
***Kerajaan Darkness World***
Sang pengendali bersama dua pengikut setianya Grande si Dragon White, dan Rey si phoniex Gold berhasil menyelamatkan Carissa yang ada di dalam tubuh Callysta.
Sang pengendali kini dapat bernafas lega saat dia rasa Carissa baik baik saja. Tiba-tiba tubuh sang pengendali jatuh terduduk karena sekarang giliran dia yang merasakan lemah. Celia yang ada di dalam tubuh sang pengendali keluar dengan sendirinya, karena sudah berada pada batas waktu yang di tentukan.
Gadis cantik yang berbentuk sebuah arwah, berubah seketika menjadi gadis kecil yang berusia 5 tahun. Bentuk tubuh dan usia yang sebenarnya.
"Maaf putri. Waktu saya sudah habis." Ucap Celia kecil memandang teduh sang pengendali.
Callysta yang ada di dalam tubuh Carissa, memandang gadis kecil itu dan tersenyum.
"Terima kasih atas bantuan mu. Kamu pasti lelah, istirahatlan." Balas sang pengendali.
Oceana menuntun putrinya untuk duduk pada salah satu kursi yang ada di dalam aula. Celia mengikuti dan segera duduk bersila membentuk teratai, kemudian memejamkan matanya untuk memusatkan pikiran dan kekuatan yang sudah habis terkuras tadi.
"Carissa apa kau baik?" Tanya Shopie terlihat khawatir. Dia duduk bersujud di samping Carissa sembari memegangi pundak gadis itu dari arah sampingnya.
"Aku melemah lagi Shopie." Balas Carissa lemah.
Semuanya terlihat khawatir akan kondisi tubuh sang pengendali. Apa lagi hari ini akan ada pertarungan yang harus Carissa selesaikan.
"Bagaimana ini. Putri tidak akan mungkin bisa untuk bertarung hari ini dengan kondisi tubuh seperti itu?" Tanya Wakiza terlihat khawatir.
"Kita harus mencari solusi untuk ini. Apa lagi pertarungan ini tidak dapat di wakilkan, walaupun kita menyamar sebagai sang pengendali. Mereka pasti akan tahu." Wakiza kembali bersuara.
"Shopie, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Wakiza melihat ke arah shopie yang berusaha membantu Carissa bangkit bersama dengan bantuan dari Saira.
"Aku tidak tahu. Seandainya pun aku menyamar menjadi dirinya. Semua orang pasti akan tahu, karena mereka sudah mengenali aura sang pengendali." Balas Shopie membenarkan apa yang tadi Wakiza katakan.
"Apa kita harus menyerah sampai di sini? Waktu pertarungan satu jam lagi" Balas Wakiza.
Kini semua orang terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. Mereka tidak mungkin menyerah apalagi mengalah begitu saja.
"Kenapa tidak gunakan tetesan darah kehidupan, My Lord…?" Tanya sekaligus ide yang Grande miliki. Walaupun dua pengikut setia sang pengendali terus berada di dalam tubuh Carissa, mereka berdua tahu semuanya yang terjadi.
"Apa maksudmu?" Tanya Shopie.
"Gadis itu benar-benar memiliki aura darah kehidupan yang di miliki oleh Dewa Agung dan permaisurinya. Hamba juga tidak mengerti, bagaimana bisa gadis itu memilikinya? Dari mana datangnya gadis itu My Lord?" Tanya Grande mewakili mereka semua.
Sang pengendali Carissa Hubert melihat ke arah Grande. Apakah rahasianya harus terbongkar hari ini. Rahasia jika dia bukanlah pemilik tubuh itu, dan dia datang dari dunia lain. Mungkin dunia masa depan, jika melihat dunia masa sekarang yang terlihat masih kuno.
"Gadis itu datang dari dunia lain. Tapi tubuh dan jiwanya sudah tertukar." Balas sang pengendali pada akhirnya berkata jujur.
Dia sadar, kedatangan Carissa yang ada di dalam tubuh Callysta adalah bukti sebuah kebenaran yang tidak dapat ia tutupi lagi . Sang pengendali tidak dapat menyembunyikan siapa sebenarnya Carissa dan Callysta yang sudah tertukar sekaligus terhubung menjadi satu.
"Datang dari dunia lain, jiwa dan tubuhnya sudah tertukar. Apa maksudnya?" Kini Leon yang membuka suaranya setelah sejak awal diam saja.
Ada yang ia curigai ketika melihat sosok wanita yang ia selamatkan. Sama dengan wanita yang ada di dalam bayangannya ketika Carissa memberikan nafas bantuan padanya beberapa bulan yang lalu.
Shopie yang mengetahui tentang siapa Carissa dan Callysta sebenarnya, hanya dapat diam.
__ADS_1
"Apakah gadis ini yang saya lihat di dalam bayangan pada waktu itu?" Tanya Leon melihat ke arah Carissa. Gadis itu tahu dan mengingat apa yang di maksudkan oleh Leon.
"Iya. Dialah gadis itu." Balas Carissa menganguk lemah. Tidak ada yang perlu untuk di tutup-tutupi lagi oleh Carissa.
'Jadi benar dia.' Gumam Leon di dalam hatinya.
"Mengapa gadis yang berasal dari dunia lain, mengenali saya dan Saira dengan baik?" Itulah pertanyaan yang akan membuat semuanya semakin jelas.
"Siapa sebenarnya gadis ini?" Tanya Leon kembali menatap tajam ke arah Carissa.
Ketika sang pengendali ingin menjawab. Carissa tiba-tiba terbatuk dan memuntahkan darah segar dari dalam tubuhnya. Kondisinya semakin melemah.
Semua terkejut melihat kondisi Carissa saat ini. Sekarat dan tidak berdaya.
"Carissa…!" Panggil khawatir Shopie melihat sahabatnya itu.
Sang pengendali terlihat benar-benar sekarat, tetapi pandangan mata mereka teralihkan melihat ke arah suara batuk yang cukup keras dari seseorang, seorang gadis yang sedang terbaring lemah di atas meja yang ada di aula. Gadis itu adalah tubuh Callysta.
Semua mata melihat ke arah tubuh Callysta yang perlahan sadar. Oceana mendekatinya, dan mencegah Callysta untuk bangun dari baringnya.
"Kondisi anda masih lemah. Berbaringlah nona…!" Ucap Oceana yang ada di dekatnya dan mencegah tubuh Callysta bangun.
"Tidak. Kondisi saya baik." Balasnya menolak, dia pun kini sudah dapat duduk dengan baik.
"Di mana Callysta…?" Tanya Carissa melihat ke arah Oceana yang ada di depannya.
"Callysta…siapa yang nona cari?"
"Maksud saya Carissa sang pengendali."
Oceana mengerti. Dia pun tersenyum, lalu menunjukkan ke arah yang di cari. Oceana tahu saat melihat ke dalam sorot mata Carissa, jika ada sesuatu yang penting ingin di lakukan oleh gadis cantik itu.
Carissa melihat ke arah Callysta yang terlihat lemah dan terdapat bekas darah yang ada di sekitar mulutnya. Kembali ia melihat ke arah tangannya yang di infus, ia yang merasakan tubuhnya lebih baik setelah tertidur. Melepaskan paksa jarum suntik infus yang ada di punggung tangannya. Tentunya darah segar keluar dari luka tusukkan itu.
"Apa yang anda lakukan, nona…?" Tanya Oceana yang terkejut akan perbuatan Carissa.
"Saya sudah lebih baik. Saya tidak memerlukan itu lagi, karena ada yang harus saya lakukan." Balasnya, dan semua orang termasuk sang pengendali melihat semuanya.
Carissa melihat ke arah sampingnya, dia melihat ada sebuah sped suntikan kosong dan bersih di sana. Carissa turun dari atas meja dan meraih suntikan tersebut. Langkah Carissa masih oleng, tapi Oceana bergerak cepat untuk membantunya.
"Apa yang ingin dia lakukan?" Tanya Damian heran melihat tingkah lakunya dari kejauhan.
"Dia akan melakukan sesuatu yang harus dia lakukan." Balas Grande seakan tahu apa yang akan di lakukan gadis dari dunia lain tersebut.
Carissa yang di bantu oleh Oceana melangkah mendekati sang pengendali. Tentunya dengan pandangan mata semua orang.
"Bisakah anda mengambil darah saya dengan menggunakan ini?" Tanya Carissa pada Shopie, saat dia ada di hadapan sang pengendali dan juga Shopie yang melihat heran kedatangannya.
Sangat jelas terlihat wajahnya masih pucat dan terlihat lemah.
"Cepat, kita tidak punya banyak waktu." Ucapnya.
__ADS_1
"Baiklah…!" Shopie mengerti. Dia meraih suntikan tersebut dan menusukkannya ke arah lengan tubuh Callysta dan mengambil darah yang di maksudkan.
"Suntikan itu padanya. Kita akan tahu, apakah darah itu benar-benar bisa membantu." Kata Carissa melihat ke arah Callysta yang lemah. Sang pengendali yang biasanya kuat kini terlihat tidak berdaya.
Shopie melakukan apa yang di perintahkan. Perlahan darah dari tubuh Callysta masuk ke dalam tubuh Carissa. Namun tidak ada perubahan apapun? Semua masih menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya?
"Callysta coba gigitlah…" Ucap Carissa mengulurkan lengannya untuk di gigit oleh Callysta.
"Coba kau hisap langsung. Tidak ada banyak waktu lagi. Aku merasakan banyaknya aura kegelapan yang datang ke wilayah ini." Ucapnya. Sukses membuat semua orang tidak mengerti.
"Apa maksud mu?" Tanya Leon. Carissa melihat ke arah Leon yang masih ada pada wajah aslinya setelah selesai menyelamatkannya.
"Entah lah aku tidak mengerti. Aura itu sungguh membuat aku takut. Kegelapan yang benar-benar berasal dari dasar Neraka sudah datang. Aura yang sangat kuat dengan beberapa orang pengikutnya." Ucapnya dengan tatapan mata yang terlihat bercahaya.
Dengan cepat Carissa memejamkan matanya karena rasa takut akan apa yang ia lihat. Tubuhnya kini bergetar akan rasa takut.
"Cepat Callysta…hisap. Tidak ada waktu lagi…!" Ucapnya dengan sedikit nada yang di naikkan.
Sang pengendali mengerti. Saat mata coklat itu bercahaya, ia melihat apa yang Carissa lihat tadi. Sang Pengendali menggigit kuat lengan putih itu. Namun saat akan menghisap sesuatu dari dalam kulit itu. Bukan darah yang dia rasakan, sesuatu yang manis lah yang ia rasakan. Seakan meminum cairan yang sangat manis, seperti gula, permen, dan madu.
Begitu selesai. Sang pengendali duduk dengan tenang, ia dapat merasakan jika sesuatu di dalam perutnya mengalir berputar dan merasakan suatu kepuasan. Kondisi tubuhnya saat ini lebih segar dari sebelumnya. Kepuasan yang belum pernah ia rasakan. Kepuasan yang memenuhi seluruh tubuhnya, energi dan kekuatannya seakan seringan kapas di udara.
Apakah ini reaksi dan keistimewaan dari Darah Kehidupan? Jika benar, sungguh ajaib dan berada di luar nalar manusia biasa.
"Tubuhku…!" Ucap sang pengendali melihat kedua lengannya yang terasa kuat dan sehat.
Semua orang terlihat senang. Sepertinya apa yang di katakan oleh Grande mengenai darah kehidupan milik tubuh Callysta adalah benar. Terbukti pada tubuh dan kondisi sang pengendali yang cepat pulih kembali.
Tiba-tiba dari balik pakaian Callysta dan jari manis kanannya mengeluarkan sebuah cahaya hangat. Mereka melihat itu, apa lagi yang akan terjadi?
"Ada apa…?" Tanya sang pengendali terhenti karena telapak tangan kanan dan jari manis kanannya juga mengeluarkan cahaya hangat.
Segel kunci ajaib dan cincin pengikat mengeluarkan energi serta cahaya hangatnya. Sang pengendali tahu apa yang terjadi.
"Kau membawa serta kunci ajaib pemberian Antoni dan cincin pengikat dari David?" Tanya sang pengendali apa yang ia curigai.
Saat Segel kunci ajaibnya aktif, seharusnya ada sebuah kekuatan yang akan di serap oleh segel itu. Atau tiga segel yang di miliki oleh Damian, Leon, dan Hayden key akan terbuka. Tetapi semua itu tidak terjadi, jadi apakah ada kaitannya dengan cahaya di balik pakaian tubuh Callysta?
Sang pengendali masih mengingat jelas. Pada dunia asalnya dulu, ia juga pernah di berikan sebuah kunci ajaib oleh Antoni, dan cincin pengikat oleh David. Apakah tubuhnya yang datang sekarang membawa serta dua benda keramat itu? Itulah yang ada di di dalam pikirannya sekarang.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
"
__ADS_1