DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
48. Kebaikan dan Perhatian Permaisuri.


__ADS_3

***Istana Kerajaan Holmes***


Disaat kebersamaan Carissa dan Damian di taman bunga, mereka tidak menyadari pandangan mata tajam seseorang melihat mereka, Leonard yang memang berniat menemui Carissa ingin melihat kondisi Carissa saat ini, tanpa sengaja melihat kebersamaan Carissa dan Damian yang terlihat dekat layaknya sepasang kekasih.


Leonard melihat semua yang di lakukan oleh mereka berdua, dari awal Damian datang melihat Carissa menangis dan menenangkannya dengan pelukkan yang di lakukan Damian pada Carissa, hingga kejadian Damian berusaha mendekatkan tubuh dan wajahnya pada Carissa.


Tangan Leonard mengepal kuat sampai buku-buku jarinya memutih, menahan rasa cemburu yang tiba-tiba dia rasakan di dalam hatinya, melihat kebersamaan serta kedekatan Damian dan Carissa, Leonard masih menatap tajam kedua sejoli yang terlihat akrab.


Entah mengapa Leonard bisa merasakan rasa cemburu dan tidak terima Carissa bersama pria lain? selama ini Leonard tidak pernah merasakan gejolak hati yang dia rasakan saat ini, ingin rasanya dia berlari dan menarik Carissa ke dalam pelukkannya dan tidak membiarkan Carissa bersama pria lain.


Leonard masih menahan semua apa yang di rasakan hatinya saat ini? sampai tidak mengetahui seseorang mengejutkan dirinya dari arah belakang.


"kenapa kau hanya diam berdiri di sini, putra mahkota?" sapa permaisuri padanya yang datang bersama Verdian.


"salam hamba yang mulia." ucap Regio sang pengawal pribadi putra mahkota, membungkuk memberi hormatnya.


"salam hamba ibunda." ucap putra mahkota juga memberikan hormatnya.


"kenapa kau hanya berdiri di sini?" tanya ulang permaisuri pada Leonard.


"hamba baru saja tiba yang mulia, dan tidak ingin mengganggu mereka." jawab Leonard serasa melihat sekilas pada Damian dan Carissa yang masih dalam posisi berdekatan, seperti sepasang kekasih yang memadu kasih.


Permaisuri dan Verdian juga mengikuti arah pandangan Leonard, mereka pun tahu apa alasan dari Leonard hanya berdiri diam?


Permaisuri hanya tersenyum melihat tingkah putra keduanya yang sedang berusaha dekat dan menggoda calon selirnya, tingkah laku Damian yang tidak pernah permaisuri lihat sama sekali, dan ini untuk pertama kalinya permaisuri melihat Damian dekat dan bisa menggoda seorang wanita.


Permaisuri senang akhirnya sang putra bisa menemukan wanita yang bisa membuat putra keduanya tertarik akan seorang wanita, dan tidak hanya tertarik dengan urusan kerajaan dan rakyat yang dia lindungi selama ini, hingga melupakan urusan untuk mencari pasangan hidup, dan permaisuri sangat senang melihat binar habagia sang putra.


"mari kita temui mereka bersama….!!" ucap permaisuri dengan senyum bahagia melihat kelakuan sang putra keduanya.


Permaisuri berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh yang lainnya, dengan lantang salah satu penjaga di sana memberitahukan kedatangan permaisuri.


"Yang mulia permaisuri, putra mahkota dan pengeran ketiga telah tiba." pemberitahuan lantang dari sang penjaga.


Seketika kedua sejoli yang mendengarnya segera berdiri dari duduk mereka, dan berdiri menyambut serta memberikan hormat mereka atas kedatangan permaisuri, putra mahkota dan Verdian.


"salam hamba yang mulia…!!" ucap bersamaan Damian dan Carissa membungkukkan tubuhnya memberikan hormat.


"maaf… jika kami mengganggu waktu kalian berdua." ucap permaisuri ramah dan tersenyum.


"tidak sama sekali yang mulia." balas Damian.


Carissa yang masih menundukkan kepalanya malu karena ketahuan dalam posisi yang sangat dekat dengan Damian, dalam hati Carissa curiga pasti mereka melihat posisinya yang sangat dekat dengan Damian.


"apa ini pahlawan kita yang sangat kuat dan cantik?" tanya permaisuri melihat pada Carissa yang masih menundukkan kepalanya.


"Carissa…" panggil Damian dengan menggenggam dan meremas pelan telapak tangan Carissa, untuk membuat Carissa sadar kalau permaisuri menyapanya.


Dan itu tidak luput dari pandangan Leonard, yang membuatnya kesal dan mengepalkan tangannya kuat.


Carissa yang sadar akan remasan di tangannya seketika melihat pada Damian.

__ADS_1


"iya…!" ucap gugup Carissa yang terlihat masih malu dan melihat pada Damian yang ada disampingnya.


"yang mulia permaisuri menyapamu."balas Damian sedikit berbisik pada telinga Carissa, yang membuat mereka terlihat memang sangat dekat, bagaikan sepasang kekasih.


Carissa yang mengerti akan bisikkan Damian pun melihat pada permaisuri, dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang ada di hadapannya.


"nyonya Yoona…!!" ucap Carissa repleks dengan wajah yang terkejut. Melihat nyonya Yoona mama dari Antoni Yuandara, menjadi permaisuri di kerajaan ini.


Mereka semua heran mendengar panggilan Carissa pada permaisuri dan wajah terkejut Carissa yang melihat permaisuri.


"Carissa…ini yang mulia permaisuri…" jelas Damian lagi-lagi berbisik di samping telinga Carissa, yang membuat Carissa repleks melihat ke sampingnya sehingga wajah Carissa dan Damian sangat dekat sekali.


Tatapan mata mereka berdua pun bertemu, terlihat mereka seperti pasangan yang sangat serasi bagi yang melihat kedekatan mereka berdua, permaisuri langsung terseyum melihat tingkah laku mereka berdua.


Carissa langsung tersadar dan menatap ke depan lagi, dengan wajahnya yang sedikit merona karena malu untuk kesekian kalinya.


'aduh kenapa terus sedekat ini, lebih baik aku ada di tempat yang berbahaya dari pada ada pada posisi ini…' gumam Carissa dalam hati meruntuki dirinya.


"maaf yang mulia atas kelancangan hamba." ucap Carissa membungkukkan setengah badannya untuk meminta maaf.


"tidak apa-apa, selamat atas kemenanganmu." ucap permaisuri terseyum manis dan melangkah mendekati Carissa, permaisuri memeluk hangat tubuh Carissa dan membelai lembut punggung Carissa.


Carissa hanya diam meresapi pelukkan hangat dan belaian lembut tangan permaisuri padanya, sangat hangat bagai belaian seorang ibu untuk nya, seketika air mata Carissa jatuh ke atas pipi mulusnya karena mengingat pelukkan terakhir sang ibu padanya, yang sudah lama tidak Callysta rasakan.


Semua heran melihat air mata Carissa, terlihat seorang Carissa yang kuat dan tangguh melawan para iblis dan siluman, kini terlihat rapuh selayaknya wanita biasa yang lemah lembut, mereka hanya diam melihat air mata Carissa yang terus mengalir seraya Carissa memejamkan matanya.


Permaisuri pun sadar akan Isak tangis yang di tahan Carissa, perlahan permaisuri melepaskan pelukkannya dan melihat wajah Carissa yang menunduk berusaha menyembunyikan air mata dan menahan isak tangisnya.


"tidak yang mulia…maafkan hamba…" balas cepat Carissa masih menunduk dan berusaha menghentikan isak tangisnya.


"apa yang terjadi padamu…apa Damian menyakitimu?"


"tidak yang mulia…" jawab Carissa seraya menggelengkan kepalanya.


"lalu…" ucap permaisuri terpotong.


"Carissa rindu pada kedua orang tuanya." ucap Damian yang menjawab pertanyaan permaisuri.


"apa benar begitu, nona Carissa…?" tanya lembut permaisuri sembari mengangkat wajah Carissa dengan telapak tangannya, agar Carissa melihat kepadanya.


Carissa hanya mengangguk sembari terus berusaha menahan Isak tangisnya.


"apa aku mengingatkan mu pada ibumu?" tanya permaisuri tepat sasaran, lagi-lagi Carissa menganggukkan kepalanya, karena memang benar seperti itu.


Permaisuri terseyum manis sembari memeluk hangat kembali Carissa.


"oooo…sayangku…" peluk hangat permaisuri. "jangan menangis lagi, kalau kau mau, kau bisa menganggap ku ibumu mulai sekarang." ucap lembut permaisuri membelai lembut punggung Carissa.


Carissa terharu mendengar ucapan permaisuri padanya, dan Carissa bisa merasakan ketulusan hati permaisuri padanya.


"terima kasih yang mulia."

__ADS_1


"sudah jangan menangis lagi, sekarang kau adalah putriku, dan aku ibu mu di kerajaan ini." ungkap permaisuri sembari menghapus air mata Carissa yang ada di pipinya.


"terima kasih yang mulia." balas Carissa tulus dengan senyum manisnya yang membuat wajah pucatnya terlihat sangat cantik, membuat ketiga pria yang ada di sana terpesona melihat senyum manis yang melengkapi kecantikan wajah Carissa, selama ini mereka hanya bisa melihat wajah datar dan dingin Carissa saja.


"baiklah…apa kita akan berdiri saja di sini, tidakkah kita bisa berbincang di dalam kamar saja?" tanya permaisuri.


"maafkan hamba yang mulia…atas kelalaian hamba." balas Carissa.


"bila anda berkenan, silahkan ke kamar hamba yang mulia." ajak Carissa dengan perlahan.


Mereka pun masuk ke dalam kamar Carissa, dan duduk di sofa yang ada di kamar tersebut, Carissa menempati kamar paviliun tamu di kawasan istana kekaisaran yang di peruntukan untuk para tamu penting kerajaan.


Mereka di suguhkan berbagai minuman dan makanan kecil, yang terlihat banyak aneka kue manis, yang memang sangat di sukai oleh Callysta pada zamannya dulu.


"pelayan, mengapa hidangannya lebih banyak kue-kue manis?" tanya permaisuri melihat pada Feyrin, yang melihat sekilas pada Carissa.


"maaf yang mulia…apa ada yang anda inginkan lagi?" tanya Carissa.


"tidak, hanya saja mengapa banyak kue manis di sini? siapa yang suka makanan manis sebanyak ini?" tanya heran permaisuri, karena semua putra nya tidak terlalu suka yang manis-manis.


Karena di kerajaan ini wanita tidak berani memakan kue manis terlalu banyak, yang akan membuat tubuh mereka cepat gemuk akan lemak gula dan butter, dan itu sudah rahasia umum yang di ketahui oleh semua orang di kerajaan ini, sebagai rahasia kecantikan wanita.


"hamba suka memakan aneka kue manis yang mulia, karena kue manis itu bagus untuk memperbaiki suasana hati, dan bisa membangkitkan tenaga hamba menjadi lebih baik." jawab Carissa yang membuat permaisuri, putra mahkota dan para pangeran heran.


Untuk pertama kalinya mereka mendengar, ada seorang wanita di kerajaan ini dengan berani memakan banyak aneka kue manis dan tidak takut gemuk.


"tapi kau tidak makan banyak bukan?" tanya permaisuri selidik.


Feyrin terlihat menahan senyumnya melihat ke arah Carissa, karena merasa lucu bila mengingat sang nona yang sangat gila akan aneka kue manis, dan nonanya bisa menghabiskan banyak kue manis dalam sekali duduk untuk memakannya.


"tidak yang mulia…hamba biasanya hanya memakan tiga piring aneka kue manis dalam sehari, terkadang lebih sih." jawab Carissa malu-malu dengan senyum canggungnya.


Semua terkejut akan pengakuan Carissa, tiga piring sehari bahkan lebih. Di kerajaan ini seorang wanita hanya memakan satu kue manis dalam seminggu, dan sebagai gantinya mereka akan makan kue yang rendah lemak bahkan hambar tidak manis sama sekali.


"tiga piring sehari katamu…?" tanya permaisuri terkejut.


"pelayan apa itu benar?" tanya permaisuri tidak percaya dan melihat pada Feyrin.


"benar yang mulia, tetapi sebenarnya tidak tiga piring yang mulia." jawab Feyrin ragu-ragu melihat pada Carissa, yang menggelengkan kepalanya seraya mengkedip-kedipkan matanya dengan mimik wajah melarang ke arah Feyrin.


Yang membuat putra mahkota dan para pangeran terseyum melihat mimik wajah tak biasa Carissa, seperti anak kecil yang takut ketahuan menyembunyikan sesuatu oleh ibu mereka, terlihat lucu dan menggemaskan di mata ke tiga pria tampan yang ada di sana.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2