
***Kerajaan Darkness World***
…Kamar Paviliun Carissa…
Setelah raja Azura pergi dari kamar tengah paviliun itu, Carissa masih duduk diam pada tempatnya. Ia memandang intens Kipas Aire Santo yang ada di atas meja tepat di hadapannya.
Pandangan semua pasukan kesatrianya melihat ke arah Carissa. Tanpa mereka ketahui apa yang sekarang Carissa pikirkan?
"Maaf yang mulia, apakah anda sudah yakin akan bergabung dan bekerja sama dengan raja Azura?" Tanya Wakiza Orchid menatap intens ke arah junjungannya tersebut.
Carissa tidak mengalihkan sedikitpun pandangan matanya dari kipas Aire Santo. Dia pun menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan dari Wakiza yang masih betah pada penyamarannya.
"Tentu. Walaupun kita masih harus tetap waspada kepadanya. Kita bisa bergabung dan bekerja sama dengannya untuk saat ini." Balas Carissa tanpa melihat ke arah Wakiza.
"Untuk sementara kita ikuti bagaimana alur yang ia buat. Aku harus memastikan sesuatu terlebih dahulu." Ucapnya kembali melihat ke arah Wakiza Orchid sembari mengambil Kipas Aire Santo yang ada di atas meja.
Carissa mengibaskan kipas tersebut untuk membukanya. Mereka dapat melihat sebuah lukisan pemandangan lembah yang sangat indah, dan sebuah tulisan yang tidak dapat di mengerti oleh mereka yang melihatnya. Carissa cukup tahu beberapa bentuk tulisan yang ia kenali, dan beberapa tulisan lagi yang tidak dapat ia tahu bagaimana cara membacanya.
"Kipas ini cukup menjadi tanda bukti jika raja Azura ingin berada di pihak kita. Namun ia cukup pintar untuk tidak memberitahukan bagaimana sebenarnya kegunaan dari kipas ini padaku?" Ucap Carissa meneliti kipas tersebut secara intens.
"Kipas itu sama seperti semua benda-benda keramat yang Anda miliki, yang mulia." Ucap Shopie Sang Peramal Suci yang berada pada penyamarannya melihat ke arah kipas yang ada di tangan Carissa.
"Kau tahu kegunaan kipas ini, Shopie?" Tanya Carissa ingin tahu apa pendapat dari sahabatnya tersebut?
"Tidak semua." Gelengnya.
"Meskipun anda sudah mengikat kontrak darah terhadap kipas tersebut, tidak dapat di katakan jika anda adalah tuannya. Kipas itu memiliki jiwa suci yang selalu setia pada tuan pilihannya. Sebuah jiwa yang hanya dapat di hidupkan oleh ia yang di pilih oleh jiwa Kipas Aire Santo itu sendiri." Ucap Shopie. Semua mata tertuju padanya untuk mendengarkan penjelasan mengenai Kipas Aire Santo.
"Itu artinya, apa yang di lakukan oleh putri Carissa? Hanyalah sia-sia saja?" Ucap Damian ikut masuk dalam pembicaraan mereka.
'Apa tujuanmu sebenarnya, Azura?' Gumam Carissa di dalam hatinya.
Ia pun mengingat kembali apa yang tadi ia bicarakan bersama raja Azura.
Flashback on…
"Setidaknya kipas itu akan sedikit membantu mu suatu hari nanti, dan juga jaminan dariku sebagai tanda bukti kerja sama kita." Ucap raja Azura menatap serius mata Carissa.
"Kau tidak tahu Dunia apa saat ini." Ucapnya lagi. Sontak membuat beberapa dari mereka yang hadir bertanya-tanya di dalam benak mereka masing-masing.
"Dunia ini cukup kejam, berbeda dan cukup membuat kita akan terkejut dengan semua macam yang ada di dunia ini. Kau akan tahu seiring berjalannya waktu, aku harap kau bisa bertahan di dunia ini sampai semua berakhir pada waktunya." Ungkapnya.
Carissa cukup tahu maksud dari raja Azura. Ia hanya memasang wajah datarnya dengan pandangan mata terus melihat ke arah raja Azura.
'Apa maksudnya? Apa dia sungguh tahu adanya gerbang dunia lain yang bisa terbuka dengan bantuan gembok dan kunci ajaib?' Gumam Carissa di dalam hatinya.
'Apa perlu aku tanyakan kecurigaan ku ini padanya? Tidak. Tidak, itu tidak mungkin aku tanyakan. Bagaimana jika dia tidak tahu sama sekali mengenai pintu gerbang dunia lain yang dapat aku buka menggunakan kunci dan gembok ajaib?' Gumam Carissa, masih menatap datar ke arah raja Azura.
__ADS_1
Sebuah kecurigaan kini terbesit dalam hatinya, terhadap niat bergabungnya raja Azura bersama dengannya. Carissa masih tidak dapat percaya sepenuhnya kepada niat raja Azura. Masih butuh pembuktian yang jelas untuk itu.
Apakah mungkin raja Azura tahu mengenai pintu gerbang dunia lain yang dapat Carissa buka menggunakan kunci dan gembok ajaib yang dapat ia sentuh dan kendalikan?
Apakah mungkin raja Azura ingin kembali lagi ke dunia asal mereka? Seperti niat awal Carissa untuk mencari gembok ajaib yang entah berada di mana?
Masih ada banyak pertnyaan yang perlu sebuah jawaban, dan Carissa akan melalui itu semua.
"Jika kipas ini boleh aku gunakan, tentu kau juga harus memberitahukan bagaimana cara menggunakannya?" Tanya Carissa ingin pertemuan itu cepat berakhir. Ia cukup lelah hari ini dan ingin segera beristirahat.
"Kau akan tahu begitu kau menggunakan kipas itu. Kau cukup jenius untuk dapat membaca tulisan yang ada di dalam kipas tersebut. Setidaknya kipas itu cukup kuat untuk melindungimu dari kekuatan magic special. Kipas itu akan memberikan sinyal padaku jika kau dalam keadaan buruk, dan perlu bantuan dariku. Aku akan segera datang begitu tahu kau dalam bahaya atau kau memanggil namaku." Jelasnya. Penjelasan yang tidak di inginkan oleh Carissa.
Carissa menginginkan penjelasan yang jelas untuk tahu cara menggunakan kipas itu. Namun ia tahu raja Azura tidak ingin memberitahukan itu padanya, Carissa tahu raja Azura sedang mengulur waktu.
"Baiklah. Aku akan berusaha untuk mencari tahu caranya sendiri. Terima kasih atas niat baik mu. " Balas Carissa pada akhirnya.
"Bagaimana bisa seperti itu yang mulia?" Tanya Wakiza yang tidak puas akan jawaban raja Azura.
Semua mata memandang ke arah Wakiza Orchid.
"Bagaimana bisa Anda tidak jujur seperti ini, raja Azura?" Tanya Wakiza melihat serius ke arah raja Azura. Ia tidak suka junjungannya di permainkan oleh raja Azura.
Iya, Wakiza mengira jika raja Azura hanya mempermainkan Carissa. Memberikan sebuah benda suci yang tidak di kenali oleh junjungannya, juga tidak ingin memberitahukan bagaimana kegunaannya. Itu artinya percuma saja Carissa mendapatkan benda suci yang tidak bisa ia pakai sama sekali.
"Lancang sekali kau bersikap seperti itu terhadap raja kami." Ucap protes pengawal pribadi sang raja yang tepat berdiri di belakang raja Azura.
"Bukan aku tidak jujur. Ini sudah aturan dari langit. Semua yang kita dapatkan tidak semudah yang kita lihat atau harus mengikuti keinginan kita dengan mudah. Semuanya perlu usaha, proses dan keteguhan serta keseriusan kita untuk menjadikannya menjadi milik kita atau mengikuti apa yang kita inginkan." Ucap raja Azura tersenyum tipis ke arah Carissa.
"Aku tahu kau mengerti maksudku ini. Kau cukup cerdas dan jenius untuk hal kecil seperti ini. Aku yakin kau bisa mengatasinya." Ungkap raja Azura masih dengan senyumnya.
Carissa hanya diam dan mencerna semua yang raja Azura katakan.
"Kau tidak pernah berubah. Kau selalu menggunakan sebuah teka teki untuk semua masalah yang harus di pecahkan. Kau suka bermain rahasia, sama seperti dulu." Balas Carissa dengan senyum yang cukup membuat semua orang tercengang dan heran.
Bukannya marah atau kesal akan tindakan raja Azura. Carissa justru tersenyum yang menambah aura kecantikannya terpancar jelas.
Raja Azura tahu akan arti senyuman itu.
"Kau juga tidak pernah berubah. Aku suka kau masih seperti dulu. Aku suka kau seperti ini." Balas sang raja.
Kata suka yang hanya membuat salah paham saja. Semua mata memandang tajam ke arah raja Azura akan ucapan kata sukanya kepada Carissa.
Raja Azura tahu jika dirinya sudah membuat situasi menjadi salah paham. Ia pun menghela nafasnya sebelum mengucapkan sesuatu.
"Rasa suka ku itu mengagumi putri Carissa. Apakah itu salah?" Tanya raja Azura, bangkit dari duduknya.
"Putri Carissa Hubert, Sang Pengendali. Sudah sepatutnya untuk di kagumi akan parasnya yang cantik, dan kekuatan yang tersembunyi yang cukup unik untuk di gali oleh beberapa orang yang penasaran akan kekuatan yang ia miliki." Ucap raja Azura melangkah mendekati Carissa.
__ADS_1
Beberapa pasukan kesatria Carissa mulai bersikap siaga.
"Kau akan menjadi sebuah daya tarik yang kuat untuk semua orang yang mengenalmu." Ucapnya dengan tekanan pada setiap kata-katanya.
Raja Azura berdiri tegak di hadapan Carissa, ia pun menghela nafasnya lalu tersenyum tulus ke arah Carissa.
"Sepertinya malam ini acara minum kita harus di tunda, karena sudah cukup malam untuk kita berpesta. Tapi aku akan tetap akan mengajakmu minum bersama, di saat waktunya sudah tenang." Ucapnya kembali, Carissa masih cukup diam dan tenang.
"Selamat malam, putri Carissa." Ucapnya sembari menundukkan sedikit kepalanya tanda hormatnya kepada Carissa.
Tidak lupa senyum misterius sedikit dengan kedipan sebelah matanya genit ia arahkan kepada Carissa. Kembali membuat pasukan Carissa yang melihatnya terkejut akan sikap genit sang raja kepada Carissa.
Tanpa menunggu balasan dari Carissa, raja Azura berlalu dari tempat itu. Tujuan kedatangannya ke sana sudah ia lakukan, dan tidak ada alasan untuk berada lama pada paviliun Carissa. Ia juga tahu Carissa membutuhkan waktu untuk istirahat persiapan pertarungannya besok.
Flashback off…
Semua mata memandang ke arah Damian dan Carissa secara bergantian.
"Itu tidaklah sia-sia." Balas Shopie membalas.
"Seperti yang di katakan oleh Raja Azura tadi. Semua ini sudah aturan dari langit. Semua yang kita dapatkan tidak semudah yang kita lihat atau harus mengikuti keinginan kita dengan mudah. Semuanya perlu usaha, proses dan keteguhan serta keseriusan kita untuk menjadikannya menjadi milik kita atau mengikuti apa yang kita inginkan." Ucap Shopie mengingatkan perkataan raja Azura beberapa saat yang lalu.
Semua terdiam dan kembali mencerna yang di ucapkan oleh raja Azura.
"Itu benar. Semuanya tidak ada yang mudah, perlu usaha, proses, keteguhan, keseriusan dari diri kita sendiri. Bahkan terkadang apa yang kita ingin dapatkan? Membutuhkan dan menimbulkan resiko korban di dalamnya." Balas Carissa dengan tatapan nanar pada kipas yang sedang ia pegang.
Semua mengerti akan perkataan Carissa. Sebuah benda penting ataupun sebuah kekuatan yang ingin mereka miliki dan yang sekarang mereka miliki, tidak mudah untuk mereka dapatkan. Penuh perjuangan dan pengorbanan di dalamnya.
"Anda benar yang mulia. Semua itu tidak lah mudah. Namun, kita harus tetap yakin jika semua yang kita usahakan dengan keteguhan hati dan keseriusan niat akan hal itu. Pasti akan kita raih dengan berjalan seiring bergulirnya waktu." Balas Wakiza Orchid.
Carissa tahu Wakiza Orchid adalah kaisar yang cukup cerdas dan kuat. Pengalaman semasa hidupnya yang sangat banyak, panjang dan tidak mudah. Cukup menjadikannya pribadi yang sekarang ia jalani, kuat dan bijak dalam bertindak.
"Sebaiknya anda beristirahat untuk menghadapi pertarungan besok. Ini sudah cukup malam, yang mulia." Ucap Wakiza mengerti keadaan Carissa yang saat ini membutuhkan istirahat untuk tubuhnya yang cukup lelah.
Carissa menganggukkan kepala tanda setuju. Kemudian bangkit dari duduknya untuk masuk ke dalam kamar.
Tanpa menunggu perintah dari Wakiza yang menjadi pemimpin dari pasukan kesatria Carissa. Mereka tahu harus segera kembali ke kamar mereka masing-masing. Mengistirahatkan tubuh untuk menghadapi hari esok, lebih penting saat ini bagi mereka semua. Esok akan menjadi hari yang cukup menegangkan bagi mereka, dalam menyaksikan pertarungan dari tiga wanita kuat dengan aura kharisma mereka masing-masing.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1