
***Kerajaan Darkness World***
Suasana di tempat Carissa sungguh menegangkan saat ini. Pertarungan di antara Kaisar Yuma Gruffin dan Callysta Angelina berlangsung begitu saja.
Kini Callysta di hadapkan oleh serangan jarum jarum bulu hitam milik sang Kaisar. Sedangkan semua pasukan Carissa Sang Pengendali tidak dapat bergerak sama sekali.
"Callysta…!" Panggil histeris Carissa takut akan serangan sang Kaisar. Namun ia tidak dapat bergerak sama sekali untuk membantu Callysta.
'Trang, trang, trang…' Suara gesekkan besi yang saling bersentuhan.
Senyum di balik masker penutup wajah Callysta tidak ada yang dapat melihatnya.
Semua orang tercengang dan tidak percaya pada apa yang ia lihat saat ini. Serangan jarum jarum bulu hitam beracun Kaisar Yuma Gruffin, terhalang oleh pedang dari Kaisar Hayden Pris yang berdiri di hadapan Callysta untuk melindungi gadis itu.
Kaisar Kerajaan Darkness World itu melindungi Callysta dari serangan Kaisar Yuma Gruffin. Entah apa yang ada di dalam pikiran Kaisar Hayden Pris saat ini, sehingga pria itu sudi melindungi Callysta.
"Apa yang kau lakukan Hayden…?" Tanya Kaisar Yuma dengan raut wajahnya yang terlihat marah akan tindakan Kaisar Hayden.
"Tubuh dan pikiran ku bergerak dengan sendirinya." Balas Kaisar Hayden.
Bukannya menjawab perkataan Kaisar Hayden, pandangan matanya teralihkan oleh warna rambut Kaisar Hayden yang berubah menjadi silver pada beberapa bagian.
"Rambut mu…!" Tunjuk Kaisar Yuma Gruffin ke arah rambut Kaisar Hayden.
Semua orang yang ada di sana dapat menyaksikan perubahan rambut itu terjadi. Rambut yang awalnya berwarna coklat tembaga yang panjang setengah tergerai, kini berubah menjadi silver pada beberapa bagian.
"Sejak kapan kau menerima perlindungan dari khayangan?" Tanya Kaisar Yuma tidak percaya akan apa yang di lihatnya.
Kaisar Hayden terdiam, dia memang dapat merasakan sesuatu berubah dari dalam tubuhnya. Walaupun ia tidak melihat secara langsung perubahan warna rambutnya, tetapi dia percaya akan perubahan itu dari tatapan mata permaisuri yang tadi ia lirik sejenak.
"Sejak aku menerima rambut dari putri Titisan yang tadi ia berikan padaku. Apa kau juga tidak menyadari, jika kau juga mendapatkan sebuah perlindungan khayangan?" Ungkap Kaisar Hayden juga melihat ada perubahan warna pada rambut hitam panjang Kaisar Yuma.
Pada bagian sisi kanannya memiliki sedikit rambut yang berwarna silver, sama seperti Kaisar Hayden. Tetapi tidak sebanyak yang di miliki oleh Kaisar Hayden Pris.
Kaisar Yuma diam sejenak, sebenarnya ia juga merasakan sedikit perubahan yang terjadi setelah ia menyentuh rambut silver yang di berikan oleh Callysta. Dia pun meruntuki kesalahan yang telah ia berbuat.
Mengapa ia mau begitu saja menerima rambut silver itu? Jika mengingat kembali, gerakkan tangan dan pikirannya berjalan begitu saja, tanpa dapat ia cegah. Seolah tubuhnya di kendalikan oleh orang lain.
"Kau berkhianat padaku Hayden." Ucap Kaisar Yuma terlihat marah.
"Tidak. Kau tahu sendiri dan dapat merasakannya, jika aku tidak pernah mengkhianatimu." Balas Kaisar Hayden tidak terima atas tuduhan Kaisar Yuma.
Kaisar Yuma terdiam dengan rahang yang mengeras akan kebenaran yang di ucapkan oleh Hayden Pris.
__ADS_1
"Wanita terkutuk itu tidak seharusnya ada di dunia ini. Seharusnya ia masih berada di dunia lain." Ungkap Kaisar Yuma dengan raut wajahnya yang marah.
Pria kuat itu mengeraskan rahangnya dan menggeretakkan gigi menahan sejenak kemarahannya. Dia sadar tidak pada waktu dan tempatnya ia bersikap gegabah seperti itu.
Kembali ia melihat ke arah Callysta yang masih berada pada mode khayangan. Kaisar Yuma tahu tidak seharusnya melawan Callysta di tempat itu, hanya akan sia-sia dan menguras kekuatan yang ia miliki.
Sebab, ia merasakan beberapa kali sentuhan tangan Callysta, seakan menyedot kekuatan di dalam tubuhnya. Dia cepat menyadari jika kini yang ia hadapi adalah benar-benar putri Titisan yang memiliki Darah Kehidupan. Akan sangat berbahaya jika di sentuh oleh mereka yang tidak memiliki kekuatan khayangan.
"Wanita ini ada di Kerajaan mu. Sebaiknya kau atasi dia dengan segera." Ucap sang Kaisar masih terlihat marah.
"Sebelum kau yang akan dia musnahkan." Ancam peringatan dari Kaisar Yuma kepada Hayden.
Tatapan matanya yang merah kehitaman begitu tajam membunuh ke arah Callysta.
Tidak ada dalam pikiran dan bayangannya saat datang berkunjung ke Kerajaan Darkness World, dia akan bertemu dengan seorang putri Titisan yang memiliki kekuatan Darah Kehidupan.
Kedatangannya ke kerajaan itu hanya untuk bertemu dan melihat sosok Sang Pengendali, seperti kabar berita yang ia dapatkan dari pengikut setianya.
pandangan mata pria itu beralih melihat ke arah Carissa Sang Pengendali, yang ada di sampingnya.
"Bahkan dua wanita ini memiliki aura yang benar benar membuat ku marah." Ucap Kaisar Yuma melihat tajam ke arah Carissa Sang Pengendali.
"Kalian berdua akan mati di tangan ku. Bersenang-senang lah dengan puas sebelum kematian datang pada kalian berdua." Ungkap Kaisar Yuma begitu terlihat marah dan benci ke arah Carissa dan Callysta.
Sedangkan Kaisar Hayden membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Callysta yang masih berada pada mode khayangan.
"Apa tujuanmu memberikan ku perlindungan khayangan?" Tanya Hayden kepada Callysta.
"Sudah seharusnya kau kembali lagi kepada takdir awal kelahiran mu yang sebenarnya. Jangan pernah melawan takdir kelahiran mu ke dunia ini, Kaisar Hayden Pris. Putra Titisan Bumi." Ungkap Callysta terlontar begitu saja.
Hayden Pris terdiam. Cukup lama nama itu tidak di sebutkan oleh orang asing, bahkan permaisuri nya tidak tahu akan nama khayangan yang dulu ia miliki.
"Kau adalah putra Titisan Bumi, putra yang terlahir dari Dewa Bumi untuk melindungi dan menjaga Dunia tengah Bumi. Kembalilah pada leluhurmu yang sebenarnya, putra Titisan Bumi. Semuanya akan baik baik saja." Ungkap Callysta kembali.
Hayden Pris masih terdiam dengan pandangan tidak percaya akan ucapan Callysta tentang dirinya.
Di dalam hati dan pikiran pria itu bertanya, siapa sebenarnya gadis di hadapannya tersebut?
'Jika benar dia adalah putri Titisan yang memiliki kekuatan Darah Kehidupan, itu artinya gadis ini adalah titisan dari Dewa dan Dewi Agung yang terlahir kembali. Apakah takdir itu sudah semakin dekat?' Gumam Hayden di dalam hatinya.
"Permaisuri Princella Odella, kemarilah…!" Panggil Callysta kepada permaisuri.
Wanita cantik nan anggun itu segera datang mendekat dan berdiri beriringan bersama Kaisar Hayden Pris.
__ADS_1
"Kau Putri Titisan anugrah langsung dari Dewa Bumi dan Dewi Bulan. Kau terlahir membawa takdir awal dari semuanya. Kau terlahir dengan membawa takdir awal dan akhir yang akan membuat semuanya berjalan pada garis yang telah di tentukan oleh langit." Ungkap Callysta melihat ke arah permaisuri Princella Odella.
"Kau putri titisan yang akan kembali menjadi suci seperti semula kelahiran mu. Ketulusan, kesetiaan dan keteguhan hatimu tetap berada di sisi suami mu akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kau berhasil putri…apa yang kau harapkan selama ini akan menjadi kenyataan. Tetaplah berada di sisinya apa pun yang terjadi kepada kalian berdua. Semua akan berjalan di atas garis takdir yang sudah di tentukan oleh langit." Ungkap Callysta dengan tatapan mata yang begitu teduh dan hangat.
Permaisuri tidak langsung menjawab, pandangan matanya melihat ke arah samping, di mana Kaisar Hayden Pris juga melihat ke arahnya.
Untuk pertama kalinya ia melihat Kaisar Hayden Pris dengan tatapan yang penuh akan cinta kasih dan hangat. Senyuman bahagia terpatri di wajahnya melihat sang suami yang selama ini ia jaga, lindungi dan dampingi. Tidak dapat ia pungkiri jika jauh di dalam hatinya memiliki rasa sayang dan cinta untuk sang suami.
Permaisuri meraih dan menggenggam tangan Kaisar Hayden Pris dengan lembut dan hangat. Tentunya Kaisar Hayden langsung melihat ke arah tangannya yang di genggam oleh wanita yang selama ini ia kasihi dan cintai sepenuh hatinya.
Begitu lembut dan hangat genggaman itu. Hayden merasakan cinta kasih yang sebenarnya saat ini, hatinya menghangat dan begitu lega yang ia rasakan. Kaisar Hayden Pris tersenyum begitu bahagia merasakan kehangatan itu. Mereka berdua semakin mengeratkan genggaman tangan mereka.
"Tentu saja yang mulia. Kami akan selalu bersama hingga maut memisahkan. Terima kasih atas perlindungan yang anda berikan, yang mulia." Ucap permaisuri begitu merasa bersyukur dan hormat terhadap sosok Callysta.
"Kalian berdua telah melewati semua rintangan yang tidak mudah. Kalian berdua di takdikan untuk bersama. Begitu kau menerima takdir itu, begitu juga keinginan baikmu selama ini akan terwujud. Perlindungan dari khayangan akan selalu bersama kalian." Ungkap Callysta.
Callysta melangkah mendekati keduanya. Mengarahkan genggaman tangan Hayden dan Princella untuk berada di atas telapak tangannya.
"Tuntunlah putra Titisan Bumi kembali ke takdir yang seharusnya. Sehingga ia kembali mendapatkan lagi takdir kelahirannya seperti sedia kala. Semua yang menjadi ketakutannya akan musnah dengan keteguhan dan ketulusan hatimu, putri Princella Odella. Putri kebanggaan dari bukit suci. " Ungkap Callysta begitu membuat sang permaisuri terharu akan arti namanya yang sudah lama tidak di sebutkan oleh seseorang.
"Baik yang mulia, akan hamba lakukan seperti yang anda perintahkan. Hamba akan selalu berada di sisinya apapun yang terjadi, dan hanya maut yang akan memisahkan kami." Balas permaisuri dengan rasa haru yang ia rasakan.
Hayden melihat ke arah permaisurinya, ia dapat merasakan ketulusan hati dari wanita yang begitu ia cintai selama ini.
Terlihat perubahan pada warna rambut pirang permaisuri, yang perlahan berubah menjadi silver pada beberapa bagian rambut panjangnya. Letak perubahan rambutnya sama seperti yang di miliki oleh Kaisar Hayden Pris.
Beberapa detik kemudian, tiba-tiba tubuh Callysta menghilang dengan secepat kilat. Terjadi hanya dalam hitungan detik saja, tanpa ada yang tahu kemana menghilangnya Callysta dalam beberapa detik itu.
Callysta kembali lagi pada posisinya, dan perlahan cahaya pada tubuhnya menghilang, begitu juga warna matanya kembali berubah pada warna semula, coklat bening.
Tubuh Callysta tumbang dan duduk bersujud ke atas lantai. Begitu juga untuk tubuh semua orang yang ada di sana, dapat kembali bergerak seperti semula.
Carissa dengan cepat mendekati dan merangkul tubuh Callysta. Ada apa dengan Callysta sekarang? Tidak ada yang tahu selain dirinya sendiri. Kekuatan seperti apa yang tadi di perlihatkan oleh Callysta? Mereka pun tidak tahu sama sekali.
Hanya Callysta sendiri yang dapat menjelaskan semuanya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.