DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
90. Peranan Masing-masing.


__ADS_3

***Aula Pertemuan Istana Holmes***


Shopie sang peramal suci tersenyum tipis mendengarkan keputusan dari Devano Liberata, Carissa tahu itu.


"apa ini kejutan yang kau katakan Shopie?" tanya telepati Carissa pada Sophie.


"apa yang seharusnya terjadi, pasti akan terjadi. Takdir memang bisa di rubah, tapi takdir juga akan berjalan pada posisinya yang sudah di tentukan. Suka tidak suka semua akan terjadi." balas Shopie, yang membuat Carissa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ke arah Shopie.


Shopie selalu menjawab pertanyaannya dengan kata-kata yang sulit di mengerti oleh Carissa.


"sekarang kau jalankan apa yang aku sarankan padamu, apa kau sudah siapkan semuanya?" tanya Shopie masih melalui telepatinya.


"tentu saja sudah, sekarang siapa yang akan menjadi korban ku saat ini?"


"korban…? aura mafiamu sepertinya telah bangkit sekarang."


"cepat katakan, jangan banyak berbelat- belit."


"kau tidak sabaran rupanya." ungkap Shopie sembari tersenyum tipis.


"kedua menteri yang selalu menentang saat ini, selain mereka pion yang meresahkan, mereka juga akan menjadi pion yang menguntungkan bagimu, khususnya untuk calon raja kecilmu itu." balas Shopie dan menatap Carissa di balik kain penutup matanya.


"baiklah…semua akan berjalan dengan apa yang sudah kita rencanakan. Ini juga akan menjadi peringatan bagi mereka yang ingin menghalangi jalan kebebasanku. Tidak ada lagi Jimmy Choo selanjutnya yang hanya bisa mengancam titik lemahku." ungkap Carissa melalui telepatinya dan menatap balik Shopie.


Carissa menutup matanya dan merapalkan mantra, dengan secepat kilat Carissa berteleportasi ke arah perdana menteri Duke Edward Lison dan menteri pertahanan kerajaan Jericho yang memang kebetulan duduk berdampingan. Dengan gerakan cepat Carissa menyuntikkan sebuah racun buatannya pada lengan mereka, yang langsung memunculkan tanda segel kecil pada bekas suntikannya.


Tanda segel itu hanya Carissa yang bisa mengendalikannya. Racun yang Carissa suntikan adalah racun rasa sakit yang luar biasa yang akan mereka rasakan bila Carissa merapalkan mantranya, Carissa hanya ingin kedua menteri yang di yakini memiliki sebuah pasukan besar dan dukungan dari salah satu pangeran kerajaan Jericho, ada pada genggamannya.


Walaupun cara Carissa sedikit licik, dia tidak peduli, bila itu bisa menguntungkan untuk kebaikan semua orang, Carissa akan lakukan. Carissa tidak akan menyakiti seseorang yang tidak bersalah, tetapi kali ini instingnya mengatakan kalau kedua menteri ini akan menjadi masalah untuknya di masa depan.


"aaaaa……!!!" suara teriakan tiba-tiba dari perdana menteri Duke Edward Lison dan menteri pertahanan.


Membuat semua orang berdiri dan melihat pada kedua laki-laki paruh baya tersebut. Terlihat pula keterkejutan mata mereka melihat Carissa sudah berada tepat di tengah laki-laki paruh baya yang sedang kesakitan memegang lengan mereka masing-masing. Perdana menteri Duke Edward Lison memegang lengan kanannya, sedangkan menteri pertahanan kerajaan Jericho memegang lengan kirinya.


"maaf…ini sedikit hadiah dari saya sang pengendali, untuk kalian para menteri yang akan selalu setia pada kerajaan Jericho." ungkap Carissa tersenyum licik, sembari menunjukkan dua buah sped suntikan yang sudah kosong di kedua tangannya, ke arah kedua laki-laki paruh baya yang melihatnya melotot marah.

__ADS_1


"apa yang kau lakukan?" tanya keras dan marah Duke Edward Lison sembari bangkit dari duduknya. Repleks Carissa melangkah mundur.


"suntikan apa yang kau berikan, kau sudah lancang padaku." tunjuk marah sang perdana menteri, Carissa hanya tersenyum senang.


Menambah aura kecantikan wajah Carissa, tetapi malah membuat dua laki-laki paruh baya tersebut menjadi semakin marah.


"itu racun." jawab singkat Carissa dengan mimik wajahnya yang berubah datar dan dingin.


"racun…?" beo kedua menteri dengan masih menahan rasa sakit di lengan mereka masing-masing.


"berani sekali kau menyerang seorang menteri di hadapan yang mulia kaisar." tunjuk geram perdana menteri.


"saya tidak akan berani melakukan ini pada kalian berdua, bila tidak mendapatkan persetujuan dari yang mulia kaisar. Apa kalian lupa ucapan dari yang mulia kaisar beberapa saat yang lalu? Kaisar mengatakan, setidaknya saya juga bisa memberikan sebuah keyakinan bagi mereka yang masih ragu akan siapa sang pengendali, agar mereka benar-benar yakin siapa saya sebenarnya? apa anda masih ingat ucapan yang mulia kaisar?" tanya Carissa dengan tatapan tajam dan dinginnya pada kedua menteri tersebut.


"jadi saya hanya melakukan pembuktian untuk menandakan dan mengingatkan anda berdua kalau saya adalah sang pengendali. Ingat itu…!!" tunjuk Carissa sembari menekan setiap kata-katanya.


"kau…" tunjuk perdana menteri ke arah Carissa sembari melangkah maju untuk mendekati Carissa.


Tetapi Carissa lebih cepat untuk mundur selangkah, dengan cepat dia merapalkan mantra untuk mengaktifkan segel yang sudah ada pada lengan kedua menteri.


Teriakkan mereka menggema di dalam aula pertemuan istana Holmes, teriak kesakitan yang memilukan telinga mereka yang mendengarkan. Semua seakan merasa ngeri mendengarkannya.


Carissa menghentikan mantranya, dengan perlahan rasa sakit kedua menteri mereda.


"bagaimana rasa sakitnya tuan-tuan? apakah kurang? apa perlu saya tambah lagi?" tanya Carissa memandang kedua tubuh yang sudah rebah di atas lantai, yang ada di hadapannya.


Tatapan mata tajam dan dingin Carissa, seakan ingin membunuh mangsanya. Semua ngeri melihatnya, mereka tidak pernah menyangka Carissa Hubert yang terkenal lemah lembut, bisa memasang tatapan tajam membunuh pada seseorang.


"aaapaaa…tujuuuanmu……?" tanya terbata-bata perdana menteri, dengan sedikit tenaganya dia bangkit untuk berdiri.


"saya tidak ada tujuan jahat pada kalian berdua, saya hanya ingin memastikan dan memberikan jaminan kalau kalian berdua bisa dan akan selalu setia pada kerajaan Jericho, siapapun rajanya? itulah yang akan kalian dukung." jawab enteng Carissa dengan mimik wajah masih datar dan dingin.


"apa kau pikir, aku adalah seorang pengkhianat di kerajaan Jericho?" tunjuk geram perdana menteri yang masih marah akan tindakan licik Carissa, itu menurut mereka.


"saya tidak bilang kalau anda adalah seorang penghianat, itu anda sendirilah yang tahu. Yang harus kalian ingat, siapa saya sekarang? saya sang pengendali, saya bisa jahat pada siapapun yang berbuat jahat? dan sebaliknya saya bisa baik pada siapapun yang berbuat baik? apa kalian bisa mengerti itu?" tanya ungkap Carissa sedikit menyombongkan diri dan tegas pada sikapnya.

__ADS_1


Carissa tidak ingin di anggap lemah oleh mereka yang hanya bisa memanfaatkan jabatan tinggi mereka, Carissa tidak akan kalah dan lemah pada seseorang yang seperti Jimmy Choo selanjutnya. Carissa harus bisa mengendalikan apapun menurutnya baik saat ini? Carissa akan mengendalikan semua orang yang seperti Jimmy Choo, sebagai sang pengendali, dengan apapun caranya?


Perdana menteri Duke Edward Lison menghadap pada kaisar Louis.


"mohon keadilan yang mulia, nona Carissa telah menyerang hamba secara tiba-tiba, itu adalah perbuatan yang licik dan tidak terpuji dari seorang putri bangsawan, mohon yang mulia bersikap tegas untuk perbuatan nona Carissa, yang mulia kaisar." mohon sang perdana menteri dengan bersujud dan mencakup kedua tangannya.


Begitu juga dengan menteri pertahanan yang merasakan hal yang sama dengan sang perdana menteri.


Kaisar melihat kedua menteri yang sedang bersujud dan memohon padanya, lalu beralih pada Carissa yang masih setia pada tempatnya berdiri. Carissa akan mendengarkan apa pendapat dari sang kaisar atas perbuatannya yang bekerja sama dengan sang peramal suci.


"perbuatan nona Carissa yang secara tiba-tiba, adalah di luar perkiraanku, tetapi dia hanya melaksanakan apa yang aku sarankan? dia hanya membuktikan pada kalian yang meragukannya, meragukan sang pengendali. Dia memberikan bukti dan jaminan kebenaran siapa dirinya? Aku sebagai seorang kaisar dari 3 kerajaan, mengakui dan percaya pada nona Carissa Hubert, dialah sang pengendali. Jadi mengapa kalian yang hanya bawahanku bisa meragukan kehadirannya? apa itu tidak termasuk tindak pengkhianatan secara tersembunyi bagi kerajaan Holmes?" ungkap tegas kaisar dengan nada tingginya.


Membuat semua pejabat tinggi 3 kerajaan serta Raja Themes tersentak kaget, dengan nada tinggi dan tegas dari kaisar Louis Theodore. Mereka sangat tahu saat ini kaisar dalam mode marah akan tindakan dua menteri yang mencoba melawan titahnya melalui tindakan sang pengendali.


"mohon ampunan dan maaf dari yang mulia." ungkap serentak para pejabat tinggi kerajaan lainnya. Mereka semua bersujud pada tempat mereka masing-masing, untuk meredam kemarahan sang kaisar.


Carissa hanya diam tanpa bergerak, tatapan matanya malah bertemu dengan Leonard dan Damian yang menatap tidak percaya pada apa yang di lakukan oleh Carissa saat ini? Carissa sadar akan tatapan mata kedua pria tampan yang sejak tadi melihat tindakan yang di lakukan Carissa, kedua pria tersebut tidak pernah menyangka bila Carissa bisa mengambil alih pertemuan tersebut, dan mendapatkan dukungan penuh dari kaisar 3 kerajaan.


"apa kalian masih berani menentang keyakinanku pada sang pengendali?" tanya tegas kaisar dengan nada yang masih sedikit tinggi.


"tidak yang mulia, titah dan keyakinan anda, adalah mutlak bagi hamba." ucap serempak para pejabat tinggi kerajaan yang masih bersujud di hadapan sang kaisar.


"untuk kau perdana menteri dan menteri pertahanan kerajaan Jericho, racun yang kalian dapatkan tidak ada penawarnya sama sekali, hanya nona Carissa Hubert sang pengendali yang dapat menyembuhkannya, selama kalian berdua berada di jalan yang benar untuk mendukung kerajaan Jericho, kalian akan tetap aman dari racun itu, tapi bila kalian coba-coba untuk berkhianat nyawa kalian taruhannya. Ini juga berlaku bagi semua pejabat tinggi 3 kerajaan, kalian mengerti…" ungkap tegas kaisar Louis Theodore mengambil alih kembali pertemuan tersebut.


Karena peran Carissa di sini sudah selesai, sisanya sang kaisar tertinggi yang akan mengambil keputusan, sedikit ancaman akan lebih baik untuk menjamin masa depan yang lebih baik. Itulah tujuan dari sang peramal suci, kaisar Louis Theodore dan sang pengendali yang mampu dengan cepat saling mendukung dan bekerjasama.


Peranan mereka masing-masing di lakukan secara spontan dan baik, ataukah sudah takdir yang di gariskan, akan begini jalannya? Yang pasti semua harus berjalan pada jalan kebenaran, walaupun jalan yang di tempuh sedikit berbelok, tetapi satu tujuan. Kedamaian di masa depan 3 kerajaan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2