DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
70. Telepati Leonard Dan Damian.


__ADS_3

***Kerajaan Holmes***


Jamuan makan malam di siapkan oleh pihak kerajaan Holmes, di adakan di aula pertemuan istana. Semua calon istri, calon selir, para tamu undangan dari kerajaan Jericho dan kerajaan Themes, hadir untuk makan malam.


Semua nampak antusias pada perjamuan makan malam tersebut, karena di hadiri oleh semua keluarga kerajaan Holmes. Beberapa meja jamuan sudah di atur, para calon istri dan selir putra mahkota juga para pangeran, duduk bersama keluarga mereka masing-masing.


Termasuk Carissa yang baru tadi sore siuman dari tidur nyenyaknya, terpaksa hadir karena perintah langsung dari sang ayah dan raja Jericho. Carissa hadir dengan membawa serta semua benda keramat yang dia miliki, tetapi saat ini Carissa sudah bisa menyimpan pedang kembar dan kunci Ajaibnya, ke dalam ruang dimensi hampa yang dia dapatkan dari cincin Pengikat.


Sang peramal suci memberitahukan sesuatu pada Carissa sewaktu baru saja dia siuman, kalau saat ini Carissa sudah mulai bisa mengaktifkan segel di telapak tangannya, bersamaan dengan kekuatan cincin Pengikat untuk membuka pintu ruang dimensi hampanya, agar bisa menyimpan pedang kembar keramat, kunci Ajaibnya dan senjata api Desert Eagle yang Carissa miliki, agar selalu bisa di bawa ke manapun Carissa pergi.


Carissa bisa dengan mudah memanggil kedua benda keramat ajaibnya, saat di butuhkan. Sedangkan senjata Desert Eagle nya harus Carissa ambil dengan masuk terlebih dahulu, ke dalam ruang dimensi hampanya.


Saat ini kondisi istana sedang di penuhi oleh aura hitam dan gelap, para penyihir golongan hitam sudah mulai berani masuk ke dalam istana Holmes, mereka menyamar dan ada juga yang menjadi bayang-bayang dari para petinggi kerajaan Jericho dan kerajaan Themes. Carissa dapat dengan mudah merasakan auranya, berkat cincin Pengikat.


Carissa hanya akan diam saja melihat dulu, apa yang ingin di lakukan oleh para penyihir golongan hitam yang menyamar dan menjadi bayang-bayang? Carissa akan bertindak bila memang mereka menyerang orang-orang yang tidak bersalah. Tetapi Carissa saat ini memiliki firasat yang tidak enak dalam hatinya.


Carissa merasakan akan ada yang terjadi malam ini, entah apa itu? Carissa hanya akan tetap siaga.


Semua sudah duduk di meja yang sudah di tentukan, Carissa duduk satu meja bersama sang ayah, raja Jericho dan putri ketiga Jericho putri Debora Liberata. Di dalam hati Carissa sudah merasa ini tidaklah beres, bagaimana bisa dia duduk satu meja dengan raja Jericho?


Carissa pun berusaha mencari tahu maksud tersebut, Carissa dengan perlahan berbisik pada sang ayah untuk bertanya.


"ayah mengapa kita bisa satu meja dengan raja dan putri ke tiga Jericho?" tanya bisik Carissa pada sang ayah.


Bukannya menjawab, sang ayah hanya tersenyum ke arah Carissa, yang membuat Carissa semakin curiga akan adanya maksud dari semua ini.


"apa ada sesuatu nona Carissa Hubert?" tanya Debora Liberata melihat tajam pada Carissa, yang dia lihat berbisik pada tuan Duke Emris Hubert, ayah dari Carissa Hubert.


"apa maksud anda putri Debora?" tanya balik Carissa dengan mimik wajah datarnya.


"apa yang kalian berdua bisikkan?" tanya Debora balik dengan tatapan curiga pada Carissa.


"apa anda ingin tahu apa yang hamba bisikkan pada ayah hamba sendiri?"

__ADS_1


"tentu saja, karena itu sangat terlihat tidak sopan saat kalian berada di hadapan sang raja." balas Debora sinis.


"oooo.....maafkan hamba bila hamba sudah tidak sopan putri, hamba hanya bertanya pada ayah, mengapa kami bisa duduk di satu meja bersama raja dan juga anda putri?" ungkap Carissa kebenaran dari bisikannya.


"apa itu ada masalah untuk mu nona Carissa?"


"tentu saja tidak putri, kami malah sangat merasa terhormat bisa duduk satu meja bersama raja dan putri kerajaan Jericho. Kami hanya tidak nyaman dari tatapan mata petinggi kerajaan Jericho lainnya, yang lebih pantas duduk bersama raja dan juga anda putri Debora." ungkap Carissa apa yang dia rasakan.


Karena ada beberapa pasang mata dari petinggi kerajaan Jericho, yang menatap iri pada Carissa dan sang ayah. yang bisa duduk satu meja bersama raja dan juga putri kerajaan Jericho.


"ini semua perintah dariku." balas raja Diaro Liberata melihat pada Carissa.


Carissa hanya diam melihat ke arah raja Diaro Liberata. Carissa melihat ada tujuan tersembunyi pada sorot mata sang raja.


"bagaimana juga? Duke Emris Hubert adalah penasehat kerajaan Jericho. Saat ini Duke Emris sangat aku perlukan, karena peran Duke Emris sebagai penasehat kerajaan sangatlah di butuhkan malam ini." ungkap raja Diaro melihat tajam pada Carissa.


'aku tahu maksudmu, ini pasti ada hubungannya dengan sang pengendali, aku yakin kau sudah tahu siapa aku sebenarnya dari putri kesayangan mu ini.' gumam Carissa dalam hatinya, melihat raja Diaro dan putri Debora secara bergantian.


"terima kasih atas kesempatan yang terhormat ini yang mulia." ucap Carissa menundukkan kepalanya tanda memberikan hormat, Carissa hanya ingin bersikap sewajarnya pada sang raja penguasa kerajaan Jericho.


Percakapan mereka terhenti dengan kedatangan sang Kaisar Louis Theodore bersama permaisuri, putra mahkota dan para pangeran. Jamuan makan malam langsung di mulai setelah perintah cepat dari kaisar Louis.


Makan malam berlangsung dengan aman tanpa halangan sama sekali, sampai saatnya jamuan makanan penutup dengan di sertai minuman hangat yang di suguhkan, oleh pihak istana Holmes. Tidak ada yang terjadi sama sekali.


Carissa yang duduk bersama raja dan putri ketiga kerajaan Jericho, sangat merasa tidak nyaman. Bagaimana mau nyaman bila makan selalu di tatap oleh kedua orang tersebut? Nafsu makan Carissa sudah menurun akibat efek racun lendir hitam penyihir, yang masih tersisa di dalam tubuhnya. Di tambah lagi dengan tatapan raja dan putri kerajaan Jericho, membuat Carissa tidak semangat dan bernafsu akan makan malamnya saat ini.


Dengan lesu Carissa memakan kue manis kesukaannya yang ada di atas meja. Tatapan mata Carissa hanya terfokus pada kue di atas meja. Apa yang saat ini Carissa lakukan? menjadi perhatian dari putra mahkota dan pangeran kedua yang memang duduk di meja jamuan yang ada paling depan, mengahadap meja jamuan para tamu kerajaan.


Carissa hanya masih diam terfokus pada kue yang ia mainkan dengan garpu dessert di tangannya. Carissa benar-benar merasa sudah bosan berada di ruangan aula tersebut, Carissa lebih suka berada di dalam kamarnya saat ini. Di tambah lagi akan efek racun lendir hitam yang membuat tubuhnya masih sedikit lemas.


"mohon maaf yang mulia kaisar Louis Theodore, apa kita bisa segera membahas apa yang tadi pagi kita bicarakan?" ungkap raja Themes raja Reyasa Natsire, melihat kepada kaisar Louis Theodore.


Semua mata memandang ke arah raja Reyasa Natsire, dengan apa yang sudah dia utarakan pada kaisar Louis? tetapi tidak dengan Carissa. Carissa masih tetap diam dan fokus pada aktivitasnya saat ini? masih fokus memainkan kue manisnya dengan garpu dessert yang ada di tangannya. Carissa tidak tertarik sama sekali akan pembahasan saat ini.

__ADS_1


Kaisar Holmes yang tahu akan maksud dari raja Reyasa saat ini, masih diam melihat datar pada raja Reyasa Natsire. Pembahasan tentang Sang Pengendali, membuat sang kaisar Holmes tersebut melirik sekilas pada Carissa, sang Pengendali yang ingin di bahas malam ini.


Kaisar Louis Theodore yang sudah mendapatkan kabar dari putra mahkota, akan kejadian tadi siang yang menimpa sang pengendali, hanya bisa diam. Kaisar Holmes, putra mahkota dan para pangeran yang tahu akan kejadian yang menimpa Carissa, awalnya merasa sangsi kalau Carissa akan bisa hadir pada perjamuan makan malam ini, tetapi mereka merasa lega saat melihat Carissa ikut hadir malam ini.


Mereka sama sekali belum membahas ini bersama dengan Carissa, akibat kejadian yang tadi siang menimpa Carissa. Jadi kaisar, putra mahkota dan para pangeran kerajaan Holmes, tidak tahu harus menjawab apa?


Leonard dan Damian melihat pada Carissa yang masih fokus pada aktivitasnya. mereka menghela nafasnya, mereka berdua saling memandang, tidak tahu harus berbuat apa? dan menjawab apa? Damian pun teringat akan ucapan sang peramal suci tadi siang, saat masih berada di dalam kamar pribadi Carissa.


Dimana ucapan sang peramal suci? yang mengucapkan kalau mereka bertiga saling terhubung akan takdir dan bisa saling berkomunikasi melalui telepati, dengan mengaktifkan atau membuka segel yang ada di telapak tangan mereka.


Damian yang duduk di samping putra mahkota pun berbisik pada Leonard.


"kita coba bertelepati pada Carissa dengan membuka segel yang ada di telapak tangan kita, sekaligus kita buktikan kebenaran ucapan dari sang peramal suci." bisik Damian pada Leonard, dan dapat di mengerti langsung oleh Leonard.


Tanpa membuang waktu lagi, Leonard dan Damian membuka segel yang ada di telapak tangan mereka. Damian dan Leonard langsung mencoba menyapa Carissa yang masih fokus dengan aktivitasnya.


"Carissa…apa kau bisa mendengarku?" ucap Leonard menyapa melalui telepatinya pada Carissa.


"Carissa…bila kau mendengar kami, lihatlah pada kami." ucap Damian melalui telepatinya pada Carissa.


Carissa menghentikan gerakan tangannya saat mendengar suara telepati dari dalam ruang pikirannya, Carissa melihat tanda segel dari telapak tangan kanannya yang terbuka, terlihat di tangan kirinya tanda segel gembok ajaib dan cincin pengikat terbuka. Carissa tahu siapa yang sedang melakukan telepati padanya.


"Carissa apa kau mendengarku?" tanya Leonard melalui telepatinya kembali, karena tidak ada jawaban sama sekali dari Carissa, Leonard hanya bisa mendengar suara telepati Damian saja saat ini.


"Carissa tolong jawab kami, bila kau mendengar panggilan telepati dari kami." ucap Damian masih melihat pada Carissa yang tidak merespon sedikit pun.


Sedangkan Carissa sangat tahu suara siapa itu? Carissa masih diam tidak merespon apapun? dia hanya melanjutkan kembali gerakan tangannya yang memainkan kue manis dengan garpu dessert di tangannya. Tanpa melihat pada kedua pria yang memanggilnya melalui panggilan telepati Leonard dan Damian.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2