DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
23. Mengenal Keluarga Yuandara.


__ADS_3

Callysta dan David sampai di sebuah gedung hotel di mana pesta tersebut di adakan, dengan berat hati Callysta melilitkan lengannya pada lengan David untuk berjalan saling bergandengan tangan.


Dengan mantap mereka berdua melangkah sampai memasuki aula besar hotel tersebut, Callysta dan David menjadi perhatian dari semua tamu pesta, Callysta dan David menjadi pasangan serasi malam ini, dari segi ketampanan dan kecantikkan serta keserasian warna dari pakaian mereka berdua.


Semua mata tertuju pada mereka berdua yang melangkah sampai ke tengah aula, semua wartawan yang hadir mengabadikan momen mereka berdua, beberapa wartawan juga tahu siapa David sebenarnya, tetapi tahu David adalah CEO dari perusahaan Marco Group.


Dan tidak ada yang tahu kalau David juga merangkap menjadi ketua mafia yang sangat kejam saat menghadapi semua musuhnya, Mr.X hanya di ketahui di dunia mafia saja.


Callysta hanya memasang wajah datar dan dinginnya, dia tidak peduli pada semua yang memandangnya, Callysta hanya akan berperan sebagai boneka dari seorang Mr.X ataupun tuan David.


Callysta tidak tahu ada yang sangat memperhatikan nya dari kejauhan, Callysta hanya tetap fokus berdiri di samping David untuk menemaninya.


"tuan David siapakah nona cantik ini?" tanya salah satu wartawan.


"dia adalah tunanganku dan calon istriku." balas David memperkenalkan Callysta yang ada di sampingnya.


Semua yang ada di dalam aula sangat terkejut dengan apa yang telah di utarakan oleh David, apalagi seseorang yang sangat mengenal David dan Callysta.


"kalian sangat serasi, siapakah nama tunangan anda tuan David" tanya salah satu wartawan lainnya.


"Callysta Angelina." balas David bangga menyebut nama Callysta.


Semua yang mengenal nama Callysta Angelina yang sering di sebut si jenius Angel, terkejut tidak percaya akan apa yang mereka dengar bahwa Callysta Angelina adalah tunangan dan calon istri seorang David CEO dari perusahaan raksasa Marco Group dari kota Z.


"kalian pasangan serasi." ungkap salah satu wartawan lainnya.


"terima kasih." ucap David tersenyum senang karena mereka berdua di puji menjadi pasangan serasi.


David sangat senang sedangkan Callysta masih setia dengan wajah datar dan dinginnya.


"tersenyum lah sedikit, kalau kau masih datar dan dingin, semua orang akan mengira kau terpaksa berada di sampingku." bisik pelan David pada telinga Callysta.


"ingat apa yang aku ucapkan di dalam mobil tadi." bisik David kembali.


Callysta dengan cepat merubah mimik wajahnya dengan senyum yang manis dan wajah yang di usahakan terpancar bahagia melihat ke arah kamera yang siap mengabadikannya.


"maaf kami permisi dulu, kami harus menyapa pemilik pesta." pamit David seraya menggandeng lembut tangan Callysta berjalan menuju ke meja paling depan.

__ADS_1


Di meja tersebut Callysta dapat melihat satu keluarga berkumpul, dan yang buat Callysta terkejut adalah kehadiran sosok Antoni Yuandara di sana bersama kedua orang tuanya.


Callysta menelan Saliva nya, dan wajahnya seketika pucat pasi melihat tatapan tajam Antoni padanya, Callysta berusaha menarik tangannya dari genggaman David tetapi itu hanyalah sia-sia, David menggenggam erat tangannya.


Dengan berat hati dan terpaksa Callysta mengikuti apa yang di inginkan David, Callysta takut David akan melakukan sesuatu pada keluarga Yuandara yang hadir di pesta tersebut, Callysta hanya bisa mengalah agar Antoni dan kedua orang tuanya tidak menjadi sasaran dari ancaman dan kekejaman David.


Mereka pun sampai di depan keluarga yang sedang berkumpul, Antoni masih menatap tajam Callysta dari sorot mata Antoni terdapat kekecewaan dan kerinduan serta kemarahan melihat Callysta bersama dengan pria lain.


"selamat malam semuanya.…!" sapa David tersenyum manis masih dengan menggandeng erat tangan Callysta.


"selamat malam ." balas semua yang ada di sana tersenyum melihat David dan Callysta secara bergantian, kecuali Antoni yang hanya diam tidak menjawab sama sekali sapaan dari David.


"selamat ulang tahun kakek" ucap David seraya memeluk erat pada pria tua yang di sebut kakek, yang tak lain adalah tuan Johan Yuandara si empunya pesta.


"terima kasih cucuku." balas Johan seraya membalas pelukkan David, yang membuat Callysta menatap terkejut pada David dan Johan.


Dalam pikiran Callysta David dan pria tua ini sungguhan kakek dan cucunya? atau hanya saling menyapa karena tautan umur mereka yang memang cocok menjadi cucu dan kakek?


"kali ini kau membuat kejutan untuk kami semua." ungkap sang kakek melihat ke arah Callysta dan David secara bergantian.


"aku tidak bermaksud seperti itu kakek." ungkap David tersenyum melihat ke arah Callysta yang manatapnya terkejut.


"siapakan gadis cantik ini David?" tanya Johan ingin tahu jelas dan langsung dari mulut David, walaupun tadi dia sudah mendengar pengakuan David di hadapan para wartawan.


"kau ini mau merahasiakannya dari mama? kau anak nakal…" ungkap Sorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, seraya memukul pelan pundak David.


Callysta lagi-lagi terkejut akan pengakuan seorang wanita paruh baya yang mengaku mama dari David, yang artinya mereka adalah keluarga dari David, itu yang di simpulkan oleh Callysta.


"namanya Callysta Angelina, dia adalah tunangan dan calon istriku." ungkap David menggenggam tangan Callysta yang masih diam dengan keterkejutannya.


"kau memang anak nakal, kapan kau bertunangan dengan gadis cantik ini?" tanya sang mama yang tidak terima kalau dia tidak di beritahu oleh sang putra akan tunangan mereka.


Antoni mengepalkan kedua tangannya sampai buku-buku jarinya memutih menahan amarahnya, melihat David memperkenalkan Callysta sebagai tunangan dan calon istrinya kepada seluruh keluarga.


Ya…David adalah anggota keluarga Yuandara yang Callysta tidak tahu sama sekali, nama aslinya adalah David Yuandara, putra dari Marco Yuandara dan cucu dari Johan Yuandara, serta saudara sepupu dari Antoni Yuandara.


"kapan aku bertunangan itu tidak penting mama, yang terpenting adalah Callysta akan menjadi menantu mama." ungkap David dengan menggenggam tinggi telapak tangan Callysta untuk memperlihatkan cincin berlian milik keluarganya yang di pakai pada jari manis Callysta.

__ADS_1


Callysta dengan segera sadar dan melihat pada David, dengan apa yang di lakukan David padanya? Callysta melihat mereka secara bergantian dan tatapannya berhenti pada mata Antoni yang menatapnya tajam, tetapi terdapat kerinduan dan rasa kecewa yang ada pada sorot mata Antoni.


"selamat datang di keluarga Yuandara dokter Callysta." ungkap dan sapa nyonya Yoona, mama antoni Yuandara.


Callysta lagi-lagi terkejut dengan apa yang di katakan nyonya Yoona padanya, 'selamat datang di keluarga Yuandara?' gumam Callysta dalam hati melihat pada David yang tersenyum senang padanya tanpa dosa dan tidak merasa bersalah sama sekali.


"maaf, maksudnya?" kali ini akhirnya Callysta mengeluarkan suaranya karena tidak tahan akan rasa penasarannya.


"selamat datang di keluarga Yuandara, karena kamu akan menjadi istri dari David Yuandara, jadi kamu akan menjadi menantu keluarga Yuandara." jelas nyonya Yoona tersenyum senang menjelaskannya pada Callysta.


Lagi-lagi Callysta terkejut mendengar penjelasan dari nyonya Yoona, David adalah salah satu anggota keluarga Yuandara? dia bernama David Yuandara, Callysta menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di dengarkan nya dan apa yang terjadi saat ini padanya.


Callysta merasa di permainkan oleh David, bagaimana mungkin David mencoba mengancam dirinya dengan menggunakan keluarga Yuandara agar Callysta mengalah dan takut bila harus melawan seorang Mr.X ketua mafia atau David Yuandara.


Bagaimana mungkin David mengancam keluarganya sendiri? pertanyaan ini yang ada di dalam kepalanya.


"maaf nyonya, David siapa dalam keluarga Yuandara?" tanya Callysta terus terang yang membuat semua anggota keluarga Yuandara bingung dengan pertanyaan Callysta.


"David Yuandara adalah putra dari Marco Yuandara, putra kedua dari Johan Yuandara, dia adalah sepupu dari Antoni yang pernah kau sembuhkan." jawab nyonya Yoona seraya melihat Callysta, David dan Antoni secara bergantian.


Callysta sangat terkejut mengetahui jati diri David yang sebenarnya, Callysta sangat shock akan kebenaran yang baru saja dia dengar, kepala Callysta pusing seakan-akan ada batu besar menimpa kepalanya dan matanya berkunang-kunang serta kakinya lemas, Callysta terhuyung kebelakang, tetapi dengan sigap David menangkap tubuh Callysta yang ingin jatuh karena kakinya tidak mampu menopang tubuhnya yang lemas.


Antoni juga repleks ikut maju membantu dan menopang tubuh Callysta, Antoni khawatir dengan apa yang terjadi pada Callysta, dengan bersama Antoni dan David membantu Callysta untuk duduk agar bisa dengan cepat memulihkan dirinya dari rasa shock yang dia rasakan.


Callysta duduk dengan tubuhnya yang setengah sadar, seketika satu keluarga di buat panik oleh Callysta, ada yang mengipasinya dan ada yang berusaha memberikan Callysta minum, tetapi Callysta belum bisa menstabilkan kondisi tubuhnya.


Sedangkan David dan juga Antoni sama sama khawatir akan keadaan Callysta, mereka pun saling menatap tajam, seketika aura persaingan di antara mereka berdua terlihat dari tatapan tajam mereka masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2