
***Kerajaan Darkness World***
Carissa menyerahkan bayi cantik yang sudah selesai ia bersihkan kepada ibunya. Bayi yang sangat cantik dan terlihat penuh akan aura alam yang kuat serta berbeda dari mereka.
"Bayi yang sangat cantik." Seru Shopie memandangi bayi cantik yang ada di dalam gendongan sang ibu.
"Anda benar, bayi yang sangat cantik. Hamba begitu merasa terhormat telah menjadi ibu penghubung dari yang mulia permaisuri pricelia Luvena." Sambungnya yang membuat Shopie tidak mengerti maksud dari perkataan ibu tersebut.
Shopie tahu nama yang baru saja di sebutkan oleh sang ibu. Permaisuri Pricelia Luvena adalah permaisuri yang susah lama tiada ratusan tahun silam. Mengapa namanya di kait-kaitkan dengan seorang bayi perempuan yang baru saja lahir.
"Anda benar. Ibuku sangat cantik dengan aura yang sungguh berbeda dari yang lainnya." Balas Carissa mengerti apa maksud dari ibu sang bayi.
Shopie hanya diam menyimak. Tanpa mengerti perkataan mereka berdua.
"Adikku sudah lahir ibu?" Tanya putra pertama sang ibu. Carissa melihat ke arah anak laki-laki tersebut, dan ia mengingat apa yang di jelaskan oleh sang ayah kepadanya.
"Sudah, dia bayi yang sangat cantik." Sahut Carissa tersenyum ke arah anak laki-laki yang juga melihat ke arahnya.
Anak itu membalas senyuman Carissa dengan senyum yang juga hangat dan menenangkan. Seperti senyum yang di tampilkan oleh kaisar Zavyus Jovandra padanya tadi.
"Kamu benar putri." Balas anak tersebut dengan senyuman yang menambah aura ketampanan wajah imutnya.
Shopie masih diam untuk mengamati, jujur ia tidak mengerti arti dan arah pembicaraan mereka semua yang ada di hadapannya itu.
Carissa melihat ke arah Shopie, wanita itu tahu jika sahabatnya tersebut bingung dengan arah bicara mereka. Shopie tidak mengerti dan tidak tahu apapun?
"Kamu tidak mengerti, dan aku akan memperlihatkan semua yang aku alami padamu, Shopie." Kata Carissa tersenyum ke arah sabahatnya tersebut.
Shopie hanya diam saja pada tempatnya berdiri dengan santai dan anggun. Walaupun mereka masih menggunakan pakaian pria yang serba hitam, Shopie dan Carissa terlihat masih anggun selayaknya putri putri kerajaan.
Carissa menyentuh kening Shopie dengan menggunakan jari telunjuk kanannya. Keluar setitik cahaya terang, dan Shopie kini dapat melihat apapun yang tadi Carissa alami di dalam Dunia Kendi Mundo. Semua dapat di lihat jelas oleh Shopie, dari suasana tempat tersebut, siapa saja yang Carissa temui dan apa yang Carissa bicarakan. Shopie dapat melihat dan tahu semuanya.
Cahaya pada kening Shopie perlahan meredup, kini Shopie mengerti arah pembicaraan mereka. Kini Shopie hanya bingung, bagimana dia harus bersikap kepada anak laki-laki dan bayi perempuan yang ada di hadapannya. Shopie sudah tahu jika mereka berdua adalah titisan dari kaisar Zavyus Jovandra dan permaisuri Pricelia Luvena.
"Bersikaplah seperti biasanya, apa yang sekarang kamu lihat Shopie." Kata Carissa mengerti apa yang kini Shopie pikirkan.
"Bersikap seolah mereka adalah anak anak yang harus kita lindungi di dunia ini. Walaupun mereka berdua sebenarnya tahu bagaimana cara mereka bertahan, dengan kekuatan besar yang mereka miliki, kekuatan yang sedang mereka tekan saat ini." Ungkap penjelasan Carissa, agar Shopie dapat menempatkan dirinya kepada anak laki-laki dan bayi perempuan yang merupakan titisan dari dua orang yang sangat di hormati oleh semua orang di dunia tengah atau Bumi.
"Baiklah. Aku mengerti." Balas Shopie mengerti.
Semua mata memandang ke arah Shopie. Mereka tahu Shopie adalah titisan dari Dewi Bulan. Namun kekuatan Shopie tidak sebesar kekuatan yang Carissa miliki.
"Nama kalian siapa?" Tanya Shopie.
Sang ibu menatap teduh ke arah Shopie. Kemudian berkata memperkenalkan dirinya dan kedua anaknya.
"Namaku Oceana. Putraku Zavyus dan putriku Pricelia. Kami tidak memakai nama belakang, karena kami tidak membutuhkannya." Kata sang ibu yang mengaku bernama Oceana.
"Perlakukan kami selayaknya warga biasa yang kalian berikan bantuan. Agar kami dapat hidup dengan normal di dunia ini." Ucap Oceana kembali.
__ADS_1
"Kami mengerti Oceana." Balas Carissa.
"Apakah mereka akan tetap tinggal di tempat ini, Carissa?" Tanya Shopie.
"Tidak." Balas cepat Carissa.
Mereka melihat ke arah Carissa.
"Mereka akan ikut kita ke dalam istana. Di mana ada aku, di sana ada mereka. Kami tidak boleh di pisahkan." Balas Carissa kembali.
"Apakah akan aman, putri?" Tanya Oceana terlihat khawatir. Wanita itu takut jika mereka di curigai dan jati diri mereka akan cepat ketahuan.
"Tidak. Kalian akan aman bersamaku di istana. Karena kalian adalah pengikut setiaku, dan kalian bisa menggunakan kekuatan kalian sesuka hati kalian. Sebab di dalam istana, mereka harus tahu jika semua pengikut setiaku bukanlah orang biasa. Mereka harus tahu, jika semua yang ada di pihakku adalah orang-orang kuat yang terpilih. Inilah takdir yang harus mereka lihat langsung." Ungkap Carissa memandang mereka secara bergantian.
"Kamu benar Carissa. Aku setuju padamu." Balas Shopie setuju.
Carissa dan Shopie melihat ke arah Oceana. Sejenak ia berpikir dan akhirnya setuju akan saran yang di katakan oleh Carissa.
"Baiklah, saya setuju putri." Balas setuju Oceana tersenyum kepada Carissa dan Shopie.
"Sebelumnya, putriku akan berada pada usia yang aman." Ungkap Oceana dengan tersenyum ke arah bayi yang ada di dalam dekapannya.
Oceana kemudian meletakkan bayinya tepat di sampingnya. Beberapa saat kemudian keluar cahaya dari tubuh bayi tersebut, perlahan tapi pasti tubuh bayinya berkembang dan kini duduk seorang anak perempuan yang sangat cantik tersenyum ke arah mereka. Anak perempuan berusia 5 tahun yang sangat cantik dengan rambut pirangnya yang panjang. Matanya yang hijau keabuan begitu cantik dengan kulit putih pucatnya. Benar benar anak perempuan yang cantik dan imut.
Carissa dan Shopie diam terpaku dan tidak percaya akan apa yang ia lihat saat ini. Dalam sekejap bayi yang baru lahir, kini berubah menjadi anak yang berusia 5 tahun. Sedangkan kakaknya berusia 7 tahun, mereka benar-benar nyata.
"Itu sangat bagus. Kekuatan yang sangat unik dan berbeda dari orang pada umumnya." Ucap Carissa kagum.
"Itulah kekuatan istimewa, yang hanya di miliki oleh mereka yang pernah tinggal dan keluar dari Dunia Kendi Mundo." Penjelasan dari Oceana.
"Anda juga memiliki kekuatan itu, putri." Kata Oceana kepada Carissa.
"Cobalah putri. Pusatkan pikiran dan bayangkan anda ingin berada pada usia berapa?" Kata Oceana menyarankan.
"Apakah benar aku bisa?" Tanya Carissa tidak percaya.
Oceana hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah akan aku coba."
Semuanya melihat ke Carissa yang sedang memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, muncullah cahaya dari tubuhnya, dan perlahan meredup mengikuti ukuran tubuh yang di inginkan oleh Carissa.
Carissa sekarang berada pada usia 10 tahun yang sangat mirip dengan putri Alarice Jovandra. Mereka bagaikan kembar pinang di belah dua. Mirip tanpa dapat di bedakan, semua takjub melihat perubahan tersebut.
"Kamu benar Oceana. Aku berhasil." Kata Carissa senang bisa menggunakan kekuatan special tersebut.
"Selamat putri. Jadi di dunia ini hanya kalian bertiga yang memiliki kekuatan spesial tersebut." Sahut Oceana tersenyum senang.
"Baiklah, sebaiknya kita harus cepat kembali ke dalam istana. Kita harus beristirahat, karena malam semakin larut dan besok pagi aku harus bertarung. Entah mengapa tenagaku terasa terkuras banyak, dan tubuhku lemas." Ucap Carissa lemah.
__ADS_1
Ia kembalikan tubuhnya ke bentuk semula. Carissa merasa jika tenaganya banyak terkuras setelah keluar dari Dunia Kendi Mundo.
"Itu karena tubuh anda belum terbiasa keluar masuk ke dalam Dunia Kendi Mundo. Sebab dunia di sana dan dunia di sini sangat berbeda. Tubuh anda baru saja menyesuaikan aura di dalam sana. Anda harus sesering mungkin keluar dan masuk ke dalam sana, putri. Agar tubuh anda cepat terbiasa." Jelas Oceana, mengapa Carissa mengalami perubahan pada kondisi tubuhnya saat ini.
"Jadi Dunia Kendi Mundo berbeda dari dunia ruang dimensi?" Tanya Shopie.
"Iya, sangat berbeda. Dunia Kendi Mundo penuh akan berbagai aura kehidupan yang alami. Sedangkan tubuh asli putri Carissa adalah tubuh manusia biasa pada umumnya dan bukan tubuh Dewa, Dewi ataupun titisan murni langsung. Jadi tubuh putri masih harus menyesuaikan dirinya."
Penjelasan Oceana dapat mereka mengerti.
"Baiklah. Sebaiknya kita harus cepat kembali. Aku takut tidak bisa berteleportasi ke dalam kamar istana. Aku semakin melemah." Ucap Carissa memberitahukan kondisi tubuhnya saat ini.
Energi di dalam tubuhnya, seakan terkuras dan tersedot habis. Carissa benar benar lemah dan lemas. Ia membutuhkan vitamin buatannya dan segera mengistirahatkan tubuhnya.
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita kembali. Biar aku yang membawa mereka kembali. Apa kamu masih bisa berteleportasi sendiri?" Tanya Shopie terlihat khawatir.
"Masih, ayo cepat." Balasnya.
Mereka bersiap untuk kembali ke dalam istana. Shopie membawa serta Oceana, Zavyus dan Pricelia. Sedangkan Carissa berteleportasi sendiri. Mereka masuk langsung ke dalam kamar Carissa dengan selamat.
Tubuh Carissa seketika tumbang terduduk di atas lantai kamarnya. Shopie yang terkejut segera meraih tubuh Carissa agar tidak rebah ke atas lantai.
"Apa kamu baik baik saja, Carissa?" Tanya khawatir Shopie.
"Aku baik. Tubuhku lemas. Tolong Shopie, ambilkan vitamin ku yang ada di dalam laci nakas dan aku butuh cepat untuk tidur malam ini." Ucapnya lemah dan berusaha bangkit.
Shopie membantu Carissa untuk bangkit, dan menuju ke atas ranjangnya. Carissa merebahkan tubuhnya dengan mata yang terpejam cemas.
Shopie mengambil vitamin yang di butuhkan Carissa di dalam laci nakas di samping ranjang. Kemudian membantu Carissa untuk meminum vitaminnya. Carissa benar benar terlihat lemah dan lemas.
"Tidurlah Carissa" Ucap Shopie.
Namun Carissa kembali membuka matanya dan melihat ke arah Shopie.
"Tolong urus mereka dengan baik Shopie. Pastikan mereka nyaman malam ini, dan tidak ada yang curiga akan kemunculan mereka di istana ini." Pesan Carissa kepada Shopie agar melayani Oceana, Zavyus dan Pricelia dengan baik malam ini.
"Tentu. Kamu istirahatlah, aku yang akan mengurus mereka bertiga. Tenanglah, semua akan baik baik saja. Istirahatlah Carissa….!!!" Ucap Shopie begitu penuh perhatian kepada sahabatnya tersebut.
Shopie dan yang lainnya memandang khawatir ke arah Carissa yang kini telah tertidur pulas. Tubuhnya yang hanya manusia biasa, bahkan tubuh Carissa yang asli sejak dulu memang sangat lemah. Jadi Carissa masih harus menyesuaikan tubuhnya, terhadap semua kekuatan-kekuatan yang perlahan masuk satu persatu ke dalam tubuhnya. Itulah proses yang harus di jalani oleh tubuh Carissa, sehingga membuat tubuhnya terkadang kehabisan energi. Proses yang harus di jalani dan terjadi pada tubuh manusia Sang Pengendali, untuk menjadi titisan dari sang Dewa Langit.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1