
***Benteng Pertahanan Bagian Barat Kerajaan Holmes***
Dua kubu masih saling menyerang, mengerahkan semua kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki. Berusaha saling menjatuhkan lawan, berbagai kekuatan elemen dan magic di gunakan oleh para kesatria yang ada di dalam medan perang.
Kaisar Wakiza Orscid yang memiliki sebuah elemen api dan elemen petir, telah mengalahkan beberapa manusia iblis yang dia lewati. Kini sang kaisar sedang berhadapan dengan siluman tengkorak hitam, yang sudah menjelma menjadi seorang wanita cantik dengan postur tubuh yang begitu menggoda.
Siluman tengkorak hitam yang telah berubah menjadi wanita super cantik dan seksi itu. Dengan senyum menawannya menatap intens kaisar Wakiza Orscid. Siluman tengkorak hitam yang memiliki nama Calavera Negra, begitu terkesan dan tertarik melihat seorang pria tampan dengan postur tubuh ideal yang menjadi idamannya selama ini.
Sedangkan kaisar Wakiza Orscid, hanya menatap datar dan dingin siluman tersebut. Dia sama sekali tidak tergoda walaupun kini di hadapannya ada seorang wanita super cantik dan seksi. Yang dia lihat dari wanita ini adalah siluman yang harus di basmi dari muka bumi ini.
"Aku tidak pernah menduga, kalau aku akan bertemu dengan pria tampan di dalam medan perang kali ini, aku merasa sangat beruntung bisa datang ke sini…?" ucap siluman tengkorak hitam yang bernama Calavera Negra. Dia masih menampakkan senyum manis dan menawan yang ia miliki di hadapan kaisar Wakiza Orscid.
Kaisar Wakiza Orscid tidak menjawab, dia masih tetap siaga pada lawan yang ada di hadapannya. Sang kaisar tidak tahu apa kekuatan dari siluman tengkorak hitam tersebut? karena dia tidak bisa merasakan aura kekuatan yang siluman itu miliki.
"nama ku Calavera Negra, aku siluman tengkorak hitam yang berasal dari wilayah Lembah Kematian, yang ada di dekat hutan Bukit Suci perbatasan kerajaan Darkness World dan kerajaan Colina Santa. Tentunya kau tahu tempat itu." ungkap siluman tengkorak hitam Calavera Negra sedikit berbisik, yang masih bisa di dengar oleh kaisar Wakiza Orscid. Calavera Negra menatap sang kaisar masih dengan senyum menawannya.
Hutan Bukit Suci adalah wilayah terlarang dan tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam hutan Bukit Suci tersebut. Dahulu hutan Bukit Suci adalah tempat tinggal dua Petapa suci dan kedua anak perempuannya yang terlahir dari anugerah Dewi dan Dewa langit.
Sejak kerajaan Eternity World bagian Timur Selatan berubah menjadi kerajaan Darkness World. Hutan Bukit Suci yang berada di tengah-tengah dua kerajaan terbesar di dunia itu, tersegel oleh seluruh kekuatan dari dua Petapa suci, yaitu kedua orang tua Princella Odella dan Pricelia Luvena.
Mereka menyegel seluruh wilayah hutan Bukit Suci, agar tidak seorang pun bisa masuk ke dalam hutan yang sudah menjadi tempat yang sangat di sakralkan. Hanya titisan dari kedua Petapa suci itu yang bisa masuk ke dalam hutan terlarang tersebut. Seperti Princella Odella yang masih hidup kekal abadi sampai sekarang, yang kini menjadi penjaga hutan sekaligus penjaga sebuah menara suci yang bernama Torre Dorada, yang artinya Menara Emas.
Lembah Kematian yang ada di perbatasan antara kerajaan Darkness World dan kerajaan Colina Santa, adalah tempat yang sangat berbahaya. Tidak ada yang bisa selamat dari Lembah Kematian itu, manusia biasa, manusia iblis, siluman, penyihir, raksasa ataupun para monster dan iblis yang berasal dari kerajaan Darkness World dan kerajaan Kegelapan Dasar Neraka, tidak akan bisa kembali dengan selamat bila sudah terjatuh ke dalam dasar Lembah Kematian tersebut.
Lembah Kematian memiliki sebuah rahasia yang tidak bisa di ungkap oleh siapapun? bahkan dua kaisar kegelapan yang menjadi musuh manusia di dunia ini pun, tidak bisa menguasai Lembah Kematian tersebut. Penguasa dari Lembah Kematian itu adalah seseorang yang sampai kini tidak ada yang tahu siapa sosoknya?
Lembah Kematian adalah wilayah yang berdiri sendiri, tidak berada di pihak manapun? sekalipun dua kerajaan Kegelapan yang di takuti oleh beberapa kerajaan di dunia. Walaupun wilayahnya kecil, tetapi sangat menakutkan. Bila seseorang yang berada dan memiliki kekuatan yang sangat besar serta memiliki kekuatan spiritual dalam tubuhnya, mereka akan bisa merasakan adanya dua aura yang ada di dalam Lembah Kematian. Aura kekuatan Putih dan Hitam, kekuatan baik dan kekuatan jahat.
Jadi bagaimana mungkin? siluman tengkorak hitam yang kini ada di hadapan kaisar Wakiza Orscid, berani mengaku berasal dari Lembah Kematian itu. Kaisar Wakiza Orscid tentunya sangat tahu Lembah Kematian seperti apa? Dia tidak akan dapat di bohongi.
"jadi kau berasal dari Lembah Kematian yang tidak bisa di lalui oleh siapapun?" tanya kaisar Wakiza Orscid, dengan tatapan tajam dan dinginnya. Yang malah membuat siluman wanita tengkorak hitam Calavera Negra, semakin terkesan dan tertarik pada sosok tampan yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
"iya tampan…aku berasal dari sana, dan tidak ada yang tahu aku datang dari tempat itu selain dirimu." ungkap siluman tengkorak hitam, dengan menggunakan kekuatan teleportasinya yang cepat, mendekati dan menjauh dari kaisar Wakiza Orscid.
Wakiza Orscid terkejut karena tidak bisa melihat pergerakan cepat dari siluman tersebut. Tidak ada perlawanan sama sekali yang di lakukan oleh Calavera Negra pada kaisar Wakiza Orscid. Calavera Negra sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada kaisar Wakiza Orscid, yang menjadi pria idamannya selama ini.
"apakah kau akan melawanku, tampan…?" tanya Calavera Negra yang sudah berdiri di hadapannya. Senyum di bibirnya masih mengembang.
"tentu saja, karena siluman seperti dirimu, harus di musnahkan." jawab tegas kaisar Wakiza Orscid, dengan menunjuk menggunakan pedang yang ia pegang.
"apakah kau tidak memiliki hati dan mata yang bisa di pakai untuk melihat dengan benar?" tanya Calavera Negra.
"apa maksudmu siluman?" tanya kaisar Wakiza Orscid dengan tatapan tajamnya.
"apa kau melihat aku melawan kalian di sini? sejak aku tiba di sini, aku tidak membunuh satupun dari temanmu." jawab Calavera Negra.
"siapa yang peduli, kau berada di kubu kerajaan Darkness World, itu berarti kau adalah musuh ku, musuh yang harus di musnahkan."
"hahahaha…kau sangat kejam sayangku…asal kau tahu aku berada di sini, bukan datang dan berpihak kepada siapapun atau kubu manapun? Aku di utus untuk melihat kalian berperang, dan sesuatu yang harus aku pastikan kebenarannya." ungkap Calavera Negra dengan sikap tenangnya.
"apa kau pikir, kau bisa untuk membodohi ku?" tanya kaisar Wakiza Orscid dengan tegas dan mulai muak dengan wanita yang ada di hadapannya itu.
"tidak sayang…apa yang aku katakan adalah kebenarannya. Pantang bagiku untuk berbohong, karena akan sangat merugikan bagi diriku sendiri." jawab Calavera Negra, yang membuat kaisar Wakiza Orscid bertambah geram dan kesal.
"jangan banyak bicara kau…hiyaaa…!" serang kaisar Wakiza Orscid dengan menggunakan semburan api melalui telapak tangan kanannya.
Semburan api itu dapat di hindari oleh Calavera Negra, dengan melompat terbang untuk menghindar. Kaisar Wakiza Orscid terus menyerang dengan kedua elemennya, yaitu elemen api dan elemen petir yang dia miliki. Tetapi Calavera Negra tetap bisa menghindarinya, dengan terbang dan sesekali dia berteleportasi ke tempat yang lain, untuk menghindari semua serangan dari kaisar Wakiza Orscid.
Kaisar Wakiza Orscid bertambah marah, karena semua serangan yang dia lakukan tidak satupun mengenai Calavera Negra. Tidak habis akal, sang kaisar menyerang dari jarak dekat dengan menggunakan pedang dan bela diri yang ia miliki. Calavera Negra pun bisa menahan semua serangan yang di lakukan oleh sang kaisar.
Calavera Negra mengeluarkan sebuah senjata tongkat kecil seperti tulang. Entah itu hanya tongkat kecil ataupun sebuah senjata? Kaisar Wakiza Orscid tidak bisa menebas tongkat tulang itu menggunakan pedangnya. Kaisar Wakiza Orscid terkesan, dengan tongkat senjata dan juga ilmu bela diri yang di gunakan oleh Calavera Negra.
Calavera Negra melakukan dan membuktikan apa yang dia katakan? tidak satu kali pun Calavera Negra menyerang atau melukai kaisar Wakiza Orscid, dia hanya menghindar dan mempertahankan dirinya agar tidak terkena serangan dari kaisar Wakiza Orscid.
__ADS_1
"jangan hanya bisa menghindari serangan ku, lawan aku…!!" tantang geram kaisar Wakiza Orscid, menunjuk ke arah Calavera Negra.
"ayolah sayang ku…aku tidak ingin melukaimu. Sudah aku katakan, aku datang ke sini tidak berada di pihak manapun? aku datang kesini, hanya di utus untuk melihat sesuatu yang harus aku buktikan kebenarannya." jawab Calavera Negra dengan santainya.
"sesuatu kebenaran apa yang kau ingin buktikan?" tanya kaisar Wakiza Orscid ingin tahu lebih jelas.
"nanti kau juga akan tahu, sekarang apa kau tidak akan memperkenalkan siapa dirimu?" tanya Calavera Negra yang ingin tahu siapa nama pujaan hatinya tersebut.
"bila kau ingin tahu, kau cari tahu sendiri." ucapnya tiba-tiba menusuk tubuh Calavera Negra dengan pedangnya.
Tanpa perlawan dan menghindari serangan dari kaisar Wakiza Orscid, Calavera Negra hanya diam berdiri di tempatnya. Tusukkan pedang kaisar Wakiza Orscid sangat dalam menembus perut hingga ke belakang pinggang Calavera Negra, tetapi dirinya hanya tersenyum manis ke arah pria pujaan hatinya tersebut.
"ooo…sayang ku, kau terlalu kejam padaku, tanpa rasa kasihan sama sekali, kau menusuk perut ku dengan pedang mu ini." ucap Calavera Negra sembari menggenggam pergelangan tangan kanan sang kaisar.
Calavera Negra menekan tangan kaisar Wakiza Orscid dan menuntunnya untuk menusukkan pedangnya lebih dalam lagi. Kaisar Wakiza Orscid hanya diam saja merasakan pedang yang masuk lebih dalam ke dalam perut siluman tengkorak hitam tersebut. Tatapan tajam dan dinginnya masih setia untuk menatap wajah cantik Calavera Negra.
Dengan gerakan cepat kedua tangan Calavera Negra memegang kedua pipi sang kaisar, lalu mencium bibir kaisar Wakiza Orscid. Ciuman pertama yang di miliki oleh Calavera Negra di berikan dengan ketulusan kepada sang kaisar, penguasa kerajaan Colina Santa tersebut.
Kaisar Wakiza Orscid yang mendapatkan ciuman yang secara tiba-tiba itupun terkejut. Dengan cepat tangan kirinya mendorong tubuh wanita yang sedang menciumnya. Sang kaisar mencabut pedangnya dengan kasar dan cepat. Calavera Negra terhuyung ke belakang akibat dorongan keras dari kaisar Wakiza Orscid.
Perut Calavera Negra yang tertusuk pun mengeluarkan darah banyak, hingga menetes ke atas tanah yang ia pijak. Senyum manis dan menawannya masih setia mengembang di bibirnya. Tatapan mata Calavera Negra penuh akan cinta untuk sang kaisar yang telah mencuri hatinya, inilah cinta pertama Calavera Negra yang bersemi di medan perang.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1