
***Kerajaan Holmes***
…Carissa Hubert…
Dua hari telah berlalu setelah acara pemberkatan sang peramal suci, kepada seluruh calon istri dan selir putra mahkota dan para pangeran. Kini diriku mengurung diri di dalam kamar, untuk mempelajari buku bahasa asing yang di serahkan oleh sang peramal suci padaku.
Aku membaca buku pertama milik Damian, di dalam buku banyak sekali teka-teki yang harus aku pecahkan, aku masih mencoba untuk mengerti isi dari buku tersebut.
Buku pertama mempelajari semua cara penggunaan dan maanfaat dari kunci ajaib yang aku dapatkan. Kunci tersebut terhubung dengan semua ke 8 benda keramat lainnya, kunci tersebut simbol dari sang Pengendali.
Kunci tersebut memiliki pasangan gembok ajaib, untuk membuka dunia lain yang kita inginkan. Jadi aku bisa pergi kemana saja yang aku inginkan, bahkan aku bisa kembali ke dunia ku yang lama. Tetapi gembok tersebut bisa terbuka, bila aku membukanya bersama dengan pasangan Takdir yang sudah di pilih oleh hatiku sendiri, atas dasar cinta kasih yang sebenarnya dan tulus dari hatiku.
Syarat yang sangat sulit untuk kembali. Akupun berpikir, bila aku telah jatuh cinta dengan tulus pada pasangan takdirku di dunia ini, apakah aku bisa meninggalkan pasanganku dan dunia ini? dengan perlahan tubuhku rebah ke samping sofa. Mengapa syaratnya sangat sulit bagiku untuk bisa kembali?
"aaaaahhhhkkk………" teriakku kesal dengan menutup wajahku menggunakan buku yang baru aku baca.
"ada apa…??" tanya seseorang pria tiba-tiba datang dan membuatku terkejut.
Dengan cepet ku alihkan buku di wajahku, ingin melihat pria yang datang secara tiba-tiba. Terlihat Damian menatapku cemas, aku segera bangkit dari tidurku dan membenarkan posisi dudukku.
"ada apa…? kenapa kau berteriak…?" tanya Damian lagi, dengan masih melihat dan berdiri di hadapanku.
"tidak ada…" jawabku singkat seraya membenarkan rambut sampingku yang tergerai.
Saat ini aku malas untuk keluar kamar, dan aku masih menggunakan gaun santai di dalam kamarku.
"lalu kenapa kau berteriak?" tanya Damian tidak puas akan jawaban ku, sembari duduk di sampingku.
Duduk kami terlalu dekat, aku dengan perlahan menggeserkan tubuhku ke samping, tetapi di cegah oleh Damian. Damian dengan cepat menarik pinggang ku agar duduk kami tidak ada jarak.
"mau kemana? diam di sini…!!" ucapnya dan tatapan kami pun bertemu.
"tapi ini terlalu dekat yang mulia." jawabku masih melihatnya, sembari ingin bergerak ke samping.
"aku bilang diam." balasnya dengan mengeratkan rangkulan tangannya pada pinggangku.
"kenapa kalau kita sedekat ini? apa kau lupa kita sudah menjadi pasangan yang sudah di takdirkan, sebentar lagi kita juga akan menikah." jawab Damian yang membuatku melihat intens padanya.
"walaupun hamba pasangan takdir anda, tapi hamba hanya selir ke 4 anda yang mulia, seharusnya anda sedang bersama calon istri sah anda sekarang." balasku apa adanya. Karena memang saat ini seharusnya ada jadwal Damian bersama calon istri sahnya, putri ke dua dari kerajaan Themes, Putri Lilyana Natsire.
"memangnya kenapa kalau kau hanya selir ke 4 ku? akukan sudah mau menjadikanmu istri sahku, kau saja yang menolaknya." ungkapnya yang mengingatkan ku akan kejadian saat acara pemberkatan, dan memang aku yang lebih memilih menjadi selir ke 4 pangeran kedua.
"hamba tidak ingin merubah dan memperkeruh keadaan yang mulia." jawab ku sedih.
Damian menghembuskan nafasnya. "baiklah aku mengerti, maafkan aku." ucapnya iba melihat mimik wajah sedihku.
"tidak perlu meminta maaf, karena yang mulia tidak salah." ucapku. Lagi-lagi terdengar Damian menghembuskan nafasnya perlahan.
"aku sudah menemuinya tadi, setelah itu aku langsung kesini untuk melihat keadaanmu." jawabnya dengan terus menatapku lembut.
"memangnya hamba kenapa yang mulia?" tanyaku heran dengan merengutkan alisku melihatnya.
"aku bertemu Feyrin di lorong, saat berjalan mengantarkan putri Lilyana ke kamarnya. Dan aku bertanya padanya keberadaan mu, dia menjawab kau ada di kamar dan sudah tidak keluar dari kamar selama dua hari ini, ada apa?" tanya Damian dengan mimik wajahnya yang cemas.
"hamba tidak apa-apa yang mulia, hamba hanya membaca buku ini dan mendalami isinya." jawab ku dengan memandang buku tebal yang ada di pangkuanku.
"apa kau mendapatkan kesulitan?"
"isi buku ini terlalu sulit untuk hamba jalani." balasku dengan mimik yang terlihat frustasi.
__ADS_1
"kenapa?" tanya Damian bingung.
"bukannya yang mulia sudah membaca isi buku ini semua?"
"tidak semua? ada beberapa dari bacaan dari buku itu yang tidak bisa aku baca?"
"kenapa yang mulia?" tanya ku heran.
"entahlah…tulisannya terlihat samar dan sulit untuk aku baca, aku hanya bisa membaca mantra dan cara penggunaan magic yang ada di dalam buku ini saja."
Alisku merengut melihat ke arah Damian, aku heran kenapa seperti itu?
'apa ada sesuatu yang terjadi pada pengelihatannya? atau memang beberapa isi dari buku ini yang tidak bisa di lihat oleh Damian?' gumamku dalam hati melihat Damian.
"apa mata yang mulia bermasalah dalam melihat?" tanyaku, Damian hanya tersenyum tipis menanggapinya.
"mataku baik-baik saja." ucapnya seraya mencubit ujung hidungku.
"berarti Memang ada beberapa isi bacaan dari buku ini tidak terlihat oleh anda?" tanyaku akan kecurigaan ku.
"iya kau benar."
Aku dengan cepat mencari bacaan di mana tertuliskan, kalau kunci ajaib memiliki pasangannya sebuah gembok ajaib, yang dimana kalau di satukan dapat membawa kita ke dunia lain, dengan syarat harus membukanya bersama dengan pasangan takdir yang benar-benar aku cintai.
"coba anda baca isi tulisan ini." ungkapku dengan menunjuk tulisan yang aku maksudkan.
"aku hanya melihat kertas kosong di sini ! apa yang bisa aku baca?" ungkap Damian yang membuatku mengerutkan keras keningku.
"kosong…?" tanya ku dengan melihat jelas kembali buku tersebut, dan terlihat jelas olehku ada tulisannya, mengapa di bilang kosong?
"iya kosong."
"tidak, aku tidak sedang bercanda." jawab nya seraya menggelengkan kepalanya.
Aku hanya bisa menatap buku yang ada di pangkuanku, dan wajah Damian yang masih menatapku secara bergantian.
"kau pasti bingung, ada beberapa tulisan yang akan terlihat kosong di mata kami, yang bisa membaca dan mengerti bahasa asing, karena tidak semua tulisan dan isi dari buku tersebut, bisa kami baca dan lihat. Dan itu sudah aturannya." jelas Damian yang membuatku mulai mengerti.
"apa kau bisa melihat tulisan di kertas kosong ini?" tanya Damian lagi, dan aku hanya melihatnya seraya menganggukkan kepalaku.
"apa aku boleh tahu apa isinya?" tanyanya dengan mimik wajah yang penasaran.
"tentu…tulisan di halaman ini, memberitahukan kalau kunci ajaib yang hamba pegang memiliki pasangannya, yaitu sebuah gembok ajaib."
"lalu…apa ada yang istimewa dari gembok ajaib tersebut?"
"iya ada, apabila kunci dan gembok ajaib tersebut di jadikan satu, kita bisa membuka pintu dunia lain yang kita inginkan yang mulia." ucapku yang membuat Damian membulatkan matanya sempurna, melihat terkejut padaku.
"membuka pintu dunia lain?" ucap Damian mengerutkan keningnya tidak percaya.
"iya yang mulia?"
"apa itu benar?"
"entahlah yang mulia, hamba juga tidak bisa memastikannya benar atau tidak."
"apa kau percaya selain di dunia yang kita tinggali ini, masih ada dunia lain?" tanya Damian masih tidak percaya.
Aku pun melihat Damian, aku teringat mungkin orang-orang di sini belum mengerti arti berteleportasi ke dunia lain, dan tidak tahu kalau ada dunia lain yang bisa saja kita datangi menggunakan ruang dan waktu. Mereka pasti tidak tahu ada masa lalu, masa sekarang dan masa depan.
__ADS_1
'apa aku jelaskan ya pada Damian? tapi bagaimana cara menjelaskannya? agar aku terlihat natural tentang ruang dan waktu.?' gumamku dalam hati.
"percaya yang mulia, karena sang Dewi peramal suci yang pernah mengatakannya pada hamba."
"oya…dunia lain macam apa itu? apa lebih kejam dari dunia ini?" tanya Damian antusias ingin tahu. Dan terlihat jelas Damian percaya pada ucapanku.
"Dunia yang ada di masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Kita seperti melewati ruang dan waktu untuk berpindah tempat." jelasku perlahan dan semoga Damian mengerti.
"waaah…itu sangatlah luar biasa sekali, kalau benar itu bisa terjadi, kau mau ke dunia yang mana?" tanya Damian sangat antusias melihatku.
"masa depan." jawab ku cepat.
"masa depan? apa kau tahu juga dunia masa depan itu seperti apa?"
"masa depan juga bisa di katakan dunia modern, dunia yang serba canggih dan tentunya tidak ada kekuatan magic ataupun sihir di sana."
"dunia modern? tidak ada kekuatan magic ataupun sihir? bagaimana orang bisa bertahan hidup kalau begitu? bagaimana mereka bisa melawan monster, siluman dan para iblis golongan hitam."
"hahaha…di sana tidak ada monster, siluman dan iblis golongan hitam yang mulia." jawab ku dengan tertawa ringan karena meras lucu dengan perkataan Damian.
Dalam bayanganku bagaimana jadinya kalau masa depan yang modern, ada para siluman, monster dan iblis golongan hitam nya?
"apa kau yakin?"
"yakin yang mulia." jawab ku mengangguk pasti.
"kau kan tidak pernah ke sana? bagaimana bisa kau seyakin itu?" tanya Damian yang membuatku melihat nya kaku.
'aduuuh salah bicara lagi ini aku?!' gumam ku dalam hati.
"ada di tulisan buku ini yang mulia, di sini tertera tentang keterangan setiap dunia yang bisa kita datangi." ucapku berbohong karena tidak bisa menjawab yang sebenarnya.
Masa iya aku jawab, karena aku datang dari dunia itu? tidak mungkin…!!apa tanggapan Damian nantinya. Apakah dia akan percaya?
"oya…wah aku juga ingin melihat dunia sama depan?" jawab Damian yang membuat aku lega. Dia percaya pada ucapanku dan aku hanya tersenyum melihatnya.
"lalu apa lagi isi dari halaman kosong ini?" tanya Damian kembali.
"ada syarat yang di tentukan untuk bisa pergi ke dunia lain yang mulia!!"
"syarat…syarat apa…?"
Aku menarik dan menghembuskan nafas ku, karena syarat ini yang sangat berat aku jalani dan lakukan saat ini, apa aku juga harus jujur pada Damian? ini sangatlah memalukan, karena ini menyangkut perasaan cinta dalam hati ku.
"ada apa…hembusan nafasmu sangat terdengar berat sekali? apa syaratnya berat bagimu?"
"iya yang mulia, sangat berat bagiku, karena untuk membuka gembok pintu dunia lain tersebut. Hamba harus bersama-sama dengan pasangan takdir yang hamba pilih dari hati, dan yang benar-benar hamba cintai dengan tulus dari hati tanpa kepura-puraan." jawab ku pasrah dan aku tidak ingin menyembunyikan apapun dari Damian.
Bagaimana juga saat ini hanya Damian yang bisa membuatku merasa aman dan nyaman, dan yang lebih penting lagi dia adalah salah satu kandidat pasangan Takdir, yang akan membantuku membuka gembok ajaib tersebut. Dan yang bisa saja aku cintai dengan tulus dari hatiku, untuk menjadi syarat membuka gembok ajaib pintu dunia lain, dan membantu ku kembali ke dunia asalku.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1