DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
54. Perasaan Hati Leonard.


__ADS_3

…Leonard Theodore…


Ada kerinduan yang aku rasakan di dalam hatiku saat bibir kami saling menyentuh, aku merasa telah lama kehilangan wanita yang ada di hadapanku ini, wanita yang dulu pernah aku tidak inginkan sama sekali karena tidak special di mataku dan tidak memiliki kemampuan apapun dalam dirinya.


Tapi kini di saat aku dekat bahkan sangat dekat dengannya, di saat bibir kami bertemu, aku melihat bayangan yang mirip denganku menangis akan kehilangan wanita ini, hatiku ikut terasa hancur karena wanita ini, hatiku terasa sakit karena wanita ini.


Entah apa yang sudah aku lihat dan rasakan saat ini? yang pasti aku merasa tidak ingin lagi kehilangan wanita yang kini ada di hadapanku.


Aku melihat intens Carissa yang baru saja melepaskan tautan bibir kami, begitu bibir kami yang menempel terlepas, ada sebagian hatiku yang tidak rela dan ingin meraihnya kembali.


Tatapan kami bertemu dan aku ingin sekali lagi meraih dan merasakan manisnya bibir yang lama aku rindukan, dengan cepat aku meraih wajah Carissa dan mendaratkan ciuman lembut ku pada bibirnya, Carissa terkejut akan perlakuan ku dan berusaha berontak.


Tetapi aku berusaha menahan tengkuknya dan memperdalam ciumanku padanya, perlahan gerakan berontak Carissa melemah dan di gantikan dengan tangannya yang memegang erat kerah bajuku.


Carissa membalas ciuman ku dengan membuka mulutnya agar aku bisa masuk lebih dalam lagi dan mengabsen semua sudut dalam rongga mulutnya, kami sama-sama menikmati ciuman lembut dan mesra yang kami lakukan, aku bisa merasakan kerinduan yang sama melalui ciuman Carissa.


Perlahan pipiku merasakan ada tetesan air hangat yang membasahi pipi dan ujung bibir ku, perlahan aku melepaskan ciuman kami dan melihat pada Carissa. Aku melihat dia menangis, Carissa menangis menatap ku dengan tatapan yang penuh kerinduan pada matanya, kerinduan yang teramat sangat.


"maafkan aku…maafkan aku bila menyakitimu…?" ucap ku mencakup kedua pipinya.


"Antoni…!!" ucapnya pelan menatap ku penuh cinta dan kerinduan di sorot matanya.


"apa kau merindukanku sayang…!" ucapku dengan spontan dan akupun tidak mengerti, mengapa aku nyaman mengucapkan kalimat tersebut.


"Antoni…apa itu kau…aku sungguh sangat merindukan mu…" ucap Carissa dengan terus berlinang air mata menatap ku dan membelai lembut kedua pipi ku.


Hatiku terasa menghangat akan belaian lembutnya padaku, aku merasa nyaman dan sangat menyukainya, entah mengapa dengan repleks aku memeluk nya untuk mengobati rasa rindu pada hatiku yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


Kami saling memeluk erat, masih bisa aku mendengarkan tangisan sedih serta haru Carissa di dalam pelukan ku, mendengar tangisannya membuat hatiku terasa perih dan juga sakit, melihat kerinduan yang terpendam pada sorot mata Carissa membuat hatiku sakit.


"sayang jangan menangis…" ucapku seketika karena hatiku sakit mendengar tangisan dari Carissa, dengan membelai sayang dan lembut rambut panjang Carissa yang tergerai.


"sayang…aku sungguh merindukanmu, aku rindu, sangat merindukanmu…" balas Carissa mengeratkan pelukannya padaku seakan takut aku lepaskan.


"aku juga merasakan rindu yang sama Carissa…" ucapku dan kali ini kalimat yang sadar aku ucapkan.


Aku merasakan pelukkan Carissa melemah dan tiba-tiba Carissa melepaskan pelukkan kami, dia menatapku dengan tatapan heran dan sorot matanya tersirat banyak pertanyaan?


"kau bukan Antoni…" ucapnya dengan memundurkan tubuhnya kebelakang dan memberi jarak antara kami.


"Carissa…!" panggil ku.


"maafkan aku yang mulia…maaf kalau aku sudah lancang." ucapnya dengan tatapan yang berbeda, tidak ada lagi sorot kerinduan di matanya.


"Carissa…" panggil ku lagi, entah mengapa saat Carissa ingin menjauh dan menghindariku, hatiku merasa tidak rela.


"maaf yang mulia…ini sudah malam…lebih baik anda kembali, pengobatannya lebih baik di lanjutkan lagi besok." ungkapnya seraya bangkit dari duduknya, dan berdiri sedikit menjauh dariku dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Carissa…duduk lah di sini…" perintah ku padanya, dia hanya diam dan masih berdiri di tempatnya.


Akupun tidak sabar dan langsung menarik paksa tangannya agar duduk kembali di sampingku.


"aku akan mengobati mu sekarang juga." ucapku menatapnya, dan dia hanya diam tanpa menjawab, Carissa hanya melihatku intens.


"apa aku mengingatkanmu pada Antoni…kekasihmu…?" tanyaku, karena aku curiga bayangan pria yang aku lihat sangat mirip denganku, dan bayangan wanita yang aku lihat sangat mirip dengan Carissa.


Aku curiga dan menduga kalau pria yang muncul dalam bayanganku tadi adalah Antoni, kekasih yang sering Carissa sebut bila setiap melihat ku, dan bayangan wanita tersebut adalah dirinya.


Carissa menatap ku heran.


"apa maksud anda yang mulia?" tanya Carissa dengan tatapan curiga padaku.


"entahlah…saat tadi kau membantuku untuk menetralkan sakit pada tubuh ku dengan nafas bantuan darimu, aku melihat bayangan seorang pria yang mirip denganku, hanya saja bentuk rambut dan warna matanya berbeda. Dan aku juga melihat bayangan wanita yang mirip denganmu tetapi memiliki warna rambut hitam dan warna mata coklat." ucapku yang membuat mata Carissa membesar karena terkejut.


Dan aku tahu kalau tebakkan ku itu pasti benar, bayangan itu nyata dan pernah terjadi dan di alami oleh Carissa langsung, tetapi kapan dan di mana tempatnya aku tidak tahu?


"apa aku benar nona Carissa…?" tanyaku ingin memperjelas.


"apa harus hamba jawab yang mulia…? apa bayangan yang anda lihat nyata?" tanyanya balik yang membuat hatiku menyatakan, ada yang berusaha Carissa sembunyikan dan tidak bisa dengan mudah dia katakan.


"tidak perlu kau menjawabnya, aku akan tahu sendiri, karena bayangan yang aku lihat benar-benar nyata, dan aku akan tahu sendiri jawabannya." balasku dengan berusaha tersenyum melihat Carissa masih suka bermain kerahasiaannya.


"baiklah kita lupakan itu…lambat laun aku pasti menemukan jawaban dari rahasia yang kau simpan." ucapku melirik padanya yang hanya diam melihatku. "jadi…bagaimana caranya aku menyembuhkanmu…?"


"jadikan satu kekuatan semburan api dan Electrik Flow anda, lalu arahkan secara perlahan dan lembut ke atas luka lengan hamba, rasakan alirannya agar tidak sampai membakar hamba yang mulia." ucapnya dan aku berusaha melakukan apa yang dia ucapkan.


Aku menyatukan kekuatan magic Electrik Flow dan semburan api yang aku punya, lalu perlahan aku angkat salah satu lengan Carissa yang terluka, dan mulai aku arahkan aliran api listrik ke arah luka lengan Carissa.


Dengan tetap tenang dan mengontrol panas serta jaraknya, aku terus menyemburkan api listrik pada lukanya, dan terlihat semua luka yang basah mulai mengering, kulit yang tadinya basah karena luka kini mengering dan perlahan kulit kering itupun jatuh dari kulit Carissa yang baru.


"waaahhh…benar-benar bisa sembuh…" ucap Carissa terseyum senang yang membuatku ikut tersenyum senang juga.


"oke…satu lengan lagi…" ucapku meraih lengan Carissa yang satu lagi.


Aku dengan perlahan melakukan hal yang sama seperti pada lengannya yang sudah sembuh, terlihat jelas kulit lukanya yang basah mengering dan terlepas dari kulitnya yang baru dan mulus, sungguh ajaib bagiku yang melihat dan menyembuhkannya langsung.


"waaahhh…benar-benar ajaib… kulitku kembali lagi seperti semula dan tidak terasa sakit." ucap Carissa senang karena luka pada lengannya sembuh tanpa bekas sama sekali, dengan repleks Carissa memelukku.


Akupun merasa senang dengan apa yang di lakukan Carissa padaku, tidak aku sia-siakan pelukkan Carissa yang membuat ku selalu nyaman, aku membalas pelukannya dan tidak ku sangka aku benar-benar menikmatinya.


Saat Carissa melepaskan pelukannya dan meminta maaf atas kelancangannya, hatikupun sedih dan merasa tidak rela pelukkannya lepas.


"maafkan hamba yang mulia…hamba sudah lancang…" ucap Carissa menundukkan kepalanya.


"tidak apa-apa, aku senang kalau kau senang…kapanpun kau boleh memelukku? menciumiku juga boleh." ucapku mencoba menggodanya, karena aku menyukai rona merah pipinya ketika sedang merasa malu.

__ADS_1


Carissa mengangkat kepalanya seketika dan membesarkan matanya terkejut akan kata-kata ku, terlihat jelas wajahnya yang memerah karena merasa malu, dan aku suka melihatnya.


"baiklah…sudah malam…istirahatlah kau pasti lelah, selamat malam sayang…" ucapku ingin menggoda lagi, dan benar dugaan ku.


Carissa terkejut sekaligus heran akan ucapanku, aku hanya tertawa ringan karena merasa senang melihat mimik wajah Carissa saat ini.


Aku bangkit dari duduk ku dan berdiri di hadapan Carissa yang masih hanya diam, ku tundukkan tubuhku untuk mencium pucuk kepala Carissa, yang membuatnya mendongak melihatku heran.


"selamat malam sayang…" ucapku terseyum padanya lalu dengan cepat aku mencium bibir Carissa dengan lembut dan sedikit tekanan serta kecupan yang sangat nikmat bagiku.


Carissa yang terkejut akan perlakuanku hanya bisa diam. Setelah aku puas, akupun melepaskan ciumanku lalu membelai lembut pucuk kepala Carissa, dan berlalu meninggalkan Carissa yang masih diam tanpa bergerak sama sekali dari duduknya.


Hatiku benar-benar bahagia, serasa berbunga-bunga dan merasakan letupan yang sangat lembut dalam hatiku , dengan langkah yang terasa ringan aku meninggalkan kamar paviliun Carissa menuju ke kamar paviliun ku untuk beristirahat, aku akan tidur nyenyak dan bermimpi indah malam ini.


......................


…Carissa Hubert…


Aku masih diam dan duduk di tempatku, aku masih tidak percaya akan apa yang di lakukan oleh Leonard padaku, belaian, ucapannya, pelukkan, dan juga ciumannya sama persis seperti Antoni, aku sampai mengira Leonard adalah Antoni.


Aku meraba bibir ku yang baru saja di cium lembut oleh Leonard, masih bisa aku rasakan hangat dan lembut ciumannya padaku, hatiku yang merasakan rindu pada Antoni bisa sedikit terobati oleh perlakuan lembut Leonard padaku.


"oya…Leonard mengatakan kalau dia melihat bayangan wajah Antoni dan wajah wanita yang mirip denganku, saat aku membantunya dengan nafas bantuan untuknya. Apa itu bayangan Antoni dan Callysta di duniaku yang dia lihat ya…?" gumamku penasaran akan bayangan yang di lihat oleh Leonard.


"benar Callysta…bayangan yang di lihat oleh putra mahkota adalah bayangan Antoni dan dirimu saat terjadi di dunia mu." ungkap tiba-tiba Sophie dari telepatinya.


"apa kau tahu mengapa seperti itu Sophie?"


"aku sudah mencoba berusaha melihatnya, tapi tidak ada kelanjutannya, hanya bayangan yang di lihat oleh putra mahkota saja yang bisa aku lihat, dan aku tidak mengerti mengapa seperti ini? aku tidak pernah gagal untuk melihat takdir dan masa depan seseorang, tapi aku tidak bisa melihat takdir dan masa depan Leonard dan Antoni, apakah mereka terhubung atau memiliki kedekatan?"


"apa ada cara lain Sophie? agar bisa tahu apakah Antoni dan Leonard ada hubungan, seperti halnya Callysta dan Carissa?"


"entahlah Callysta…aku belum mempunyai cara lain, dan akan terus berusaha mencari tahu apa mereka berdua ada hubungan."


"oke Sophie…kita sambung besok lagi…sudah malam aku mengantuk, selamat malam Sophie…" ucapku bangkit dan melangkah ke atas ranjang.


"selamat malam Callysta."


Semua masih akan menjadi misteri dan rahasia yang membuat peramal suci berusaha untuk mengungkapkannya, sama halnya tujuan keberadaannya dan Callysta di dunia kedua ini?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2