
***Kerajaan Darkness World***
Tubuh Callysta yang datang bersama jiwa Carissa dari dunia lain atau dunia masa depan. Mengeluarkan sebuah kalung dengan kunci ajaib dari balik pakaian rumah sakit pada zaman modern yang di pakainya.
Kini semua orang dapat melihat ada dua kunci ajaib yang di bawa oleh dua orang yang memiliki kemiripan pada wajah mereka, walaupun berbeda dalam beberapa hal seperti warna mata dan rambut keduanya.
Mereka juga dapat melihat cincin pengikat yang sama pada jari manis kanan Callysta. Bagaimana bisa mereka memiliki dua benda yang sama tanpa perbedaan sama sekali? Itulah pertanyaan yang menginginkan jawabannya.
Pandangan mata Callysta dan Carissa saling melihat, mereka seakan menginginkan jawaban dari situasi mereka saat ini.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Gumam tanya Sang Pengendali melihat intens ke arah kunci ajaib dan cincin pengikat yang sedang di pegang oleh tubuh Callysta secara bergantian.
"Apakah dua benda ini yang membawamu datang ke dunia ini?" Tanya Carissa melihat ke arah Callysta yang juga melihat ke arahnya.
"Aku tidak tahu." Balas Callysta sembari menggelengkan kepalanya lemah.
Mereka berdua kembali saling memandang.
"Bagaimana caranya kamu bisa datang ke dunia ini?" Tanya Carissa memandang intens Callysta.
Callysta tahu harus menjawab apa?
"Setelah bangun dari mimpi itu, aku sadar dari koma. Aku mencoba bangun dan ingin keluar dari dalam ruangan itu, tapi…!" Ungkap Callysta mulai menceritakan apa yang di alaminya.
"Tapi apa…?" Tanya Carissa ingin tahu.
"Tapi saat aku membuka pintu ruangan itu, tubuhku seperti tersedot begitu saja. Saat membuka mata, aku sudah berada di dalam hutan itu bertemu dan di kejar kejar oleh para penyihir dan manusia iblis, hingga akhirnya mereka datang dan membawa ku ke sini bertemu denganmu." Ungkap Callysta menceritakan semua yang terjadi padanya.
Carissa mencoba mencerna dan mengerti setiap jalan cerita Callysta. Apa yang di alami oleh Callysta? Itulah yang Carissa alami saat tiba-tiba datang ke dunia keduanya ini.
Percakapan mereka berdua hanya mereka, Wakiza dan Shopie yang mengerti. Mereka yang datang dari dunia lain, atau mereka yang telah melewati ruang dan waktu yang dapat mengerti pembicaraan tersebut. Selain itu tidak ada yang mengerti pembicaraan itu sama sekali.
"Aku mengerti." Ucap Carissa mulai mengerti apa yang Callysta alami.
Hanya saja semua kejadian itu mengganjal hatinya yang menginginkan sebuah kejelasan yang lebih. Namun tidak ada siapapun yang dapat menjelaskan semuanya.
"Carissa…!" Panggil pelan Callysta.
Sang pengendali melihat ke arah gadis bermata coklat indah itu.
"Aku rasa, ada sesuatu yang besar akan terjadi hari ini. Aku dapat merasakan sebuah aura jahat dan kejam sedang menuju ke wilayah ini." Ucap Callysta sembari mengusap pelan kedua lengan atasnya karena merasa merinding akan apa yang ia rasakan.
"Kekuatannya bahkan tidak dapat aku utarakan oleh kata-kata. Aku takut, apa kita akan baik baik saja?" Ucapnya. Tentunya semua dapat mendengarkan perkataan Callysta.
"Jangan takut Callysta. Aku di sini…Kita akan menghadapinya bersama-sama." Balas Carissa tahu apa yang di maksudkan oleh Callysta.
Aura jahat dan kejam yang Callysta rasakan, juga dapat ia rasakan saat melihat sebuah kilatan cahaya dari sorot mata Callysta tadi. Aura besar itu dapat ia rasakan melalui cincin pengikat dan kunci ajaib yang tadi bercahaya.
__ADS_1
Callysta melihat ke dalam mata Carissa, ingin mencari sebuah kebenaran. Sebuah kejujuran dari apa yang tadi ia rasakan serta lihat sekilas dari pengelihatannya, kini dapat ia lihat ke dalam mata Carissa sang pengendali.
"Kamu juga dapat merasakan dan juga melihatnya." Ucap Callysta ingin memperjelas apa yang ia curigai.
"Iya aku tahu, aku dapat melihat dan merasakan semua yang kamu katakan itu." Angguknya.
Callysta terkejut akan kebenaran itu hingga menutup mulutnya yang terbuka, dan matanya membulat dengan sempurna. Ia sadar jika di hadapannya kini adalah Sang Pengendali.
"Apakah ini kekuatan sang pengendali?" Tanya Callysta tidak percaya.
Carissa hanya menganggukkan kepalanya.
"Apa kita sekarang benar-benar ada di dalam kerajaan Darkness World?" Tanya Callysta masih tidak dapat mempercayai apa yang sekarang ia alami dan di mana mereka berada.
"Iya." Balas Carissa dengan anggukkan kepalanya kembali.
Kembali Callysta terkejut, tetapi tatapan matanya melihat ke arah Leon dan Saira secara bergantian. Banyak hal yang tidak di ketahui oleh Carissa yang ada di dalam tubuh Callysta.
"Jadi, mengapa putra mahkota Leonard dan nona Saira juga ada di sini?" Tanya Callysta ingin tahu.
"Mereka datang untuk membantu kita melawan dua kerajaan kegelapan." Jelas Sang Pengendali.
Tentunya membuat Leon dan Saira cukup tercengang. Gadis yang baru saja mereka selamatkan dan kenal, justru mengenal mereka dengan baik.
"Siapa sebenarnya dirimu nona? Sepertinya anda mengenal baik aku dan juga nona Saira." Tanya Leon penasaran sekaligus mewakili semua orang yang ada di dalam aula tersebut.
Saat Callysta ingin menjawab. Tangannya di remas pelan oleh Carissa dengan tatapan yang mengatakan untuk menahan semua jawaban itu.
"Benar…siapa sebenarnya anda nona? Bagaimana anda bisa memiliki darah kehidupan yang hanya di miliki oleh Dewa Agung kaisar Langit Khayangan dan permaisurinya?" Tanya tiba-tiba Grande yang juga penasaran akan hal itu.
Kini Callysta melihat ke arah Grande sejenak, lalu kembali melihat ke arah Carissa. Ia tidak ingin salah menjawab. Callysta sadar jika mereka berada pada situasi yang berbeda.
"Itu…Aku juga tidak tahu. Aku datang dengan tubuh yang sudah seperti ini dan tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi, bagaimana bisa semua ini terjadi. Aku juga tidak tahu apa itu darah kehidupan?" Balas Callysta apa adanya.
Semuanya terlihat tidak mengerti apa yang Callysta katakan? Semuanya seolah terjadi begitu saja tanpa dapat di cegah sama sekali.
"Darah kehidupan yang anda miliki adalah darah kehidupan yang sangat special. Tidak sembarangan orang dapat memilikinya. Hanya Dewa Agung, permaisurinya dan juga titisan langsung dari beliau yang sudah terpilih dapat memiliki kekuatan special darah kehidupan itu." Ungkap Grande sedikit menjelaskan apa itu darah kehidupan.
Semua yang hadir di sana mendengarkan dengan seksama. Mereka mengerti jika darah kehidupan itu adalah hal yang sangat spesial dan berharga sekali.
"Apa mungkin anda titisan dari Dewa Agung yang terpilih?" Tanya Grande terlihat curiga.
Sang pengendali diam dan melihat ke arah Callysta yang masih diam dengan pikirannya sendiri. Gadis itu tidak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Callysta saat ini.
"Tidak. Tentu saja tidak, saya hanya manusia biasa. Bukan titisan yang terpilih dari Dewa Agung." Balas Callysta pada akhirnya.
Callysta menatap intens ke arah Grande. Ada sesuatu yang ia lihat dan ketahui saat melihat ke dalam sorot mata Grande.
__ADS_1
"Jika anda bukan titisan beliau, lalu anda siapa?" Tanya Grande tidak percaya dan tidak mengerti akan semuanya.
Callysta melihat sejenak ke arah Sang pengendali. Ia tahu jika semuanya tidak akan mudah untuk di jelaskan secara singkat.
Callysta menghela nafasnya secara perlahan, semuanya cukup sulit untuk di jelaskan dengan cepat. Butuh waktu dan celah harus memulainya dari mana? Tetapi ia hanya akan mengikuti alurnya saja saat ini.
"Saya Callysta Angelina. Saya datang dari belahan dunia yang lain. Saya datang karena takdir yang membawa saya ke dunia ini." Balas Callysta dengan tenang. Ia harus mengerti posisinya dan Carissa saat ini telah tertukar tubuh dan jiwa mereka.
Jiwa Carissa Hubert sebenarnya adalah seorang yang cukup cerdas dan jenius. Pandai membaca situasi yang ada, dan juga memiliki pemikiran yang cukup luas dan banyak tahu segala hal yang ada di dunia asalnya itu.
Sang pengendali masih memperhatikan dengan tenang. Dia sudah pasrah dan akan mengikuti apapun yang Callysta akan katakan dan lakukan. Selama itu baik untuk mereka.
"Dari belahan dunia yang lain." Gumam beberapa orang yang hadir di sana.
"Iya. Untuk penjelasan lebih rinci lagi, saya tidak tahu harus memulainya dari mana." Balasnya sembari melihat mereka yang hadir di sana satu per satu.
Di saat ia melihat ke arah Damian dan Shopie yang sedang menyamar dengan menggunakan wajah yang lain, Callysta terkejut melihat sebuah kebenaran yang ia ketahui dengan sangat jelas.
"Anda…!" Tunjuk Callysta ke arah Damian dan Shopie secara bergantian. Kemudian tangannya lama mengarah kepada Damian yang ia ketahui adalah pangeran kedua kerajaan Holmes, pria yang telah menjadi calon suaminya.
Semua orang melihat dan memperhatikan setiap tingkah laku Callysta. Mereka ingin tahu apa selanjutnya yang akan terjadi? Apa yang akan di lakukan dan di katakan oleh Callysta?
"Anda pangeran kedua Damian Theodore dari kerajaan Holmes, dan anda adalah yang mulia Dewi Sang Peramal Suci dari kerajaan Holmes." Ucap Callysta sembari menunjuk ke arah Damian dan Shopie yang sedang menyamar dengan menggunakan wajah lain.
Semua cukup tercengang oleh pengetahuan Callysta. Ini untuk pertama kalinya penyamaran mereka di ketahui oleh orang lain di dalam kerajaan itu. Carissa Sang pengendali terdiam mengamati apa yang sedang di lakukan oleh Callysta, tubuh gadis yang kini memiliki jiwa asli berasal dari dunia keduanya itu.
"Callysta kamu tahu siapa mereka, dan dapat melihat jelas wajah asli mereka dari penyamarannya?" Tanya Carissa, ada yang ia curigai tentang tubuh Callysta.
"Iya, aku tahu dan dapat melihat jelas siapa mereka melalui sorot mata mereka." Jujur Callysta dengan apa adanya yang ia lihat dan ketahui.
Carissa tercengang karena kemampuan Callysta. Ia mampu melihat siapa yang sedang menyamar. Begitu juga Damian dan juga Shopie yang menjadi target pengelihatannya. Ia pun ingin mencoba lebih dalam lagi.
"Callysta…!" Panggil Carissa melihat ke arah Callysta yang juga melihat ke arahnya.
"Iya…!" Balas Callysta belum mengerti situasinya saat ini.
"Coba kamu lihat siapa dua pria ini…!" Tunjuk Carissa ke arah Grande dan Rey. Selain dirinya dan juga Shopie, tidak ada yang tahu siapa sosok dua pria tampan itu. Sosok Grande dan Rey yang sebenarnya.
Callysta melihat ke arah Grande dan Rey dengan seksama dan melihat ke dalam sorot mata kedua pria tampan yang di tunjuk oleh Carissa.
Grande maupun Rey hanya diam dan melihat balik ke arah Callysta. Callysta berusaha mengenali siapa sosok Grande dan Rey yang di maksudkan? Mereka merasa penasaran terhadap sosok Callysta, siapa sebenarnya gadis ini?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.