
***Istana Kerajaan Holmes***
Setelah menempelkan Mutiara Mata pada keningnya, Carissa merasa takjub karena Mutiara Mata itu seakan mencair seperti es dan menyatu dengan sangat mudah. Dengan pandangan mata semua orang yang ada di dalam ruang kerja istana kerajaan Holmes, Carissa juga penasaran dengan reaksi dari Mutiara Mata tersebut.
Beberapa detik kemudian, terpancar cahaya emas dari kening Carissa. Mutiara Mata yang tadinya menyatu dengan kening Carissa, kini muncul dan tertanam cantik pada kening Carissa, warna emas dari Mutiara Mata itu sangat cantik berpadu dengan warna putih mulus kulit wajah Carissa.
Terlihat jelas cahaya dari Mutiara Mata itu turun dan menyelimuti seluruh tubuh Carissa. Cahaya emas yang kini berpadu dengan hembusan angin menutupi seluruh tubuh Carissa, semua mata yang hadir tertutup karena silau akan cahaya dan hembusan angin yang ada pada tubuh Carissa.
Carissa sendiri merasakan sesuatu berubah pada tubuhnya, perubahan yang Carissa rasakan terjadi di dalam dan di luar tubuhnya. Carissa merasa tubuhnya terasa ringan, kuat, dan sangat bugar. Carissa suka akan hal yang terjadi pada dirinya, dia merasakan tubuhnya saat ini lebih sehat dan bugar di bandingkan tubuh Callysta dulu.
Carissa menikmati perubahan yang positif dari tubuhnya saat ini, tanpa dia sadari cahaya emas itu membawanya ke alam lain. Alam dunia lain, yaitu dunia ruang dimensi langit, tempat tinggal putri Alarice Jovandra. Putri kecil yang cantik seperti seorang peri khayangan langit.
Carissa sadar kalau dirinya berada di dunia lain lagi, dia merasa sangat familier dengan tempat dan aura dari tempat itu. Carissa merasakan sesuatu yang sangat dekat dan akrab dari tempat itu.
"selamat datang nona Carissa Hubert, selamat datang nona Callysta Angelina !!" sapa putri Alarice Jovandra tepat berada di hadapan Carissa atau Callysta.
Carissa atau Callysta sangat tahu siapa yang sedang berdiri tepat di hadapannya? Wajah cantik dari seorang gadis kecil, sangat mirip dengan dirinya semasa kecil. Callysta masih sadar kalau dirinya sedang berada di dunia yang apapun bisa saja terjadi? jadi diapun tidak heran kalau melihat seorang gadis yang memiliki wajah mirip wajahnya sewaktu masih kecil.
"siapa kau…?" hanya itu pertanyaan yang bisa Callysta atau Carissa tanyakan.
"aku putri Alarice Jovandra, dirimu dari masa lalu." jawab Alarice Jovandra dengan senyum manisnya.
Alarice Jovandra senang melihat Callysta atau Carissa dari jarak dekat, melihat dirinya yang berwujud dewasa.
"kau pasti tahu aku datang dari dunia pada zaman lain?"
"iya, aku tahu, karena akulah yang menarikmu ke dalam dunia ini, untuk bergabung denganku melawan kerajaan Darkness World dan kerajaan Dasar Neraka, yang ingin menguasai tiga dunia sekaligus." jawabnya yang membuat Carissa atau Callysta tidak mengerti, apa maksudnya?
"kau yang sudah menarikku ke dalam dunia ini?"
"iya." angguk Alarice.
"apa aku di dunia masa depan sudah meninggal atau masih hidup?" tanya Callysta yang ingin tahu apa yang terjadi pada dirinya di masa depan.
Alarice Jovandra nampak terdiam dengan mimik wajah yang tiba-tiba datar. Callysta tahu apa artinya itu? tapi dia ingin jawaban yang jelas dari orang yang sudah mengaku telah menariknya ke dalam dunia ini.
"jawab aku…aku ingin jawaban yang jelas, agar aku tahu selanjutnya harus seperti apa?"
Alarice menatap Carissa intens, dia menghembuskan nafasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan dari Carissa.
"maafkan aku, jiwa Carissa dan jiwa Callysta sudah tertukar. Bila tubuh Carissa yang sedang Callysta tempati masih hidup, itu artinya jiwa Carissa dan tubuh Callysta juga masih hidup. Hidup kalian sudah tertukar, hanya saja tubuh Callysta masih lemah dan berada pada titik mati suri." ungkapnya. Callysta tahu maksud mati suri yang di katakan oleh Alarice.
__ADS_1
'diriku koma. Itu artinya aku masih bisa kembali?' ucap Callysta dalam benaknya, yang tentu saja Alarice bisa mendengarkannya.
"apa kau masih berniat untuk kembali setelah tahu kalau tubuhmu masih hidup walau mati suri?" tanyanya yang membuat Callysta sadar kalau gadis kecil yang ada di hadapannya itu dapat mendengar apa kata hatinya.
"apa kau akan menghalangiku untuk kembali?" tanya Carissa curiga sembari memicingkan sebelah matanya.
"tidak…bila itu keinginanmu, silahkan lakukan… tentu saja kau sudah tahu bagaimana caranya?" ungkap Alarice dengan mimik wajah sedihnya.
"kau sudah tahu dunia macam apa tempat tinggal mu dulu? dan dunia macam apa tempat tinggal mu sekarang? semua keputusan dan keinginan mu hanya kau yang bisa menentukannya, berusahalah bila kau mampu untuk itu?!?" ucap Alarice lagi.
Callysta tahu maksud dari ucapan Alarice yang mengingatkan dirinya, dunia macam apa yang Callysta tempati dulu? dan dunia macam apa yang Callysta tempati saat ini? Dia belum tahu dunia macam apa yang dia inginkan untuk tempat tinggalnya? Yang dia masih belum rela adalah cinta dan kekasihnya masih ada di dunia masa depan, sedangkan dunia ini dia tidak memilikinya.
Bila dia memutuskan untuk kembali, tentu saja kehidupan yang kejam dan selalu dalam aturan orang lain akan kembali dia lalui. Bila dia tidak kembali itu tidak adil untuk jiwa Carissa yang tidak bersalah harus tetap berada di dalam tubuh Callysta yang masih koma.
Semua pikiran yang saat ini ada di dalam otak Callysta, tentu saja Alarice juga bisa mengetahuinya.
"kau bingung dengan keputusan yang harus kau ambil, apa mau aku bantu agar kau bisa menentukan pilihanmu?" tanya Alarice yang membuat Callysta bingung.
"apa maksudmu?"
"aku bisa meminta pada Dewi Bulan untuk membantu mu menarik jiwa Carissa, dan kau bisa berbicara padanya. Apakah dia juga ingin kembali apa tidak?" ungkap Alarice yang membuat Callysta tercengang. Segampang itu gadis kecil ini meminta bantuan Dewi Bulan untuk menarik jiwa Carissa.
"apa itu bisa terjadi?"
'itu benar, seseorang yang koma akan bisa gagal atau serangan jantung bila jiwanya tidak bersama dengan tubuhnya, bagaimana ini?' ungkap benak Callysta masih berpikir.
"waktu di dunia ruang dimensi langit ini berbeda dengan waktu di luar sana." jawaban yang membuat Callysta bisa tenang.
Gagal atau serangan jantung untuk beberapa detik saja, mungkin itu tidak jadi masalah. Itulah perkiraan Callysta saat ini.
"baiklah, mari kita lakukan agar semua tujuan kita jelas, aku tidak ingin merugikan siapapun?" setuju Callysta yang ingin cepat menentukan pilihannya
Callysta akan kembali pada tubuhnya bila Carissa juga ingin kembali lagi. Callysta tidak ingin merampas kehidupan seseorang.
"tentu saja." setuju Alarice menganggukkan kepalanya.
Alarice Jovandra tidak ingin membuang waktu lagi, diapun memanggil Dewi Bulan dengan sebuah mantra dan doa harapan, agar Dewi Bulan bisa hadir dan membantunya.
Beberapa saat kemudian, muncullah seorang wanita cantik dengan rambut panjang berwarna perak, mata berwarna biru langit, bibir semerah Cherry berbentuk hati, hidung yang kecil dan mancung, kulit seputih porselin dan gaun putih bersihnya yang polos. Beberapa perhiasan emas putih terlihat cantik melengkapi penampilannya.
Dewi Bulan Diosa De La Luna, Dewi yang sungguh cantik dan terlihat suci dan anggun. Kecantikan Dewi khayangan langit, memang yang paling sempurna di mata manusia biasa.
__ADS_1
"salam putri Alarice Jovandra." sapa Dewi Bulan dengan hormat anggunnya.
"salam Dewi Bulan Diosa De La Luna." balas putri Alarice Jovandra dengan hormat anggunnya.
"salam putri Callysta Angelina." sapa Dewi Bulan pada Callysta.
"salam Dewi Bulan Diosa De La Luna." balas Callysta dengan hormat anggunnya, dia merasa tidak sopan bila tidak membalasnya.
"apa kalian berdua sudah siap?" tanya Dewi Bulan melihat Callysta dan Alarice secara bergantian.
Dewi Bulan sudah tahu untuk apa dirinya hadir di sana? jadi tanpa basa-basi lagi, Dewi Bulan ingin melakukan semuanya dengan cepat.
"tentu Dewi." balas Alarice dan Callysta secara bersamaan.
Dewi bulan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada, matanya terpejam dan mulutnya merapalkan sebuah mantra. Telapak tangan kanan Dewi Bulan, di arahkan ke depan tepat di samping dadanya. Muncullah sebuah cahaya dari dalam telapak tangan kanannya, lalu terlihat seorang wanita dengan tubuh yang terlihat seperti arwah memakai gaun putih polos, wajahnya mirip seperti wajah Callysta Angelina. Dialah jiwa Carissa Hubert.
Callysta Angelina, Carissa Hubert dan Alarice Jovandra saling memandang. Sebelum akhirnya Alarice Jovandra yang membuka suaranya.
"selamat datang nona Carissa Hubert…!!" sapa Alarice pada Carissa.
Jiwa Carissa Hubert melihat heran pada Alarice Jovandra, karena Carissa tahu wajah gadis kecil di hadapannya ini adalah wajahnya sewaktu masih kecil. Dan wajah Callysta adalah wajah yang sangat mirip dirinya.
"sebelumnya aku akan memperlihatkan kilasan sebuah kisah, asal awal mula yang menyebabkan kalian bisa ada di sini." ucap Dewi Bulan, menengahi mereka bertiga.
Mereka bertiga menganggukkan kepalanya setuju, karena tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi.
"tutuplah mata kalian bertiga." perintah Dewi Bulan.
Dewi Bulan pun merapalkan sebuah mantra dan terlihatlah sebuah kilasan cerita asal awal mula terjadinya serangan kegelapan yang ada di dunia ini. Callysta dan Carissa tahu siapa musuh mereka? siapa yang akan mereka lawan? siapa mereka sebenarnya? dan tujuan mereka berada di dunia ini.
Callysta dan Carissa dapat mengerti bagaimana penderitaan dan pengorbanan dari seorang gadis kecil? yang sedari lahir telah menjadi incaran dari dua kaisar kegelapan. Callysta dan Carissa merasa diri sangat kecil bila di bandingkan dengan Alarice Jovandra yang sudah lebih dulu mengalami itu semua.
Callysta dan Carissa kini dapat menerima semua takdir yang sudah di putuskan untuk mereka. Callysta dan Carissa sudah memiliki keputusannya masing-masing. Demi kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan mereka bertiga dan semua manusia yang ada di muka bumi ini.
Callysta dan Carissa ingin membantu Alarice Jovandra untuk mengalahkan dua kaisar kegelapan itu, mereka bisa menyingkirkan untuk sementara masalah pribadi mereka berdua. Keselamatan dan kesejahteraan para rakyat, manusia dan makhluk hidup lainnya di dunia ini, lebih penting daripada urusan pribadi dan hati mereka berdua saat ini. Inilah pertemuan mereka bertiga untuk pertama kalinya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.