
***Kerajaan Darkness World***
Tawa Carissa cukup membuat semua orang heran melihatnya. Carissa masih bisa tertawa di saat nyawanya berada di ujung pedang sang putra mahkota kerajaan Darkness World.
"apa yang membuatmu tertawa? kau mencoba meremehkanku." tanya putra mahkota Hayden Hara melihat ke arah Carissa.
"anda bertanya, apakah nyawa hamba berharga dan pantas untuk di pertahankan." balasnya dengan senyum getirnya.
Carissa benar-benar tidak suka akan perkataan dari putra mahkota, ini adalah hidupnya, nyawanya adalah miliknya. Tidak ada yang boleh menganggap nyawanya hanya sebuah lelucon dan tidak berharga. Setiap nyawa manusia sangat berharga, semua nyawa yang hidup di dunia ini tidak perlu di pertanyakan.
Itu yang akan Carissa buktikan, Carissa ingin semua tahu jika nyawa setiap manusia patut untuk di hargai dan di hormati.
"ingat satu hal yang mulia, setiap nyawa manusia di dunia ini sangatlah berharga dan anda tidak bisa menganggapnya remeh apalagi mempertanyakannya." ucap Carissa dengan mimik wajah dinginnya, sembari menekan setiap kata-katanya.
"jika hamba bisa menyelamatkan nyawa kedua anak anda, apa yang bisa hamba dapatkan dari anda? karena yang akan hamba lakukan mempertaruhkan nyawa hamba yang tidak berharga bagi anda." ucap Carissa kini menatap tajam dan dingin sang putra mahkota.
Tantangan Carissa cukup berani terhadap putra mahkota kerajaan Darkness World tersebut. Putra mahkota terdiam, dia melirik sekilas ke arah sang kaisar yang masih duduk tenang pada tempatnya. Keputusannya saat ini harus ada persetujuan dari sang kaisar.
Kaisar Hayden Pris tahu arti lirikan mata sang putra, dia tahu apa yang harus dia lakukan.
"apa yang kau inginkan sang pengendali ?" tanya kaisar Hayden Pris secara tiba-tiba.
Senyum tipis Carissa terbit. Apa yang dia rencanakan ternyata berjalan dengan lancar?
"lepaskan Segel Darah Api yang ada pada Devano dan undur hari pertarungan hamba yang melawan selir agung dan permaisuri." ucap Carissa yang cukup membuat semua orang terkejut tidak percaya.
Permintaan Carissa sangat mudah, mereka berpikir jika Carissa akan meminta hal yang sangat sulit untuk mereka kabulkan lagi.
"hanya itu?" tanya sang kaisar merengutkan alisnya memandang Carissa.
"iya hanya itu." ucap tegas Carissa. Itulah yang Carissa rencanakan, Carissa ingin melepaskan Devano dari Segel Darah Api agar Devano tidak akan menjadi beban Carissa di masa depan.
"baiklah, tapi kau harus tunjukkan bukti terlebih dahulu, jika kau memang benar-benar bisa menyelamatkan kedua cucuku."
"tentu yang mulia, tetapi agar kita sama sama adil. Bagaimana jika kita menunjukkannya secara bersamaan?"
"baiklah." setuju kaisar, tidak ada alasan menolak Carissa, ini demi nyawa kedua cucunya.
Kaisar Hayden Pris memejamkan matanya, lalu mengaktifkan Segel Darah Api yang ada pada telapak tangannya. Sebuah cahaya begitu cepat muncul dengan bersamaan munculnya Devano yang terlihat kebingungan.
Pandangan mata Devano lalu beralih pada sosok Carissa yang ia kenal. Dia terkejut melihat kondisi Carissa yang bersujud dengan sebuah pedang mengarah pada lehernya.
"kakak." panggil Devano pada Carissa. Saat dia ingin mendekati Carissa, tubuhnya melayang dan mendekat ke arah kaisar Hayden Pris yang sudah berdiri.
Kaisar mencengkeram kuat lengan Devano. Devano menatap takut pada kaisar yang ada di hadapannya. Devano lalu beralih melihat ke arah Carissa yang juga melihatnya.
__ADS_1
"cepat tunjukkan buktimu?" ucap kaisar pada Carissa.
Carissa menghela nafasnya perlahan sebelum melakukan apa yang di minta oleh sang kaisar? Dengan memejamkan matanya dan merapalkan sebuah mantra pada mulutnya. Muncullah sebuah bola inti sari biru milik siluman ular yang pernah ia bunuh.
Semua orang cukup terkejut melihat apa yang ada di atas telapak tangan Carissa? bola inti sari biru siluman ular yang penuh akan racun, dengan mudah Carissa menyentuhnya tanpa terjadi apapun padanya?
"apakah bola inti sari biru ini cukup untuk membuktikan ucapan hamba, yang mulia?" tanya Carissa melihat ke arah putra mahkota dan kaisar secara bergantian.
"apakah bola inti sari biru itu asli?" tanya putra mahkota masih meragu.
"tentu saja ini asli, apakah anda ingin membuktikannya dengan menyentuhnya? yang tentu saja akan di pastikan, anda akan merasakan bagaimana rasa sakitnya keracunan." tantang balik Carissa. Dia cukup malas menghadapi putra mahkota yang selalu saja meragukan dan meremehkannya.
"itu tidak perlu, aku tahu jika bola inti sari biru itu asli." ucap sang kaisar.
Semua melihat ke arah kaisar, mereka percaya jika kaisar tidak akan berkata bohong.
"baiklah, aku akan lepaskan Segel Darah Api yang ada pada anak ini." ucap kaisar. Lalu menepuk keras punggung Devano dengan keras, hingga Devano kesakitan dan terduduk lemas.
Carissa bangkit dari sujudnya, dengan pedang yang masih mengarah padanya.
"Devano, kemarilah." perintah Carissa pada Devano.
Dengan menahan rasa sakitnya Devano bangkit perlahan, dia melangkah mendekati Carissa. Begitu Devano berada di hadapannya, Carissa dengan cepat menyentuh kening Devano dengan jari telunjuk kanannya. Carissa menanamkan sebuah Segel Putih pada kening Devano di hadapan semua orang.
"Segel Putih." ucap permaisuri dan kaisar secara bersamaan.
Kaisar dan permaisuri cukup tahu Segel Putih tersebut, segel yang berasal dari dunia langit. Tidak semua orang bisa memilikinya, mereka yang bisa memiliki Segel Putih harus dapat persetujuan dari salah satu Dewa dan Dewi Langit Khayangan.
"bagaimana bisa kau memiliki segel tersebut?" tanya kaisar terlihat penasaran dengan mimik wajah terkejutnya.
Dia yang termasuk salah satu titisan dari Dewa dan Dewi Khayangan langit tidak bisa memiliki Segel Putih, karena kekuatan spiritual dan energi Qi yang dahulu belum sempurna dan kuat. Begitu juga dengan permaisuri Princella Odella.
"anda cukup tahu, bagaimana hamba bisa memilikinya?" jawab Carissa dengan senyum tipisnya.
Carissa ingin mereka tahu, tidak selamanya seseorang dengan kekuatan yang tidak dapat di rasakan harus di pandang remeh dan lemah.
Putra mahkota Hayden Hara dan pangeran Hayden Key tahu apa itu Segel Putih, mereka cukup terkejut Carissa bisa memilikinya. Carissa kini memandang tajam ke arah putra mahkota yang masih mengarahkan pedang kepadanya.
Putra mahkota tahu arti tatapan tajam Carissa padanya, dia melirik sekilas ke arah sang kaisar yang menganggukkan kepalanya. Dengan perlahan putra mahkota menurunkan pedangnya, atas persetujuan dan peringatan dari sang kaisar.
Carissa lalu melangkah mendekati putri mahkota, Carissa membantunya untuk bangkit. Dengan patuh putri mahkota Anora mengikuti Carissa, dia bangkit dan memandang teduh Carissa. Ada rasa terima kasih pada sorot mata sang putri mahkota.
"hamba akan berusaha untuk menyelamatkan nyawa putri dan pangeran. Apakah anda bisa percaya pada hamba?" tanya Carissa memandang teduh putri mahkota.
"iya tentu saja, aku percaya padamu. Terima kasih" ucapnya tulus.
__ADS_1
Carissa tersenyum sejenak, dia cukup kagum dan senang melihat seorang ibu yang terus berjuang demi keselamatan nyawa anak anaknya. Carissa tahu putri mahkota Anora Klarybel adalah orang yang baik.
Carissa melihat ke arah Devano yang juga melihatnya. Carissa butuh seseorang yang bisa melindungi Devano di saat dirinya sedang mengobati si kembar. Dengan terpaksa dia memanggil dua pengikut setianya yang seharusnya tidak keluar dari persembunyiannya.
"Dragon White, Phoenix Gold apakah kau bisa mendengarkan panggilanku?" panggil Carissa melalui telepatinya kepada dua pengikut setianya yang ada pada pedang kembar keramatnya.
"hamba My Lord." balas Dragon White dan Phoenix Gold secara bersamaan melalui telepati mereka.
"bisakah kalian keluar dan lindungi Devano untukku?" ucap Carissa.
Dragon White dan Phoenix Gold tahu hubungan baik antara tuannya dengan Devano sangat erat. Jika junjungan mereka telah meminta hal tersebut, itu artinya Devano adalah orang yang sangat berharga bagi tuan mereka. Yang artinya Devano adalah orang yang pantas mereka lindungi juga, seperti melindungi Sang Pengendali.
"baik My Lord." balas mereka secara bersamaan.
Sebuah cahaya muncul secara tiba-tiba di hadapan Carissa. Terlihat dua orang pria muncul di hadapan Carissa, mereka yang sedang berada pada posisi tunduk hormat dengan satu kaki yang di tekuk.
"salam My Lord." ucap salam dua pria tampan yang tiba-tiba muncul.
Dua pria tampan yang memiliki aura sangat terasa kuat dari dalam tubuh mereka. Dua pria yang merupakan jelmaan dari Dragon White dan Phoenix Gold, mereka sudah bisa berubah menjadi seorang manusia.
Dragon White menjelma menjadi seorang pria tampan dengan rambut panjang putih yang di ikat setengah bagian, dengan warna matanya yang biru terang, memiliki postur tubuh tinggi atletis dan kulit yang putih bersih.
Sedangkan Phoenix Gold menjelma menjadi seorang pria tampan dengan rambut panjang emasnya yang di ikat setengah bagian, dengan warna matanya yang merah ke emasan terang, memiliki postur tubuh tinggi atletis dan kulit yang putih bersih.
Mereka benar-benar menjelma menjadi dua pria tampan yang mampu menarik perhatian semua kaum hawa, begitu juga Carissa saat pertama kalinya melihat wujud mereka. Carissa cukup terkejut dan terkesan akan ketampanan mereka berdua. Namun Carissa sadar diri, itu hanya hal biasa jika seorang wanita mengangumi sosok pria tampan yang tiba-tiba ada di hadapannya.
Carissa juga telah memberikan sebuah nama pada mereka berdua. Dragon White dengan nama Grande, sedangkan Phoenix Gold dengan nama Rey.
Semua orang cukup terkejut akan siapa yang muncul secara tiba-tiba? Begitu juga kaisar dan permaisuri yang sangat mengenal siapa dua pria tampan yang sudah lama tidak mereka lihat sosoknya?
Kaisar Hayden Pris dan permaisuri Princella Odella sangat mengenal siapa sosok yang ada di hadapan Carissa saat ini? dua pria tampan yang bisa membuktikan Carissa Hubert benar-benar adalah Sang Pengendali.
"bangunlah, lakukan apa yang aku minta pada kalian?" ucap Carissa meminta Grande dan Rey untuk bangkit dari tunduk hormat mereka.
Grande dan juga Rey bangkit, mereka dapat merasakan dua aura yang sudah lama tidak mereka rasakan. Dua aura yang di miliki oleh kaisar Hayden Pris dan juga permaisuri Princella Odella. Dua aura titisan dari Dewa dan Dewi Khayangan langit.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1