
***Aula Pertemuan Istana Holmes***
Carissa dan Duke Emris Hubert masih saling memandang, tangan Duke Emris yang meremas kuat lengan Carissa, perlahan merenggang. Duke Emris tahu sorot mata putrinya tidak ada kebohongan sama sekali.
"bagaimana bisa kau menjadi sang pengendali Carissa?" tanya Duke Emris menatap intens sang putri.
perlahan Carissa menarik dan menghembuskan nafasnya, dia sangat tahu kalau Duke Emris Hubert tidak akan bisa mudah percaya, kalau putrinya telah berubah. Dari sebelumnya tidak bisa apapun? kini telah memiliki kemampuan dan juga menjadi seorang yang sangat di segani, bahkan mungkin akan menjadi incaran semua orang.
"ceritanya panjang ayah, saya tidak bisa cerita di sini semuanya. Saya hanya minta, ayah percayalah pada Carissa." ungkap Carissa berusaha membuat sang ayah bisa percaya dan mengerti.
Duke Emris Hubert tahu putrinya tidak akan berbohong, apalagi akan bisa melakukan sesuatu hal yang membuat dirinya dan keluarga mengalami kesulitan? Duke Emris hanya bisa mencoba untuk percaya dan mendukung Carissa saat ini.
"baiklah, saat ini ayah akan percaya padamu, tapi kamu berhutang penjelasan pada ayah." ungkap sang ayah mencoba percaya pada ucapan Carissa.
"terima kasih ayah." ucap lega Carissa.
Duke Emris Hubert segera mengalihkan pandangannya, dia menatap pada sang raja Diaro Liberata, lalu beralih menatap sang kaisar Louis Theodore secara bergantian.
"maaf yang mulia kaisar, apa anda sudah meyakinkan kebenaran tentang nona Carissa Hubert, kalau dia benar-benar sang pengendali?" tanya raja Reyasa Natsire, masih tidak percaya bahwa Carissa adalah sang pengendali.
Kaisar Louis Theodore menatap intens dan tajam pada raja Reyasa Natsire. Dia sangat tahu, tidak akan mudah orang percaya pada kenyataan ini, kalau Carissa adalah sang pengendali, karena masa lalu Carissa yang terkenal tidak bisa apapun?
"tentu saja, karena putra mahkota Leonard dan pangeran kedua Damian sendiri, yang melihat dan bertarung langsung bersama nona Carissa." jawab kaisar Louis dengan wajah dinginnya.
"itu benar, bukan hanya aku dan Damian saja yang melihat dan bertarung bersama nona Carissa, tetapi banyak kesatria lainnya juga." balas Leonard dengan wajah sama dinginnya.
"setidaknya kami butuh bukti." ungkap raja Reyasa melihat ke arah Leonard dan kaisar Louis Theodore.
"tentu saja, nona Carissa pasti mau untuk membuktikannya. Bagaimana nona Carissa apa mau anda membuktikannya?" jawab kaisar melihat ke arah Carissa.
Carissa melihat sejenak ke arah kaisar, seraya menghembuskan nafasnya. Sebenarnya Carissa sangat tidak suka dalam situasi seperti ini, namun dia tidak ada pilihan lain.
"baik, tentu saja yang mulia." balas Carissa sembari berdiri dari tempatnya. Sekilas dia melirik ke arah putri ketiga kerajaan Jericho, putri Debora Liberata.
Terlihat jelas mata putri Debora menatap sinis Carissa, tapi Carissa hanya cuek. Carissa melangkah ke depan, di mana saat dia berdiri? bisa di lihat oleh semua orang yang ada di dalam aula tersebut.
Carissa mengangkat tangan kanannya ke depan perutnya, dan merapalkan mantra yang tak terdengar, untuk memanggil kunci ajaibnya agar keluar dari ruang dimensi hampanya. Beberapa saat kemudian muncullah sebuah kunci ajaib di atas telapak tangan kanan Carissa. Carissa pun memperlihatkan kunci tersebut ke semua orang.
__ADS_1
Semua yang ada di dalam aula pertemuan istana Holmes tersebut, dapat melihat kunci ajaib benda keramat yang tidak bisa di sentuh oleh siapapun? Kini ada jelas di tangan Carissa.
"apa hanya karena kunci itu, bisa membuktikan kalau nona Carissa adalah sang pengendali?" tanya raja Diaro Liberata melihat ke arah Carissa. Dia memiliki maksud tertentu saat ini.
Raja Liberata masih tidak percaya pada apa yang di katakan oleh putri ketiganya? bahwa Carissa adalah sang pengendali yang di perkenalkan oleh sang peramal suci, saat acara pemberkatan beberapa hari yang lalu. Dimana acara itu hampir saja menyingkirkan posisinya sebagai calon putri mahkota?
Putri Debora Liberata tidak suka akan hal itu? tidak suka Carissa menjadi pusat perhatian pada saat acara berlangsung. Putri Debora bertambah tidak suka Carissa menjadi perebutan dari putra mahkota dan pangeran kedua. Dia sangat marah pada Carissa, dan bersumpah akan melakukan sesuatu, untuk membalas dan memberi pelajaran pada Carissa.
Putri Debora Liberata lah yang sudah mengutus orang, untuk memberikan kabar sang pengendali pada raja Diaro Liberata. Raja Diaro Liberata pun memberikan kabar ini kepada raja Reyasa Natsire, mereka lalu membuat rencana untuk berkunjung ke kerajaan Holmes. Untuk membuktikan kebenaran sang pengendali.
Putri Debora tidak percaya sama sekali, akan kebenaran tentang Carissa adalah sang pengendali. Hanya karena pengakuan dari sang peramal suci, itu tidak membuat putri Debora puas. Dia ingin bukti yang lebih akan hal tersebut, dan bila Carissa tidak bisa membuktikannya, itu juga yang akan di pakai putri Debora untuk mempermalukan Carissa.
"apa anda tidak tahu kunci itu raja Diaro Liberata?" tanya putra mahkota sembari berdiri. dan melangkah mendekati Carissa.
"maaf yang mulia putra mahkota, kami hanya ingin memastikan kebenaran dari pembuktian ini." balas raja Diaro Liberata.
Carissa hanya diam melihat pada raja Diaro Liberata, yang memandang remeh Carissa.
"kalau memang anda ingin kebenaran dari pembuktian ini, silahkan sentuh kunci ajaib ini….!!" perintah Leonard melihat tajam pada raja Diaro Liberata yang memandang remeh Carissa.
"itu memang terlihat seperti kunci ajaib keramat milik dari pengeran kedua, anugerah dari sang peramal suci. Tetapi bukan kah kunci ajaibnya tidak bisa di sentuh oleh siapapun selama ini? bahkan pangeran kedua yang memilikinya pun tidak bisa menyentuhnya." ucap raja Reyasa Natsire melihat tidak percaya ke arah Carissa.
Carissa hanya diam manatap dingin raja Reyasa Natsire, dia sangat tahu kalau dirinya yang menjadi sang pengendali, tidak dengan mudah dapat di percaya oleh banyak orang. Dan Carissa tidak peduli akan hal itu, Carissa hanya mengikuti alur permainan politik mereka semua.
"aku akan mencoba untuk menyentuhnya, nona Carissa apa anda bisa melepaskan kuncinya?" ungkap Leonard melihat pada Carissa.
Tanpa menjawab apapun? Carissa melepaskan kunci ajaib yang ada di tangannya, dengan sedikit mantra kunci tersebut melayang di udara. Carissa memundurkan langkahnya.
Leonard dengan perlahan ingin menyentuh kunci ajaib keramat tersebut, dengan di saksikan oleh semua orang yang ada di dalam aula pertemuan istana Holmes. Saat sudah dekat dan ingin menyentuhnya, tangan Leonard tersengat aliran listrik yang keluar dari kunci ajaib tersebut. Dengan cepat Leonard menarik kembali tangannya.
Semua orang yang ada di sana melihat terkejut, dan ada juga yang masih tidak percaya.
"kenapa anda tidak menggunakan kekuatan magic anda putra mahkota?" tanya raja Diaro Liberata.
Nampak jelas dari raut wajah raja Diaro Liberata belum puas, dan tidak percaya sama sekali.
"baiklah." balas Leonard.
__ADS_1
Dengan segera Leonard menggunakan kekuatan Electrik Flow Magic nya, untuk melawan aliran listrik yang keluar dari kunci ajaib tersebut. Bukannya lebih baik, tapi malah membuat Electrik Flow Magic nya tersedot oleh kunci ajaib tersebut. Carissa yang tahu akan hal tersebut hanya bisa diam saja, tanpa mau berkomentar apapun? kalau kunci ajaib tersebut bisa menyedot semua magic yang mengarah pada kunci ajaib keramat itu.
Leonard yang terus mengeluarkan kekuatan Electrik Flow Magic nya, lama kelamaan merasakan kalau kekuatan dalam tubuhnya tersedot. Leonard melihat sekilas ke arah Carissa yang hanya memasang wajah datar dan dinginnya. Dengan berdiri santai Carissa melihat apa yang di lakukan oleh Leonard?
Leonard menghentikan kekuatan Electrik Flow Magic nya, dengan sedikit nafasnya yang terengah-engah. Leonard sangat merasakan kekuatan Electrik Flow magic nya tersedot oleh kunci ajaib itu. Semua yang menyaksikannya pun tahu apa yang terjadi.
"aku tidak bisa menyentuh kunci ajaib ini." ucap Leonard berterus-terang.
"silahkan bagi siapa saja yang ingin mencoba menyentuh kunci ajaib ini. Boleh mencobanya dan buktikan kalau siapa saja yang bisa menyentuhnya, dia bisa menjadi sang pengendali." ungkap kaisar Louis Theodore memberikan perintah.
Semua yang ada di dalam aula pertemuan istana Holmes saling berbisik.
"semuanya bisa mencobanya." ungkap sang kaisar kembali.
Carissa hanya bisa diam berdiri di sana dan melihat ke arah kunci tersebut yang masih melayang di udara. Carissa tidak bisa jauh dari kunci ajaib itu, sebab bisa saja suatu hal terjadi bila ada yang tidak kuat dengan aliran listrik, yang keluar dari kunci ajaibnya.
Semua orang yang ada di dalam aula pertemuan istana Holmes tersebut, mencoba untuk menyentuh kunci ajaibnya. Dengan mengeluarkan semua kekuatan magic yang mereka miliki, tetapi tidak satupun yang berhasil. Sebagian dari mereka sudah mencobanya. Para petinggi kerajaan yang berasal dari kerajaan Jericho dan kerajaan Themes, serta para calon istri dan selir putra mahkota dan para pangeran Holmes, tidak ada yang berhasil.
Kini tinggal kedua raja dan putri nya serta dua pejabat tinggi yang berasal dari kerajaan Jericho. Perdana menteri dan menteri pertahanan sekaligus jendral perang kerajaan Jericho, yang sempat meragukan Carissa dari awal. Mereka juga ingin mencobanya, dan membuktikan serta berkesempatan untuk mendapatkan kunci ajaib itu menjadi milik mereka.
Perdana menteri dan menteri pertahanan sekaligus jendral perang kerajaan Jericho, yang terkenal kuat dengan magicnya pun tidak bisa menyentuh kunci ajaib tersebut. Kini giliran dua raja yang menggunakan magic Electrik Flow magic dan magic Apinya, juga tidak bisa menyentuh kunci ajaib itu, semua magic yang di keluarkan tersedot oleh kunci ajaib keramat tersebut dengan mudah.
Carissa masih sabar menunggu berdiri di samping putra mahkota. Yang membuat putri Debora bertambah kesal, sebab nampak beberapa kali Leonard mencuri-curi pandang ke arah Carissa. Putri Debora Liberata mengepalkan tangannya kuat menahan amarahnya, di dalam hatinya bergumam bila dia harus membalas Carissa dengan cara harus berhasil menyentuh kunci ajaib tersebut.
'aku akan membalas mu Carissa, akan aku buktikan bila kau hanyalah pembohong di hadapan semua orang di sini, dan aku akan berusaha menyentuh kunci tersebut. Dengan cara menghajarmu terlebih dahulu. Aku sangat yakin ini adalah kekuatan magic yang kau gunakan, agar kami di sini tidak bisa menyentuh kunci ajaib itu, jadi dengan cara melumpuhkan mu, kunci itu akan bisa aku sentuh.' gumam putri Debora menatap tajam ke arah Carissa.
Putri Debora mencurigai adanya kekuatan magic yang Carissa gunakan, sehingga tidak ada satupun yang bisa menyentuh kunci ajaib tersebut? Putri Debora berencana untuk melumpuhkan Carissa terlebih dahulu, agar dengan mudah putri Debora menyentuh kunci ajaib tersebut.
Tanpa putri Debora sadari, Carissa bisa mendengar suara gumaman dalam hati putri Debora saat ini. Carissa hanya masih diam dan setia pada mimik wajah datar dan dinginnya. Tanpa melihat ke arah putri Debora Liberata yang manatap tajam Carissa.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.