersenyum tipis menyentuh alat-alat medis tersebut, sudah lama sekali dia tidak menyentuh alat-alat tersebut.
Kepala tabib hanya melihat semua yang di lakukan oleh Carissa tanpa banyak komentar, kepala tabib tidak ingin memperlihatkan wajahnya dan meyinggung Sang Pengendali.
"kepala tabib…!!" panggil Carissa seraya berbalik badan melihat pada kepala tabib.
"iya nona?"
"bisakah aku sering-sering datang kesini?" tanya Carissa tersenyum tipis karena suasana hatinya yang sennag melihat alat-alat medis kesukaannya yang memang seorang dokter.
"tentu nona…" balas kepala tabib yang terpesona melihat senyum tipis bahagia dari Carissa.
"terima kasih." ucap Carissa melebarkan senyumnya, yang membuat kepala tabib tambah terpesona melihat wajah cantik Carissa terseyum manis.
"baiklah…bisakah aku melihat semua bahan-bahan obat dan ramuan herbal anda kepala tabib.
__ADS_1
"tentu, mari nona…!" ajak kepala tabib yang segera menuntun Carissa masuk ke sebuah ruangan yang di penuhi berbagai bahan obat-obatan herbal dan bahan-bahan yang di pakai membuat bahan obat tablet dan kapsul.
Tetapi di dunia ini hanya membuat obat pil saja dan ramuan herbal yang di rebus, Carissa yang memang sudah terbiasa dengan meracik obat kimia dan herbal sangat mengenal aroma dari bahan-bahan kering yang dia sentuh dan cium.
Hati Carissa benar-benar bahagia mendapatkan bahan-bahan obat tersebut, Carissa segera menyusuri semua bahan-bahan tersebut untuk mendapatkan bahan yang dia perlukan, dan Carissa mendapatkan semua bahan obat yang dia butuhkan untuk cepat menyembuhkan luka kulit dari dalam tubuh, dengan kualitas terbaik.
Carissa dengan cepat meracik semua bahan-bahan tersebut menjadi sebuah pil untuk dia minum, Carissa meracik obatnya dengan bantuan kepala tabib yang dia tahan disana untuk membantunya, karena kondisi lengannya yang tidak memungkinkan.
Dalam seharian penuh Carissa menahan kepala tabib agar membantunya membuat obat pil yang akan dengan cepat menyembuhkan luka pada lengannya, Carissa juga berhasil membuat obat ajaib yang dia buat pada dunianya saat menjadi dokter, dan Carissa juga berhasil membuat vitamin penambah stamina untuk tubuh Carissa yang cukup lemah agar menjadi lebih kuat.
Carissa juga mengatakan pada kepala tabib, dia akan datang terus sementara ini ke balai pengobatan istana, dan Carissa tidak ingin di ganggu oleh siapapun bila dia sedang berada di sana. Kepala tabib dengan terpaksa menyetujuinya karena tidak ingin mendapatkan masalah dengan Sang Pengendali.
Seharian penuh Carissa berada di balai pengobatan istana hingga malam tiba dan tidak ada yang tahu sama sekali, Carissa tidak tahu sama sekali kalau dirinya telah membuat beberapa orang di dalam istana resah dan lelah mencari Carissa kesemua tempat yang Carissa sering kunjungi di dalam istana.
Putra mahkota, para pangeran dan juga Feyrin lelah dan resah mencari keberadaan Carissa yang sedang asyik dengan aktivitasnya membuat obat bersama kepala tabib, sedangkan penjaga yang mengantarkan Carissa tidak bertemu sama sekali dengan semua orang yang mencari keberadaan Carissa, jadi sang penjaga tersebut tidak bisa memberikan informasi keberadaan Carissa saat ini.
Setelah selesai dengan semua obat dan ramuan herbalnya, Carissa berjalan kembali ke kamarnya dengan senyum yang selalu mengembang di bibirnya, Carissa bahagia melakukan aktivitas yang sangat dia sukai.
"nona…nona…maaf nona kemana saja…?" ucap kepala pelayan datang dengan nafasnya yang terengah-engah karena lelah berlari.
"ada apa?" tanya heran Carissa melihat kepala pelayan yang terlihat cemas dan lelah.
"nona kemana saja…?" tanya ulang kepala tabib yang masih dengan nafasnya yang terengah-engah.
Carissa mulai tidak suka kalau dia harus di atur-atur oleh orang lain lagi seperti dulu.
"tidak…bukan begitu nona…!" balas kepala pelayan ngeri melihat mimik dingin Carissa.
"lalu…?"
"maaf nona…semua orang di istana kekaisaran lelah dan kebingungan mencari anda yang hilang dari pagi tadi, saat keluar dari ruangan khusus bersama putra mahkota dan para pangeran." ucap kepala pelayan yang mulai dengan nafasnya yang sudah teratur.
Balai Pengobatan Istana Holmes memang berada lumayan jauh dari istana kekaisaran, sehingga semua orang tidak bisa menemukan Carissa di sekitar istana kekaisaran dan istana paviliun para putri. Mereka juga tidak memiliki pikiran kalau Carissa akan pergi ke balai pengobatan istana Holmes.
"mencariku untuk apa…?" tanya Carissa mengerutkan keningnya.
"mereka semua mencari anda karena cemas terjadi sesuatu pada anda nona."
"oya…apa masih ada yang peduli padaku?"
"tentu nona…mereka semua peduli pada anda…" ucap kepala pelayan yang terpotong.
__ADS_1
"karena aku sang pengendali yang bisa memusnahkan para iblis dan siluman untuk mereka?" ucap Carissa dengan pikirannya yang menganggap dirinya hanya akan di manfaatkan saja sebagai sang pengendali, karena mereka tidak ada yang percaya dan peduli padanya.
"bukan nona…mereka cemas karena anda pergi dengan marah dan anda sedang sakit, mereka takut terjadi sesuatu pada anda nona."
"sejak kapan mereka peduli padaku? bukannya mereka dari dulu tidak pernah menganggap aku ada?" tanya Carissa dengan tatapan tajam yang membuat ngeri kepala pelayan yang melihatnya.
Carissa jadi teringat akan kejadian tadi pagi saat dia minta bantuan dari putra mahkota untuk menyembuhkan luka pada lengannya, tapi malah dia yang di katakan tidak ikhlas memberikan bola cahaya inti sari.
Carissa juga mengingat cerita Feyrin yang menceritakan padanya selama Carissa ada di istana dan di cap tidak bisa apapun, tidak ada yang peduli padanya, saat dia bunuh diri dan tidak sadarkan diri selama 3 hari, tidak ada juga yang datang sekedar bertanya keadaannya masih hidup atau sudah mati, di dalam istana tidak ada yang peduli padanya.
Jadi mengapa hari ini tiba-tiba mereka peduli pada Carissa di saat mereka tahu dia sang pengendali, yang bisa memusnahkan dan membunuh para iblis dan siluman. Carissa mulai tidak suka akan pemikiran dan sikap mereka padanya, yang hanya akan peduli pada orang yang bisa bermanfaat bagi mereka.
"bukan begitu nona…mereka.…"
"sudah cukup, tidak usah bicara lagi, kalau tidak apa kau mau aku hajar?" ancam Carissa muak mendengar kepala pelayan yang selalu membela tuan nya.
"tidak nona, maafkan hamba…"ucap sang kepala pelayan yang langsung menundukkan kepalanya.
Dengan wajah datar dan dinginnya dia berjalan melewati kepala pelayan yang masih berdiri, Carissa melanjutkan langkahnya menuju kawasan istana kekaisaran yang sudah porak poranda dan terlihat sangat kacau.
Dari kejauhan Carissa bisa melihat kekacauan yang terjadi, pangeran ketiga menghajar semua penjaga dan pengawal serta pengawal pribadi mereka yang diam tidak melawan sama sekali, hanya pangeran kedua dan putra mahkota yang hanya diam melihat dengan tatapan tajam mereka. Terlihat juga Feyrin yang duduk bersimpuh di dekat mereka yang sudah terlihat babak belur pada wajahnya.
Carissa marah melihat pelayan pribadi setianya mendapatkan luka pada wajahnya entah karena apa? Carissa terdiam melihat kekacauan itu dari kejauhan dan bertanya pada kepala pelayan yang berjalan di belakangnya
"kepala pelayan ada apa di sana?" tanya Carissa tanpa menoleh pada kepala pelayan, Carissa masih melihat pangeran ketiga yang masih menghajar para penjaga dan pengawal tanpa jeda sama sekali.
"mereka di hajar karena tidak berhasil menemukan keberadaan anda nona." jawab kepala pelayan takut-takut karena bisa merasakan aura kemarahan Carissa.
"lalu apa yang terjadi pada Feyrin, pelayan pribadiku?"
"dia juga terkena hukuman pukul dari para pengawal yang di perintahkan mencari anda oleh putra mahkota, karena Feyrin tidak tahu keberadaan anda berarti dia sudah lalai menjaga anda nona, sehingga dia pantas untuk di hukum." ucap kepala pelayan menjelaskan.
Carissa mengepalkan tangannya kuat menahan amarahnya melihat wajah Feyrin yang babak belur karena di hukum pukulan hanya karena tidak tahu keberadaannya, Carissa sangat marah saat ini melihat Feyrin yang tidak bersalah terkena hukuman karena dirinya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.