DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
43. Perang Melawan Para Iblis Dan Siluman bagian I.


__ADS_3

***Kerajaan Holmes***


Terlihat putra mahkota dan kedua pangeran telah bersiap tempur melawan para iblis dan siluman, terlihat pedang yang tergantung di pinggang dan beberapa senjata api yang mereka bawa dan telah di siapkan oleh para pengawal pribadi masing-masing.


Aku masih melihat apa yang mereka lakukan untuk persiapan sebelum pintu depan gerbang istana di buka, dan aku juga mendengar sang kaisar, permaisuri, selir dan semua putri sudah di amankan di suatu tempat, agar tidak terkena dampak dari pertempuran melawan para iblis dan siluman yang datang menyerang istana Holmes.


Terlihat juga ada beberapa pengawal wanita yang terlihat seperti kesatria wanita ada di sana, mereka siap mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi kerajaan Holmes, semua yang ikut berperang melawan musuh di sebut kesatria pada zaman ini. Aku hanya berdiri santai dengan kedua pedang yang baru saja aku dapatkan dari putra mahkota dan melihat kesibukkan mereka.


terlihat putra mahkota yang sudah siap dengan beberapa senjata di tangannya, melangkah menghampiriku yang juga mendapatkan perhatian dari semua yang ada di sana, dan baru mereka sadari atas kehadiranku yang ada di sana dari tadi hanya berdiri diam tanpa melakukan kesibukkan apapun.


"bila kau tidak yakin akan ikut, silahkan kembali sebelum terlambat, jangan karena kau bisa menyentuh kunci ajaib dan pedang kembar keramat itu, kau merasa sanggup ikut perperang, karena ini melawan para iblis dan para siluman." ucap putra mahkota memperingatkan ku, yang dapat di dengar dan di lihat oleh semua orang.


"terima kasih atas perhatian anda yang mulia, hamba harus mencobanya, karena bila belum kita mencobanya, kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya?" balasku dengan memberikan hormat ku padanya.


Tatapan tajam Leonard masih memandangku.


"aku sudah memperingatkan mu, jangan sampai menyusahkan kami."


"tentu saja yang mulia, terima kasih sudah mengizinkan hamba ikut serta." balasku yang mencoba ramah.


Putra mahkota yang tidak berhasil menghentikan niatku pun kembali pada pasukan terdepan, beberapa kesatria yang tidak mengenalku menatap remeh padaku, mereka seakan menatapku hanya bagaikan lebah kecil yang tidak berguna yang berusaha menarik perhatian sang putra mahkota.


Banyak bisiskkan dari mereka yang aku dengar menghina dan meremehkanku, yang hanya berpura-pura berani ikut perperang karena ingin menarik perhatian dari putra mahkota dan para pangeran, meremehkan kemampuanku dengan tubuhku yang tidak terlihat kuat seperti kesatria wanita lainnya yang ada di sana.


Aku yang mendengarnya hanya diam saja tanpa membalas bisiskkan mereka, aku hanya melirik tajam pada mereka satu persatu dan memasang wajah datar dan dingin ku melihat mereka yang berbisik, aku masih berdiri di tempatku yang jauh pada posisi putra mahkota dan para pangeran yang berdiri di barisan paling depan.


Pintu segera di buka saat ada perintah dari putra mahkota selaku pemimpin dari peperangan tersebut, terlihat dari jauh para iblis dan siluman yang beraneka ragam bentuknya dan terlihat seram, ada yang setengah manusia dan hewan, ada yang berbentuk raksasa besar berwarna hitam dan merah, ada yeng berbentuk binatang buas dengan banyak kepala, dan ada juga yang berwujud manusia dengan menggunakan jubah hitam yang menutupi tubuh mereka dari ujung kepala sampai kaki, seperti penyihir yang aku pernah lihat di film fantasi.


Mulutku menganga tidak percaya dengan apa yang aku lihat, aku seperti ada di dalam film fantasi yang pernah aku tonton dan cerita fantasi yang pernah aku baca di novel selama ini, di saat waktu senggang ku saat menjadi dokter dan sakarang aku melihat juga mengalaminya langsung, dan ini nyata bukan mimpi.


"apa kau takut…?" tanya salah satu kesatria wanita yang ada tidak jauh dariku, dan aku melihat padanya. "sebelum terlambat pergilah dari sini…!!" perintahnya lagi melihat remeh padaku.

__ADS_1


Aku hanya melihatnya datar dan dingin, tidak ada komentar atau jawaban yang ingin aku utarakan, aku hanya melihat pemandangan yang mengerikan yang ada di hadapanku, terasa ardenaline ku terpacu dan ini sudah lama sekali tidak aku rasakan. Aku merasa ada kebebasan di zaman ini untuk aku memilih apapun yang hatiku inginkan, dan ini yang aku suka dan memberikan aku semangat untuk mencoba ikut berperang dengan mereka atas kemauan ku sendiri.


Terlihat barisan terdepan yang di pimpin oleh putra mahkota sudah bergerak menyerang, dan beberapa dari barisanku juga maju membantu membantai musuh yang mencoba masuk ke dalam istana.


Aku masih diam mematung melihat dan mencoba membaca pergerakan mereka, sebelum ikut menyerang dan aku melihat banyak kesatria yang sudah tumbang, akibat terkaman dari binatang buas yang bentuknya ada di luar nalar pikiran ku, aku masih melihat sekitar dan menemukan sebuah busur serta anak panah yang tergeletak karena pemiliknya telah tewas, aku segera menyelipkan pedang yang aku pegang pada ikat pinggangku dan berlari meraih busur serta anak panah tersebut.


Aku bersiap membidikkan anak panah pada seekor serigala yang berkepala dua dengan mata merah darah, yang dengan buas menerkam dua satria yang menjadi mangsanya, dan tepat mengenai salah satu dari mata serigala tersebut, tetapi itu tidaklah menghentikan pergerakkan buas dari serigala tersebut, aku coba membidik lehernya dan segera melepaskan anak panahku dan tepat mengenai lehernya, itu juga sia-sia.


Aku tidak mudah putus asa, dan aku ingin mencoba kembali membidikkan anak panahku pada dada di tengah-tengah leher kepala yang bercabang dua, dan sialnya anak panahku meleset karena serigala itu telah menyadari seranganku, dan sebagai gantinya serigala tersebut melihat buas padaku.


"sial…semua serangaku tepat tapi tidak ada berpengaruh padanya sama sekali, apa karena aku tidak menggunakan kekuatan magic ya, sehingga tidak mempan sama sekali." gumamku melihat ngeri serigala yang menatapku tajam.


"gunakan kedua pedangmu, untuk menusuk kelemahannya, setiap iblis dan siluman yang memiliki inti sari tidak bisa di musnahkan dengan senjata biasa, hanya benda keramat yang bisa memusnahkannya." ungkap telepati peramal suci yang bisa aku dengar dengan jelas.


"Sophie apakah itu kau?" tanyaku masih tidak percaya pada pendengaran ku.


"iya ini aku Sophie, coba kau pegang erat kunci ajaib mu, pejamkan dan pusatkan pikiranmu untuk bisa melihat titik kelemahan dari iblis itu." perintah Sophie padaku yang mau tidak mau aku lakukan juga, padahal akal sehatku belum mempercayai ini semua.


Aku genggang kunci ajaib yang ada di saku celanaku seraya memejamkan mata dan memusatkan pikiranku, lalu dengan sendirinya mataku terbuka dan aku bisa melihat ada titik yang berkilau di kedua kening serigala tersebut.


"aku juga tidak tahu, yang aku tahu setiap iblis dan siluman di zaman ini memiliki titik kelemahannya masing-masing, kau coba saja." balas Sophie yang memang tidak tahu dan tidak bisa melihat titik kelemahan para iblis dan siluman.


Sophie hanya tahu kalau setiap iblis dan siluman memiliki kelemahannya masing-masing, dan inti sarinya bisa di ambil untuk menambah kekuatan magic dalam tubuh yang membunuh dan menelannya, hanya saja Sophie tidak bisa melihat dan tidak tahu bentuk dari kelemahan tersebut, walaupun Sophie sang peramal suci bisa menyentuh kunci ajaib tersebut, tetapi dia bukanlah sang pengendali seperti takdir Callysta atau Carissa saat ini.


Hanya takdir sang pengendali yang telah memegang kunci ajaib keramat yang bisa menggunakan kunci ajaib tersebut, dan bisa dengan mudah melihat setiap titik kelemahan para iblis dan siluman.


"jawabanmu tidak membantu sama sekali Sophie." balas geram ku padanya.


"setidaknya aku memberikan informasi yang penting untuk mu, dan itu tergantung padamu mau mencoba atau tidak, hasilnya akan kita tahu kalau sudah mencobanya." balas Sophie sang peramal suci melalui telepatinya.


"lebih baik kau ramal saja hasil dari perang saat ini." ungkapku kesal pada Sophie, karena jawaban yang tidak pasti Sophie tidak membantuku sama sekali.

__ADS_1


"kau selalu saja menggunakan sikap mafiamu manjawabku, hasil dari perang ini tergantung pada usaha kalian semua."


"lebih baik kau diam Sophie, kepalaku bertambah pusing mendengar suara telepati mu." balas ku yang membuat Sophie merajuk di ruang hampa dimensi nya, kesal mendengar jawaban ku.


"kalau benar titik berkilau itu adalah kelemahannya, kepala serigala ini terlalu tinggi untuk aku raih, bagaimana caranya aku naik ke atas kepalanya?" gumamku pada diriku yang berusaha lari dari kejaran serigala tersebut, yang besarnya 10 kali lipat dari ukuran tubuhku.


"sial…kalau begini aku bisa mati sia-sia…" umpatku merasa kesal karena saat ini aku hanya bisa berlari dari kejaran iblis serigala tersebut.


Saat pandangan mataku bertemu dengan pandangan mata Damian, aku teringat akan magic Activator milik Damian yang digunakan untuk menarik tubuhku saat latihan bersama di area latihan istana, dan aku mempunyai ide dengan menggunakan bantuan dari magic Activator yang Damian miliki.


Aku ingin Damian membantuku untuk naik keatas kepala sang serigala dengan menggunakan magic Activatornya, agar aku bisa menebas titik berkilau di kedua kening serigala yang aku curigai menjadi kelemahan serigala tersebut. Aku pun berlari mendekati Damian yang baru saja membunuh salah satu penyihir dengan pedang di tangannya.


"apa yang kau lakukan sampai membuat serigala itu mengincarmu?" ungkap Damian dengan cepat mengokang Laras panjang nya dan menembak serigala yang mengarah pada kami berdua, yang masih melawan dan menerkam buas semua yang dia lewati.


Tapi tembakan Damian yang memang tepat sasaran hanyalah sia-sia, karena tidak berpengaruh sama sekali.


"aku melihat titik kelemahan serigala itu ada di kedua keningnya, dan ada yang mengatakan padaku kalau kedua pedang kembar ini bisa di gunakan untuk memusnahkannya, agar inti sarinya bisa keluar." ungkapku yang membuat Damian melihatku terkejut.


"dari mana kau tahu kalau iblis itu memiliki inti sari?" tanya Damian dengan mimik wajah terkejut dan tidak percaya nya melihat ku.


"ada seseorang yang memberitahukannya padaku." jawabku cepat.


Damian masih melihat ku intens dan tidak percaya akan apa yang aku ucapkan, sedangkan aku juga masih meragukan ucapan dari Sophie sang peramal suci dan juga pengelihatan ku akan titik berkilau tersebut, tetapi kalau aku tidak mencobanya bagaimana aku tahu kebenaran yang di ucapkan oleh Sophie sang peramal suci padaku?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


Author coba up Double hari ini, karena punya waktu untuk nulisnya dan berterima kasih pada semua yang sudah mendukung cerita DUNIA KEDUA ini, semoga selalu suka ceritanya dan mohon like dan vote nya untuk mendukung karya author ini ya, terima kasih 🙏🙏🙏🙂🙂.


__ADS_2