DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
56. Pilihan Takdir Carissa.


__ADS_3

***Aula Pertemuan Istana Holmes***


Carissa masih menatap tajam dan geram, pada Sophie sang peramal suci, yang berdiri di hadapan mereka. Bahkan beberapa ancaman yang Carissa ucapkan? tidak membuat Sophie takut sama sekali.


"baiklah Sophie bila kau tidak ingin menjawab ku…aku tidak tahu lagi harus apa saat ini? aku hanya tidak ingin menikah cepat, karena akan sulit bagiku keluar dari istana kerajaan Holmes ini. Apa kau tidak akan membantu ku juga?" ucap Carissa melalui telepatinya pada Sophie, dan sebenarnya Sophie pun mendengar semua yang di ucapkan oleh Carissa.


"aku mendengar semua keluhanmu Callysta, dan aku harap kau bisa tenang, karena semua akan berjalan mengikuti takdir hidup kalian, semua yang sudah terjadi sudah di gariskan, kita hanya bisa berusaha untuk merubah nasib masa depan kita, bila perubahan itu masih memungkinkan." balas Sophie pada telepatinya pada Carissa.


Carissa melihat tajam pada Sophie, yang mendapatkan jawaban teka-teki lagi dari Sophie. Sedangkan Sophie yang matanya tertutup kain, bisa melihat jelas tatapan tajam Carissa padanya. Sophie yang semalam mendapatkan pengelihatan baru tentang masa depan pun, hanya bisa pasrah dan berusaha, untuk membuat perubahan demi kebaikan bersama.


"apa maksudmu Sophie…?"


"ikuti saja arahan dari acara ini, jangan banyak membantah dan membuat ulah, kalau tidak aku sendiri yang akan menjadi lawanmu." balas Sophie mengancam balik.


"kalau itu tidak merugikan diriku, aku akan mengikuti arahan mu dan semua acara ini, tetapi kalau ini merugikan ku, aku tidak takut untuk melawanmu !!"


Terlihat sang peramal suci menghela nafasnya, dia pun melangkah mendekati putra mahkota dan para pangeran, dan berdiri di depan mereka. Sang peramal suci, melihat pada semua calon istri dan selir putra mahkota dan para pangeran.


"nona Carissa Hubert… keluar lah dari barisan." ungkap Sophie sang peramal suci menunjuk ke arah Carissa.


"apa yang ingin kau lakukan Sophie?" tanya telepati Carissa pada Sophie.


"ikuti saja apa yang aku ucapkan, selama ini aku tidak pernah membuatmu celaka." balas Sophie melalui telepatinya.


Semua orang heran…!! melihat perintah dan tunjukkan sang peramal suci pada Carissa Hubert. Sedangkan Carissa, dengan terpaksa mengikuti apa yang di perintahkan oleh Sophie.


Kini Carissa sudah berdiri di hadapan Sophie sang peramal suci.


"nona Carissa Hubert…anda memiliki takdir sang pengendali, anda memiliki takdir tiga pria sekaligus." ucap sang peramal suci menunjuk pada Carissa yang membuat semua orang terkejut akan ramalan dari sang peramal suci untuk Carissa.


"apa-apaan kau Sophie?" tanya kesal Carissa pada Sophie melalui telepatinya.


"itu yang sebenarnya Callysta, ada tiga pria dalam hidupmu, yang datang sekaligus dari 3 masa. masa lalu, masa Sekarang dan masa yang akan datang. Hanya kau dan mata hati mu yang bisa memilih pria mana yang tepat untuk mu." balas Sophie melalui telepatinya.


Carissa hanya diam, menatap tajam ke arah sang peramal suci.


"nona Carissa, anda memiliki takdir 3 pria sekaligus, dua pria sudah berada di kerajaan Holmes ini, dan satu lagi ada di kerajaan Darkness World." ucap sang peramal suci yang membuat semua orang lagi-lagi terkejut.


"apa maksudmu Sophie?" tanya Carissa melalui telepatinya, yang lagi-lagi di buat geram dan terkejut oleh ramalan Sophie untuknya.


"nona Carissa ke 3 pria tersebut hanya satu yang bisa kau pilih dengan mata hatimu, dan akan menjadi pasangan hidupmu, dan dua pria lagi harus kau taklukkan sebagai sang pengendali." ucap sang peramal suci.


"bagaimana kalau hamba tidak memilih semuanya…?" tanya Carissa terus terang dan kali ini langsung pada Sophie tanpa telepatinya. Carissa berusaha bersikap sabar dan sopan.


"bila kau tidak memilih semuanya, kerajaan golongan hitam atau kerajaan Darkness World akan menang, dan kau tidak akan bisa kembali, sang pengendali akan menghancurkan semua dunia magic tanpa dia sadari." balas sang peramal suci yang membuat semua orang terkejut dan takut akan ramalan tentang Carissa.

__ADS_1


"hahahaha…apa itu bisa di percaya…?" ucap Carissa tertawa karena merasa lucu dan tidak percaya akan ramalan dari Sophie sang peramal suci.


"apa kau pikir aku berbohong…? bila kau bisa tepat memilih pasangan untuk hidupmu, kau akan bisa melakukan apapun yang kau inginkan?" ucap sang peramal suci.


"apa kau pikir memilih itu adalah hal yang gampang?" tanya Carissa dengan memasang wajah datar dan dinginnya, dia sudah tidak bisa bersikap sabar dan sopan lagi pada Sophie.


"setidaknya aku bisa membantumu untuk menentukan pilihanmu, dua pria takdirmu sangatlah baik, pilihlah antara putra mahkota dan pangeran kedua yang menjadi dua pria dari takdir mu yang berada di kerajaan ini." ungkap sang peramal suci.


Yang membuat mata putra mahkota dan pangeran kedua, membulat sempurna karena terkejut akan ramalan sang peramal suci.


Ramalan untuk takdir masa depan Carissa, adalah mereka berdua. Kedua pria tersebutlah yang menjadi takdir pasangan hidup Carissa.


"Sophie kau ingin memicu perselisihan dari dua bersaudara ini?" tanya Carissa melalui telepatinya.


"Callysta kau bisa memilih salah satu dari mereka…!! yang menurut mu tepat, agar kau bisa menjalani hidupmu di luaran sana, tanpa harus terkekang. Itu petunjuk sementara yang bisa aku berikan padamu, karena takdir masih bisa berubah kalau kita mau Callysta. Aku akan membantumu agar mereka berdua bisa mengerti…!! ini memang sulit Callysta, tapi takdir itu yang semalam ada pada pengelihatanku." balas Sophie melalui telepatinya.


"nona Carissa… ini memang sangat sulit bagimu untuk memilih, aku melihat takdir masih bisa berubah pada kalian semua. Bila kalian mau berusaha dan berjuang untuk merubahnya…" ucap sang peramal suci seraya menempelkan lingkaran tongkatnya di pundak Carissa.


Dengan cepat dan tiba-tiba, Carissa sudah berada di antara putra mahkota dan pangeran kedua.


"begitu juga takdir kalian bertiga, kalian bertiga sudah di takdirkan memiliki suatu ikatan hubungan yang sama-sama kuat. Tetapi semua itu…? masih bisa kalian ubah, bila kalian berusaha untuk merubahnya, jadi apapun pilihan nona Carissa? itu masih bisa berubah sewaktu-waktu." ucap sang peramal suci seraya mengangkat tangan kanannya ke depan.


Dengan sendirinya tangan kanan Leonard, Carissa dan Damian, terangkat kedepan mengikuti tangan kanan sang peramal suci.


Sang Peramal Suci, terlebih dahulu menyentuh telapak tangan Carissa, dengan menutup telapak tangan Carissa memakai telapak tangannya. Terlihat cahaya pada telapak tangan Carissa, dan saat sang peramal suci membuka tangan Carissa, terlihat jelas ukiran berbentuk kunci ajaib, yang dia punya sebagai simbol sang pengendali.


"apa tidak ada kesempatan atau waktu untuk aku berpikir dulu?"


"tidak ada, hari ini juga kau harus menentukan pilihanmu…? karena pria yang berada di kerajaan Darkness World, yang menjadi satu takdirmu lagi akan otomatis memiliki tanda lainnya."


"tanda apa lagi…?"


"tanda lingkaran hitam dan putih, yang artinya juga akan mengikat takdirmu bersamanya, dan takdir itu juga bisa berubah sewaktu-waktu."


"itu bukanlah pilihan…" gumam Carissa pelan seraya melihat pada simbol yang ada di tangannya.


Semua melihat pada Carissa, mereka ingin tahu pilihan Carissa saat ini? banyak putri yang terlihat kesal dan cemburu, pada takdir baik Carissa yang berkesempatan memilih langsung pasangan hidupnya. Apalagi calonnya adalah sang putra mahkota dan pangeran kedua.


Tetapi tidak dengan perasaan hati Carissa, yang tidak suka dan menolak keadaannya ini. Takdir yang kejam yang selalu mengharuskannya memilih, di antara dua lelaki dalam hidupnya. Apalagi sekarang lebih parah lagi? Carissa harus memilih tiga pria sekaligus.


"apa boleh hamba bertanya? pada putra mahkota dan pangeran kedua terlebih dahulu…!!?" tanya Carissa melihat pada sang peramal suci.


"bagaimana putra mahkota dan pangeran kedua, apa boleh Carissa bertanya sesuatu pada kalian berdua?" tanya sang peramal suci pada kedua pria yang ada di samping Carissa.


"silahkan." jawab mereka serempak.

__ADS_1


"hamba akan memberikan tiga pertanyaan dan pilihan yang harus kalian jawab, pertama : tahta atau cinta? yang mana pilihan kalian? bila jawaban kalian sama hamba akan mengganti pertanyaannya." tanya Carissa tanpa melihat pada mereka.


Carissa tahu sebelah kanannya ada Leonard dan sebelah kirinya ada Damian.


"cinta." jawab mereka serempak, Carissa langsung memejamkan matanya.


'ini benar-benar sulit.' gumam Carissa dalam hatinya.


"karena jawaban pertama kalian sama, jadi hamba ganti pilihannya : ikatan atau kebebasan?"


"ikatan." jawab Leonard.


"kebebasan." jawab Damian.


"Kedua: pasangan hidup atau teman hidup ?"


"pasangan hidup." jawab Leonard.


"teman hidup." jawab Damian.


"ini untuk pertanyaan terakhir, siapapun dari kalian yang hamba pilih? keduanya memiliki hak dan hubungan yang sama-sama kuat. Jadi hamba harap yang mulia, bisa menerimanya dan menghargai pilihan hamba. Karena hamba juga tahu kita bertiga, tidak memiliki perasaan apapun di dalam hati sebagai pasangan.…?" ucap Carissa melihat pada sang peramal suci.


"apakah kalian berdua…? mau menerima hamba menjadi istri kalian berdua secara bersama-sama, tetapi kita tidak saling memiliki…?" tanya Carissa yang membuat semua orang terkejut, akan apa yang di ucapkan oleh Carissa?


"apa maksud mu nona Carissa…?" tanya Leonard melihat pada Carissa.


"maafkan hamba yang mulia…ini sangat sulit bagi hamba, hamba tidak bisa memilih di antara kalian berdua. Tetapi takdir yang mengharuskan hamba memilih, satu di antara kalian berdua." jawab Carissa dengan apa yang saat ini hatinya rasakan? dia hanya ingin tahu antara Leonard dan Damian? siapa yang lebih mengerti dirinya saat ini?


"jadi tolonglah… kalian sendiri yang akan menentukan pilihan yang akan hamba pilih." ucap lagi Carissa seraya terus melihat pada sang peramal suci.


Carissa hanya akan mengikuti arus takdirnya saja, mengikuti jalan hidupnya seperti air mengalir. Air yang bisa membentuk wadah yang di laluinya, mengikuti hidup bagaikan air yang terkadang jernih dan terkadang keruh, air yang terlihat lemah tetapi bisa kuat mengikis kerasnya batu, air yang terkadang tenang tetapi terkadang bisa menimbulkan gelombang yang sangat tinggi dan mematikan.


Leonard hanya menatap Carissa, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan oleh siapapun? dalam hatinya dia ingin memiliki Carissa seutuhnya, tetapi takdir mempermainkannya. Leonard juga sadar, hatinya belum sepenuhnya memiliki rasa cinta untuk Carissa, seperti yang Carissa katakan.


Damian melihat pada Carissa dengan tatapan lembutnya dan mengerti keadaan Carissa saat ini. Damian sangat mengerti pilihan Carissa sangat sulit baginya. Damian juga sadar, saat pertama kali dirinya dan Carissa di pertemuan adalah, dalam situasi rasa kasihan padanya yang tidak memiliki kekuatan dan kemampuan apapun? tidak ada rasa sama sekali di dalam hatinya untuk Carissa.


Ucapan Carissa benar kalau mereka bertiga, tidak memiliki perasaan dan rasa cinta ataupun kasih sayang, sebagai pasangan dalam hati mereka masing-masing. Mereka bertiga hanya terikat akan hubungan takdir, yang sama-sama kuat dan tidak bisa di hindari.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2