
***Istana Kerajaan Holmes***
…Ruang Kerja Istana Kerajaan Holmes…
Carissa tidak tahu apa itu Mutiara Kehidupan dan Mutiara Mata? dia hanya diam melihat mimik wajah terkejut dari semua orang yang hadir disana. Carissa hanya tahu kegunaan dan kekuatan dari Kotak Kehidupan dan Cincin Pelepas. Carissa melihat Shopie masih tersenyum padanya.
"ambillah Kotak Kehidupan ini, telan Mutiara Kehidupan dan tanamkan Mutiara Mata pada kening anda, sang pengendali." ucap Shopie menyerahkan Kotak Kehidupan yang ia pegang ke arah Carissa.
Carissa melihat kembali Kotak Kehidupan yang ada di atas telapak tangan kanan Shopie, lalu beralih kembali memandang ke arah wajah Shopie. Mau tidak mau Carissa harus mengambil Kotak Kehidupan yang memang harus dia miliki, karena itu adalah salah satu dari 9 benda ajaib keramat yang harus dia cari. Carissa menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum akhirnya dia mengambil Kotak Kehidupan tersebut.
Tanpa banyak berpikir dan bertanya lagi, perlahan Carissa membuka Kotak Kehidupan itu. Terlihat jelas di dalam Kotak Kehidupan cahaya warna-warni seperti banyaknya bintang berkerlap-kerlip di atas langit malam, seperti ruang angkasa. Di dalam kotak tidak terlihat satu benda apapun? hanya langit malam dengan gemerlap cahaya bintang kecil berwarna warni.
Carissa sudah tahu bagaimana caranya mengambil sesuatu yang ada di dalam Kotak Kehidupan tersebut? Perlahan Carissa memasukkan tangannya ke dalam Kotak Kehidupan yang berukuran kecil, Bahkan lebih kecil dari ukuran telapak tangannya.
Namun karena Kotak Kehidupan itu adalah benda ajaib yang di keramatkan. Tentu saja benda sebesar apapun? yang masuk dan keluar dari Kotak Kehidupan itu, keluar dengan keadaan baik, utuh, dan sangat mudah. Hanya dengan memikirkan atau menyebut benda atau apapun yang di inginkan?
Carissa penasaran ingin membuktikannya, jadi dia ingin mengeluarkan Cincin Pelepas yang di katakan oleh Shopie. Dengan menyebut dalam hati Cincin Pelepas itu, beberapa detik kemudian tangannya yang berada di dalam Kotak Kehidupan tersebut merasakan sebuah benda, berada tepat pada genggaman telapak tangannya.
Carissa sangat yakin benda yang ia genggam adalah sebuah cincin, karena dia merasakannya. Perlahan Carissa mengeluarkan tangannya dari Kotak kecil tersebut. Sungguh ajaib Kotak Kehidupan itu, sebuah cincin benar berada tepat di atas telapak tangan kanannya.
Semua dapat melihat cincin Pelepas yang sangat cantik, cincin berbentuk tubuh naga kecil bersisik yang melingkar membentuk cincin, lalu bagian kepala yang menyatu dengan ekornya, pada kedua mata naga yang sangat kecil, ada dua buah permata merah yang sangat cantik, seakan warna merah mata naga bersinar dan hidup. Sungguh cincin yang terlihat sakral sekaligus sangat indah dan cantik.
Perlahan Carissa menyematkan Cincin Pelepas pada jari tengah tangan kirinya, karena jari tengah tangan kanannya sudah tersemat Cincin Pengikat. Ukuran yang sangat pas pada jari Carissa, seolah cincin naga kecil atau Cincin Pelepas itu di buat khusus untuk Carissa.
"satukan kedua telapak tangan anda nona Carissa, dan pertemukan kedua cincin itu !! selanjutnya anda dapat merasakan sesuatu pada tubuh anda dan sesuatu yang menjalar pada kedua lengan anda." ucap Shopie sembari masih tersenyum manis padanya.
Carissa tahu akan hal tersebut, karena keterangan itu pernah ia baca pada buku bahasa asing dari kunci ajaib, buku yang berjudul A Miracle. Hanya keterangan penting dan singkat tentang Cincin Pelepas. Keterangan yang lebih lengkap lagi, ada pada buku bahasa asing yang datang bersama Cincin Pelepas tersebut.
Carissa menyatukan kedua telapak tangannya dan mempertemukan dua cincin yang sudah tersemat pada kedua jari manisnya. Kedua permata dari cincin itu menyala dan mengeluarkan cahaya merah pada batu permata mata naga, dan berwarna putih pada permata besar cincin pengikat yang berada di tengah lingkaran berbentuk hati.
"itu akan sedikit sakit dan panas, tetapi bertahanlah sebentar saja." ucap Shopie memberitahukan.
Terlihat jelas sebuah cahaya merah muncul dari tengah telapak tangan kiri Carissa, cahaya itu mulai terasa sakit dan panas membakar telapak tangan kirinya. Dengan perlahan cahaya merah tersebut memanjang naik melingkar ke atas lengan kiri Carissa, cahaya yang menjalar naik bagaikan lilitan tubuh naga.
"aaahhhhh……aaaaaa………!" histeris Carissa sembari memundurkan langkahnya menjauhi semua orang yang nampak terkejut sekaligus cemas, melihat keadaan Carissa yang tiba-tiba terlihat kesakitan.
__ADS_1
"jangan ada yang mendekat…!" perintah mutlak Shopie, karena melihat putra mahkota Leonard, pangeran Damian dan Duke Emris Hubert ingin berusaha mendekati Carissa.
"biarkan nona Carissa yang mengatasinya sendiri." ucap Shopie kembali.
Semua yang ingin melangkah mendekati Carissa diam seketika, mereka hanya bisa melihat dari kejauhan tanpa bisa membantu apapun?
Carissa masih teriak kesakitan sembari duduk bersimpuh karena tidak tahan akan rasa sakit yang luar biasa pada kedua lengannya. Kedua telapak tangan Carissa menekan kuat lantai tempatnya bersimpuh.
Dengan masih menahan rasa sakit dan panas yang semakin meningkat, Carissa tidak bisa menahan rintihan kesakitan dari dalam mulutnya. Dia masih merintih kesakitan, dengan bersamaan menjalarnya cahaya merah melingkari seluruh lengan kiri melewati punggung dan dadanya, selanjutnya menjalar turun ke lengan kanannya yang sudah terasa sakit dan panas sedari awal.
Cahaya merah yang membelit kedua lengan Carissa, masuk dan berhenti pada telapak tangan kanannya. Perlahan rasa sakit dan panas yang dia rasakan mereda, bersamaan dengan meredupnya cahaya merah tersebut, dan kini di gantikan dengan sebuah gambar belitan tubuh naga berwarna hitam, terlihat seperti tato pada tubuh.
Gambar tato yang sangat besar membelit dari lengan kiri, punggung, dada dan ke lengan kanan Carissa. Gambar kepala naga berada pada telapak kirinya, sedangkan telapak tangan kanannya bergambar ekor naga. Carissa terbelalak dan terkejut akan gambar tersebut.
Dengan cepat Carissa memandang ke arah Shopie sang peramal suci.
"apa-apaan ini, mengapa kedua lenganku bergambar begini?" tanya Carissa dengan wajah yang sedikit kesal.
Carissa kesal karena kedua lengan putih mulusnya, kini penuh dengan gambar tato tubuh naga yang membelit kedua lengannya. Tidak nampak indah sama sekali bagi Carissa, karena bagaimana juga dia adalah seorang gadis, wanita dan calon selir yang belum menikah. Bagaimana mungkin dia mempunyai gambar tato sebesar itu pada tubuhnya.
"percuma nona Carissa…itu tidak akan hilang walaupun anda mandi berkali-kali." ucap Shopie dengan santainya.
Yang tentu saja membuat Carissa bertambah marah dan kesal. Gambar naga itu tidak bisa hilang, bagaimana nasib kedua lengannya?
"apa ini hanya lelucon?" tanya Carissa dengan mimik wajahnya yang masih terlihat kesal.
"tidak…hamba serius."
Carissa masih tidak percaya, diapun berpikir untuk melepaskan Cincin Pelepas tersebut. Namun sialnya cincinnya tidak bisa terlepas sama sekali, merekat kuat seperti di beri lem kulit. Carissa terus berusaha sampai dia merasakan perih pada jari manis kirinya, tetap saja cincin itu tidak bergerak sedikitpun.
"percuma, cincin itu sudah menyatu pada kulit, darah, dan jiwa anda. Cincin Pelepas itu akan lepas bila jiwa anda sudah tidak ada yang artinya, bila anda masih hidup cincin itu akan tetap berada di jari anda, cincin itu akan lepas bila anda sudah tidak bernyawa lagi." jawab Shopie dengan mimik wajah seriusnya.
Mata Carissa membulat sempurna, dia tidak ingin percaya dengan apa yang di katakan oleh Shopie saat ini? Carissa berharap Shopie hanya bercanda dan tidak serius kali ini.
"apa kau ingin membuatku marah…!" tunjuk Carissa ke arah Shopie, dengan mimik wajah dingin dan tatapan yang tajam, hatinya sudah tidak bisa menahan rasa kesal dan marah lagi.
__ADS_1
"tentu saja tidak…masih ada cara untuk menghilangkan gambar naga itu." jawab Shopie yang juga sedikit ngeri melihat mimik wajah dingin dan tatapan tajam Carissa.
"cepat katakan, bagaimana caranya…?" desak Carissa tidak sabar.
Shopie meraih Kotak Kehidupan yang terjatuh di atas lantai dengan magic Activatornya, Kotak Kehidupan itu terjatuh saat Carissa merasa kesakitan akibat Cincin Pelepas, yang sedang mengalami proses menjadi satu dengan kulit, darah dan jiwa Carissa.
"dengan cara menelan Mutiara Kehidupan dan menanamkan Mutiara Mata pada kening anda, gambar naga tersebut bisa anda kendalikan, kapan waktunya akan muncul dan kapan waktunya gambar tersebut akan menghilang?" jawab Shopie yang sudah ada di hadapan Carissa, sembari memberikan Kotak Kehidupan yang ada di atas telapak tangan kanannya.
"apa itu juga akan melalui proses yang sakit? apa kau ingin menyiksaku?" tanya Carissa yang benar-benar marah pada Shopie.
Carissa masih mengingat jelas rasa sakit dan panas yang baru saja dia rasakan. Kini Shopie menginginkan dia merasakan rasa sakit itu lagi, apa tubuhnya akan bisa bertahan bila mendapatkan rasa sakit dan panas terus menerus?
"kalau menelan Mutiara Kehidupan tidak akan terasa apapun? malah tubuh anda akan terasa nyaman, karena Mutiara Kehidupan adalah nyawa kedua yang akan membuat anda kekal abadi. Tetapi saat menanamkan Mutiara Mata, hanya akan sedikit sakit pada kening. Anda tentu tahu sesuatu yang sangat penting seperti kekuatan special, tidak akan mudah untuk di raih begitu saja? penuh akan perjuangan dan rasa sakit? itu adalah bayaran yang setimpal untuk sesuatu yang berharga." jelas Shopie ingin membuat Carissa tidak mudah putus asa.
"kau sungguh sang peramal suci, semua kata-kata mu adalah kata rayuan dan bujukan." ungkap Carissa kesal, sembari menyambar Kotak Kehidupan dari tangan Shopie dengan sedikit kasar. Dia benar-benar tidak habis pikir, berapa kali lagi dia harus merasakan rasa sakit?
Dengan segera Carissa memasukkan tangannya ke dalam Kotak Kehidupan, untuk mengambil Mutiara Kehidupan dan Mutiara Mata. Begitu dia sudah mendapatkan kedua mutiara itu, Carissa memperlihatkan dua buah Mutiara yang berwarna putih dan emas.
Mutiara berwarna putih adalah Mutiara Kehidupan, sedangkan mutiara yang berwarna emas adalah Mutiara Mata. Carissa memandang ke arah Shopie untuk minta penjelasan, karena dia tidak tahu sama sekali tentang kedua mutiara tersebut.
Shopie hanya tersenyum dan tahu maksud dari tatapan mata Carissa padanya.
"putih adalah Mutiara Kehidupan dan emas adalah Mutiara Mata." jelas Shopie.
Dengan segera Carissa menelan Mutiara Kehidupan yang berwarna putih, lalu beralih menempelkan Mutiara Mata yang berwarna emas di tengah-tengah keningnya. Sungguh ajaib Mutiara Mata dengan mudah masuk ke dalam kening Carissa, seperti es yang mencair.
Semua tegang melihat reaksi yang akan di alami oleh Carissa, mereka sungguh beruntung berkesempatan melihat proses Sang Pengendali yang akan berubah menjadi putri titisan dari Kaisar Langit. Proses yang sangat langka dan tidak akan mudah mereka lihat.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.