
***Kerajaan Holmes***
…kamar paviliun Carissa…
Damian masih melihat Carissa, yang duduk di sampingnya dengan intens. Damian masih tidak mengerti, apa yang membuat hati Carissa berat melakukan syarat dari gembok ajaib tersebut?
"apa yang membuat hatimu berat?" tanya Damian yang membuat Carissa melihat pada Damian.
"maaf yang mulia, ini sudah urusan hati dan hamba sulit untuk melakukannya." balas Carissa seraya berusaha menggeser duduknya.
Lama kelamaan Carissa merasa terhimpit karena duduk mereka yang berdekatan. Carissa tidak nyaman duduk dekat seperti saat ini, apalagi saat ini pembicaraan mereka sudah mengenai perasaan hatinya, perasaan cinta Carissa.
"kenapa? apa kau tidak suka duduk dekat dengan ku…?" ungkap Damian yang sadar akan pergerakan tubuh Carissa yang terus berusaha bergeser dari tempatnya.
Damian menyadari gerakkan tubuh dan mimik wajah Carissa, yang berubah seketika. Carissa terlihat tidak nyaman dan wajahnya datar serta dingin kembali.
"maafkan hamba yang mulia, iya hamba kurang nyaman." jawab jujur Carissa yang membuat Damian diam terpaku dan melihat Carissa.
Jawaban jujur Carissa, membuat Damian seakan mendapatkan penolakan oleh Carissa. Dengan sendirinya tangan Damian merenggang dari dekapan erat pinggang Carissa.
Carissa yang tahu dan mendapatkan tanggapan dari Damian, dengan segera berpindah tempat duduknya. Dalam hati Carissa belum siap akan berdekatan dengan siapapun di dunia ini? Apalagi Damian melakukannya secara paksa dan tiba-tiba?
Damian merasa kecewa dan sedikit terluka pada hatinya, akan penolakan Carissa. Untuk pertama kalinya, Damian mendapatkan penolakan dari seorang wanita, karena biasanya wanitalah yang mengejar-ngejar dirinya, tetapi berbeda dengan Carissa. Carissa lah yang menolak pendekatan yang di lakukan oleh Damian.
"apa aku juga sudah mengganggu waktumu?" tanya Damian keluar begitu saja, karena dorongan hatinya yang terluka dan kecewa.
Carissa sangat tahu akan pertanyaan Damian padanya, Carissa tahu akan nada bicara Damian yang kecewa dengan sikap penolakkannya, tetapi dia tidak mau ambil pusing, karena saat ini itu tidak lah penting?
Yang terpenting bagaimana caranya cepat menyelesaikan semua syarat yang bisa mengembalikannya ke dunia asalnya kembali. Carissa tidak peduli akan pemikiran dan perasaan orang lain saat ini, dirinya lah yang paling penting saat ini.
"maafkan hamba yang mulia." hanya itu jawaban yang bisa Carissa berikan.
Carissa kembali memasang wajah datar dan dinginnya, Carissa takut akan kedekatannya dengan Damian. Carissa tidak ingin menimbulkan satu masalah lagi? karena masalahnya saja sudah sangat memusingkan kepalanya.
Damian terdiam dan cukup mengerti, ucapan maaf dan mimik wajah Carissa yang kembali datar dan dingin melihat padanya.
__ADS_1
'dia masih tidak bisa dengan mudah untuk di dekati, tadi saat berbicara dan dia bisa menjawab dengan leluasa dan akrab, aku sudah sangat senang karena Carissa bisa bersikap hangat dan ramah, tetapi entah mengapa? sikapnya cepat sekali berubah kembali dingin?' gumam Damian dalam hati melihat pada Carissa yang tidak merubah sama sekali mimik wajahnya.
"maafkan aku bila sudah mengganggu mu, aku hanya ingin membantu, tapi sepertinya saat ini kau belum perlu bantuan dariku." ungkap Damian mencoba mengerti Carissa saat ini.
Carissa sebenarnya senang memiliki teman yang bisa dan mau membantunya saat ini, tetapi sikap hangat Damian dan kedekatan yang Damian lakukan tadi, sangatlah tiba-tiba. Itu malah membuat Carissa merasa takut dalam hatinya, takut terlanjur nyaman dan aman dengan sikap Damian padanya.
Carissa takut akan benar-benar merasa nyaman dan aman pada seseorang, karena dia seketika teringat akan nasibnya selama ini. Setiap Carissa merasakan nyaman pada sesuatu, semua itu pasti akan hilang dan menjauh darinya, setiap ada orang yang bisa membuatnya nyaman dan aman, selalu orang itu akan pergi dan meninggalkannya dengan berbagai alasan.
Dengan alasan itu juga sebenarnya Carissa takut untuk dekat pada apapun dan siapapun? lebih baik dia sendiri, walaupun dalam hatinya sangat bertentangan. Tetapi apalah daya dia hanya wanita biasa yang juga ingin dimiliki dan memiliki, ingin di cintai dan juga mencintai.
Wanita biasa yang masih bisa merasakan cinta pada seorang pria, dan menginginkan cinta dari seorang pria untuknya. Wanita biasa yang ingin hidup seperti wanita-wanita lainnya, memiliki pasangan yang akan selalu perhatian dan mencintainya, tetapi tidak pernah Carissa rasakan selama ini, dia akan berakhir kembali pada kesendiriannya.
Antoni adalah rasa aman dan nyaman terakhir yang ia miliki dan rasakan, kini dirinya telah kehilangan Antoni, pria yang Callysta cintai, pria yang membuat Callysta memiliki sebuah perhatian dari keluarga. Kini tinggallah kenangan yang hanya bisa dia ingat.
Kenangan yang sedang Carissa kembalikan. Ataukah kenangan terakhir bersama Antoni, yang hanya akan menjadi sebuah kenangan indah untuknya.
"terima kasih yang mulia, atas perhatian anda." balas Carissa tidak ingin Damian tersinggung dan yang akan mendapatkan masalah baru lagi.
"apa aku juga harus meninggalkan mu sendiri di kamar ini?" tanya Damian yang benar-benar merasa Carissa tidak membutuhkannya.
"maafkan hamba yang mulia, hamba tidak bermaksud apapun? yang bisa membuat anda marah yang mulia."
Carissa ikut berdiri dari duduknya. Damian memandang sejenak wajah Carissa yang berusaha tersenyum tipis padanya, dan pergi berlalu dari sana.
Carissa diam terpaku melihat pada punggung Damian yang pergi meninggalkannya, Carissa dapat melihat kekecewaan pada sorot mata Damian padanya. Carissa mendudukkan dirinya dan masih terdiam kaku, melihat buku yang ada di atas meja kaca.
Carissa menarik dan menghembuskan nafasnya.
'apa yang aku lakukan sudah benar…!! selalu menjaga jarak pada setiap orang sudah benar…!! tujuanku hanya satu di dunia ini, yaitu mencari cara dan jalan untuk kembali ke dunia asalku.' gumam Carissa dalam hatinya, untuk meyakinkan diri dan hatinya.
Carissa pun pergi masuk ke dalam kamar mandi, untuk merendam diri agar tubuh dan pikirannya kembali segar. Carissa butuh penyegaran saat ini, sebelum untuk selanjutnya ke depan akan sangat sibuk belajar, berlatih dan belajar lagi. Menyibukkan diri adalah cara yang dari dulu sangat ampuh membuat Carissa nyaman menjalani hidupnya yang selalu sendiri.
Untuk mendapatkan dan mewujudkan keinginannya, mempunyai keluarga yang hangat dan saling mencintai, sangatlah berat dan penuh rintangan bagi Carissa. Apakah itu mungkin untuk Carissa? pertanyaan yang belum ada jawabannya untuk Carissa sampai detik ini?
......................
__ADS_1
…Ruang Hampa Sang Peramal Suci…
Peramal suci tahu dan melihat segalanya, melihat semua apa yang dirasakan dan di alami Carissa selama ini? Sophie tahu, bagaimana masa lalu Callysta Angelina yang dulu dia jalani? Sophie tahu bagaimana perasaan Callysta saat ini? Peramal suci dapat melihat, masa lalu dan masa sekarang tentang takdir hidup Callysta, hanya masa depan Callysta yang Peramal Suci tidak dapat di lihatnya?
"Sampai kapan kau akan membatasi dirimu Callysta? sampai kapan kau menyimpan rasa trauma dalam hidupmu? apakah kau tidak ingin mencoba kembali membuka hatimu lagi? di dunia yang dulu maupun di dunia kedua mu ini, kau tetap saja tidak membuka hatimu dan menerima segala kasih sayang dari orang lain." gumam Sophie melihat Callysta dari ruang pikiran hampanya.
Sophie dapat mengerti akan trauma hidup yang Callysta jalani dulu, sewaktu masih menjadi seorang mafia pembunuh bayaran. Semua yang Callysta sayangi satu-persatu pergi meninggalkannya. Entahlah itu meninggal karena di bunuh, entah itu pergi tanpa pamit begitu saja, hanya kesendirian yang akan tinggal Callysta rasakan
Dulu saat Callysta merasa nyaman dan cinta pada seseorang, yang spesial bagi Callysta di hatinya, seorang sahabat maupun kekasih, akan pergi meninggalkan Callysta seorang diri. Membuat Callysta sangat trauma berteman baik maupun memiliki kekasih. Rasa takut kehilangan yang terus menerus, membuat Callysta enggan dekat dan memiliki seorang sahabat maupun kekasih hati.
Sophie tahu saat menjadi Carissa pun, ia masih membatasi dirinya untuk dekat pada seseorang, hati Carissa masih terselip rasa takut kehilangan orang yang ia sayangi, Carissa tidak siap menerima dirinya yang ingin mencintai seseorang dan akhirnya kehilangan lagi.
"aku akan membantumu Callysta, aku akan membuatmu merasa kan cinta yang dulu kau pernah rasakan, dan aku tidak akan membiarkan hatimu terluka akan kehilangan kembali, kau berhak bahagia Callysta. Kau berhak menggapai semua impian yang kau inginkan. Aku akan memberikanmu keluarga yang tidak pernah kau miliki selama hidupmu, keluarga dari seorang yang tulus padamu, walau mereka bukanlah keluarga kandungmu." ungkap Sophie dalam hatinya yang iba melihat nasib dari takdir hidup Callysta.
…Damian Theodore…
"aku tidak tahu apa yang ada di dalam hatimu Carissa? kau terlalu sulit untuk aku tebak, terkadang kau bisa bersikap manis dan hangat, tetapi akan secara tiba-tiba kau menjadi dingin dan tidak ingin dekat pada siapapun?" gumamku duduk di dalam kamar setelah kembali dari kamar Carissa.
Aku yang duduk dengan di temani oleh minuman kesukaan ku, merenung dan dalam pikiran ku saat ini hanyalah bayangan tentang Carissa. Perlahan aku memejamkan mataku dan merapalkan mantra dalam hatiku, agar dapat melihat tanda gembok ajaib yang ada di telapak tanganku, tanda gembok pasangan terpilih dari kunci ajaib yang di miliki Carissa.
Aku melihat tanda yang ada di telapak tanganku dengan teliti, akupun berpikir !! apa yang akan terjadi pada kami, yang memiliki tanda dan terhubung takdir menjadi pasangan dari Carissa? apa maksud dari semua ini? permainan apa yang sedang dan akan terjadi pada kami?
Banyak pertanyaan yang terlintas di dalam hati dan pikiranku? begitu juga dengan tujuan sang peramal suci, yang memerintahkan kami selalu melindungi dan menyembunyikan siapa Carissa sebenarnya? peramal suci juga mengajarkan kami mantra untuk menyembunyikan tanda yang ada di telapak tangan kami bertiga.
Mantra yang bisa menutupi dan membuka tanda yang ada di telapak tangan kami bertiga, tanda yang harus di tutupi dari para iblis, siluman dan penyihir golongan hitam, dari kerajaan Darkness World. Agar kami aman sampai kami menjadi lebih kuat dan takdir Carissa bisa berjalan seperti semestinya.
"apa yang harus aku lakukan padamu Carissa? mendekatimu sangat menguras emosi, tenaga dan pikiran ku, kau sangat terlihat membatasi dirimu pada semua orang, bagaimana kau bisa hidup seperti ini? aku sangat suka di saat kau bisa bersikap hangat dan manis, tetapi sikap dingin mu lebih tebal menutupi hatimu." gumamku dengan masih melihat tanda yang ada di telapak tangan kanan ku.
Hatiku berkata, apakah bisa kami bersatu? apakah kami benar-benar takdir yang memang terhubung? nafas yang ku tarik dan ku hembuskan terasa berat dan panjang. Aku bersikap seolah akan berperang melawan musuh yang kuat dan tangguh. Perang yang tidak terlihat tujuan pastinya?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.