DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
147. Kekuatan Gran Voz.


__ADS_3

***Kerajaan Darkness World***


Carissa memejamkan matanya sejenak, dia harus bisa menangani tiga pria sekaligus yang berada di dekatnya. Tiga pria yang menjadi takdir pasangan, namun satupun dari ketiga pria tersebut tidak di ketahui jelas, siapa yang akan benar-benar menjadi pasangan hidup dari Carissa Hubert sang pengendali?


Semua itu terjadi karena takdir yang telah mengikat mereka berempat, ada sebuah rahasia takdir yang harus di pecahkan bersama-sama. Namun untuk menyatukan empat kepala dan pikiran menjadi satu, tidaklah mudah.


Seperti sekarang ini, menangani tiga pria yang saling bertentangan. Hanya pangeran Damian dan putra mahkota Leonard saja ada pada kubu yang sama, yaitu dari kerajaan Holmes. Sedangkan pangeran Hayden Key berasal dari kerajaan Darkness World, kerajaan dimana mereka berada sekarang ini.


Pangeran Hayden Key datang dan menginginkan sebuah janji untuk pergi bersama Carissa, jika Carissa bisa menang dalam petarung hari ini. Pangeran Hayden Key, ingin mereka pergi ke sebuah tempat yang akan menunjukkan sesuatu berkaitan erat dengan masa depan tempat Callysta berasal.


Callysta atau Carissa merasa penasaran akan hal itu, Carissa berada di kerajaan Darkness World juga karena pangeran Hayden Key mengetahui dirinya yang berasal dari dunia lain. Dengan alasan itu pangeran mengancam Carissa untuk ikut bersama dengannya datang ke kerajaan Darkness World tanpa perlawanan sama sekali.


Carissa datang ke kerajaan itu, bukan karena ancaman yang di pakai dengan menggunakan putra mahkota Devano Liberata yang di jadikan seorang sandera, oleh pihak kerajaan Darkness World. Carissa sebenarnya dengan mudah menyelamatkan nyawa putra mahkota Devano. Ancaman Hayden Key dan pernyataan yang mengetahui siapa dirinya? yang sebenarnya lah yang membuat Carissa ikut tanpa perlawanan ke kerajaan Darkness World.


Carissa akan melakukan dan memakai segala cara untuk mengetahui informasi tentang hal tersebut. Dia ingin tahu dari mana pangeran Hayden Key tahu Carissa berasal dari dunia lain? yaitu dunia masa depan.


"maaf pangeran." ucap telepati Carissa kepada pangeran Damian yang membuka segel pengikat takdir pada tangan kanan Carissa.


Pangeran Damian terdiam tidak percaya akan kata maaf Carissa, yang membuktikan jika Carissa setuju untuk membuat janji bersama pangeran Hayden Key. Salah satu pria yang menjadi saingannya untuk mendampingi Carissa Hubert sang pengendali.


Carissa menghela nafasnya perlahan sebelum akhirnya dia menyetujui permintaan dari pangeran Hayden Key.


"baiklah pangeran, aku setuju." jawabnya dengan melihat ke arah pangeran Hayden Key, yang ada tepat di sampingnya.


"jadi silahkan pergi dan tinggalkan tempat ini " usir Carissa dengan sikap yang benar-benar dingin dan tidak bersahabat.


Semua yang mendengarkan percakapan tersebut tidak mengerti akan apa yang sedang terjadi? Keduanya memiliki obrolan yang aneh menurut mereka. Mereka hanya tidak bisa percaya Carissa berani mengusir dan bersikap dingin tidak bersahabat terhadap pangeran Hayden Key.


"baiklah…aku tunggu kemenaganmu, yang juga akan menjadi kemenangan ku." balas pangeran Hayden Key dengan senyum bahagia akan janji yang di berikan oleh Carissa.


Carissa dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah depan, tidak ada niat Carissa untuk memandang lama wajah pangeran Hayden Key yang tersenyum bahagia ke arahnya. Pangeran Hayden Key tahu sikap dingin Carissa tidak akan berubah untuknya.


Pangeran Hayden Key dapat mengerti sikap Carissa tersebut, diapun bangkit dengan berat hati. Besar dari lubuk hati sang pangeran untuk tetap tinggal lebih lama lagi di samping Carissa. Namun sayang penolakan dan sikap dingin Carissa cukup membuktikan, jika Carissa tidak menginginkan kehadirannya di sana.


Pangeran Hayden Key yang sudah terlanjur suka dan jatuh cinta kepada Carissa, harus bersabar dan tetap optimis untuk mendapatkan gadis yang sudah berhasil menyentuh dan masuk bertahta ke dalam hatinya.

__ADS_1


Cinta pangeran Hayden Key untuk Carissa yang baru saja tumbuh, semakin besar dari hari ke hari. Untuk mendapatkan hati dan balasan cinta dari sang pujaan hatinya, pangeran harus bersabar menunggu dan terus berusaha.


Dengan berat hati, pangeran Hayden Key membalikkan tubuhnya dan pergi dari sisi Carissa. Semua mata memandang kepergian sang pangeran dengan pandangan dan pikiran yang berbeda-beda dari mereka yang melihatnya.


"mengapa anda berjanji kepadanya putri?" kini putra mahkota Leonard bertanya langsung kepada Carissa.


Cara bicara putra mahkota Leonard sopan terhadap Carissa, karena dirinya kini menyamar sebagai kesatria pasukkan dari Carissa. Jadi mereka harus bisa menempatkan diri mereka sendiri. Putra mahkota Leonard kini di panggil dengan panggilan Leon. Agar tidak ada yang curiga kepada mereka.


Semua yang datang dari kerajaan Holmes dan sedang menyamar, memiliki panggilan lain mereka masing-masing. Sikap mereka pun sudah di ubah, untuk selalu mengikuti dan menghormati Carissa sebagai junjungan mereka mulai saat ini.


Carissa diam, dia harus menjawab pertanyaan putra mahkota Leonard dengan tetap merahasiakan tujuannya tersebut.


"ada sesuatu yang harus aku pastikan, dan itu harus aku lakukan." jawab Carissa yang cukup membuat penasaran beberapa orang yang berada dekat dengannya.


Jawaban Carissa sekaligus tidak bisa mereka bantah lagi, mereka harus percaya pada Carissa. Semua yang akan dia lakukan adalah yang terbaik bagi semua orang. Tetapi tidak dengan Shopie sang peramal suci, yang mengerti akan ucapan dari pangeran Hayden Key kepada Carissa.


Shopie hanya diam dan bertanya di dalam hatinya.


'apakah pangeran Hayden Key tahu siapa sebenarnya Callysta?' gumam Shopie di dalam hatinya memandang ke arah punggung Carissa yang ada di hadapannya.


"kami percaya pada anda putri." kini kaisar wakiza Orchid yang menjawab. Kaisar yang memiliki panggilan baru yaitu Kiza.


"untuk kalian, tolong percaya juga dan jangan berikan putri sebuah pikiran yang akan menghambat pertarungan hari ini." ucap Kiza dengan tegas, Kiza sudah di tunjuk sebagai pemimpin dari pasukan kesatria yang Carissa miliki sekarang.


Semua hanya mengangguk setuju tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mereka setuju akan perintah yang di ucapkan oleh Kiza sebagai pemimpin mereka, pemimpin yang juga harus mereka patuhi agar semuanya berjalan lancar tanpa kendala sedikitpun. Kerjasama dan saling percayalah yang mereka perlu lakukan untuk saat ini.


Tidak berselang lama, kaisar Hayden Pris memasuki area pertarungan dan langsung menuju ke singgasana yang sudah di siapkan untuknya. Semua orang berdiri dan memberikan rasa hormat mereka kepada sang kaisar penguasa kerajaan Darkness World tersebut. Termasuk pasukkan kesatria dari kerajaan Holmes, namun tidak dengan Carissa yang hanya diam duduk saja.


Semua memandang ke arah Carissa yang tidak memiliki rasa hormat sedikitpun kepada sang kaisar, namun mereka hanya diam tanpa komentar apapun akan tindakan lancang Carissa tersebut?


Wajah kaisar Hayden Pris yang awet muda dan masih tampan di usianya yang sudah ratusan tahun, sontak membuat pasukkan kesatria dari kerajaan Holmes yang sedang menyamar terkejut tidak percaya, akan apa yang mereka lihat dan saksikan secara langsung?


Ini untuk pertama kalinya mereka melihat langsung sang kaisar kegelapan yang menjadi musuh besar dari beberapa kerajaan di dunia ini. Mereka berusaha bersikap biasa, agar tidak ada yang curiga kepada mereka.


Dari kejauhan sang kaisar memandang Carissa dengan tatapan yang tidak dapat di artikan oleh siapapun? Namun tatapan tersebut hanya terjadi beberapa detik saja. Kaisar dengan segera memerintahkan seorang pria paruh baya yang menjadi pengawalnya, untuk segera memulai pertarungan tersebut.

__ADS_1


Pengawal sang kaisar langsung terbang dengan peringan tubuhnya, seorang pria paruh baya yang cukup terlihat kuat. Dapat Carissa rasakan aura kekuatan di dalam tubuhnya cukup kuat dan besar. Carissa melihat kagum pada pria tua yang seumuran dengan Duke Emris Hubert.


"atas izin dari yang mulia kaisar Hayden Pris, pertarungan hari ini akan segera di mulai." ucap sang pengawal kaisar yang sudah berada di tengah area pertarungan.


Suaranya cukup keras dan lantang sehingga dapat terdengar jelas oleh semua orang yang sudah hadir di sana, sebuah area pertarungan yang luasnya hampir 10 kali lipat lapangan sepak bola. Namun suara dari pengawal pribadi sang kaisar seperti memiliki kekuatan yang dapat menyalurkan suaranya hingga terdengar jelas dari jarak jauh.


Carissa dapat merasakan kekuatan dari aliran suara yang keluar dari dalam mulut sang pengawal. Carissa kini tahu, jika pengawal itu memiliki sebuah kekuatan yang dapat mengendalikan suara atau bunyi yang keluar dari dalam mulutnya. Kekuatan yang cukup unik dan perlu di pelajari serta di waspadai, karena Carissa tidak tahu kekuatan seperti apa itu?


"itu kekuatan Gran Voz, Carissa." ucap putri Alarice Jovandra melalui telepatinya.


Putri Alarice Jovandra tahu apa yang menjadi pikiran Carissa Hubert sang pengendali, karena mereka berdua terhubung erat. Dengan kata lain putri Alarice Jovandra ada di dalam hati, pikiran dan jiwa Carissa atau Callysta. Jadi dia tahu segalanya tentang Carissa.


"kekuatan seperti apa itu?" tanya Carissa melalui telepatinya, dia ingin tahu setidaknya untuk berjaga-jaga.


"sebuah kekuatan yang berasal dari suara atau nada yang dia keluarkan dari dalam mulutnya dengan menggunakan tenaga dalam Carissa. Sebuah kekuatan unik dan special yang tidak semua kesatria miliki. Hanya keturunan dari keluarga mereka saja yang memiliki kekuatan tersebut. Kekuatan Gran Voz cukup berbahaya bagi yang mendengarkan langsung, jika mereka tidak memiliki pertahanan tubuh yang cukup kuat, hanya kematian karena pecahnya pembuluh darah di dalam tubuh yang akan mereka dapatkan, akibat dampak kekuatan dari Gran Voz tersebut." ucap putri Alarice Jovandra.


"Berhati-hatilah Carissa dengan kekuatan tersebut, kekuatan yang cukup meresahkan. Terkadang mereka yang memiliki kekuatan tinggi, bisa menggunakan sebuah suara halus yang tidak mudah di dengar oleh musuhnya. Kau harus menggunakan Bola Kristal untuk bisa menyerab kekuatan itu." ungkap putri Alarice Jovandra kembali menjelaskan.


"baiklah terima kasih atas penjelasannya, putri." balas Carissa melalui telepatinya.


"semoga kau berhasil dan menang di dalam pertarungan ini, hati-hati pada selir agung Villy Cambio Gruffin yang terkenal penuh akan kelicikan dan daya pikat siluman Rubahnya yang cukup kuat. Tetaplah waspada Carissa." peringatnya.


"tentu saja. Terima kasih atas perhatianmu."


"baiklah, selamat berjuang." ucapnya dan telepati merekapun terputus.


Carissa kembali pada sang pengawal yang memiliki kekuatan Gran Voz, yang cukup unik dan spesial. Pantas saja dirinya dapat merasakan kekuatan yang cukup besar dan kuat dari dalam tubuh pengawal tersebut.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2