DUNIA KEDUA.

DUNIA KEDUA.
50. Kesal Dan Kecewa.


__ADS_3

***Istana Kerajaan Holmes***


Leonard masih melihat Carissa dan bola cahaya inti sari yang ada di telapak tangan Carissa, Dia masih tidak mengerti apa maksud Carissa untuk menyembuhkan lukanya, dengan menggunakan kekuatan semburan api yang berasal dari bola cahaya inti sari milik siluman wanita Rapel.


"bagaimana cara nya? aku tidak mengerti?"


"bila anda mau menelan bola cahaya inti sari ini, kekuatan magic Electrik Flow anda akan memiliki semburan api juga, karena luka hamba di sebabkan oleh rambut dari siluman wanita Rapel tersebut, jadi semburan api yang di gabungkan dengan aliran listrik anda dapat membuat luka hamba cepat kering yang mulia."


"apa kau yakin…?" tanya Leonard mengerutkan keningnya melihat Carissa.


"yakin yang mulia, tetapi sekali anda menelan bola cahaya inti sari dari siluman, banyak yang akan mengincar anda untuk mendapatkan bola cahaya inti sari ini, dan nyawa anda menjadi taruhannya, apakah anda bisa?" tanya Carissa melihat Leonard ragu, karena Carissa tidak tahu sifat dari Leonard yang sebenarnya.


"apa menyembuhkan mu adalah balasan dari kau memberikanku bola cahaya inti sari ini?" tanya balik Leonard, karena dia ingin tahu Carissa ikhlas memberikan bola cahaya inti sari tersebut, atau hanya ingin dia di sembuhkan sehingga memberikan bola cahaya inti sari pada Leonard.


Carissa melihat pada Leonard karena pertanyaan Leonard padanya seakan mengatakan Carissa pamrih memberikan bola cahaya inti sari tersebut.


Carissa menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, dia tahu bahwa tidak seharusnya Carissa meminta bantuan dari seorang putra mahkota kerajaan Holmes, karena itu sudah termasuk lancang apalagi dia hanyalah calon selir dari pangeran kedua, itu yang Carissa pikirkan.


"tidak yang mulia, hamba ikhlas memberikan bola cahaya inti sari ini, tetapi kalau anda juga tidak bersedia menyembuhkan hamba juga tidak apa-apa? perlahan hamba juga akan sembuh." ungkap Carissa memberanikan diri menyentuh tangan kanan sang putra mahkota, dan meletakkan bola cahaya inti sari tersebut.


"bola cahaya inti sari ini adalah takdir anda yang mulia, karena cocok dengan magic Electrik Flow anda, sama halnya dengan bola cahaya inti sari dari serigala berkepala dua yang hamba berikan pada pangeran kedua, itu memiliki kekuatan serangan cakar dan taring yang kuat, dan cocok dengan The Hot magic milik pangeran kedua." balas Carissa seraya melihat pada pangeran kedua yang ada di samping Leonard.


"dan bola cahaya yang berwarna hijau milik siluman ular juga cocok dengan kekuatan The Hot magic anda pangeran kedua, karena sama-sama bisa mengeluarkan hawa panas." ucap Carissa seraya menyerahkan bola cahaya inti sari yang berwarna hijau milik siluman ular.


"bola cahaya inti sari yang berwarna hitam dan merah gelap akan cocok untuk anda pangeran ketiga, karena anda yang sangat lincah dalam bergerak cocok untuk menjadi raksasa agar bisa membantu saat menghadapi musuh." ucap Carissa memberikan dua bola cahaya inti sari sekaligus pada pangeran ketiga.


"dan yang terakhir, bola cahaya inti sari putih milik serigala berkepala dua level 5, bisa yang mulia gunakan sebagai senjata bergabung dengan kekuatan cambuk dari siluman wanita Rapel, itu senjata sempurna untuk anda sang pemimpin kerajaan Holmes selanjutnya." ucap Carissa seraya memberikan bola cahaya inti sari pada tangan kiri Leonard dengan senyum tulus yang mengembang di bibirnya.


Leonard dan para pangeran melihat Carissa yang tersenyum tulus melihat ketiga pria yang ada di hadapannya.


"yang biru ini akan hamba simpan sendiri, karena bola cahaya inti sari ini bisa mengeluarkan semburan racun dan juga tetesan racun yang berbahaya, bola cahaya inti sari ini akan bermanfaat untuk hamba suatu saat nanti." ucap Carissa mengambil bola cahaya inti sari berwarna biru.


"jadi para penjaga tidak akan banyak yang tumbang tidak sadarkan diri karena tenaga mereka di serap oleh bola-bola cahaya inti sari ini." ucap Carissa yang membuat putra mahkota dan para pangeran serta permaisuri yang ada di sana terkejut akan kebenaran yang mereka baru tahu.

__ADS_1


"mengapa seperti itu?" tanya Verdian ingin tahu lebih jelas.


"karena bola cahaya inti sari tersebut hidup dan perlu asupan tenaga agar tetap hidup, jadi bola-bola cahaya inti sari tersebut menyerap tenaga manusia, untuk menghindarinya adalah dengan cara menyimpannya di tubuh seseorang atau Kotak Kehidupan."


"Kotak Kehidupan, apa benar benda keramat itu ada?" tanya Verdian yang hanya pernah mendengar kabar tentang Kotak Kehidupan yang sangat ajaib, karena bisa mengabulkan apapun yang di inginkan sang pemilik, dengan hanya membayangkan apa yang di inginkannya.


"entahlah…hamba juga tidak tahu." balas Carissa dengan menggerakkan kedua bahunya ke atas.


"jadi kau memberikan kami bola-bola ini, hanya karena tidak ingin para penjaga banyak yang tumbang karena tenaga mereka terserap?" ucap Verdian, yang membuat Carissa mengerutkan keningnya.


Lagi-lagi Carissa merasa seakan dia tidak ikhlas memberikan barang pada seseorang, mengapa semua orang mengartikan pemberiannya untuk suatu hal? bisa kah mereka memikirkan hal yang lain dan jawaban yang tidak membuat Carissa kecewa karena di anggap tidak ikhlas, Carissa menghembuskan nafasnya.


"kalau kalian tidak suka pemberianku, dan menganggapku tidak ikhlas, kembalikan saja bola-bola itu dan jangan menerimanya, dan bertanggung jawablah atas tumbangnya para penjaga." tunjuk geram Carissa yang sudah tidak bisa sabar lagi menghadapi ketiga pria yang selalu menganggapnya tidak ikhlas.


Carissa menatap tajam, datar dan dingin ketiga pria yang ada di hadapannya seraya menunjuk geram ke arah mereka, Carissa sudah tidak peduli lagi bila dia tidak sopan dan masih ada permaisuri di sana.


"hamba mohon diri permaisuri." ucap Carissa menundukkan kepalanya tanda hormat dan segera berlalu dari ruangan tersebut dengan langkah panjang dan tergesa-gesa nya menahan rasa kesal di dalam hatinya.


Carissa benar-benar kesal dan kecewa selalu kebaikan dan tujuannya di anggap tidak ada keikhlasan, percuma melawan dan bicara pada yang berada lebih di atas kita, karena kita yang di bawah akan selalu tidak baik di mata mereka, itu yang Carissa pikirkan.


"kalian bertiga tidak tahu diri…" ucap tunjuk Permaisuri kepada ketiga putranya yang telah membuat Carissa marah.


Kini ketiga pria tersebut melihat heran pada Permaisuri yang marah dan menunjukkan jari telunjuknya pada mereka bertiga.


"sudah jelas Carissa hanya ingin membantu para penjaga agar tenaga mereka tidak terserap oleh bola-bola cahaya inti sari itu, dan terlihat tulus memberikan bola-bola cahaya itu yang bagi banyak orang sangat berharga bagi mereka dan susah untuk di dapatkan, dan Carissa dengan mudah memberikanya pada kalian bertiga, tapi kalian bertiga malah meragukan keikhlasan Carissa." ucap permaisuri membuat ketiga pria tersebut diam melihat bola-bola cahaya inti sari yang ada di atas telapak tangan mereka.


"apa kalian bisa dengan mudah mendapatkan bola cahaya inti sari dari para iblis dan siluman?" tanya permaisuri kembali menatap tajam dan tidak suka pada ketiga putranya yang sungguh tidak tahu berterima kasih.


"dan kau putra mahkota, apa susahnya kau membantu untuk menyembuhkan luka pada lengan Carissa? bagaimana juga Carissa sudah membantu kerajaan Holmes lepas dari serangan para iblis dan siluman, masih kau anggap Carissa pamrih? seharusnya kau memberikan nya hadiah besar tanda terima kasih." tanya permaisuri melihat tajam pada putra mahkota.


"bukan begitu ibunda…" ucap putra mahkota terpotong karena tanda dari permaisuri yang mengangkat tangannya di hadapan Leonard.


"cukup…ibunda mendengar dengan jelas keraguan kalian kepada Carissa."

__ADS_1


"ibunda benar-benar kecewa pada kalian." ucap permaisuri yang langsung berlalu dari ruangan tersebut, meninggal ketiga pria yang diam dengan mimik bersalah pada wajah mereka.


"kenapa aku jadi ikut di sangkut pautkan, perasaan dari tadi aku hanya diam tidak bicara apapun." gumam Damian yang tidak terima ikut kena sasaran dari amarah permaisuri dan Carissa.


Verdian dan Leonard langsung melihat pada Damian dengan heran.


"apa yang kalian lihat?" tanya Damian heran melihat kedua saudaranya yang menatapnya tajam. "yang mengatakan Carissa tidak ikhlas kan kalian berdua." balas Damian dengan tidak kalah tajam menatap kedua saudaranya.


"lalu…?!?" ucap Verdian yang merasa bersalah pada Carissa, dan membenarkan ucapan sang ibu, belum tentu dia bisa mendapatkan bola cahaya inti sari dengan mudah. apalagi bisa membunuh dan memusnahkan para iblis dan siluman? dan masih saja dia menganggap Carissa tidak ikhlas memberikan nya bola cahaya inti sari.


"lalu…kau pikirkan sendiri." ucap Damian yang juga kesal pada kedua saudaranya yang tidak tahu terima kasih, dan berlalu pergi dari ruangan tersebut.


"kak Leon…bagaimana ini? benar kata ibunda kita tidak tahu berterima kasih pada Carissa." ucap Verdian melihat Leonard dengan wajah bersalahnya.


"diam kau…" balas ketus Leonard yang membuat Verdian terdiam heran, mengapa semua orang jadi marah padanya hari ini?


Leonard langsung pergi berlalu dari ruangan tersebut meninggal Verdian yang masih diam melihat heran padanya.


......................


Sedangkan Carissa yang masih kesal dan kecewa pada putra mahkota dan para pangeran yang menganggap nya tidak ikhlas, pergi dengan langkah panjang dan buru-buru nya menuju ke tempat pusat pengobatan istana, untuk mencari sesuatu yang mungkin bisa dia temukan untuk menyembuhkan luka pada lengannya, Carissa meminta salah satu penjaga yang dia jumpai di lorong untuk mengantarkannya kesana.


Carissa ingin melihat ada bahan obat apa saja di balai pengobatan istana, dia ingin membuat obatnya sendiri dari pada harus mengandalkan bantuan dari seseorang yang menganggapnya tidak pantas dan hanya orang rendahan, itu yang Carissa pikirkan saat ini, saat putra mahkota seperti tidak ada niat membantunya untuk mengobati luka pada lengannya.


Carissa kini sudah sampai di balai pengobatan istana, dia sangat senang bisa mencium aroma yang sangat familier pada penciuman hidungnya, dan Carissa sangat menyukai aroma bahan-bahan obat yang dia cium, dengan senyum yang mengembang di bibirnya Carissa dengan langkah yang ringan masuk ke dalam balai pengobatan istana.


Carissa ingin membuat obatnya sendiri dan juga obat ajaibnya yang dulu pernah dia buat di dunianya, karena Carissa sadar dia akan ada di situasi yang terus akan terluka, Carissa ingin sedia payung sebelum hujan, menyediakan obat ajaib buatannya sebelum mendapatkan luka-luka pada tubuhnya seperti saat ini, agar dengan mudah menyembuhkan semua luka yang dia akan dapatkan, dan yang paling penting ingin Carissa buat adalah vitamin penambah stamina untuk tubuh Carissa yang memang sangat lemah, agar bisa lebih kuat untuk menjalani perjalanan hidup yang keras di dunia kedua ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2