
***Kerajaan Darkness World***
Perdebatan mereka masih terjadi, tidak akan selesai jika sang empu yang di ributkan tidak memberikan jawaban.
Carissa tahu bagaimana tabiat ke 5 pria yang ada di depan kamar paviliun nya? Dia yang baru saja ingin beristirahat, terganggu akan keributan tersebut. Dengan terpaksa dia mengizinkan si biang keributan masuk dan menyelesaikan masalahnya, agar dia juga dapat beristirahat dengan cepat dan tenang.
Di sinilah mereka berkumpul, di ruang tengah paviliun kamar Carissa Hubert Sang Pengendali.
Raut wajah yang datar dan tatapan yang dingin kini mendominasi wajah Carissa, melihat ke arah raja Azura dan pangeran Hayden Key secara bergantian.
"Ada urusan apa kalian datang dan membuat keributan di sini?" Tanya Carissa langsung pada inti kedatangan mereka.
"Aku…!!" Ucap raja Azura dan pangeran Hayden Key secara bersamaan. Lalu mereka terhenti dan saling memandang.
"Aku yang lebih dulu datang, jadi aku yang lebih dulu berbicara." Ucap raja Azura tidak ingin mengalah pada pangeran Hayden Key.
Raja Azura dapat melihat dan rasakan jika pangeran Hayden Key memiliki perasaan terhadap Carissa. Itu ia dapatkan dari kekuatan pengelihatan matanya, saat tatapan mata mereka bertemu di depan paviliun beberapa saat yang lalu.
Pangeran Hayden Key yang malas ribut dengan raja Azura di hadapan Carissa, lebih memilih mengalah. Agar Carissa tidak berpikir jika dirinya egois.
"Silahkan." Balasnya sedikit malas, namun dengan sikap duduk yang cukup tenang.
Raja Azura tersenyum akan kemenangan yang ia dapatkan. Ia pun melihat ke arah Carissa yang melihatnya juga.
"Aku ingin mengajakmu minum bersama, sebagai salam pertemuan kita setelah sekian lama tidak berjumpa." Ucap raja Azura.
Dia berkata seperti itu untuk memberikan sebuah jawaban bagi pangeran Hayden Key, yang meragukan jika dirinya mengenal baik Carissa sudah sejak lama.
Carissa mengerutkan keningnya mendengar perkataan raja Azura yang ada di luar perkiraannya. Begitupun dengan semua orang yang ada dan mendengarkan apa yang di inginkan oleh raja Azura? semua heran dan tidak pernah menduga seorang raja akan berkata seperti itu. Mengajak seorang putri kerajaan untuk minum bersama dengannya.
'Apa dia sudah gila? Dia pikir ini di dunia asalnya. Mana bisa dia mengajak seorang putri minum bersama seperti itu? Apa dia lupa aturan yang ada di dunia ini? Jika seorang putri tidak di perbolehkan minum bersama dengan seorang pria di luar perjamuan pesta atau acara pesta keluarga. Benar benar sudah gila.' Gumam Carissa di dalam hatinya.
Bagaimana bisa raja Azura dengan santainya mengajak Carissa minum bersama di luar acara perjamuan pesta atau acara keluarga? Itu tidak bisa terjadi, apalagi status Carissa saat ini adalah seorang putri kerajaan yang baru saja di angkat oleh ratu kerajaan Luz Hermosa.
Aturan di dunia ini, tidak akan sopan pada pandangan mata orang di sekitar jika seorang wanita, nona muda, dan putri kerajaan minum bersama seorang pria di luar perjamuan pesta. Akan di anggap wanita murahan selayaknya, wanita penghibur.
Namun raja Azura lupa akan aturan tersebut. Membuat semua orang yang ada di sana tidak suka akan ajakan raja Azura pada Carissa.
"Lancang sekali anda raja Azura, apa anda pikir putri Carissa adalah wanita penghibur bagi anda?" Ucap Wakiza mewakili semua orang.
Sedangkan Carissa hanya diam sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia yakin raja Azura tidak sadar dengan perkataannya.
"Mengapa kau berbicara seperti itu? Aku tidak memiliki pikiran seperti itu. Mana mungkin aku menganggap putri Carissa sebagai wanita penghibur." Balas raja Azura tanpa rasa bersalah.
"Apa anda tidak pernah tahu aturan di dunia ini, raja Azura?" Tanya pangeran Hayden Key dengan tatapan yang tidak suka akan perkataan raja Azura.
"Aturan di dunia ini, mengapa harus ada aturan untuk mengajak seorang teman minum bersama?" Tanyanya masih bingung.
Sedangkan pengawal pribadi sang raja yang selalu setia mengikutinya kemanapun, terlihat memasang wajah tidak percaya. Jika junjungannya tersebut tidak tahu aturan tersebut, itu artinya benar raja Azura Rayman menganggap Carissa adalah seorang wanita penghibur.
Diapun segera mendekati junjungannya tersebut dan membisikkan sesuatu.
__ADS_1
"Maaf yang mulia, aturan di dunia ini melarang seorang wanita minum bersama dengan seorang pria di luar perjamuan pesta atau acara pesta keluarga mereka. Jika itu terjadi, berarti wanita itu akan di anggap sebagai wanita penghibur." Bisik sang pengawal pribadi raja Azura.
Raja Azura mengerti sekarang. Sebenarnya dia tahu aturan itu, tetapi dia sudah menganggap Carissa adalah bagian dari keluarganya, dan ingin mengadakan acara pesta keluarga dengan minum bersama. Apakah itu salah? Tentu tidak salah di mata raja Azura, namun salah di mata orang yang tidak tahu hubungan antara Carissa dan raja Azura terdahulu.
"Tentu aku tahu aturan itu. Aku mengajak putri Carissa minum bersama, karena memang akan mengadakan acara pesta keluarga. Apa itu salah?" Ucap raja Azura memandang semua orang secara bergantian.
Mereka saling melihat, bagaimana bisa raja Azura dan Carissa adalah keluarga? Ini bertambah rumit dan tidak dapat mereka mengerti alur pembicaraan raja Azura.
Raja Azura Rayman tahu mereka semua heran dan tidak mengerti. Diapun menghela nafasnya perlahan, lalu berkata.
"Ayolah putri Carissa, katakan sesuatu kepada mereka semua. Jangan buat semua semakin rumit." Ucap raja Azura melihat ke arah Carissa.
Carissa tentu terkejut akan ucapan raja Azura, bagaimana bisa dia mengatakan seolah-olah Carissa yang membuat semuanya menjadi rumit?
'Apa dia gila? Bagaimana bisa dia melimpahkan semuanya padaku?' Geram Carissa di dalam hatinya melihat raja Azura dengan tatapan tidak percaya.
"Katakan kepada mereka, jika kita adalah teman sejak lama dan sudah seperti keluarga." Ungkap raja Azura tanpa beban sama sekali.
Sedangkan Carissa tidak habis pikir jalan pikiran raja Azura.
"Kau memberikan aku minuman ini, bukannya itu artinya kita akan membuat pesta keluarga yang sudah lama tidak kita adakan." Ungkap raja Azura sembari meletakkan kotak minuman wine yang Carissa berikan kepadanya sebagai hadiah. Tepatnya sebagai suap untuk mengatakan sesuatu yang tadi siang mereka bicarakan.
Carissa menatap intens mata sang raja. Kini dia mengerti jika ada sesuatu yang ingin ia katakan sehingga datang menemuinya. Acara minum bersama hanya sebagai alasannya saja.
"Baiklah. Aku mengalah." Ucap Carissa pada akhirnya mengalah untuk menyelesaikan semuanya.
"Selamat datang raja Azura Rayman, teman lama sekaligus kakak angkatku. Benar seperti itu yang kau inginkan bukan, raja Azura…!!!" Ucap Carissa sekaligus ingin memancing raja Azura.
Raja Azura tersenyum, dia senang Carissa tahu maksudnya. Jawaban Carissa cukup bagus baginya.
"Tentu adikku. Apakah pesta ini boleh di lakukan di tempat ini bersama semua orang-orang kepercayaan mu?" Tanya balik raja Azura.
Sekilas matanya melirik ke samping, tepat ke arah di mana pangeran Hayden Key duduk. Itu dia lakukan secara cepat dan dapat di mengerti oleh Carissa.
"Tentu saja. Aku senang jika itulah kemauan mu."
Semua orang tambah tidak mengerti jalan pikiran serta pembicaraan Carissa dan raja Azur, yang terlihat santai. Namun semua pengikut setia Carissa dan raja Azura hanya diam mengikuti apapun yang di inginkan oleh junjungan mereka?
"Baiklah. Bagaimana dengan anda pangeran ? Ada urusan apa anda datang ke tempat hamba?" Tanya Carissa tahu akan lirikan raja Azura padanya.
Pangeran terdiam sejenak, dia tahu ada yang tidak beres pada Carissa dan juga raja Azura. Namun dia yang tidak memiliki alasan atau bukti untuk itu, hanya dapat menerima semua pembicaraan mereka yang seakan memang saling mengenal sejak lama.
Diapun menghela nafasnya.
"Aku datang ke sini, hanya ingin menyampaikan sebuah kabar." Ungkapnya dengan raut wajah serius.
"Kabar apa, pangeran? Sepertinya sangat penting." Carissa balik bertanya.
"pertarungan besok adalah pertarungan untuk dua orang berpasangan." Balas pangeran membawa kabar dari pengikut setia sang kaisar yang memberitahukan aturan pertarungan untuk besok pagi.
Mereka semua saling memandang dengan teman di samping mereka masing-masing.
__ADS_1
"pertarungan berpasangan." Ucap Carissa mengulangi ucapan pangeran.
"Iya, dan pasangannya harus seorang wanita. Tidak boleh seorang pria." Ucap pangeran menekan kata terakhirnya.
"Mengapa seperti itu?" Kali ini raja Azura yang bertanya. Pasalnya dia tidak tahu, kaisar tidak memberitahu hal itu padanya.
"Itu permintaan dari yang mulia kaisar." Balas pangeran Hayden Key.
"Agar semua ini adil. Semua peserta pertarungan haruslah wanita." Ucapnya lagi.
"Apa kami boleh yang menentukan pasangannya sendiri?" Kali ini Wakiza Orchid yang bertanya.
"Entahlah, aku tidak mendapatkan informasi tentang itu. Mungkin saja sudah di siapkan oleh yang mulia kaisar, atau kalian yang harus mempersiapkannya dari sekarang. Yang jelas aku tidak tahu jelas tentang itu." Balasnya.
"Jika kau tidak tahu dengan jelas, percuma saja kau datang ke sini." Ucap ketus raja Azura dengan sikap meremehkan.
Pengawal pribadi sang pangeran terlihat geram, akan ucapan raja Azura yang kurang sopan pada junjungannya.
"Jaga bicara anda raja Azura." Ucap ketus pengawal pribadi pangeran.
Tentu itu mendapatkan lirikan tajam dari pengawal pribadi raja Azura.
"Seharusnya kau yang bisa menjaga sikap mu pada yang mulia raja Azura Rayman." Tunjuk geram pengawal pribadi raja Azura, dia tidak suka ada yang bersikap tidak sopan pada junjungannya.
Suasana menjadi mencekam, ketika beberapa pengawal pribadi antara raja Azura dan pangeran Hayden Key mengeluarkan pedang mereka masing-masing. Mereka saling mengajukan pedang mereka masing-masing.
"Apa kalian datang untuk membuat keributan di sini ?" Tanya Carissa dengan suara yang terdengar tegas dan sedikit meninggikan volume suaranya.
Raja Azura dan juga pangeran Hayden Key melihat ke arah Carissa yang memandang mereka dengan tajam serta dingin.
"Turunkan pedang kalian, dan jagalah sikap kalian di hadapan putri Carissa." Ucap pangeran lebih dulu memberikan perintah pada pengawal pribadinya.
"Bagaimana juga, putri Carissa Hubert adalah putri angkat dari yang mulia putri mahkota kerajaan Darkness World. Serta ratu kerajaan Luz Hermosa, yang tentu saja harus kalian hormati juga." Sambungnya kembali dengan pandangan mata dinginnya melihat ke arah raja Azura, lalu melunak saat melihat ke arah Carissa.
"Baik yang mulia. Maafkan kami putri." Balas salah satu pengawal pribadi sang pangeran. Mereka pun berdiri pada posisi semula, setelah memberikan sikap hormat mereka kepada Carissa.
"Kalian juga, jagalah sikap kalian." Tegur raja Azura pada semua pengawal pribadinya.
"Baik yang mulai, maafkan kami putri." Balas pemimpin pengawal pribadi raja Azura, lalu memberikan sikap hormatnya pada Carissa.
Suasana kembali tenang untuk saat ini, entah apalagi yang akan terjadi selanjutnya? Carissa juga tidak bisa menebaknya dengan mudah. Carissa Hanya ingin semuanya cepat selesai dan dirinya bisa beristirahat dengan tenang.
...****************...
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1