DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
166. Penjelasan Dari Dewa Bumi.


__ADS_3

***Dunia Kendi Mundo***


Carissa masih berada di dalam Dunia Kendi Mundo, dunia lainnya di mana tidak sembarang orang dapat masuk ke dalamnya. Tanpa memiliki kekuatan dari Dewa Agung.


Gadis cantik itu begitu nyaman di dalam sana, penuh akan banyaknya aura kehidupan yang murni. Pandangan matanya masih melihat serius kepada sang ayah yang merupakan kaisar Zayvius Jovandra.


"Ayah akan masuk ke dalam tubuh seorang anak kecil yang kamu berikan makanan lezat beberapa detik yang lalu. Sedangkan ibumu akan masuk ke dalam bayi perempuan yang akan lahir nantinya. Kakek dan nenekmu akan selalu berada di dalam dirimu, mereka berdua akan keluar kapan pun kamu membutuhkan mereka, putriku." Jelas kaisar dengan penuh akan kehangatan.


Carissa mengerti apa yang di maksudkan oleh ayahnya tersebut. Lalu ia pun melihat ke arah pria gempal yang ada di samping kakeknya. Pria paruh baya dengan begitu banyak dan kuat akan aura kehidupan yang sangat murni.


"Beliau adalah Dewa Bumi, Dios De La Tierra." Ucap kaisar Zayvius mengenalkan Dewa Bumi kepadanya.


"Salam hamba Dewa Bumi…!!" Sapa hormat Carissa tersenyum manis, karena pria paruh baya itu memiliki senyum yang tulus dan menghangatkan hatinya.


"Senang bertemu dengan anda, Miss The Ceiling." Sapa ramah Dewa Bumi dengan senyum yang menambah aura ketapanan wajahnya yang terlihat bulat.


"Miss The Ceiling." Beo Carissa cukup terkesan akan bahasa asing yang di gunakan oleh sang Dewa, panggilan untuknya memiliki arti Putri Titisan Langit.


"Putri Titisan Langit. Panggilan yang memang berhak anda sandang." Sahut sang Dewa.


'Bukankah kabar yang aku dengar, jika Dewa Bumi sudah lama menghilang dan berada di bawah kendali Dewa Neraka, Kaisar Yuma Grufin.' Gumam Carissa di dalam benaknya.


"Kabar yang anda dengar itu, tidak semua benar." Balas Dewa Bumi dapat mendengar apa yang Carissa gumamkan.


Carissa cukup tersentak, ternyata di tempat itu tidak akan ada rahasia di antara mereka.


"Carissa…semua yang kamu pikirkan di dalam hati dan kepalamu itu dapat kami dengar dengan jelas." Sahut Alarice menatap Carissa.


Carissa melihat ke arah gadis manis yang masih bergelayut manja pada ibunya. Carissa tahu itu tanpa di jelaskan, yang artinya tidak perlu susah payah untuk bergumam ataupun berpikir. Katakan langsung lebih baik.


Semua yang hadir di sana tersenyum melihat keakraban dari dua orang yang seharusnya menjadi satu.


"Aku bukan di kalahkan tetapi mengalah dan benar di tahan oleh Dewa Neraka dengan cara liciknya. Yuma Grufin mengancam dengan menggunakan keselamatan dari semua yang ada di dunia tengah. Untuk menghindari kehancuran Dunia Tengah, dengan suka rela aku menggunakan tubuhku agar semua aman." Jelas sang Dewa mengenang sedikit apa yang dulu terjadi padanya.


"Sayangnya Yuma Grufin tidak tahu dan mengenalku dengan baik, aku adalah Dewa Bumi pengendali di Bumi, tahu semua isi yang ada di Dunia Tengah, Bajingan itu tidak tahu jika tempatnya aku di tahan adalah salah satu kawasan kekuasaan milikku di Bumi. Dasar Bumi yang menjadi kekuasaan dirinya, salah satunya sudah terhubung dengan Kendi Mundo dunia tempat kita berada sekarang." Jelasnya sembari melihat ke arah wilayah yang terdapat gunung dengan lahar yang meletup-letup.


Carissa ikut melihat ke arah tempat itu, tempat yang sangat mengerikan bagaikan Neraka.


"Itu adalah pintu penghubung lainnya untuk keluar masuk ke dalam dasar Bumi, wilayah kekuasaan Dewa Neraka. Kerajaan Kegelapan Dasar Neraka." Ucapnya dengan senyum yang penuh akan arti.


"Aku tahu, anda ingin sekali masuk ke wilayah itu bukan."

__ADS_1


Carissa hanya mengangguk pelan untuk mengiyakan.


"Sekarang putri bisa melakukannya kapan pun putri inginkan. Jalan itu akan mudah untuk di lewati oleh seorang titisan Dewa Agung, seperti anda tanpa harus membuat kecurigaan di wilayah itu akan aura kekuatan anda yang berbeda." Ungkapnya dengan senyum yang terlihat yakin.


"Mereka tidak mengerti bagaimana besarnya kekuatan dari Dewa Agung dan juga titisan beliau. Yuma Grufin bahkan tidak pernah mau menerima kenyataan jika dirinya juga salah satu titisan dari Dewa Agung untuk melindungi Dunia Bawah. Ketamakan dan keegoisannya yang ingin menguasai tiga Dunia mengubah dirinya ingin berada di atas segalanya. Dia tidak sadar semua yang ia inginkan akan sangat mustahil terjadi, sehingga ia pun salah jalan dan menggunakan segala cara licik, jahat dan kejam." Jelas sang Dewa agar Carissa dapat mengerti semuanya dari awal terjadinya kegelapan yang telah di sebarkan oleh Dewa Neraka.


"Dewa Agung sang Pencipta tidak bisa memusnahkan apa yang sudah ia lahirkan, sehingga ia pun memutuskan untuk melahirkan beberapa titisan kecil beliau yang bisa mengimbangi kekuatan jahat Dewa Neraka. Namun kelicikan dan kejahatan Dewa Neraka begitu besar dari dalam hatinya, sehingga kekuatan gelap itu mampu masuk dan mulai menyebar ke Dunia Tengah. Bahkan semua ciptaan Sang Pencipta yang tidak bersalah menjadi taruhannya, Dewa dan Dewi Agung begitu marah dan kecewa." Kenangnya. Carissa dan yang lainnya masih diam menyimak cerita awal dari semua kegelapan yang terjadi.


"Dewa dan Dewi Agung memutuskan untuk memberikan hukuman dari sebuah kutukan yang mereka ciptakan, yaitu Kegelapan Yuma Grufin Sang Dewa Neraka akan hancur oleh titisan darinya yang terlahir dari manusia biasa yang berasal dari tiga dunia berbeda ruang dan waktu. Tiga kekuatan yang terdiri dari Dunia langit, Dunia tengah, dan Dunia Bawah yang di bawa oleh tiga orang yang menjadi satu. Itulah anda putri." Jelasnya kembali.


"Bagaimana bisa seperti itu. Anda pasti tahu jika hamba tidak memiliki kekuatan magic ataupun kekuatan elemen apapun, hamba murni manusia biasa yang tidak memiliki tiga kekuatan seperti yang anda katakan." Balas Carissa.


"Kekuatan hati anda yang tulus, kebaikan anda di antara kejahatan dan kegelapan yang telah anda alami selama ini, serta kelemahan anda yang terlihat mampu menutupi semua kekuatan yang tidak dapat di lihat oleh orang lain." Jelasnya.


"Ingat putri, anda adalah manusia biasa yang terpilih dan sudah di takdirkan. Callysta Angelina adalah seorang dokter yang sudah banyak menyelamatkan nyawa manusia, sekaligus seorang mafia wanita yang terlihat lemah, rapuh, kejam dan kuat di saat yang bersamaan, dengan kata lain anda memiliki kekuatan dari Dunia Bawah. Carissa Hubert memiliki hati yang tulus dan lembut sehalus sutra yang kapan saja dapat robek namun menjadi ratunya para kain. Terlihat tipis, cantik, dan menjadi idaman setiap orang yang ingin memilikinya, kekuatan yang berasal dari Dinia Tengah. Sedangkan Alarice Jovandra adalah putri dari titisan Zayvius Jovandra dan Pricella Luvena yang terlahir suci dengan kekuatan Langit. Kalian bertiga menjadi satu, di dalam diri Carissa Hubert sebagai pemilik tubuh, Callysta Angelina sebagai pemilik jiwa dan Alarice Jovandra sebagai pemilik tubuh dan jiwa kalian sebelumnya. Sekarang tiga kekuatan itu ada pada dirimu putri." Penjelasan sang Dewa Bumi yang tidak pernah di ketahui oleh semua orang yang hadir di sana.


Carissa terdiam, dia cukup mengerti penjelasan Dewa Bumi. Namun masih ada keraguan di dalam hatinya, apakah dia mampu untuk melawan sang Dewa Neraka yang begitu kuat dan kejam? Bahkan hingga saat ini tidak ada yang berhasil untuk mengalahkannya.


"Anda harus yakin putri, jika anda mampu untuk melawan semua kejahatan demi melindungi semua yang menjadi korban dan tidak bersalah." Celetuk Dewa Bumi.


Carissa melihat ke arah putri Alarice Jovandra, kaisar Zayvius Jovandra dan permaisuri Pricella Luvena secara bergantian.


"Kamu pasti mampu putriku…! Yakinlah demi melindungi mereka semua yang tidak bersalah." Balas kaisar Zayvius mengerti kegundahan Carissa.


Carissa tersenyum, dia tidak sendiri untuk saat ini. Di dunia keduanya ini dia memiliki begitu banyak teman, saudara dan keluarga yang mendukungnya dalam suka dan duka. Callysta Angelina tidak sendiri lagi seperti dulu.


Tidak mampu untuk Carissa tahan air mata kebahagiaan akan rasa haru yang ia rasakan saat ini. Mereka mengerti bagaimana perasaan Carissa yang begitu penuh akan gejolak yang terjadi selama hidupnya.


"Baiklah, aku menerima semua takdir ini." Balas Carissa menerima takdir yang sudah di gariskan untuk dirinya.


"Bagus anakku. Majulah tanpa rasa takut dan keraguan." Sahut yang ayah sembari membelai lembut pundak Carissa.


"Terima kasih putri, hatimu begitu besar dan baik. Anda pantas menjadi titisan dari Dewa dan Dewi Agung yang sudah di takdirkan oleh langit." Kata Dewa Bumi menyambut suka cita kehadiran Carissa mulai sekarang.


"Kalau begitu aku bisa tinggal di sini kan Carissa?" Celetuk Alarice mencairkan suasana serius mereka.


Bagaimana pun kuatnya Alarice Jovandra, dia tetaplah seorang gadis berusia 10 tahun yang haus akan kasih sayang kedua orang tuanya dan masih suka bersikap manja.


"Baiklah…Apa pun yang anda inginkan putri kecil." Balas Carissa dengan senyum yang merekah melihat kebahagiaan sang putri.


"Kalau begitu, kembalilah putriku. Seorang bayi yang menjadi tempat untuk ibumu berada akan segera lahir ke dunia." Sahut sang ayah.

__ADS_1


Carissa segera mengingat jika masih ada pasien ibu hamil yang harus ia bantu saat ini.


"Ayah benar, aku sampai lupa jika aku sedang membantu seorang wanita yang akan segera melahirkan bayinya." Balasnya sembari bangkit dari duduknya.


Carissa kini terdiam dengan tatapan bingung.


"Ada apa?" Tanya Alarice yang cukup peka akan kebingungan Carissa.


"Bagaimana caranya aku keluar dari tempat ini?" Tanyanya pada Alarice yang bertanya padanya.


"Sama seperti caramu keluar dan masuk dari ruang dimensi milikmu. Seperti itulah caranya." Balas sang ayah memberi jawaban.


"Baiklah hamba mengerti, hamba pergi dulu." Pamit hormat Carissa kepada semua yang hadir di sana.


Carissa segera memejamkan matanya dan merapalkan sebuah mantra sembari membayangkan dunia luar yang menjadi tujuannya.


Carissa kembali ke dalam tubuhnya. Carissa membuka matanya perlahan, kedatangannya di sambut senyuman oleh dua orang wanita yang ada di hadapannya. Shopie dan ibu hamil yang akan ia bantu malam ini.


"Selamat datang Miss The Ceiling. Sang Pengendali." Sapa hormat wanita hamil itu dengan senyuman yang terlihat puas.


Carissa hanya menganggukkan kepalanya untuk memeberikan sebuah Jawaban.


"Sepertinya bayinya sudah tidak sabar untuk lahir ke dunia." Ungkap wanita tersebut.


Carissa mengerti. "Baiklah nyonya, lakukan dorongan sekuat yang anda bisa." Balas Carissa sudah siap untuk membantu kelahiran putri yang menjadi tempat untuk ibunya berada.


Dengan sekali dorongan yang kuat dari ibunya, bayi cantik itu pun lahir dengan cahaya memenuhi tubuhnya. Carissa menangis bahagia melihat wajah dari bayi yang ada di tangannya.


Begitu cantik dan sangat mirip dengan sang ibu yang baru saja ia temui.


"Selamat datang di dunia, ibu." Sapa Carissa di sela-sela senyum bahagianya.


Shopie yang tidak mengerti hanya diam mengamati, sedangkan wanita yang baru saja melahirkan bayinya tersenyum senang serta lega mendengar ucapan Carissa. Dia tahu segalanya yang terjadi dari penglihatan yang ia dapatkan dari bantuan sang Dewa Bumi.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2