DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
30. Serangan Bandit Di Area Latihan.


__ADS_3

***Kerajaan Holmes***


Carissa berjalan keliling istana di temani Feyrin sang pelayan pribadinya, berjalan dengan santai dan perlahan sekalian untuk melatih diri yang akan selalu menggunakan gaun gaun panjang dan mengembang, dia juga berniat untuk melatih dirinya bergerak leluasa dengan gaun panjang yang terlihat anggun bila seorang wanita memakainya, tetapi tidak nyaman bagi Carissa karena belum terbiasa.


Carissa dengan teliti melihat dan terus menghafal semua letak ruangan dan area yang di tunjukkan oleh Feyrin padanya, tetapi tidak semua area istana yang boleh dia masuki.


Area istana raja dan ratu, putra mahkota, para pangeran, para selir raja dan juga ruang pertemuan khusus milik istana, itu semua area yang di larang di masuki oleh siapapun tanpa seizin dari raja dan anggota keluarga raja.


tetapi itu tidak masalah bagi Carissa karena Carissa tidak ada kepentingan untuk masuk ke area tersebut, yang harus dia hafal adalah jalan masuk keluar istana, jalan jalan pintas tembok pembatas istana, dan area yang banyak di jaga pengawal, agar memudahkan dia untuk kabur suatu hari nanti.


Carissa berjalan sampai ke tempat area latihan istana dan dia berhenti sejenak, di sana dia melihat ada seseorang yang sedang berlatih menembak dengan senjata laras panjang, dan Carissa terkejut karena senjata api sudah ada di zaman ini, dia sempat berbisik dan bertanya pada Feyrin apakah mereka boleh masuk ke area tempat latihan itu? Carissa senang ternyata boleh.


Siapapun boleh masuk ke area latihan istana untuk melatih kemampuan diri, terkecuali sedang di pakai berlatih oleh anggota keluarga kerajaan baru tidak di perbolehkan siapapun untuk ikut berlatih di sana.


Carissa berjalan dengan terus melihat kemampuan si penembak yang dia tidak tahu siapa? terlihat dari belakang perawakannya yang tinggi dengan tubuh kekar, kuda-kuda kakinya dan pegangan tangannya pada senapan telihat kuat, bidikannya tidak semua tepat sasaran hanya beberapa saja yang tepat sasaran titik tengah, pria itu terus menembak dengan serius.


Carissa menyentuh laras panjang senapan api yang sangat lama tidak dia pegang selama dirinya menjadi dokter dengan julukkan si 'Jenius Angel' , saat itu dirinya berniat untuk berhenti menjadi pembunuh bayaran dari mafia yang di pimpin oleh Jimmy Choo.


Dengan perlahan Carissa ingin mengangkat senapan laras panjang tersebut tetapi di hentikan oleh suara seseorang.


"siapa kau?" tanya suara seorang pria dari arah belakangnya, yang membuat Feyrin yang berdiri di sampingnya langsung membungkukkan badannya untuk memberi hormat, Carissa yang heranpun berbalik badan untuk melihat pria yang ada di belakangnya.


"hormat hamba pangeran kedua." ucap Feyrin memberikan salam pada pangeran kedua Damian Theodore.


Carissa hanya diam melihat tajam pada pangeran kedua yang cukup tampan dengan rahangnya yang tegas, mata hijau beningnya menatap tajam pada Carissa, wajah tampannya tidak kalah dengan wajah sang putra mahkota.


"nona… beri hormat." bisik Feyrin pada Carissa.


Carissa sudah tahu tata krama di istana ini, hanya saja dia belum terbiasa harus memberi hormat pada semua anggota tertinggi keluarga kerajaan, itu sangat melelahkan dan membosankan sekali bagi Carissa, terpaksa Carissa harus mengikuti aturannya agar selamat dan aman berada di kerajaan ini.


"hormat hamba pangeran kedua." salam Carissa sedikit merendahkan tubuhnya dan menundukkan kepalanya memberi hormat cara wanita bangsawan, sedangkan Feyrin langsung menjauh dari mereka.


"kau rupanya, mau apa kau kesini." balasnya ketus melihat Carissa dengan mimik wajah datar dan dinginnya sama dengan sang putra mahkota.


'adik sama kakak sama saja.' gumam Carissa dalam hati dengan wajah yang sama datar.


"kenapa kau diam? mau apa kau kesini?" tanya ketus pengeran kedua.

__ADS_1


"hamba hanya melihat-lihat pangeran." jawab sopan Carissa karena tidak ingin mencari masalah.


"untuk apa melihat-lihat kalau tidak bisa apapun?


Carissa sedikit kesal mendengar perkataan dari pangeran kedua yang terdengar menyindir, sekaligus menghina dan mengingatkan dirinya yang memang seorang nona bangsawan yang tidak memiliki kemampuan apapun.


"apa harus memiliki kemampuan dulu, baru di izinkan masuk kesini?" tanya Carissa dengan tatapan tajamnya menatap pangeran kedua yang melihatnya tidak suka.


"tentu saja… ini tempat latihan nona, bukan tempat pameran untuk melihat-lihat."


Carissa hanya diam melihat tatapan tajam pangeran kedua padanya, dan pandangannya tampak terganggu melihat sesuatu mencurigakan dari kejauhan.


'inikah calon selir ku yang beberapa hari lalu bunuh diri? yang membuatku muak karena malu atas perbuatan bunuh dirinya, calon selir yang aku terima walaupun tidak bisa apapun.' gumam Damian dalam hatinya kecewa karena Carissa mencoba bunuh diri yang membuat wajah pangeran kedua tercoreng.


Damian Theodore adalah pangeran yang baik hati dan ringan tangan membantu rakyatnya yang mendapatkan kesusahan dengan langsung keluar istana, dan dialah pangeran satu-satunya yang hanya mau menerima Carissa yang tidak memiliki kamampuan apapun untuk menjadi calon selirnya, tetapi sayang Carissa sudah membuatnya kecewa dengan percobaan bunuh dirinya.


"kembalilah ke kamarmu." ungkap pangeran kedua seraya menghela nafasnya melihat Carissa hanya terdiam saja.


Bukannya mendengarkan ucapan pangeran kedua, malah Carissa mendorong keras pangeran kedua yang ada di depannya sampai jatuh terduduk ke tanah dengan berkata "awas…!" bersamaan terdengar sebuah tembakkan mengarah pada mereka, sedangkan dia menunduk seraya meraih senjata Laras panjang yang ada di belakangnya dengan cepat.


Dengan cepat pula Carissa mengokang senjata laras panjang tersebut di hadapan pangeran kedua, lalu berdiri dan membidik sasaran yang dia lihat dan curigai tadi, dengan dua kali tembakkan Carissa melumpuhkan sasaran yang sudah menembak ke arah mereka, Carissa tidak tahu sasaran si penembak tersembunyi itu siapa? dirinya atau sang pangeran kedua?


Feyrin dan beberapa pengawal yang ada di sana terkejut mendengar teriakkan Carissa dan tembakkan yang mengarah pada pangeran kedua, Feyrin memanggil Carissa yang berlari ke arah si penembak, sedangkan pangeran kedua langsung berdiri dan berlari menyusul Carissa yang masih berlari menuju semak-semak, dengan masih membawa laras panjang di tangannya.


"berhenti…berhenti nona Carissa…" panggil pangeran kedua yang berlari di belakang Carissa untuk mengejarnya.


Carissa yang di panggil hanya menoleh sekilas ke belakang, dan berlari lagi seraya menajamkan pengelihatannya untuk melihat sesuatu yang bergerak di balik semak-semak, Carissa bisa melihat ada yang mengarahkan senjata api pada mereka, dengan cepat Carissa mengokang senjatanya kembali, dia berhenti dari larinya dan membidik sasarannya lagi dengan satu kali tembak sasarannya tumbang, Carissa lebih cepat dalam bergerak dan membidik daripada musuh yang ada di depannya.


Dalam dunia mafia Callysta adalah penembak jitu yang handal dan belum pernah ada yang meleset dari bidikkannya, dalam dunia mafia belum ada yang bisa menandingi kecepatannya dalam menggunakan senapan api apapun, dan selalu tepat membidik sasarannya walau dari jarak jauh, sehingga Jimmy Choo sangat tidak suka Callysta berhenti dari dunia mafia.


"apa yang kau lakukan?" tanya pangeran kedua yang berhenti di samping Carissa dengan nafas yang ngos-ngosan karena lelah berlari mengejar Carissa.


"ayo kita lihat apa yang aku lakukan." ajak Carissa dan berlari kembali menuju semak-semak, dimana si penembak yang sudah tumbang tersebut berada.


Dengan terpaksa Damian mengikuti Carissa kembali berlari, sampai di semak-semak mereka melihat ada dua pria besar yang memiliki wajah seram seperti bandit telah tewas oleh tembakkan Carissa.


Carissa melihat dua pria korban tembakkannya dengan tatapan tajam, sedangkan Damian melihat Carissa dan kedua pria yang sudah tidak bernyawa di hadapannya secara bergantian.

__ADS_1


"apa anda mengenal mereka pangeran?" tanya Carissa masih melihat dua pria tersebut.


"tidak…sepertinya mereka pembunuh bayaran." jawab Damian melihat Carissa dengan tatapan tidak percaya, kalau Carissa bisa membidik sasaran dari jarak jauh dan tepat.


"ada apa ini…ada apa Damian…?" tanya putra mahkota tiba-tiba datang, karena mendengar laporan keributan tersebut dari salah satu pengawal saat dia lewat di depan area latihan istana.


Putra mahkota datang bersama beberapa pengawal dan juga Feyrin yang terlihat khawatir pada nonanya, Carissa dan Damian berbalik badan melihat pada putra mahkota yang ada di belakangnya, mereka bertiga saling memandang, putra mahkota melihat Carissa yang sedang memegang laras panjang di tangannya.


"ada pembunuh bayaran yang berusaha menembak kami." balas Damian seraya menunjukkan mayat dua pria yang di lumpuhkan oleh Carissa.


"apa kalian baik-baik saja? dan kau apa yang kau lakukan di sini ?" tanya putra mahkota melihat pada Carissa.


Carissa yang di tanya hanya diam dengan mimik wajah datar dan dinginnya melihat pada putra mahkota, Carissa teringat kembali akan cerita Feyrin yang mengatakan bahwa nona Carissa bunuh diri karena kecewa akan cintanya yang tidak terbalas, dan penolakkan putra mahkota yang tidak memilih Carissa menjadi calon selirnya karena menganggap Carissa tidak special di mata putra mahkota.


Damian tahu Carissa enggan untuk menjawab pertanyaan dari putra mahkota, sehingga memutuskan dia yang menjawab pertanyaan dari putra mahkota.


"nona Carissa yang telah menembak kedua pria ini, putra mahkota…" jawab Damian melihat pada putra mahkota yang mendapat lirikkan dari putra mahkota, sedangkan Carissa hanya diam tidak merubah mimik wajahnya sama sekali melihat putra mahkota.


"apa anda baik-baik saja nona Carissa?" tanya Damian yang melihat Carissa hanya terdiam saja tanpa bergerak sedikitpun.


"aku baik…seperti yang kalian lihat." ucap Carissa mengalihkan pandangannya kebawah melihat kedua pria yang di katakan pembunuh bayaran.


"apa kasus penembakan ini tidak akan di selidiki?" tanya Carissa melihat ke arah Damian yang ada di sampingnya, dia tidak peduli akan keberadaan putra mahkota di depannya.


"tentu saja, mereka sudah berani menyerang di area istana, kami pihak istana pasti akan menyelidikinya sampai tuntas." balas Damian melihat Carissa.


"kalau begitu hamba permisi putra mahkota, pangeran kedua…" ucap Carissa memberi salam dengan menundukkan sedikit badannya dengan cepat tanpa ada ke anggunan sedikitpun karena malas melihat wajah dingin putra mahkota.


Tanpa menunggu jawaban dari putra mahkota dan pangeran kedua, Carissa dengan santai melemparkan laras panjang yang di pegangnya pada salah satu anak buah yang berdiri di belakang putra mahkota, anak buah tersebut terkejut tetapi dengan spontan menangkap laras panjang yang di lemparkan oleh Carissa.


Tanpa banyak bicara Carissa berlalu dari sana, dia berjalan meninggalkan semak-semak yang di ikuti oleh Feyrin dari belakang, semua melihat heran akan prilaku dingin Carissa. Putra mahkota dan pangeran kedua hanya bisa memandang punggung Carissa yang terus menjauh dan hilang dari pandangan mereka.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2