DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
134. Istana White Lotus.


__ADS_3

…Artefak Kuno…


"Calavera Negra…" panggil seseorang yang tidak terlihat kepada Calavera Negra yang sedang duduk dengan posisi teratai di dalam kamarnya.


"hamba ibu." balas Calavera melalui hatinya. Seseorang yang Calavera panggil dengan sebutan ibu.


Mereka kini melakukan komunikasi melalui telepati yang di salurkan langsung oleh seseorang yang di panggil ibu. Calavera dapat melakukan itu, jika di panggil terlebih dahulu. Dia tidak dapat melakukan telepati tanpa panggilan terlebih dahulu.


"terima kasih, kamu sudah membawa semua orang yang ibu butuhkan." jawab sang ibu.


"apakah ini tidak akan beresiko, ibu? hamba takut jika ibu terkena masalah." ucap khawatir Calavera.


"tidak nak…semua akan berjalan sesuai dengan takdir yang sudah di gariskan." jawabnya, kekhawatiran Calavera bukan tanpa alasan.


"ibu…hamba tahu ibu ingin membantu dunia tengah atau dunia manusia. Tapi kita adalah bangsa dari Lembah Kematian, apa tidak akan menentang aturan langit?" tanya Calavera masih khawatir.


"kita adalah bangsa dari Lembah Kematian, kita membantu pihak yang benar. Kamu harus tahu satu hal anakku, bangsa yang berasal dari Lembah Kematian adalah orang orang yang terpilih, bangsa campuran yang berasal dari berbagai orang dari beberapa dunia. Mereka yang bisa masuk dan bertahan hidup di Lembah Kematian adalah orang orang yang terpilih oleh takdir langit." ucap ibu menjelaskan.


"kamu jangan khawatir anakku, Lembah Kematian di ciptakan setelah terpecahnya dunia tengah menjadi dua bagian. Lembah Kematian adalah garis tengah bagi dunia manusia yang sudah terpecah menjadi dua bagian. Dunia yang memang di ciptakan sebagai pembatas di dunia tengah atau dunia manusia. Agar dunia Kegelapan dan dunia manusia menjadi seimbang. Ini semua sudah kehendak langit anakku." ungkap sang ibu menjelaskan, agar kekhawatiran dari Calavera sedikit berkurang.


"apakah ibu yakin akan hal itu, mengapa ibu baru menjelaskan sekarang padaku?"


"maafkan ibu putriku…ibu tidak bermaksud untuk tidak memberitahukanmu tentang hal ini."


Mereka terdiam sejenak.


"apakah ada yang mengganjal hatimu anakku…?" tanya ibu kepada Calavera yang terlihat gusar.


"ibu… apakah ibu akan menampakkan diri pada mereka?" tanya Calavera.


"tentu tidak anakku…itu belum waktunya, ibu akan memerintahkan Duke Elefante Gris untuk menyambut kalian. Melalui Duke Elefante, ibu bisa menyalurkan apapun Kekuatan ibu? tanpa harus ketahuan oleh orang lain."


"hamba mengerti ibu…hamba akan selalu mendampingi ibu."


"tentu saja anakku…ibu sangat menyayangimu, bagaimana juga kau adalah sebagai dari tubuh dan darah ibu. Kau satu-satunya putri titisan ibu, kau separuh jiwa ibu." ungkap sang ibu dengan ketulusan.


"hamba juga menyayangi ibu."


"ingat anakku sayang, tetaplah berada di jalan yang benar dan jangan pernah berubah menjadi seperti ayah dan kakekmu. Ibu berharap banyak padamu anakku sayang."


"tentu ibu, hamba tidak ingin menjadi seperti mereka yang jahat dan berada di dunia Kegelapan. Hamba hanya berharap kakek dan ayah bisa lepas dari aura kegelapan yang menguasai mereka."


"bagus putriku sayang, kau putri kecil ibu yang cantik dan selalu patuh. Ibu selalu menyayangi dan mencintaimu."


"hamba juga ibu. Ibu adalah cahaya kehidupan hamba."


"baiklah putriku, ibu tidak bisa lama. Bantulah mereka dan ingat apa pesan ibu padamu?"


"baik ibu, hamba mengerti." balas Calavera, kemudian telepati mereka pun terputus.

__ADS_1


Calavera melanjutkan kembali aktivitasnya untuk meningkatkan kekuatan dalam tubuhnya dengan cara menyerap aura alam yang ada di sekitarnya, saat ini mereka sedang terbang di udara dan melewati banyak padang rumput, hutan dan pegunungan. Itu kesempatan bagus untuk Calavera menyerap banyak aura alam yang murni dan jernih.


Mereka semua yang ada di dalam Artefak Kuno terbang, menikmati perjalanan mereka tanpa kendala apapun? mereka terlihat tenang dengan aktivitas mereka masing-masing.


...--------------------------------...


***Kerajaan Darkness World***


Istana White Lotus bagian barat kerajaan Darkness World adalah wilayah istana tempat tinggal untuk para keluarga dan kerabat kerajaan Darkness World. Di istana White Lotus terdapat 5 paviliun besar dengan pembatasan tembok setinggi kepala orang dewasa.


5 paviliun berdiri melingkari area istana barat, pada bagian tengah terdapat gazebo dengan taman bunga yang cukup luas dan nampak asri. Carissa berdiri cukup santai dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada. Matanya menatap jauh ke arah kolam ikan dengan banyaknya tumbuhan bunga teratai aneka warna. Cukup lama Carissa berdiri di sana.


Terlalu banyak yang ada di dalam pikiran Carissa saat ini, hanya bisa menjalaninya saja. Apa yang akan terjadi selanjutnya? dia pun tidak tahu. Pandangannya yang jauh namun kewaspadaannya tetap terjaga, cincin pengikat yang ia gunakan pada jari manis tangan kanannya, membantunya untuk merasakan sesuatu yang akan datang mendekat.


Seperti sekarang ini, aura yang cukup kuat sedang mendekatinya. Aura yang baru saja dia kenali beberapa hari yang lalu. Entah apa yang membawa orang tersebut untuk datang mendekat padanya? Carissa tidak akan menghindarinya. Itu hanyalah perbuatan yang sia sia saja.


"apa kau tidak takut berkeliaran sendiri di dalam istana ini? setidaknya bawalah beberapa pengawal yang sudah di siapkan oleh yang mulia kaisar untukmu." ucap seorang pria datang dan berdiri dekat di sampingnya.


"itu tidak perlu, hanya akan membatasi ruang lingkup ku untuk bergerak." balas Carissa tanpa melihat ke arah pria yang datang ke sampingnya.


Pria itu adalah pangeran Hayden Key, dia datang bersama dua pengawal pribadinya yang terlihat cukup kuat. Sang pangeran yang selalu menutupi sebagian wajahnya dengan penutup wajah. Pangeran yang menjadi takdir pasangan Carissa sang pengendali.


"kau cukup percaya diri, apa kau tidak takut akan seseorang yang bisa saja menyerangmu secara tiba-tiba di istana ini?" tanya pangeran Hayden Key melihat ke arah Carissa yang masih menatap lurus ke depan.


"jika mereka berani silahkan saja, menyerangku sama halnya dengan menyerang yang mulia kaisar. Apa kau sudah lupa akan ucapan kaisar padaku?" ungkap Carissa mengingatkan. Carissa tidak ingin memakai kata-kata yang sopan kepada sang pangeran, karena dia tidak ingin menghormati pria yang hanya berani menghadapinya dengan sebuah ancaman.


"hahahaha…kau benar, aku rasa kau bisa bertahan lama di istana ini." ucapnya sembari berdiri bersandar pada pagar besi pembatas kolam teratai. Pangeran Hayden Key kini dapat melihat wajah Carissa dari arah depan.


Carissa melihat pangeran Hayden Key sekilas, nampak senyum tipis pada bibir sang pangeran memandang Carissa yang hanya memasang mimik wajah datarnya.


"tidak ada niatku untuk tinggal lebih lama di istana ini." jawab Carissa dingin tanpa melihat ke arah pangeran Hayden Key yang memandangnya intens.


"oya…apa kau lupa jika dirimu adalah seorang tawanan?"


"tentu aku ingat, jangan pikir seorang tawanan tidak bisa kabur dari tempat ini."


"hahahaha…kau ingin kabur dari istana ini?" tawa sang pangeran meledak seakan ucapan Carissa lucu baginya, membuat beberapa pelayan dan penjaga yang ada di sekitar tempat itu melihat ke arah mereka.


Carissa melihat heran dan dingin ke arah pangeran Hayden Key, karena tawa sang pangeran. Pangeran yang di tatap dingin oleh Carissa menghentikan tawanya. Untuk pertama kalinya tatapan mata mereka bertemu, dan pangeran terhipnotis akan tatapan tajam mata silver kebiruan yang indah milik Carissa Hubert sang pengendali.


"mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya sang pangeran dengan tatapan yang tidak lepas dari wajah Carissa.


'cantik, gadis ini sangat cantik.' gumam pangeran Hayden Key di dalam hatinya.


"kau tertawa, apa ada yang lucu?" tanya Carissa dengan dinginnya.


"perkataan mu yang ingin kabur dari istana ini, sangat lucu dan membuatku ingin tertawa."


"kau sungguh menyebalkan, kau mengganggu waktu santai ku yang berharga." ucap Carissa dengan nada kesal dan dingin.

__ADS_1


"hanya melihat bunga teratai, kau sebut waktu santai yang berharga."


Carissa diam dengan pandangan matanya masih menatap tajam mata sang pangeran. Sebenarnya Carissa terlalu malas untuk berbincang dengan pria yang ada di hadapannya tersebut. Namun, karena dia memiliki urusan yang harus di selesaikan dengan pria ini.


"sebenarnya siapa kau?" tanya Carissa dengan pandangan mata yang curiga dan dingin.


Pangeran Hayden Key tidak langsung menjawab pertanyaan dari Carissa, senyum tipis masih setia menghiasi bibirnya yang menawan.


"katakan, bagaimana kau tahu namaku?" tanya Carissa kembali, dia cukup penasaran dan ingin tahu. Bagaimana pangeran Hayden Key tahu nama Callysta Angelina dari dunia asalnya?


Pangeran Hayden Key masih diam dengan tatapan yang tidak lepas dari mata tajam curiga Carissa. Sangat menyebalkan bagi Carissa.


"aku benci kebohongan." ungkap Carissa membalik tubuhnya menghadap ke arah kolam teratai yang ada di hadapannya.


"jika kau memang tahu, katakan. Jika kau tidak tahu apapun? akan aku balas kau dengan setimpal." ungkap Carissa menekan setiap kata-katanya tanpa melihat ke arah pangeran Hayden Key yang hanya diam memandangnya.


"lambat laun kau pasti akan tahu, tapi untuk saat ini aku tidak bisa memberitahukannya padamu." balas pangeran Hayden Key masih dengan tatapan teduhnya melihat wajah cantik Carissa yang ada di hadapannya.


"setidaknya aku tahu kau adalah dokter hebat di duniamu." ungkapnya yang sontak membuat Carissa melihat ke arah sang pangeran.


'dia tahu aku adalah seorang dokter hebat dan dia tahu aku berasal dari dunia lain. Apakah dia benar-benar tahu siapa dan dari mana aku berasal?' gumam Carissa di dalam hatinya.


"apakah tebakkan ku benar? setidaknya kau wanita yang kuat dan baik hati. Tetaplah menjadi seperti itu di dunia ini." ungkapnya kembali. Carissa hanya menatapnya dengan mimik wajah datarnya.


'siapa dia sebenarnya?' gumam Carissa di dalam hatinya.


Carissa tidak suka berada pada situasi seperti ini, rasa penasaran yang membuatnya bisa menjadi gila. Baru saja Carissa ingin membalas sang pangeran, datang seorang pengawal berlari mendekati pangeran Hayden Key.


"maaf pangeran atas kelancangan hamba." ucap pengawal tersebut dengan nafasnya yang terengah-engah karena lelah berlari.


"ada apa?" tanya pangeran sembari berdiri tegak dan menatap datar sang pangawal.


"maaf pangeran, permaisuri memerlukan bantuan anda untuk menangani pangeran Hayden Adelio dan putri Hayden Adelia." ucapnya dengan mimik wajah takut.


"ada apa dengan mereka?" tanya cepat pangeran Hayden Key.


"pangeran dan putri terkena racun." balasnya.


Sontak membuat pangeran Hayden Key terkejut, pasalnya baru tadi pagi dia bertemu dengan adik kembarnya tersebut. Adik kembar yang baru berusia 12 tahun, dua adik kembar yang menjadi kesayangannya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2