
***Aula Pertemuan Istana Holmes***
"apa anda mencoba menentang titah kaisar, Duke Emris Hubert?" tanya perdana menteri kerajaan Jericho.
Duke Emris melihat sejenak pada perdana menteri, sebelum menjawab pertanyaannya.
"tentu saja tidak perdana menteri, saya hanya menjalankan kewajiban saya sebagai penasehat istana kerajaan Jericho, memohon pada yang mulia kaisar, setidaknya yang mulia kaisar bisa berbaik hati untuk mengurangi hukuman raja Diaro dan seluruh keluarganya." balas Duke Emris Hubert.
"apa anda sedang mencari muka di hadapan kaisar dengan membela raja Diaro?" tanya sang perdana menteri dengan memicingkan matanya melihat curiga Duke Emris Hubert.
"iya itu benar." tuduh menteri pertahanan kerajaan Jericho mendukung sang perdana menteri.
"untuk apa saya mencari muka, apa ada untungnya bagi saya?" tanya Duke Emris membela diri.
"lalu apa tujuan anda mendukung putra mahkota Jericho yang masih berumur 12 tahun? apa anda sudah lupa bila raja Diaro masih memiliki dua orang saudara, yang bisa menggantikannya menjadi raja lebih baik lagi untuk kerajaan Jericho?" ucap sang perdana menteri.
"saya sangat tahu itu, tapi mengikuti aturan istana dari para raja terdahulu adalah benar, raja Diaro memiliki putra sebagai penggantinya di masa depan. Jangan karena kesalahan dari putri Debora menjadikan masa depan dan tahta putra mahkota Jericho hilang begitu saja. Bila raja Diaro tidak memiliki seorang putra, saya juga pasti akan mendukung kedua adik raja Diaro untuk menjadi seorang raja." ungkap Duke Emris terang-terangan.
"berarti selama ini anda tidak pernah mendukung semua keluarga kerajaan Jericho, anda hanya mendukung keluarga inti raja Jericho saja. Apa itu tindakan yang seharusnya di lakukan untuk anda sebagai penasehat istana kerajaan Jericho?" ucap menteri pertahanan Jericho.
"Berlaku adil lah Duke Emris Hubert, titah kaisar yang coba anda rubah, sama halnya anda menentang titah kaisar, hanya untuk membela raja yang memang sudah salah dan tidak pada jalannya." ucap menteri pertahanan kembali.
Semua seakan menyudutkan Duke Emris Hubert, yang membela raja Diaro dan keluarganya. Mereka membenarkan ucapan dari perdana menteri kerajaan Jericho, yang mengatakan bahwa Duke Emris Hubert hanya mencari muka pada kaisar.
Kaisar tetap menyimak dengan sesekali melihat pada Carissa sang pengendali. Kaisar sangat tahu semua mulai membela dan mendukung para petinggi kerajaan Jericho lainnya. Untuk mendapatkan tahta raja kerajaan Jericho.
Carissa hanya ikut menyimak saja, tidak ada rasa apapun dalam hatinya. Dia hanya diam dengan tenang melihat tindakan apa yang akan di lakukan para pejabat tinggi istana? pada pembelaan sang ayah untuk raja Diaro Liberata.
Sedangkan perdana menteri dan menteri pertahanan kerajaan Jericho, sama sekali tidak sadar akan apa tindakan mereka saat ini? mereka berdua tidak peka akan kekhawatiran sang kaisar yang takut membuat marah sang pengendali. Sang peramal suci dapat merasakan kegelisahan dari kaisar.
"Duke Emris Hubert…silahkan berdiri." perintah kaisar.
"maafkan hamba yang mulia, hamba akan tetap seperti ini, hingga ada keputusan yang pasti dari yang mulia." balas Duke Emris Hubert masih pada posisinya.
Kaisar menghela nafasnya, ini sangat sulit bagi kaisar bila ada hubungannya dengan sang pengendali dan sang peramal suci. Kaisar harus pandai-pandai untuk tidak membuat masalah pada kedua gadis yang memiliki takdir special di kerajaan mereka.
"mari kita bicarakan dengan baik dan mencari solusinya. Hukuman yang aku berikan untuk raja Diaro dan keluarganya sudah mendapatkan persetujuan dari Sang Peramal Suci. Ini demi kesejahteraan rakyat kerajaan Jericho. Masalah pelengseran raja Diaro sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi." ungkap kaisar mengutara pendapatnya.
Kaisar melirik Carissa yang hanya masih diam dengan tenang. Wajah datarnya tidak bisa di tebak sama sekali.
__ADS_1
"Untuk pengganti raja Diaro, kita akan mencari pengganti yang tepat. Masalah keturunan selanjutnya dari raja pertama kerajaan Jericho, Apakah putra mahkota Jericho bisa menerima tahtanya apa tidak? itu bisa kita tanyakan dan minta bantuan pada sang Peramal suci untuk melihat masa depannya. Untuk hukuman pengasingan yang ingin di ringankan, harus menjamin tidak akan ada masalah ke depannya." ungkap kaisar ingin mencari jalan tengah.
"jadi harap jangan ada yang saling menyudutkan di sini, pertemuan ini di lakukan untuk mencari jalan keluar dan solusi bagi kelangsungan serta kebaikan kerajaan Jericho." ungkap kaisar menatap tajam pada perdana menteri dan menteri pertahanan kerajaan Jericho.
Perdana menteri dan menteri pertahanan kerajaan Jericho yang mendapat tatapan tajam dari kaisar terdiam menundukkan kepalanya.
"Callysta…apa kau hanya akan diam saja?" tanya Shopie melalui telepatinya.
"lakukan saja tugasmu sebagai sang peramal suci, aku hanya akan diam menyimak saja. Masalah politik bukanlah bidangku." jawab Carissa dengan telepatinya.
"baiklah, apa kau akan masih diam kalau aku katakan pada mereka bila takdir masa depan putra mahkota Jericho, memang memiliki takdir kuat untuk mendapatkan tahta sebagai raja Jericho di masa depan. Itu bila putra mahkota Jericho mendapatkan seorang pembimbing yang tepat baginya." ungkap Shopie kebenaran takdir yang dia lihat.
"katakan saja pada mereka agar semuanya cepat selesai. Duke Emris Hubert tidak perlu untuk berlama-lama memohon seperti itu." jawab Carissa. Sebenarnya dia tidak tega melihat Duke Emris Hubert duduk bersimpuh di hadapan kaisar. Tetapi dia tetap diam untuk menghormati keputusan dan kewajiban yang sedang di lakukan oleh Duke Emris Hubert.
"baiklah…aku ingin lihat apa yang akan kau lakukan setelah aku ungkap itu pada mereka?"
Carissa diam tidak menjawab.
"ada yang ingin aku katakan pada kalian." ucap sang peramal suci sembari bangkit dari duduknya.
Semua mata melihat padanya, memasang telinga mereka baik-baik ingin mendengarkan apa yang akan di ucapkan oleh sang peramal suci?
"apa sang Dewi juga tahu siapa pembimbing yang tepat untuk putra mahkota Jericho?" tanya Kaisar mewakili semuanya.
"seseorang yang kuat dan tulus, yang bisa mendukungnya penuh untuk berada pada tahtanya. Putra mahkota Jericho harus memiliki seseorang seperti anda yang mulia kaisar. " jawab sang peramal suci. Membuat semua orang bertanya akan maksud ucapan sang peramal suci.
"maaf Dewi…apakah tidak bisa langsung menunjuk siapa orangnya…?" tanya kaisar yang juga penasaran.
"takdir sudah di gariskan pada hidup manusia masing-masing. Semua takdir akan menemukan jalannya sendiri, kita hanya bisa berusaha dan menjalaninya saja. Takdir bisa saja di rubah dan berubah, tergantung garis takdir itu sendiri. Aku hanya bisa mengatakan carikanlah putra mahkota Jericho seorang guru yang kuat dan tulus padanya. Saatnya tiba dia akan siap menjadi seorang raja yang baik dan kuat untuk rakyat kerajaan Jericho." ungkap sang peramal suci dengan senyum yang mengembang pada bibir merahnya.
"tapi Dewi…tidak akan mudah menemukan seorang guru yang seperti anda katakan." ungkap Kaisar yang tahu, itu tidak akan mudah.
"kenapa tidak anda tanyakan pada Duke Emris Hubert, dia pasti tahu siapa guru yang tepat untuk membimbing putra mahkota Jericho? untuk menjadi raja yang kuat dan baik." ungkap sang peramal suci melihat pada Duke Emris Hubert yang masih duduk bersimpuh di hadapan kaisar.
"saya Dewi?" tanya Duke Emris terkejut, karena dia juga tidak tahu siapa guru yang di maksudkan?
"iya Duke Emris Hubert, anda sangat tahu siapa guru yang tepat untuk putra mahkota Jericho." balas sang peramal suci dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya.
"maafkan saya Dewi, saya tidak tahu siapa guru yang anda maksudkan." balas lesu Duke Emris Hubert.
__ADS_1
"bila anda tidak tahu juga, kenapa anda tidak membawa putra mahkota Jericho untuk hadir di sini, dia yang akan menarik gurunya secara langsung." ungkap sang peramal suci.
Semua orang di buatnya penasaran, siapa guru yang di maksudkan. Hingga sang peramal suci ingin megahadirkan putra mahkota Jericho dalam pertemuan tersebut.
"baiklah, kalau itu petunjuk dari anda Dewi." ungkap kaisar. "pengawal bawa putra mahkota Jericho ke sini !!" perintah kaisar pada pengawal pribadi Leonard.
"baik yang mulia." jawab Regio menerima perintah. Diapun berlalu dari sana.
Semua orang menunggu dengan rasa penasaran yang tinggi. Siapa kah guru yang bisa membimbing putra mahkota Jericho agar bisa menjadi seorang raja yang baik dan kuat untuk kerajaan Jericho.
Beberapa saat kemudian, Regio datang bersama seorang pemuda tampan memakai pakaian sederhana, penampilannya tidak layak bagi seorang putra mahkota. Pemuda tampan yang samar membuat Carissa sedikit tertegun melihat kedatangannya.
Pemuda tersebut dengan elegan memberikan rasa hormatnya pada kaisar dan sang peramal suci. Pemuda itu melihat pada Duke Emris Hubert yang masih duduk bersimpuh di hadapan sang kaisar.
"paman…!!" sapa pemuda tersebut pada Duke Emris Hubert sembari ikut duduk bersimpuh di sampingnya.
"yang mulia…apa anda baik-baik saja?" tanya Duke Emris Hubert dengan wajah cemasnya.
"iya, saya baik paman, mengapa paman duduk bersimpuh? apakah paman juga mendapatkan hukuman dari yang mulia kaisar?" tanya pelan putra mahkota Jericho, yang bernama Devano Liberata, calon raja ke 4 dari kerajaan Jericho.
"tidak yang mulia, hamba tidak mendapatkan hukuman apapun? hamba hanya ingin mempertahankan tahta yang mulia dan memohon pada kaisar agar berbaik hati pada anda." ungkap Duke Emris Hubert, membuat hangat hati sang putra mahkota.
Dari kecil putra mahkota Jericho Devano Liberata dan Duke Emris Hubert sudah sangat dekat. Devano banyak belajar pada Duke Emris Hubert ilmu pengetahuan tentang memimpin sebuah kerajaan, untuk menjadi raja yang bijak dan baik bagi rakyatnya.
"bangunlah Duke Emris Hubert, jangan terus bersimpuh seperti itu." perintah sang kaisar karena melihat sedikit perubahan mimik wajah Carissa saat melihat kedatangan Devano Liberata.
"hamba mohon yang mulia, mohon pertimbangkan kembali tahta kerajaan Jericho, untuk penerus keturunan yang tidak bersalah sama sekali." ungkap Duke Emris Hubert dengan mencakup kedua telapak tangannya.
"paman sudah, paman jangan begini. Ini sudah menjadi takdir saya paman… saya sudah iklhas menerimanya, ayo paman bangun…nanti kaki dan lutut paman menjadi sakit. " bujuk Devano dengan lembut. Devano sangat menghormati Duke Emris Hubert sebagai gurunya, dan menyayangi Duke Emris Hubert sebagai paman yang selalu peduli padanya di kerajaan Jericho.
Carissa merubah mimik wajahnya menjadi datar kembali, tapi tatapan matanya sedingin es. Dia terus diam menatap ayah dan Devano yang saling mendukung di hadapan semua orang.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.