
***Balai Pengobatan Istana Holmes***
Pagi-pagi Carissa dan Feyrin telah berangkat ke balai pengobatan istana Holmes, dia ingin cepat menyelesaikan semua obat dan ramuan yang akan dia butuhkan saat dalam perjalanan keluar dari istana kerajaan Holmes ini.
Carissa sudah tidak ada pilihan lagi, apa yang sudah di takdirkan padanya? Carissa terima dengan senang hati dan akan berusaha menjalani sebaik mungkin.
Jadi saat ini dan untuk beberapa hari ke depan, dia akan terus sibuk di dalam balai pengobatan istana Holmes tersebut. Carissa mengajak serta Feyrin agar tidak ada yang terjadi lagi padanya, sekaligus ingin mengobati luka pada wajah Feyrin.
Carissa juga berpesan kepada kepala tabib istana, untuk tidak memberitahukan pada siapapun? tentang kedatangan dan keberadaannya di balai pengobatan istana?
Carissa kini telah asyik melakukan pekerjaan yang sangat dia sukai dulu sewaktu di dunia zamannya, pekerjaan yang bisa mengalihkan pikirannya dan menghabiskan waktunya seharian penuh. Carissa melakukan semua yang bisa dia lakukan dengan alat-alat seadanya, tidak seperti saat pada zamannya yang serba canggih.
Tanpa dia sadari…!! pagi sudah berganti menjadi malam, dan Carissa kembali ke paviliunnya saat tengah malam. Dan begitu untuk selanjutnya pada hari-hari berikutnya, dia tidak peduli pada ketiga pria yang selalu mencarinya, dan tidak menemukan keberadaan Carissa di manapun? tiga pria yang berkuasa di kerajaan Holmes.
Mereka bertiga kebingungan mencari keberadaan Carissa, mereka mencari Carissa ingin tahu keadaannya, tetapi orang yang di cari selalu menghilang pagi dan sampai malam pun mereka tidak bisa bertemu Carissa sama sekali.
Seminggu pun telah berlalu, Carissa sudah banyak membuat berbagai obat pil dan vitamin, serta racun yang diam-diam Carissa buat juga di sana.
Hingga dia mendengar kabar, kalau acara pernikahan dari putra mahkota dan para pangeran akan segera di laksanakan. Acara pernikahan masal yang ada di dalam pikiran Carissa saat ini.
Saat berita itu di sampaikan oleh Feyrin, bagaimana tidak Carissa mengatakan pernikahan masal? putra mahkota dan para pangeran akan menikahi 5 wanita sekaligus untuk menjadi istri sah dan selirnya.
Carissa menghembuskan nafasnya yang sangat berat baginya, pernikahannya dengan pangeran kedua juga akan terjadi di hari yang sama. Lalu bagaimana dia bisa keluar dari istana ini? bila dia terikat akan pernikahan, apakah Damian akan mengizinkan Carissa untuk keluar dan berada diluar istana?
Dan saat dia memanggil Sophie melalui telepatinya untuk meminta saran darinya, tiba-tiba saja Sophie tidak menjawab panggilannya, yang membuat Carissa geram.
Saat di butuhkan Sophie tidak ada, dan saat tidak di butuhkan dia selalu saja muncul tiba-tiba. Carissa saat ini harus memutar otak untuk membatalkan pernikahannya, karena saat ini dia belum mau terikat akan pernikahan dengan siapapun?
Untuk hari ini, Carissa yang tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya, karena berita pernikahan tersebut. Diapun kembali ke paviliunnya dengan cepat, ingin memikirkan cara untuk membatalkan pernikahannya.
"nona…nona Carissa dari mana saja…?" tanya seorang pelayan wanita yang terlihat sudah senior.
"ada apa…?" tanya Carissa heran, selalu saja ada yang mencarinya.
"hari ini adalah pertemuan para putri calon istri dan selir dengan calon suaminya, dan hanya anda yang belum ada di ruang pertemuan."
"apa harus semuanya datang, aku sama sekali tidak tahu dan baru mendengar kabar ini."
"bagaimana anda bisa mendengarkan kabarnya, anda selalu menghilang dan tidak bisa di temukan oleh semua penjaga dan pelayan."
Dan apa yang di katakan oleh pelayan senior tersebut adalah benar? bagaimana bisa semua pelayan dan penjaga menemukannya? pagi buta Carissa dan Feyrin sudah keluar kamar menuju ke balai pengobatan istana Holmes, dan tengah malam baru kembali. Bahkan pernah beberapa hari Carissa tidak kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"ayolah nona…semua sudah hadir, hanya tinggal anda yang belum hadir."
"apa boleh aku tidak hadir hari ini? aku lelah sekali." ungkap Carissa dengan memasang wajah memelas dan lelahnya pada pelayan senior tersebut.
"tolong lah nona… jangan menyulitkan kami, lagi pula acara ini termasuk sakral karena akan di hadiri oleh sang peramal suci."
"peramal suci?" tanya ulang Carissa, yang di jawab anggukkan kepala oleh pelayan senior tersebut.
'pantesan saja panggilanku tidak di jawab oleh sohpie, ternyata Sophie sedang sibuk menjalankan perannya menjadi sang peramal suci, baiklah…kita lihat bagaimana tampangnya di dunia luar.' gumam Carissa dalam hatinya.
"baiklah…berapa lama lagi waktunya?" tanya Carissa antusias.
"setengah jam lagi nona…sebelum putra mahkota, para pangeran serta Kaisar dan permaisuri hadir."
"itu cukup untuk aku mandi dan bersiap, ayo Feyrin." ajak Carissa pada Feyrin.
"hamba akan membantu juga nona, agar anda bisa lebih cepat." ungkap sang pelayan senior.
"baiklah ayo…!" ajak Carissa dan mereka segera berlalu ke kamar paviliun Carissa.
......................
…Aula Pertemuan Istana…
Semua putri calon istri dan selir putra mahkota dan para pangeran memakai gaun berwarna putih, layaknya akan melakukan acara pernikahan. Tetapi ini hanyalah acara pemberkatan dari sang peramal suci, untuk calon istri dan selir putra mahkota dan para pangeran.
Saat Carissa hadir di sana, semua mata putri melihat padanya dengan pandangan tidak suka mereka. Tetapi Carissa tidak memperdulikan mereka semua, Carissa dengan mimik wajah datar dan dinginnya, tidak ingin beramah tamah sama sekali pada mereka.
Acara pun di mulai, dengan pemberitahuan kedatangan sang putra mahkota dan para pangeran yang memasuki aula pertemuan.
"yang mulia putra mahkota, pangeran kedua dan pangeran ketiga telah tiba." ucap sang petugas kerajaan lantang.
Semua yang hadir di dalam aula memberikan salamnya. Kepada putra mahkota dan para pangeran, termasuk juga Carissa.
Terlihat putra mahkota, yang sangat tampan dengan pakaian kebesaran kerajaan Holmes yang khusus di buat untuknya. Terlihat jelas sangat pas dengan tubuhnya yang tegap dan tinggi, wajahnya yang putih bersih serta rahang tegasnya dan mata hijaunya, terlihat melengkapi pesona ketampanan Leonard saat ini.
Sang pangeran kedua, juga terlihat tampan dan perkasa dengan pakaian kebesaran kerajaan Holmes. Yang juga sangat pas di tubuhnya, terlihat wajah tampan, dengan rahang yang juga tegas dan mata hijaunya, menambah pesona ketampanan Damian saat ini.
Pangeran ketiga, juga tidak kalah tampan dari kedua kakak laki-lakinya. Verdian terlihat tampan dan tegap dengan pakaian kebesaran kerajaan Holmes. Yang juga khusus di buat dengan ukuran tubuhnya yang tinggi dan kekar. Wajah tampannya, sangat segar dengan pesona warna hijau matanya.
Ketiga pria tampan yang berkuasa di kerajaan Holmes, yang mempunyai pesona dan kharismanya masing-masing. Carissa menelan salivanya melihat ketiga pria tampan, yang memang tampan di mata Carissa saat ini, tetapi belum bisa membuatnya tertarik sama sekali.
__ADS_1
"Yang mulia kaisar dan permaisuri telah tiba." ucap petugas kerajaan memberitakan kedatangan sang kaisar dan permaisuri, yang tiba dengan pakaian kebesaran mereka.
Carissa yang baru pertama kali melihat Kaisar, sedikit terkejut karena wajah kaisar sangat mirip dengan tuan Mario Yuandara, papa dari Antoni. Tetapi Carissa langsung mengingat akan wajah permaisuri, yang juga mirip dengan nyonya Yoona Yuandara, dan itu pasti bukanlah suatu kebetulan, pasti ada jawaban di balik semua ini.
Semua memberikan salamnya pada sang kaisar, dan permaisuri yang langsung duduk di singgasananya.
Acara terus berlanjut, dan kali ini ada 4 orang wanita yang terlihat seperti wanita suci dengan pakaian putihnya, berdiri di tengah-tengah aula. Mereka berempat seperti mengucapkan mantra yang tidak bisa di dengar, dan tiba-tiba ada cahaya yang muncul di tengah-tengah ke 4 wanita suci tersebut, yang ada di tengah aula pertemuan.
Muncullah seorang wanita dengan gaun putih panjangnya, dengan rambut pirangnya yang panjang tergerai, dan terlihat jelas kedua matanya di tutupi oleh kain putih tebal yang menjuntai panjang sampai ke lantai aula. Dengan membawa tongkat panjang yang di hiasan lingkaran besar, penuh dengan batu permata yang berkilau.
Semua yang ada di sana, kecuali kaisar dan permaisuri memberikan hormat mereka pada wanita yang baru saja muncul, dan wanita tersebut adalah Sophie sang peramal suci.
Carissa yang tidak ingin mendapatkan masalah, mengikuti mereka memberikan salam kepada sang peramal suci.
"salam kami Dewi Sang Peramal Suci." ucap semua orang menyambut kedatangan sang peramal suci.
Sang peramal suci, melangkah mendekati tangga tempat singgasana sang kaisar. Dia menghentikan langkahnya di tengah-tengah tangga, sang peramal suci lalu menghadap pada mereka yang ada di dalam Aula Pertemuan Istana.
"putra mahkota, pangeran kedua dan pangeran ketiga majulah untuk memulai pemberkatan kalian bersama calon istri dan selir kalian." ungkap sang peramal suci yang berdiri di tengah tangga menghadap kami.
Carissa masih melihat keseluruhan penampilan sohpie sang peramal suci, yang sangat jauh berbeda saat Sophie berada di ruang hampa dimensinya. Sohpie benar-benar terlihat seperti wanita suci yang cantik dan anggun, terlihat cahaya dari seluruh tubuhnya, pesona dan kharismanya bagaikan Dewi khayangan.
putra mahkota dan para pangeran, mengikuti apa yang di katakan oleh sang peramal suci? mereka berdiri tepat di depan sang peramal suci, tetapi ketiga pria tersebut berdiri membelakangi sang peramal suci.
"para calon istri dan selir putra mahkota dan para pangeran yang terpilih, silahkan berdiri di belakang pasangan kalian masing-masing." ucap salah satu dari ke 4 wanita suci yang tadi berdiri di tengah-tengah aula.
Semua calon istri dan selir pun melangkah dan berdiri di hadapan calon suami mereka, termasuk juga Carissa yang terpaksa ikut melangkah maju. Carissa berdiri pada barisan untuk calon istri dan selir pangeran kedua.
Terlihat tatapan tajam Leonard pada Carissa, yang berdiri di barisan para selir Damian. Dalam hatinya merasa tidak rela, Carissa menjadi selir dari Damian. Sedangkan Damian, terseyum tipis melihat Carissa ada di barisan para calon istrinya.
Hati Carissa merasa kesal, karena dia mencoba bertelepati pada Sophie sang peramal suci, tetapi tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Carissa terus menatap tajam Sophie, yang berdiri sedikit tinggi dari dirinya.
Sedangkan Sophie sang peramal suci, sebenarnya mendengar panggilan telepati dari Carissa. Sudah sejak pagi Carissa memanggilnya, tetapi dia mencoba diam untuk melancarkan semua rencananya, karena semalam Sophie mendapatkan pengelihatan baru, tentang masa depan yang sangat membuat Sophie terkejut.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.